cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
POLIKULTUR RUMPUT LAUI Gracillaria sp. DAN IKAN BANDENG, Chanos chanos DENGAN PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA Muhammad Tjaronge
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5218.193 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.7.2005.79-85

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan kepadatan bandeng yang optimal untuk peningkatan produksi rumput laut, Gracillaria sp. di tambak. Penelitian diawali dengan melakukan persiapan tambak sebanyak 9 petak masing-masing berukuran luas 2.500 m2. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak 3 kali. Benih rumput laut ditebar sebanyak 250 kg/petak, kemudian diberi perlakuan yaitu perbedaan padat penebaran ikan bandeng sebanyak: A) = 500, B) = 1.000, dan C) = 1.500 ekor/petak.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN MINYAK IKAN PADA PEMELIHARAAN LARVA KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) Suko lsmi; Wardoyo Wardoyo; Ketut Maha Setiawati; Tridjoko Tridjoko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3425.252 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.5.2004.61-64

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh frekuensi pemberian minyak ikan dalam medium kultur terhadap sintasan dan perkembangan larva kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang pemeliharaannya dilakukan secara massal. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan bak fibervolume 200 L. Ke dalam bak diisilarva yang baru menetas (Dl) dengan kepadatan 10 ekor/L.
ASPEK REPRODUKSI IKAN KURISI BALI (Pristipomoides typust) DARI PERATRAN KEI KECIL, MALUKU TENGGARA Retno Andamari; Sjahrul Bustaman; Hasmi Banjay
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3491.621 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.3.2003.57-62

Abstract

Dalam rangka menunjang budi daya laut dan juga pengelolaan perikanan tangkap maka pelu diketahui pula aspek reproduksi jenis-jenis ikan ekonomis penting. Salah satu diantaran-ya ikan kurisi Bali Pristipomoides typust). Untuk itu maka dilakukan penelitian aspek reproduksi ikan kurisi Bali di Tual, Perairan Kei Kecil, Maluku Tenggara.
PENGGUNAAN KAPPA-KARAGINAN SEBAGAI BAHAN PENSTABIL PADA PEMBUATAN FISH MEAT LOAF DARI IKAN TONGKOL (Euthyinnus pelamys. L) Th. Dwi Suryaningrum; Murdinah Murdinah; M. Arifin M. Arifin
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2853.174 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.6.2002.33-43

Abstract

Masalah yang timbul dalam pembuatan produk emulsi seperti fish meat loaf adalahpecahnya sistem emulsi. Pada penelitian ini dipelajari penggunaan kappa-karaginansebagai bahan penstabil dan pengaruhnya terhadap sistem emulsi produk yangdihasilkan.
SEBARAN IKAN HIAS SUKU CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN KARANG PULAU AMBON DAN PERANANNYA DALAM PENENTUAN KONDISI TERUMBU KARANG Isa Nagib Edrus; Amran Ronny Syam
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7631.471 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.3.1998.1-10

Abstract

Penelitian sebaran ikan hias jenis Chaetodontidae sehubungan dengan kualitas terumbu karang telah dilakukan pada 10 lokasi di pantai utara Pulau Ambon dari bulan Juni sampai Juli 1994. Metode yang digunakan untuk penelitian keanekaragaman Chaetodontidae dan persen penutupan karang adalah sensus visual, survai manta tow dan line intercept transect.
PENGARUH ASKORBIL FOSFAT MAGNESIUM SEBAGAI SUMBER VITAMIN C TERHADAP PEMATANGAN GONAD UDANG WINDU (Penaeus monodon) ASAL TAMBAK Marzuqi M Marzuqi M; K.Suwirya K.Suwirya; Z.I. Azwar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3519.408 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.3.1997.41-46

Abstract

Percobaan ini dilakukan untuk mendapat gambaran kebutuhan vitamin C dalam pematangan gonad udang windu betina asal tambak.
TOKSISITAS AKUT (Lc50-96 JAM) MINYAK BUMI, DISPERSAN DAN CAMPURAN KEDUANYA TERHADAP IKAN MUJAIR (Oreocbromis mossanbicus) Husnah Husnah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4050.626 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.1.1995.68-75

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut (L.50-96 iam) minyak bumi, dispersan BP 1100 X dan campuran keduanya terhadap ikan mujeir (Oreocbromis mossambicus) telah dilakukan di Laboratorium LEMIGAS Jakarta selama 3 bulan.
PERTUMBUHAN, HASIL PER PENAMBAHAN BARU DAN RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus malabaricus Schneider, 1801) DI PERAIRAN SINJAI DAN SEKITARNYA Tirtadanu Tirtadanu; Karsono Wagiyo; Bambang Sadhotomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.291 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.1.2018.1-10

Abstract

Pengusahaan ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus Schneider, 1801) sebagai salah satu bisnis perikanan utama di Sinjai memerlukan informasi tingkat pemanfaatan sebagai dasar dalam merumuskan pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan, hasil per penambahan baru dan estimasi rasio potensi pemijahan ikan kakap merah di perairan Sinjai dan sekitarnya. Penelitian dilakukan pada Januari – November 2016 dengan pengukuran sampel ikan dilakukan oleh enumerator di Sinjai. Analisis hasil per penambahan baru menggunakan metode Beverton & Holt dan analisis rasio potensi pemijahan menggunakan metode berbasis panjang (Length Based SPR). Hasil penelitian menunjukkan ikan kakap merah memiliki panjang asimptotik 77,3 cm dan laju pertumbuhan 0,293 tahun-1. Tingkat pemanfaatan (E) sebesar 0,35 dan upaya penangkapan (F) lebih kecil dari titik acuan (Fcur=0,25; Fmax=1,2; F0,1=0,9) pada ukuran rata-rata pertama tertangkap (Lc) sebesar 38,1 cm, menunjukkan upaya penangkapan mendekati optimum dan masih dapat dikembangkan. Estimasi rasio pemijahan sebesar 51% pada panjang rata-rata 48,17 cm TL lebih besar dari titik referensi minimum ikan kakap sebesar 26%. Pengelolaan yang disarankan berdasarkan penelitian ini adalah upaya pengusahaan kakap merah dapat dikembangkan hingga 30% dari upaya saat ini dengan diikuti oleh pengaturan ukuran ikan tertangkap lebih besar dari ukuran pertama kali memijah yaitu sebesar 45 cm.Red snapper (Lutjanus malabaricus Schneider, 1801) fishing as one of the main fisheries business in Sinjai need information on exploitation level as basis for formulating proper management. The aims of this research were to study growth, yield per recruit and spawning potential ratio (SPR) of red snapper in Sinjai and adjacent waters. This research was conducted in January – November 2016 and fish samples were measured by enumerator. Yield per recruit analysis used Beverton & Holt method and spawning potential ratio analysis used length based SPR. The results showed that the asymptotic length was 77,3 cm and the growth parameter of red snapper was 0,293 year-1. Exploitation rate (E) was 0,35 and fishing effort (F) less than reference point (Fcur=0,25,;Fmax=1,2 ; F0,1=0,9) on size at first captured (Lc) 38,1 cm, indicating fishing effort has closed to optimum and can be developed. Spawning potential ratio was 51%, with 48,17 cmTL of mean size, larger than limit reference point that was 26%. Recommended management measures based on this research were that fishing effort of red snapper can be increased until 30% from current effort followed by size regulation to catch above size at first matured at 45 cm.
DISTRIBUSI PANJANG DAN ESTIMASI TOTAL TANGKAPAN TUNA SIRIP BIRU SELATAN (Thunnus maccoyii) PADA MUSIM PEMIJAHAN DI SAMUDERA HINDIA Ririk Kartika Sulistyaningsih; Arief Wujdi; Budi Nugraha
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.966 KB) | DOI: 10.15578/jppi.20.4.2014.215-224

Abstract

Tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii) banyak ditangkap nelayan dengan alat tangkap rawai tuna di perairan selatan Jawa Timur pada musim pemijahan selama periode September – April. Untuk mendukung pengelolaan ikan tuna di Samudera Hindia dilakukan kegiatan pemantauan hasil tangkapan tuna secara kontinyu. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang distribusi panjang dan estimasi total tangkapan tuna sirip biru selatan, sebagai basis data dan informasi yang diperlukan untuk penentuan kuota ikan tuna sirip biru selatan. Estimasi total tangkapan dihitung minimal 30% dari total jumlah kapal yang mendarat pada tiap-tiap perusahaan pengeskpor tuna. Pada penelitian ini berhasil dilakukan pencatatan hasil tangkapan pada 292 unit kapal dari 520 unit kapal yang mendaratkan ikan tuna. Total tangkapan tuna sirip biru selatan yang didaratkan di Pelabuhan Benoa – Bali pada musim pemijahan 2013/2014 lebih dari 900 ton. Jumlah tangkapan ini telah melebihi kuota hasil tangkapan tuna sirip biru selatan yang ditetapkan Commission for the Convervation of Shouthern Bluefin Tuna. Ukuran tuna sirip biru selatan terdistribusi mulai 103 – 208 cm, didominasi ukuran 148 cm. Panjang tuna sirip biru selatan pertama kali tertangkap pada saat memijah adalah 160 cm.Shouthern bluefin tuna (Thunnus maccoyii) mostly caught by Indonesian fishers using longline in the spawning season in East Java waters, in September to April. This paper aims were give information about size distribution and to estimate the total catch of shouthern bluefin tuna as the data basis and information that needed to determine the quota of southern bluefin tuna. The target to estimate total catch was minimum of 30% from the total vessel landings in each processing plant. In this research total samplings were 292 boats from 520 boats landed. Total catch estimates of shouthern bluefin tuna landed in Benoa Port – Bali in the spawning season in 2013/2014 was more than 900 tonnes. This amount was over than the quote that resolved by Commission for the Convervation of Shouthern Bluefin Tuna. The size of southern bluefin tuna distributed ranging 103-208 cm, size 148 cm dominated. Length at first capture for shouthern bluefin tuna when spawning was 160 cm.
KOMPOSISI JENIS DAN POTENSI SUMBER DAYA IKAN DI MUARA SUNGAI MUSI Eko Prianto; Ni Komang Suryati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.9 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.1.2010.1-8

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2008 di muara Sungai Musi, Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan potensi sumber daya ikan di muara Sungai Musi yang berfungsi sebagai data dasar dalam pengelolaan sumber daya pesisir laut di Sumatera Selatan. Pengambilan contoh dilaksanakan dua kali, yaitu pada bulan Maret dan Juni 2008. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi (survei lapangan) di empat stasiun yang mewakili perairan estuari Sungai Musi. Hasil pengambilan contoh dengan menggunakan mini trawl dan enumerator diperoleh komposisi jenis ikan di muara sungai Musi 39 jenis pada bulan Maret dan 26 jenis pada bulan Juni 2008. Secara keseluruhan, jumlah jenis ikan yang dijumpai pada kawasan muara Sungai Musi 54 jenis, sedangkan potensi sumber daya ikan berdasarkan pada hasil analisis data tentang stok ikan di kawasan yang bersangkutan berkisar antara 24,5-105,47 kg/km2. Field study in order to investigate fish composition and potency of fish resources of Musi River estuarine was conducted from March to December 2008. Fish samples were collected in three sampling times March and June 2008 from 4 sampling sites in Musi River estuarine set up based on difference in micro habitat. Fish were collected by using mini trawl experiment and from daily record of fishermen using different fishing gears. Results of this study indicated that fish catch in March and June was composed of 39 and 26 fish species respectively, and the total fish species recorded was 54 species. The potency of fish resource of Musi River estuarine was estimated in the range of 24.5 105.47 kg/ km2.

Page 34 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue