cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SAINS DAN MATEMATIKA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
Biodegradasi Jerami Padi Menggunakan Kompos Termofilik dan Profil SSCP Konsorsium Mikroba Niron, Christina Elsa; Mulyani, Nies Suci; Aminin, Agustina L. N.
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 2 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3671.539 KB)

Abstract

Jerami merupakan bahan lignoselulosa, terdiri atas lignin yang terikat pada hemiselulosa dan selulosa. Sebagian besar penelitian biodegradasi biomassa secara mikrobiologis, memanfaatkan kerja mikroba tunggal yang umumnya bekerja kurang optimal. Dalam penelitian ini jerami didegradasi menjadi gula pereduksi menggunakan konsorsium mikroba dari kompos termofilik. Fermentasi jerami padi dilakukan pada media semisolid menggunakan starter kompos termofilik, dan proses degradasi dipantau berdasarkan kadar gula pereduksi yang dihasilkan setiap 24 jam. Kelimpahan mikroba diamati melalui fragmen gen 16S dan 18S rRNA dengan teknik SSCP (Single Strand Conformation Polymorphism). Degradasi optimum jerami padi didapatkan pada jam ke-72 dengan kadar gula sebesar 0,474 mg/L. Profil pita-pita SSCP ditunjukkan dengan perbedaan jumlah dan intensitas pita-pita dari kelompok jamur maupun bakteri. Perbedaan pita-pita tersebut menunjukkan adanya perbedaan kelimpahan komunitas mikroba baik pada konsorsium kompos maupu mikroba pendegradasi jerami padi.   Keywords: biodegradasi, kompos termofilik, komunitas mikroba, SSCP
Variabilitas Keanekaragaman dan Distribusi Vertikal Diatom Danau Rawa Pening Soeprobowati, Tri Retnaningsih
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 19 Issue 3 Year 2011
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4531.342 KB)

Abstract

Secara spasial, diatom tersebar hampir di semua ekosistem perairan, bahkan di tempat lembab dan basah. Dinding sel diatom tersusun dari silika, sehingga fosil diatom dapat tersimpan dengan baik dalam sedimen. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji variabilitas keanekaragaman diatom Danau Rawa Pening secara vertikal. Perbedaan keanekaragaman dan kemelimpahan diatom pada perlapisan sedimen mengindikasikan perbedaan lingkungan saat diatom tersebut diendapkan. Sampel sedimen diambil dari 2 lokasi di Danau Rawa Pening, dengan representasi inlet dan tengah danau. Pengambilan sampel dilakukan dengan hand auger. Sampel sedimen dalam corer kemudian diiris tiap 0,5 cm. Diatom dipisahkan dari sedimen dengan perlakukan HCl dan H2O2. Identifikasi diatom dilakukan dengan mikroskup perbesaran 1.000 kali hingga dijumpai minimal 300 valva. Selanjutnya dilakukan penghitungan kemelimpahan relatif dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Secara vertikal, keanekaragaman diatom variatif antara 1,49 – 3,49. Rendahnya indeks keanekaragaman berkaitan dengan dominansi spesies. Diatom centrales mendominasi lapisan permukaan dengan populasi relatif tinggi dengan spesies dominan Aulacoseira ambigua, A. distans dan A. granulata. Genus Eunotia mendominasi pada lapisan tengah dan Nitzschia palea dan Synedra ulna mendominasi lapisan dalam. Berdasarkan perbedaan kemelimpahan spesies tersebut mengindikasikan  perbedaan kandungan total fosfor dan pH pada saat diatom tersebut diendapkan. Rekonstruksi masa lampau Danau Rawa Pening perlu dilakukan untuk memastikan adanya perubahan kualitas perairannya.   Keywords: diatom, keanekaragaman, Rawa Pening, distribusi vertikal, kualitas perairan
Lactose Bioelectricity on A Microbial Fuel Cell System Parallel Circuit using Lactobacillus bulgaricus Adi Putra; Rahmad Nuryanto; Linda Suyati
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 22 Issue 4 Year 2014
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.833 KB)

Abstract

Electrical energy needs in Indonesia is estimated to continue growing by 4.6% per year, and if there is nothing to be done to increase the production of electric energy, this figure will increase threefold by 2030. Microbial Fuel Cells (MFC) is one way to produce alternative electric energy by utilizing organic material as a substrate for bacterial metabolic activity that generate electricity. The aim of this study is to examine lactose bioelectricity in a parallel circuit MFC system using Lactobacillus bulgaricus to generate electrical energy. The principle of this study is bioelectrochemistry which is the chemical energy change into electrical energy involving redox reactions by utilizing microbes. This study used a dual chamber MFC system with salt bridge as a connector and conductor of protons from the cathode compartment to the anode compartment. An anode compartment contained the bacteria Lactobacillus bulgaricus and lactose substrate, while the cathode compartment contained electrolyte solution KMnO4 0.2 M and phosphate buffer solution with pH = 7. This study used a single circuit, parallel circuit 1 with 2 cells, and a parallel circuit 2 with 3 cells which were oriented to enlarge the produced electricity current. Bioelectricity of lactose produced power in a single series, parallel 1 and parallel 2 respectively were 72.58 x10-6 mWatt; 155.77 x10-6 mWatt; 270.28 x10-6 mWatt where the power generated was proportional to the parallel circuit electric current. Hence by the same potential difference, the power magnitude in parallel circuit 1 approached twice to the single circuit and the power magnitude in parallel circuit 2 approached three times to the single circuit
UJI EKSTRAK BAWANG BOMBAY TERHADAP ANTI BAKTERI GRAM NEGATIF Pseudomonas aeruginosa DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Wuryanti, Wuryanti; Murnah, Murnah
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 3 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.374 KB)

Abstract

 ABSTRACT---Microbe is a microscopic living organism which is closely linked to human life. One of    patogenic microorganisms such as Pseudomonas  aeruginosa  may cause diseases. Sulfure of several plants are bioactive as antimicrobial. The properties of sulfure in Allium cepa L leads to an assumption that it has antimicrobial properties. Therefore, this study involved the antimicrobial test. The determination steps of antimicrobial Allium cepa L extract consisted of the Allium cepa L extract preparation, microbial regeneration and antimicrobial  test. The antibacterial   determination were performed by paper disk method. Based on  the research  data, determination of antimicrobial white  Allium  cepa  L  extract resulted in inhibition zone area showed that the extract owned antimicrobial property.  Key words : Allium cepa L, sulfure, Pseudomonas aeruginosa
Isolasi Senyawa dari Ekstrak Heksan Purwoceng (Pimpinella alpine Molk) dan Toksistasnya dengan BSLT Marini, Marini; Suzery, Meiny
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 1 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2720.073 KB)

Abstract

Tanaman Purwoceng (Pimpinella alpina Molk) meskipun telah lama digunakan sebagai obat tradisional, namun belum banyak dilakukan eksplorasi komponen kimiawinya. Pada penelitian ini dilakukan isolasi dan uji toksisitas dari ekstrak heksan Pimpinella alpine Molk. Metoda pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan menggunakan teknik kromatografi kolom vakum (KKV) dan analisis struktur dengan GC-MS. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metoda BSLT (Brine shrimp lethality Test). Hasil KKV diperoleh tiga fraksi (A, B dan C) dan hasil pemisahan bertahap terhadap fraksi C diperoleh cairan berwarna kuning. Hasil analisis dengan GC-MS tedapat 15 puncak dengan komponen mayor meliputi 2-tetradecena, 4-cosena, 2-cosena dan 6-tetracosena. Nilai LC 50 dari ekstrak total heksan dan fraksi A, B dan C berturut-turut sebesar 11,07 µg/mL, 198,71 µg/mL , 29005,71 µg/mL dan 18900.36 µg/mL. Dari nilai LC 50 diketahui bahwa fraksi C bersifat tidak toksik dibandingkan dengan fraksi lainnya.   Keywords: purwoceng, pimpinella alpina Molk, ekstrak heksan, BSLT
Penentuan Entrance Skin Exposure (ESE) pada Pesawat Mammografi Mammomat 1000 dengan Filter Molybdenum (Mo) dan Rhodium (Rh) Susanti, Fitri; Anam, Choirul; Setiawati, Evi
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 22 Issue 1 Year 2014
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3313.299 KB)

Abstract

Mammography is a radiographic examination to detect breast cancer earlier. However, the usage of radiation with low kVp can cause high dose and this becomes the reason why monitoring the dosage during the mammography process is an important thing to do. One of the techniques to monitor the radiation level is done based on the Entrance Skin Exposure (ESE) value. This research was aimed to determine the ESE value using molybdenum (Mo) and rhodium (Rh) as the filter at Mammomat 1000 mammographics system.The research was started by measuring the consistency of the X-ray tube voltage (kVp ). After that, the ESE value at the target/filter Mo/Mo and Mo/Rh was measured using a Barracuda Multi Purpose Detector (MPD). The tube voltage during the research was 26, 28, and 30 kVp with fixed electrical current-time 100 mAs. The result shows that ESE value resulted at the target/filter Mo/Mo and Mo/Rh is tolerable, except at tube voltage 30 kVp with target/filter Mo/Mo. The comparison of ESE value shows that Mo/Rh has lower ESE value than Mo/Mo.   Keywords: Entrance Skin Exposure (ESE), mammography, Barracuda Multi Purpose Detector (MPD)    Pemeriksaan mammografi merupakan tindakan efektif dalam mendeteksi adanya kanker payudara sejak dini. Namun demikian, penggunaan teknik radiasi dengan kVp rendah pada mammografi dapat menyebabkan dosis tinggi. Oleh karena itu, pemantauan dosis pada pemeriksaan mammografi sangat penting dilakukan. Salah satu teknik pemantauan dosis radiasi dapat dilakukan dengan nilai Entrance Skin Exposure (ESE). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai ESE dengan filter molybdenum (Mo) dan rhodium (Rh) pada pesawat mammografi Mammomat 1000. Penelitian diawali dengan pengukuran konsistensi keluaran tegangan tabung sinar-X (kVp output). Selanjutnya dilakukan pengukuran nilai ESE pada target/filter Mo/Mo dan Mo/Rh dengan menggunakan Multi Purpose Detector (MPD) merek Barracuda. Tegangan tabung yang digunakan dalam penelitian yaitu 26, 28 dan 30 kVp dengan arus-waktu tabung tetap yaitu 100 mAs. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ESE yang dihasilkan pada target/filter Mo/Mo dan Mo/Rh masih berada dalam batas toleransi yang direkomendasikan, kecuali pada pada tegangan tabung 30 kVp untuk Mo/Mo. Hasil perbandingan nilai ESE menunjukan bahwa Mo/Rh memiliki nilai ESE yang lebih rendah dibandingkan dengan Mo/Mo.   Kata kunci : Entrance Skin Exposure (ESE), mammografi, Multi Purpose Detector (MPD) Barracuda.
KEANEKARAGAMAN ASPERGILLUS PADA BERBAGAI TRADISIONAL SIMPLISIA JAMU Rukmi, Isworo
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 2 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5913.821 KB)

Abstract

ABSTRACT---The  presence  of Aspergillas sp. in the simplisia  commonly consumed by Javanese people as a  traditional  medicine has been done. The  eight  simplisia  examined were:  kunyit  rhizome (Cucurma domesfica Val.), temuireng  rhizome (Cucurma aeroginosae), daun sambiloto (Andrographis paniculata), temulawak rhizome (Cucurma xanthorhizu), and mahkota  dewa (Phaleria macrocarpa). Sixteen Aspergillus  species were found from the samples, came from the niger,  flavus, versicolor, wentii, fumigatus, ochraceus dan ornatus  group.  Isolates found  in  this  study  were A. parositicus, A. flavas,  A. oryzae, A. tamarin, A. clavato-flavus, A. flavofurcatis, A. tubingiensis, A. awamori, A. ochraceus, A. sulphureus, A. melleus, A. ornatus, A. brunneo-uniseriatus, A. versicolor, A.  wentii, and A. fumigatus,  the first six are the member of flavus group  that  found  in  all  simplisia samples. Nine species of the isolatesknown as mycotoxin producers.Keywords : Aspergillus, simplisia, mikotoksin
Penentuan Efisiensi Beta Terhadap Gamma Pada Detektor Geiger Muller Azam, Muchammad
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 15 Issue 2 Year 2007
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.937 KB)

Abstract

ABSTRAK---Telah dilakukan penentuan nilai effisiensi pencacah beta terhadap gamma pada tiga jenis detektor Geiger Muller yang memiliki jari-jari yang berbeda. Pencacahan dilakukan dengan menggunakan Cobalt-60 sebagai sumber radiasi dan aluminium foil sebagai absorber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pencacah beta terhadap gamma untuk ketiga jenis detektor berbeda, detektor jenis 3 memiliki efisiensi paling besar. Adapun nilai efisiensi pencacah beta terhadap gamma untuk ketiga jenis detektor sebagai berikut: untuk detektor 1 adalah 0,40 %, detektor 2 adalah 3,31 %, dan detektor 3 adalah 0,53 %.   Kata kunci : Sumber radiasi Cobalt-60, Detektor Geiger Muller, Aluminium foil, effisiensi pencacah beta terhadap gamma.
Pemanfaatan Susu Bubuk Kadaluwarsa dalam Complete Calf Starter dan Pengaruhnya terhadap Konsentrasi VFA dan Gula Sapih Mukodiningsih, Sri; Budhi, Subur Priyono Sasmito; Agus, Ali; Astuti, A
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 4 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.116 KB)

Abstract

Peningkatan produksi susu dapat dilakukan melalui program cow replacement dengan pemeliharaan pedet yang optimal sebelum disapih. Hal ini dapat dicapai dengan pemberian pakan starter (calf starter dan sumber serat) bersama susu atau susu pengganti setelah lahir untuk mempercepat perkembangan rumen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji penggunaan susu bubuk kedaluwarsa sebagai binder dalam complete calf starter (CCS) dan pengaruhnya terhadap perkembangan retikulo-rumen pedet pra sapih. Materi yang digunakan jerami jagung, jagung kuning, bungkil kedelai, dedak halus, premix dan pedet PFH pra sapih umur 1-2 minggu, bobot badan ±32 kg. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 3 perlakuan. Perlakuan: I. Pellet 100% CCS (tanpa binder) (P0); II : Pellet 90% CCS + 10% susu bubuk kedaluwarsa (P10) ; III: Pellet 80% CCS + 20% susu bubuk kedaluwarsa (P20). Variabel yang diamati adalah kualitas kimia, fisik organoleptik (hardnees dan durability)  dan kualitas biologis (konsumsi, pertambahan bobot badan harian (pbbh), kadar gula dan VFA darah).  Data diolah dengan analisis variansi dilanjutkan dengan uji ganda Duncan. Uji biologis pada pedet umur 3 minggu, menghasilkan konsumsi, pbbh, konsentrasi gula dan VFA darah masih dalam kisaran normal.  Disimpulkan bahwa penggunaan susu bubuk kadaluwarsa hingga 20% dalam CCS dapat diberikan pada pedet PFH umur 2 minggu dan menghasilkan  indicator perkembangan rumen pedet yang baik
Aktivitas Bakteri Kitinolitik Akuatik Isolat Lokal Terhadap Perkembangan dan Mortalitas Larva Nyamuk Aedes Aegypti L Pujiyanto, Sri; Ferniah, RS; Rahardian, R.
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 19 Issue 2 Year 2011
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4108.571 KB)

Abstract

Pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti sangat penting dalam rangka pencegahan terjadinya wabah penyakit demam berdarah. Beberapa bakteri memiliki aktivitas kitinolitik sehingga berpotensi digunakan sebagai agen biokontrol terhadap nyamuk Aedes aegypti, karena komponen eksoskeleton larva nyamuk tersebut tersusun dari bahan kitin.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri kitinolitik akuatik lokal yang dapat digunakan sebagai biokontrol larva nyamuk Aedes aegypti.  Bakteri kitinolitik diisolasi menggunakan media selektif agar kitin. Sumber isolat diperoleh  dari berbagai sampel air yang diperoleh dari daerah Klaten, Boyolali dan Jepara. Isolat yang diperoleh diseleksi untuk mendapatkan isolat dengan aktivitas tinggi. Uji aktivitas bakteri terhadap larva nyamuk menggunakan media air mineral. Hasil penelitian diperoleh satu isolat dengan kode B6 yang mampu menyebabkan kematian larva nyamuk sebesar 97% dalam waktu 108 jam. Isolat ini berpotensi digunakan sebagai agen  bioinsektisida untuk pengendalian larva nyamuk A. aegypti. Keywords: Bakteri kitinolitik, demam berdarah, Aedes aegypti, biokontrol