cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
SELEKTIVITAS JARING INSANG MONOFILAMEN DAN ASPEK BIOLOGI IKAN OSCAR (Amphilopus citrinellus) DI SITU PANJALU, CIAMIS Andri Warsa; Kunto Purnomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.438 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.2.2013.65-72

Abstract

Situ Panjalu yang terdapat di Kabupaten Ciamis dengan luas ± 45 ha memiliki keragaman ikan yang cukup tinggi. Ikan oscar merupakan ikan introduksi yang berasal dari benua Afrika yang hidup pada perairan yang hangat dengan kisaran suhu 28–33oC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui selektivitas jaring insang dan aspek biologi ikan oscar (Amphilopus Citrinellus) di Situ Panjalu, Kabupaten Ciamis – Jawa Barat. Penelitian dilakukan di Situ Panjalu pada bulan Mei, Juni, Agustus dan Oktober 2010 dengan menggunakan jaring insang percobaan dengan mesh size 2,54-7,62 cm dengan interval 0,65 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang infinity (L∞) ikan oscar adalah 21,0 cm TL dengan kecepatan pertumbuhan (K) adalah 1,7 /tahun. Ikan oscar yang terdapat di Situ Panjalu mempunyai pola pertumbuhan alometrik negatif dengan nilai b = 2,890. Panjang total ikan oscar yang ditemukan matang gonad adalah 11-17 cm TL dan berat 27,0 – 80,0 gram  dengan fekunditas berkisar 463 – 3.663 butir. Ikan oscar di Situ Panjalu termasuk karnivora dengan pakan alami berupa ikan dan udang. Faktor selektivitas jaring insang dengan ukuran mata jaring 2,54; 3,18; 3,81 dan 4,45 cm yang dipasang secara bersamaan untuk penangkapan ikan oscar adalah 3,074. Panjang total optimal ikan oscar yang tertangkap pada ukuran mata jaring 2,54; 3,18; 3,81 dan 4,45 cm masing-masing adalah 7,5; 10; 11,5 dan 14 cm TL. The area of Panjalu Pond Ciamis Regency estimated about 45 ha, has a high diversity of fish. Midas cichlid (Amphilophus citrinellus) as fish introduction from Africa which live in warm water with temperature around 28-33oC. The purpose of this research were to know gillnet selectivity and some biology aspect of midas cichlid at Panjalu Lake, Ciamis Regency-West Java Province. This research was done in May, June, August and October 2010. Using experimental gillnet by 2.54-7.62 cm mesh size with 0.65 cm interval. The result show that lenght infinity (L∞) and growth contants (k) of this fish were 21.0 cmTL and 1.7 /year respectively. Lenght-weight relationship of this fish was negative allometric with value of b=2.890. Total lenght of fish at maturity ranged between 11-17 cm, weight ranged between  27-80 g and fecundity ranged between 463-3.663 eggs. Midas cichlid was carnivore by feed of small fish and shrimp. Gillnets selectivity factor for the following mesh sizes 2.54; 3.18; 3.81 dan 4.45 cm of mesh size for midas cichlid capture was 3.074. Optimal total lenght of midas cichlid caught by gillnet with the following mesh sizes 2.54; 3.18; 3.81 and 4.45 cm mesh size were 7.5; 10.0; 11.5 and 14 cm TL, respectively.
OPTIMASI PROSES PRODUKS| HTDROLTSAT PROTEIN IKAN (HPI) DARI MUJAIR (Oreochromrb mossambicusl Farida Ariyani; M. Saleh; Tazwir Tazwir; Nurul Hak
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5379.154 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.5.2003.11-21

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah ikan bernilai ekonomis rendah adalah dengan memanfaatkannya menjadi hidrolisat protein ikan (HPl).
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN BUBU PADA BERBAGAI KEDALAMAN DI PERAIRAN SEKITAR KEPULAUAN KARIMUNJAWA Bambang Murdiyanto; Nurhidayat Nurhidayat; Diniah Bahar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2376.156 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.4.2002.39-46

Abstract

Naskah ini mengemukakan analisis hasil tangkapan jenis kakap merah (Lutjanus spp.) dari alat bubu yang dipasang pada berbagai kedalaman. Jenis ikan ini merupakan target tangkapan utama dari kegiatan penangkapan sehari-hari oleh nelayan bubu di daerah Cirebon. Penelitian yang dilakukan di perairan sekitar P. Karimunjawa, bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan kedalaman pemasangan bubu memberikan hasil berbeda yang merupakan hipotesis penelitian.
STRUKTUR KOMUNITAS DAN RELUNG MAKANAN IKAN PASCA INTRODUKSI IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) DI WADUK MALAHAYU, KABUPATEN BREBES Kunto Purnomo; Andri Warsa
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.082 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.1.2011.73-82

Abstract

Studi tentang struktur komunitas ikan dan pembagian sumber daya pakan ikan pasca introduksi ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) di Waduk Malahayu (620 ha) dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan, preferensi makanan, dan luas relung tiap jenis ikan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei pada bulan Agustus sampai Nopember 2009 dan bulan Maret sampai Oktober 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan terdiri atas 13 jenis ikan, yang didominansi oleh ikan nila (Oreochromis niloticus), udang (Macrobrachium sp.), dan gabus (Channa striata). Jenis-jenis sumber daya pakan yang dimanfaatkan oleh ikan adalah fitoplankton (20%), detritus (19%), zooplankton (17%), insekta (11%), tumbuhan air (9%), ikan (9%), udang (9%), dan moluska (6%). Ikan patin siam, mujair (Oreochromis mossambicus), dan beunteur (Puntius binotatus) bersifat generalis karena mampu memanfaatkan semua sumber daya pakan alami yang tersedia. Ikan sili (Macrognathus aculeatus) dan keting (Mystus nigriceps) lebih bersifat spesialis karena hanya memanfaatkan insekta sebagai makanan utamanya. Peluang kompetisi antara ikan patin siam (diintroduksikan tahun 2009) dan ikan nila relatif kecil sebab sumber daya pakan utamanya berbeda, yaitu ikan patin siam memanfaatkan moluska sebagai makanan utamanya sedangkan ikan nila sebagian memanfaatkan fitoplankton. Hasil tangkapan ikan di waduk ini berkisar antara 34,3-1.323,1 ton/tahun dengan rata-rata 157,3 ton/tahun. Malahayu Reservoir located in Brebes Regency, was impounded in 1930, with a surface area of 620 hectares, a mean water depth of 8 m. Its main function are flood control and irrigation. Study on fish community structure and food resource partitioning of fishes in Malahayu Reservoir were conducted from August to November 2009 and March to October 2010. The aim of the study was to evaluate the existing condition of fish resources, with emphasis on species composition, food preferency, and niche breadth of fishes. Results of this study showed that the structure of fish community compose of thirteen fish species which were dominated by nile tilapia (Oreochromis niloticus), freshwater prawn (Macrobrachium sp.), and snakehead (Channa striata). The food resources consumed by fishes in this reservoir are phytoplankton (20%), detritus (19%), zooplankton (17%), insect (11%), aquatic plants (9%), fish (9%), shrimp (9%), and molusc (6%). The striped catfish, mozambique tilapia and spotted barb were generalist because used all of the food resources. The lesser spiny eel (Macrognathus aculeatus) and twospot catfish (Mystus nigriceps) were specialist, only used the insect larva as the food item. The striped catfish (introduced in 2009) and nile tilapia in this reservoir not compete each other because the main food item are different, the striped catfish mainly eats the molusc while nile tilapia eats phytoplankton. The fish production range from 34.3-1,323.1 ton/yr with average 157.3 ton/yr.
PERKEMBANGAN AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN PADA LARVA/BENIH IKAN BAUNG (Mystus nemurus C.V.) Yanti Suryanti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2752.095 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.3.2002.15-18

Abstract

Aktivitas enzim pencernaan adalah suatu indikator yang baik untuk menentukan kapasitas enzim pencernaan pada larva. Saat aktivitas tinggi, dapit d'iincirasiran secara fisiologis bahwa larva telah siap untuk memproses pakan dari luar.
PERKEMBANGAN ARMADA PUKAT CINCIN DISELAT MALAKA Tuti Hariati; Duto Nugroho; Eva Suzanna Girsang
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5101.707 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.2.2000.43-52

Abstract

Setelah pukat cincin dioperasikan, produksi ikan pelagis dari perairan Selat Malaka sejak tahun 1976 meningkat. Sampai tahun 1987 produksi ikan kembung (Rastrelligerspp.) mencapai 22.809 ton dan ikan layang (Decapterus spp.) mencapai 16.'l 63 ton. Pada periode itu nilai-nilai Maximunt Sustainable Yield (MSY) kedua jenis ikan sudah terlewati dengan tekanan penangkapan terletak pada perairan pantai.
PRODUKTIVITAS KAPAL PUKAT CINCIN PADA PERIKANAN LEMURU YANG BEROPERASI PADA KONDISI IKLIM YANG BERUBAH DI SELAT BALI Purwanto Purwanto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2012): (September 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.183 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.3.2012.175-186

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi nelayan di Selat Bali terkait dengan dampak variabilitas iklim adalah penurunan drastis hasil tangkapan pukat cincin pada saat La Niña yang menyebabkan kerugian ekonomi. Untuk memprediksi dampak tersebut, telah dilakukan analisis mengenai hubungan antara variabilitas iklim dengan produktivitas kapal pukat cincin di Selat Bali. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa produktivitas kapal dipengaruhi oleh variabilitas iklim dan upaya penangkapan. Pengaruh variabilitas iklim terhadap produktivitas kapal ditunjukkan secara sangat nyata oleh southern oscillation index (SOI). Produktivitas kapal dengan variabilitas musim tahun sebelumnya maupun Dipole Mode Index tidak menunjukkan hubungan yang nyata. Hubungan yang sangat nyata terjadi antara produktivitas kapal dengan rata-rata SOI enam-bulan pertama pada tahun yang sama. Oleh karena itu, nilai rata-rata SOI enam-bulan pertama dapat digunakan untuk memprediksi produktivitas tahunan kapal. One problem faced by fishers in Bali strait relating to the impact of climate variability was the drastic decline in purse siners’ catch during La Niña episode that caused economic losses. To predict the impacts, this study analysed the relationship between the climate variability and the productivity of purse seine vessels operated in the Bali strait. The result of statistical analysis shows that the vessel productivity was affected by climatic variability and fishing effort. The impact of climate variability on the vessel productivity was high-significantly indicated by the Southern Oscillation Index (SOI). Meanwhile, the relationship between the vessel productivity and climatic variability of the previous year nor the Dipole Mode Index was not significant. Furthermore, there was a highly significant relationship between the vessel productivity and the average SOI in the first six-month of the same year. Therefore, the average SOI in the first six-month of the year could be used to predict the annual vessel productivity.
PENERAPAN POLA KO-MANAJEMEN DALAM PENGELOLAAN SUAKA PERIKANAN DI PERAIRAN UMUM Zahri Nasution; Emmy Dharyati; Samuel Samuel; Ondara Ondara; Agus Djoko Utomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4335.272 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.7.2002.43-56

Abstract

Suatu penelitian yang bertujuan melihat penerapan konsep ko-manajemen, yangmerupakan suatu pengaturan kemitraan dengan menggunakan kemampuan dan minatmasyarakat lokal, telah dilakukan pada dua reservat yaitu di Jambi dan Sumatera Selatan. Pengumpulan data primer dilakukan melalui dilengkapi dengan panduan daftar pertanyaan sesuai dengan tujuan penelitian.
PENGARUH KEBERADAAN MANGROVE TERHADAP KERAGAMAN MAKROBENTOS DI TAMBAK SEKITARNYA Gunarto Gunarto; A. Marsambuana Pirzan; Suharyanto Suharyanto; Rohama Daud; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7013.299 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.2.2002.77-88

Abstract

Penelitian dilakukan di Dusun Pangasa dan Dusun Tongke'Tongke, Desa Samataring, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
PENGEMBANGAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) ASAR DALAM BENTUK "STEAK" DENGAN ASAP CAIR Boetle Rumahrupute; Zuheid Noor; Suparmo Suparmo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4348.983 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.1.2000.36-44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara perlakuan asap cair dalam larutan kuring terhadap umur simpan cakalang asar dalam bentuk "steak", secara perendaman dan penyuntikan dengan asap cair 40%  dalam larutan kuring 10,5%, selama 10 menit

Page 59 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue