cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SAINS DAN MATEMATIKA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
Komunitas Fitoplankton Danau Rawapening Soeprobowati, Tri Retnaningsih; Suedy, Sri Widodo Agung
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 19 Issue 1 Year 2011
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6164.341 KB)

Abstract

Fitoplankton merupakan produsen primer perairan, sehingga keberadaannya sangat penting untuk tingkatan trofik di atasnya. Komunitas fitoplankton sangat ditentukan oleh kualitas perairan, sehingga fitoplankton dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan. Tekanan lahan di bagian hulu merupapan problem utama Danau Rawapening.Volume air Danau Rawapening cenderung menurun sebagai akibat sedimentasi yang cukup tinggi, sehingga mengganggu fungsi utamanya. Penelitian ini bertujuan mengkaji komunitas fitoplankton Danau Rawapening. Pengambilan sampel dilakukan pada 7 lokasi di Danau Rawapening. Identifikasi fitoplankton dilakukan menggunakan SRC dan mikroskup perbesaran 400 – 1.000 kali. Dijumpai 58 spesies fitoplankton dengan dominansi Bacillariophyta. Berdasarkan keanekaragaman fitoplankton, maka ekosistem Danau Rawapening kurang stabil – cukup stabil. Dominannya Aulacoseira granulata mengindikasikan kondisi eutrofik danau. Penelitian perlu dilanjutnya pada musim dan waktu yang berbeda.   Keywords: fitoplankton, Danau Rawapening, eutrofik, bioindikator
Pengaruh Konsentrasi Kalium Asetat dan Natrium Asetat terhadap Konduktivitas Elektrolit Padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2 Nuryanto, Rahmad; Suyati, Linda; Harjono, Cipto; Anggrayni, Rahmaniar
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 2 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2333.65 KB)

Abstract

Pembuatan elektrolit padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2 dilakukan dengan metode sol-gel dengan variasi konsentrasi Kalium Asetat dan Natrium Asetat. Kalium Asetat dan Natrium Asetat dengan konsentrasi 0,1 sampai 0,5 masing-masing dicampur dengan larutan Mangan Asetat, Magesium asetat dan asam sitrat. Larutan-larutan tersebut diaduk selama 2 jam, kemudian dievaporasi dengan temperatur  80°C selama 2 jam, selanjutnya dilakukan drying dengan temperatur 175°C dan kalsinasi dengan temperatur 650°C. Hasilnya berupa padatan diuji konduktivitas dan gugusn fungsinya dengan FTIR. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konduktivitas tertinggi dari elektrolit padat KMn(2-x)Mgx O2 dan NaMn(2-x)MgxO2 diperoleh pada konsentrasi Kalium Asetat 0,1 M dan Natrium asetat 0,1 M. Hubungan antarakonsentrasi(c) dengan konduktivitas (k) untuk KMn(2-x)Mgx O2 adalah c = -64,05 +42,3 dan untuk NaMn(2-x)MgxO2 c = -269,45k +222,85.   Keywords: Elektrolit padat, Sol-gel, KMn(2-x)Mgx O2 , NaMn(2-x)MgxO2, konduktivitas
SOLUSI PERIODIK DARI PERSAMAAN KORTEWEG de VRIES (KdV) DENGAN OPERATOR BILINIER HIROTA Rubiyanti, Sri; Sutimin, Sutimin
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 18 Issue 3 Year 2010
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3773.203 KB)

Abstract

Abstract. Hirota bilinear  operator  (Hirota Method) is proposed  to directly construct periodic wave solutions from Korteweg de Vries (KdV)  equation.  This solution can be expressed  in terms of  Jacobi  Theta 4 (Θ4)  functions, with  dispersion  relation  yielded  from  degradation of  biliear  equation. Then,  sinusoidal wave,  Solitary,  and Cnoidal can  be  reduced  from this solution to asses  certain of nome  (q).Key words: Hirota Bilinear operator,  Korteweg  de Vries  (KdV) equation,  periodic profil  gelombang  khusus seperti gelombangCnoidal  dan  Solitary.Permalink : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/sm/article/view/2962
Pengendalian Wideng (Sesarma spp) sebagai Hama melalui Pendekatan Ko-manajemen Studi Kasus di Tambak Desa Tapak Tugurejo, Semarang Hidayat, Jafron W.
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 3 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5756.412 KB)

Abstract

Kawasan hutan mangrove mengalami tekanan dan perusakan yang serius, sehingga harus direhabilitasi dengan penghijauan. Gangguan yang penting dalam penghijauan diantaranya adalah hama wideng (Sesarma spp).   Wideng menyerang bibit dan tanaman mangrove serta membuat lubang pada pematang tambak. Hal tersebut menyebabkan program wanamina kurang diterima masyarakat. Perlu dilakukan pengelolaan sedemikian rupa populasi wideng dapat ditekan/ dikurangi secara buatan dengan melibatkan masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pengendalian wideng melalui pendekatan co-manajemen. Tujuan penelitian adalah mengetahui kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan penghijaun dan antisipasi teknis terhadap gangguan hama wideng. Penelitian juga ditujukan untuk mengidentifikasi potensi pengendalian alternatif yang memungkinkan. Penelitian dilakukan di desa Tapak Tugurejo, Semarang. Objek kajian difokuskan pada masyarakat yang memiliki kepedulian  terhadap konservasi hutan mangrove. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan questioner dan interview mendalam terhadap anggota kelompok masyarakat serta menggunakan sejumlah dokumen dan pustaka. Data dianalisis secara deskriptif eksploratif menggunakan data yang disajikan dalam tabel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelompok masyarakat Desa Tapak telah melakukan berbagai kegiatan teknis untuk penghijauan mangrove dan pengendalian gangguan wideng. Kegiatan meliputi pembuatan petak pembibitan, memisahkan lokasi pembibitan berdasarkan jenis bibit, memproduksi bibit yang lebih tua, menggunakan pestisida organik dan perlindungan  propagul. Praktek tersebut belum menjadi pedoman teknis bagi kelompok, hanya bersifat fleksibel sesuai kebutuhan. Kelompok masyarakat masih berpotensi menerapkan pengendalian alternatif, yaitu dengan mengatur waktu dan lokasi tanam, menggunakan bibit yang spesifik secara umur dan jenis, memadukan dengan kegiatan budidaya Scylla spp dan membatasi penangkapan kepiting secara waktu dan tempat. Kombinasi kesemua teknik di atas dapat menekan gangguan hama, melestarikan hutan mangrove dan menghasilkan produk bernilai ekonomi. Ujung akhir dari rangkaian kegiatan teknis tersebut adalah kesejahteraan dan kelestarian lingkungan secara menyeluruh.   Keywords: Pelestarian mangrove, wideng, masyarakat
PROFIL TAMPILAN FISIK DAN KANDUNGAN KURKUMINOID DARI SIMPLISIA TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB) PADA BEBERAPA METODE PENGERINGAN Zahro, Laely; Cahyono, Bambang; Hastuti, Rini Budi
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 1 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8075.172 KB)

Abstract

ABSTRAK-Penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh beberapa metode  terhadap kualitas  simplisia temulawak yakni dengan melihat tampilan fisik dan kandungan kurkuminoid temulawak. Rimpang temulawak segar dibersihkan, dipotong, dikeringkan dengan beberapa metode  pengeringan yaitu pengeringan oven dengan suhu 60oC, pengeringan dengan oven lampu suhu 30oC, pengeringan dengan sinar matahari dari jam 08.00-11.00 dan dari jam 08.00-15.00, dihaluskan, diekstraksi, dan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV- visible. Simplisia hasil pengeringan oven dan oven lampu mempunyai wama yang cerah dan permukaannya berwarna  jingga kekuningan sedangkan simplisia hasil pengeringan matahari berwarna gelap dan terinfeksi jamur  putih. Hasil kandungan kurkuminoid ditampilkan dalam persen dari berat kering dan diuji dengan Analisis Varian Eka Arah Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5%. Kadar kurkuminoid yang dihasilkan dari pengeringan oven yaitu 0,68%, 0,92%, 0,91%, dan 0,82%, dari pengeringan oven lampu yaitu 0,71%, 0,83%, 0,57%, dan 0,97%, dari pengeringan matahari pada jam 08.00-11.00 yaitu 0,82%, 0,99%, 0,64%, dan 0,89% dan dari pengeringan matahari pada jam 08.00-15.00 yaitu 0,80%, 0,89%, 0,84%, dan 0,93%. Kadar kurkuminoid yang diteliti dari beberapa metode pengeringan tersebut menunjukkan  tidak ada perbedaan yang sighnifikan. Kata  kunci : kurkuminoid, pengeringan, simplisia,  uv-visibel
Isolation and Identification of Mold Contaminants on Mushroom Growing Medium (Bag Log) and Their Cellulolytic Performance Test Handayani, Tatik; Purwantisari, Susiana
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 23 Issue 2 Year 2015
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.241 KB)

Abstract

Mushrooms naturally grows on logs that have experienced weathering. Raw materials of mushroom growth media containing plenty of wild microbes, especially wild mold on sawdust media. Sterilization conducted did not prevent the occurrence of contamination. This study aim was to determine the types of contaminant molds in cultivated mushroom growth media (bag logs), as well as determine their cellulolytic performance. Mushroom growth media (bag log) samples were taken from three mushroom cultivation locations. Mold isolates obtained were identified by their macroscopic and microscopic characteristics. Test the mold cellulolytic performance was conducted by measuring the ratio of hydrolysis zone with the diameter of mold on CMC (Carboxy Methyl Cellullose) media. The isolation and identification results of contaminant molds consisted of mold isolates which could be grouped into 7 genus which were Aspergillus, Penicillium, Paecillomyces, Trichoderma, Rhizopus, Fusarium and Syncephalastrum. The cellulolytic performances of mold on CMC media showed that Aspergillus flavus has the greatest cellulolytic ability.
Agregasi Embrio Tahap Pembelahan 8 Sel pada Medium Kultur KSOMaa untuk Menghasilkan Embrio Hasil Agregasi dengan Nilai Viabilitas yang Tinggi: Kajian pada Hewan Model Mencit (Mus musculus) Sunarno, Sunarno
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 14 issue 4 Year 2006
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.951 KB)

Abstract

ABSTRAK---Agregasi atau penggabungan embrio untuk menghasilkan embrio dengan kualitas unggul dapat dilakukan pada tahap awal perkembangan embrio sampai sebelum embrio mencapai tahap morula kompak. Agregasi embrio dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: agregasi antar embrio tanpa zona peluzida menjelang proses kompaksi dan agregasi embrio tahap aawal yang masih mempunyai blastomer dengan konfogurasi longgar satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai viabilitas embrio hasil agregasi pada medium KSOMaa melalui proses agregasi embrio tahap pembelahan 8 sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medium KSOMaa mampu menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan embrio tahap pembelahan 8 sel sehingga dihasilkan embrio hasil agregasi dengan nilai viabilitas yang tinggi. Untuk mendukung proses agregasi sehingga dihasilkan embrio dengan nilai viabilitas yang tinggi dalam sistem kultur in vitro, harus memperhatikan beberapa faktor, antara lain sumber gas CO2, nutrisi (medium), substrat (wadah) dan suhu inkubasi. Dalam mempersiapkan medium juga harus diperhatikan beberapa hal penting, seperti sumber air yang digunakan sebagai pelarut, sifat fisik seperti osmolaritas, pH serta komposisi media yang disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan embrio.   Keywords: kultur in vitro, agregasi, embrio, viabilitas, mencit (Mus musculus)
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Root-Up dan Super-GA Terhadap Pertumbuhan Akar Stek Tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba Miq) Jinus, Jinus; Prihastanti, Erma; Haryanti, Sri
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 2 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4144.063 KB)

Abstract

Pengembangan tanaman jabon (A. cadamba Miq) dapat dilakukan secara vegetatif, salah satunya adalah melalui stek yang diinduksi dengan memberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) tanaman. IBA adalah Jenis hormon yang terkandung dalam zat pengatur tumbuh tanaman Root-Up dan Super-GA, yang berperan dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Pemberian Zat penatur tumbuh (ZPT) tanaman dapat meningkatkan panjang dan jumlah akar stek tanaman, begitu pula dengan kemampuan bertunas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis zat pengatur tumbuh (ZPT) yang paling baik dalam merangsang pembentukan akar dari stek tanaman jabon (A. cadamba Miq). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu kontrol, Root-Up Cair, Super-GA, dan 8 pengulangan. Berdasarkan uji DMRT dengan taraf signifikasi 95% menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berpengaruh terhadap panjang akar stek, diameter stek dan tinggi tunas. Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang paling baik dalam merangsang pertambahan jumlah akar adalah jenis Super-GA, sedangkan untuk diameter dan pertumbuhan tunas zat pengatur tumbuh (ZPT) yang paling baik adalah Root-Up cair dan Super-Ga.   Keywords: Stek, Jabon (Anthocephalus cadamba Miq), Zat Pengatur Tumbuh (ZPT).
16S rRNA Gene Analysis of Chlorate Reducing Thermophilic Bacteria from Local Hot Spring Aminin, Agustina L. N.; Katulistiwasari, Puri; Mulyani, Nies Suci
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 19 Issue 4 Year 2011
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3028.349 KB)

Abstract

Chlorates waste remediation by biological processes has been the object of current research. Strain CR, the chlorate reducing bacteria was isolated from Gedongsongo hot spring using minimal medium broth containing chlorates and acetate at 55oC. The determination of chlorate reduction from medium was carried out using turbidimetric method. CR isolate showed reducing ability 18% after four days of incubation. The phenotypic character of CR isolate including rod-shaped cells, gram-positive bacteria and facultative anaerobes. On the basis of 16S rRNA analysis, CR isolate was closely related to Bacillus pallidus, Aeribacillus E3, Geobacillus pallidus and Geobacillus sp.D64. The similarity of nucleotide sequences of 16S rRNA gene was 97%, suggested as a novel species.   Keyword: thermophilic bacteria, chlorate reducing, 16S rRNA gene
Speed Model Processing using Ray Tracing Method for 2D Depth Domain Migration (Pre Stack Depth Migration) on the field "AV" Evita, Anjar; Danusaputro, Hernowo
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 22 Issue 4 Year 2014
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.961 KB)

Abstract

The research was conducted to process 2D seismic data by Pre Stack Depth Migration (PSDM) method on the field “AV”. The purpose of this study was to determine the appropriate interval velocity model to manage the PSDM methods work. Interval velocity model obtained from the initial estimate using coherency inversion velocity model is usually not convergent. Interval velocity model should be improved through several stages in order the estimated speed could be closer to the actual speed value. Some initial interval velocity model parameters should be improved to be more sensitive to lateral velocity variations for PSDM work. The method used to improve the velocity model was a horizon-based tomography using the ray tracing concept. These methods improved the layer speed and reflector geometry to produce a new interval velocity model. Model errors should be corrected by residual move out analysis. The best analysis obtained was from the fifth iteration to eliminate errors and flatten depth gathers. The proper value of the speed produced good quality images. The results of this research was PSDM Section or PSDM cross-section. PSDM cross-section has a good image quality to represent the geological structures in the earth's sub surface.