cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
HASIL TANGKAP SAMPINGAN (HTS) KAPAL RAWAI TUNA DI SAMUDERA HINDIA YANG BERBASIS DI BENOA Bram Setyadji; Budi Nugraha
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2989.889 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.1.2012.43-51

Abstract

Hasil tangkap sampingan (HTS) hampir terdapat pada semua jenis perikanan tangkap di Indonesia, termasuk pada perikanan rawai tuna di Samudera Hindia. Kebanyakan jenis HTS merupakan spesies yang tidak diinginkan atau jenis ikan target tapi ukurannya di bawah standar yang diinginkan (yuwana atau ikan muda) dan pada kasus tertentu merupakan jenis ikan yang terancam keberadaannya (Endangered species). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang komposisi hasil tangkap sampingan, laju pancing dan hubungan antara tuna dengan ikan yang berasosiasi dengannya pada area penangkapan yang sama. Pengamatan dilakukan pada bulan Maret – Juli 2010 dengan mengikuti kegiatan operasi penangkapan 2 kapal rawai tuna komersial yang berbasis di Pelabuhan Benoa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 jenis hasil tangkap sampingan yang  didominasi dari family Alepisauridae; ikan naga (Alepisaurus sp.); Gempylidae; ikan gindara (oilfish), dan Dasyatidae; pari lumpur (Dasyatis spp.). Jenis ikan lain adalah ikan paruh panjang (billfish), berbagai jenis cucut dan pari, ikan teleostei, serta penyu lekang. Kebanyakan dari hasil tangkap sampingan merupakan by-product yang mempunyai nilai ekonomis tinggi kecuali jenis ikan naga dan pari lumpur yang merupakan discard/buangan. By-catch products are mostly available in every kind of capture fisheries in Indonesia including tuna longline fisheries in Indian Ocean. Most of these are unwanted species or juvenile target fish, sometimes endangered species. The research intended to reveal the by-catch from tuna fisheries and its relationship between tuna and its associate in the same fishing ground. Surveillance was conducted on March – July, 2010 by following two commercial tuna longliners vessel based in Port of Benoa. The result showed that there were 18 by-catch species that managed to be retrieved and indentified, family Alepisauridae; lancetfish (Alepisaurus sp.); Gempylidae; oilfish (Ruvettus pretiosus), and Dasyatidae (Dasyatis spp.) were those which dominated the composition, followed by group of billfishes, sharks and stingrays, teleostei fishes, and sea turtle. By-catch in this research mostly categorised as by-product due to its high economic value except for lancetfish and rays (Dasyatidae) which still categorised as discards.
ASPEK BIOLOGI PARI MONDOL (Himantura gerrardi) FAMILI DASYATIDAE DARI PERAIRAN LAUT JAWA Wiwiet An Pralampita; Siti Mardlijah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2617.142 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.1.2006.69-75

Abstract

Penelitian tentang aspek biologi pari, khususnya hasil tangkapan perairan Laut Jawa sangat sedikit.
KERAGAMAN GENETIK DAN MORFOMETRIK PADA IKAN BAUNG, Mystus nemurus DARI JAMBI, WONOGIRI, DAN JATILUHUR Estu Nugroho; Wartono Hadie; Jojo Subagja; Titin Kurniasih
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5000.279 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.7.2005.1-6

Abstract

Variasi genetik dan morfometrik beberapa ras ikan baung yang dikoleksi dari Jambi, Wonogiri, dan Jatiluhur telah diteliti dengan menggunakan polimorfisme mitokondria DNA D-loop dan metode truss morphometric. Berdasarkan kedua metode tersebut terdapat perbedaan yang nyata antara ras ikan baung dari Jambi dengan Wonogiri dan Jatiluhur, dan tidak berbeda nyata antara ras Jatiluhur dengan Wonogiri.
PERKEMBANGAN DAN PENGELOLAAN PERIKANAN LEMURU, Sardinella lemuru Bleeker 1853 Dl SELAT BALI Subhat Nurhakim; I Gede Sedana Merta
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5030.465 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.4.2004.53-63

Abstract

Perikanan lemuru di Selat Bali berkembang sejak tahun 1974, di mana pada tahun itu terdapat 10 unit pukat cincin. Keberhasilan alat tangkap ini menyebabkan jumlahnya terus bertambah dengan pesat, sehingga perlu diambil langkah-langkah untuk membatasi perkembangannya lebih jauh. Pada tahun 1977 jumlah pukatcincin yang beroperasi sebanyak 100 unit.
IDENTIFIKASI JASAD PENYEBAB PENYAKIT PADA BENIH IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambaD SERTA CARA PENANGGULANGANNYA Hambali Supriyadi; Taukhid Taukhid; Johan Effendi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4153.92 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.4.2003.37-41

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jasad penyebab penyakit pada benih ikan palin (Pangasius djambal).
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN PADA TINGKATAN UMUR TERHADAP SINTASAN LARVA BANDENG ( Chanos chanos Forskal) Agus Prijono; Tony Setiadharma; Titiek Aslianti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3746.64 KB) | DOI: 10.15578/jppi.5.2.1999.19-22

Abstract

Penelitian pemberian pakan yang didasarkan atas tingkatan umur larva bandeng di panti benih telah dilakukan
ANALISIS FINANSIAL PEMBESARAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr) DALAM HAMPANG DI LAHAN RAWA LEBAK SUMATBRA SELATAN Rupawan Rupawan; Zahri Nasution; Zainal Arifin
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3202.115 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.3.1996.50-55

Abstract

peningkatan pemanfaatan lahan rawa lebak untuk budidaya ikan harus didukung oleh keragaan aspek teknis dan aspek ekonomi. Untuk mengetahui analisis finansial pembesaran ikan betulu dengan pemberian jenis pakan berbeda telah dilakukan penelitian selama 6 bulan menggunakan hampang di kolam lahan rawa Kertamulia Sumatera Selatan.
PENGEMBANGAN LAMPU LED DENGAN TEKNOLOGI PHOTOVOLTAIC (LED-PV) SEBAGAI ALAT BANTU PENGUMPUL IKAN PADA PERIKANAN BAGAN Mochamad Arief Sofijanto; Irfan Rasyidi; Manggala Saputra
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.265 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.1.2015.55-62

Abstract

Bagan adalah satu jenis alat penangkapan ikan yang menggunakan cahaya buatan sebagai alat bantu pengumpul ikan. Saat ini alat tangkap tersebut menggunakan genset bensin untuk menghidupkan lampu hemat energi (LHE) sebagai pemikat ikan, yang dipasang di bawah rumah bagan. Saat ini harga bensin makin mahal akibat subsidi BBM dikurangi pemerintah mengakibatkan biaya operasi penangkapan juga makin mahal. Untuk efisiensi usaha penangkapan diperlukan sumber energi alternatif sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit. Pada penelitian ini digunakan lampu LED (light emitting diode) dengan panel surya (photovoltaic) sehingga tidak menggunakan bahan bakar minyak. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui apakah lampu LED dapat menggantikan lampu petromaks dan lampu LHE, (2) untukmengetahui perbedaan jumlah hasil tangkapan pada bagan tancap akibat perlakuan warna lampu LED yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan experimental fishing dimana rancangan penelitiannya adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan warna lampu LED sebanyak 5 jenis warna yaitu merah (A), kuning (B), hijau (C), biru (D), dan putih (E) dengan 6 kali ulangan. Secara deskriptif hasil penelitian menunjukkan lampu LED dapat digunakan untuk menggantikan lampu petromaks dan lampu LHE. Diperoleh 17 jenis ikan laut yang tertarik pada cahaya lampu LED yang digunakan. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan nyata terhadap hasil tangkapan bagan dengan perlakuan warna lampu LED. Berdasarkan Uji Nyata Terkecil dinyatakan bahwa bagan yang menggunakan warna lampu LED biru mendapatkan hasil tangkapan tertinggi kemudian diikuti oleh warna kuning, hijau, putih dan merah. The set ‘bagan’ (liftnet fishing gear) is a kind of fishing gears which using atificial light as fishes gathering. This fishing gear uses an electric generator to turn on the energy saving lamp which hang on under the set ‘bagan’. The price of gasoline more expensive due to the Indonesia government’s fuel subsidy reduced and this make fishing operation costs more expensive for fishermen. This research using the LED lamps that do not use gasoline as fuel because the LED lamps can use the photovoltaic technology (solar cell system). The purposes of this study were: 1) to find out whether the LED lamps can replace the kerosene lamps and saving energy lamps, 2) to know the different in cath using different colours of LED lamps. The reserach methods are descriptive and experimental fishing which used Completely Randomized Design with LED lamps colour treatments i.e: red (A), yellow (B), green (C), blue (D), and white (E), the number of replications are 6 times. LED lamps can be used to replace the kerosene and saving energy lamps. There were 17 species of fishes attracted to LED lights (positive phototaxis) of the set bagan. The statistical analysis showed that the siginificant difference in the colour of the LED lamps by the difference of the number of catches the. Based on the calculation of the Least Significant Different (LSD), the blue LED lamps and followed by yellow, green, white and red.
SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA Bambang Sadhotomo; Suherman Banon Atmadja
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.502 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.4.2012.221-232

Abstract

Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment).  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut. A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a gradual decline in production and MSY level have taken place since years. The interaction of fishing effort and fish biomass approach showed that during periods of fish biomass recovery, numbers of fishers have left out from the fisheries.
ASPEK BIOLOGI DAN DAERAH PENANGKAPAN CUCUT BOTOL (Squalus sp.) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SAMUDERA HINDIA Dharmadi Dharmadi; Fahmi Fahmi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2007): (April 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.003 KB) | DOI: 10.15578/jppi.13.1.2007.35-42

Abstract

Penelitian mengenai keragaman jenis Elasmobranchi dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Desember 2002 di pelabuhan-pelabuhan perikanan PPI Cilacap, TPI Palabuhanratu, TPI Kedonganan-Bali, dan PPI Tanjung Luar-Lombok Timur. Cucut botol Squalus sp. merupakan jenis cucut laut dalam yang paling sering dijumpai selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cucut botol betina lebih sering tertangkap dibandingkan cucut jantan pada setiap waktu pengamatan. Frekuensi panjang cucut botol tertinggi dijumpai pada bulan Juni danAgustus yaitu berkisar antara 62 sampai dengan 68 cm. Nisbah kelamin cucut botol antara jantan betina selama pengamatan adalah 1:1,83. Hubungan antara panjang total tubuh dan panjang klasper cenderung linier dengan nilai R2=0,634326. Puncak musim penangkapan cucut botol terjadi sekitar bulan Agustus. Sedangkan daerah penangkapan cucut botol adalah di perairan Samudera Hindia. A study on diversity Elasmobranchi of was conducted using market surveys method from January to December 2002 at several fish landings in southern Indonesia, i.e. the Cilacap, Palabuhanratu, Kedonganan- Bali, and Tanjung Luar-East Lombok landing sites.A deep water shark, Indonesian shortnose spurdog (Squalus sp.), was the most common deep water sharks captured in the area during the study. Results show that females sharks were caught more frequent at every observation than those of males. The most abundant of Indonesian shortnose spurdog was recorded in June and August ranging from 62 to 68 cm in total length. Sex ratio between males and females of Squalus sp. during the study was 1:1.83, and the relationship between total length and claspers length of dogfish shark was linier (R2=0.634326). The peak fishing season of Indonesian spurdog was occurred in August with the fishing area was in the Indian Ocean.

Page 35 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue