cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,065 Documents
DINAMIKA SPASIAL PERIKANAN PUKAT CINCIN DI LAUT JAWA DAN SAMUDERA HINDIA Suherman Banon Atmaja; Muhamad Natsir; Bambang Sadhotomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.454 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.2.2012.69-76

Abstract

Nelayan mempunyai kemampuan yang fleksibel dan adaptif dalam usaha perikanan. Mereka terus menerus dihadapkan pada suatu situasi perubahan lingkungan eksternalnya, seperti cuaca, perubahan harga ikan dan akses terhadap sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan perikanan purse seine terjadi melalui ekspansi daerah penangkapan. Kini daerah operasi pukat cincin tidak hanya terbatas di wilayah teritorial dan perairan Nusantara tetapi sudah sampai ke perairan Samudera. Rata-rata CPUE (tawur) terendah dijumpai di perairan Laut Jawa bagian timur, yakni 1,4 ton per tawur dan hasil tangkapan didominasi oleh ikan pelagis kecil, sedangkan CPUE (tawur) yang tertinggi diperoleh di Selatan Pulau Jawa bagian timur, dimana hasil tangkapan didominasi oleh ikan pelagis besar. Walaupun CPUE (jumlah hari di daerah penangkapan) menunjukkan aktivitas penangkapan di Samudera Hindia namun kerapkali operasi penangkapan dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang buruk. Sementara itu, kapal yang masih beroperasi di Laut Jawa dan sekitarnya dalam menghadapi ketidakpastian dan rendahnya peluang keberhasilan, melakukan perpanjangan masa melaut dari rata-rata sebulan menjadi dua hingga empat bulan.Fishermen have flexible and adaptive ability in the fisheries business. They are constinuosly faced with a situation change of external environment, such as weather, fish prices and access to the fish resources. The research indicated that the sustainability of purse seine fisheries due to the expansion of fishing ground. The purse seine operation was not only limited in the territory and territorial waters of the archipelago, but also to the Ocean. The lowest average of catch per haul found in the waters of the eastern part of Java Sea around 1,4 ton/haul which was dominated by small pelagic fish. While the highest CPUE was obtained in the South eastern part of Java Island and the catch was dominated by large pelagic fish. Although CPUE (number of day in the fishing ground) indicates the activity of fishing in the Indian Ocean, their operation was often influenced by bad weather conditions. Meanwhile, the vessels still operate in the Java Sea and its adjacent waters in the face of uncertainty and low probability of success, they do extension of the day at sea from an average of one month to two until four months.
DISTRIBUSI SPASIAL PENDUGAAN TARGET STRENGHT DAN KELIMPAHAN IKAN DENGAN METODE AKUTIK DI WADUK RIAM KANAN, KALIMANTAN SELATAN Zulkarnaen Fahmi; Endi Setiadi Kartamihardja
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2009): (September 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3093.131 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.3.2009.221-227

Abstract

Penelitian  pendugaan  distribusi spasial panjang  ukuran ikan  dengan menggunakan  metode akustik dilakukan  pada bulan  Nopember 2005 di Waduk Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai target strength ikan -41 sampai -38 dB mendominansi dan tersebar merata di seluruh bagian waduk dengan rata-rata nilai target strength seeara keseluruhan -39,28 dB. Hasil konversi nilai target strength menjadi ukuran panjang total (total length) ikan diperoleh hasil rata-rata panjang ikan 22 em dengan ukuran panjang ikan kisaran 18-23 em merupakan ukuran yang banyak ditemukan di waduk. Rata-rata kepadatan daerah dan kepadatan volume ikan di Waduk Riam Kanan masing-masing 1.120 ind./ha dan 10 ind./1.000m3. The research was conducted in November 2005 in Riam Kanan Dam, South Kalimantan Province to estimate spatial distribution of fisl1 length, conversion from target strength value and fish density using acoustic method. The result shows that target strength of freshwater fish ranging from -41 to -38 dB was dominated and spread afl over part of dam and mean target strength detected equal to -39.28 dB. Convertion target strength value to fish length (total length) obtains an average of total length of fish equal to 22 em and fish length value ranging from 18-23 em was found dominantly in the dam. Mean of area density and volume density in Riam Kanan Dam were equal to 1,120 fish/ha and 10 fish/ 1,000m3.
AKTIVITAS KAPAL PUKAT CINCIN SIBOLGA TAHUN 2002-2005 DAN LAJU TANGKAP PUKAT RAPAT DAN PUKAT JARANG PADA PERIODE BULAN JANUARI–JULI 2005 (PASCA TSUNAMI) Tuti Hariati; Bambang Sadhotomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.917 KB) | DOI: 10.15578/jppi.13.3.2007.179-190

Abstract

Sumber daya ikan pelagis di perairan barat Sumatera dimanfaatkan antara lain oleh armada pukat cincin di Sibolga, menggunakan 2 jenis pukat antara lain pukat rapat yang berukuran mata jaring 1 inci pada bagian kantung, adalah untuk menangkap ikan pelagis kecil, dan pukat jarang yang berukuran mata jaring 3 inci untuk menangkap ikan pelagis besar. Dalam 1 trip hanya dioperasikan 1 jenis pukat. Tujuan riset adalah untuk memperoleh informasi upaya penangkapan (jumlah trip) selama tahun 2002 sampai dengan 2005; serta hasil tangkapan, jumlah hari di laut dan laju tangkap pukat cincin Sibolga pada periode bulan Januari sampai dengan Juli 2005 (pasca Tsunami). Data hasil tangkapan dan jumlah hari di laut 13 kapal contoh dikumpulkan dari salah satu tangkahan, lalu di rise terhadap total jumlah trip untuk memperoleh dugaan hasil tangkapan kapal pukat cincin di seluruh Sibolga. Hasil riset menunjukkan, pada tahun 2004 di Sibolga terjadi penurunan jumlah trip kapal pukat cincin yang tajam dibandingkan pada tahun 2002 dan 2003. Pada tahun 2004 beberapa kapal pukat cincin Sibolga tidak dapat melaut karena belum memiliki surat perpanjangan izin beroperasi. Pada bulan Januari dan Pebruari 2005 penurunan aktivitas berlanjut karena ada kerusakan tangkahan dan armada akibat Tsunami dan gempa, sedangkan pada pertengahan tahun terjadi kenaikan jumlah trip dari kapal yang sudah memperoleh perpanjangan izin. Bulan September sampai dengan Desember tahun 2005 penurunan aktivitas terutama disebabkan oleh kelangkaan dan naik harga bahan bakar minyak sehingga biaya operasi semakin tinggi. Selama periode bulan Januari sampai dengan Juli 2005, meningkat laju tangkap pukat rapat dan pukat jarang diduga akibat dari turun jumlah hari di laut ke-2 jenis pukat tersebut. Jenis-jenis ikan yang tertangkap sesudah Tsunami sama dengan sebelum. The pelagic resources from the waters of western Sumatera were exploited among other thing purse seiner fleet of Sibolga. Two kinds of seine were used; pukat rapat (1 inch mesh size in the bag part) to catch small pelagic fishes, and pukat jarang (3 inches mesh size) to catch some big pelagic fishes. During one trip only one kind of seine was used. The aim of this research was to get the information of the efforts (number of trip) during years 2002 until 2005, and the catch, days at sea, and catch rate of Sibolga’s purse seiners in the periods of January until July 2005 (after Tsunami disaster). Catch by the species, number of trip, as well as days at sea data of the 13 unit of purse seiners of a private landing site were collected, then they were rised to the total number of trip in Sibolga, to estimate the total catch of the purse seiners in Sibolga. The result shows that during the year of 2004 the activities (trip) of the purse seiners decreased sharply, since several of purse seiners which had not got the recent document of permission could not go fishing. During January and February 2005, declining of the activities were continued since Tsunami and earth quake disaster had destroyed landing site and vessels. The rising of operational cost from September to December 2004 which were caused by the rareness of oil and rising of oil price had also decreased the number of active vessel. It was estimated that during the period of January until July 2005, the rise of catch rates of both pukat rapat and pukat jarang was caused by the decrease of days at sea. The species of fishes caught after Tsunami disaster were still the same with species of fishes caught before.
PENGARUH JUMLAH MONOKLORO ASETAT TERHADAP KARAKTERISTIK KARBOKSIMETIL KITOSAN DARI KITOSAN CANGKANG DAN KAKI RAJUNGAN Devi Ambarwaty Octavia; Singgih Wibowo; Yusro Nuri Fawzya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3519.482 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.4.2005.79-88

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis limbah raiungan cangkang/punggung dan kaki) sebagai bahan baku kitosan dan rasio kitosan-monokloro asetat pada proses karboksimetilasi terhadap karakteristik karboksimetil kitosan yang dihasilkan.
PENDUGAAN LAJU SEDIMENTASI DAN DISPERSI LIMBAH PARTIKEL ORGANIK DARI BUDI DAYA BANDENG DALAM KERAMBA JARING APUNG DI LAUT Rachmansyah Rachmansyah; Makmur Makmur; Kamaruddin Kamaruddin
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9569.754 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.2.2004.89-99

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menduga laju sedimerrrasi rlan dispersi partikel organik yang berasal dari keramba jaring apung (KJA) bandeng di laut seluas 84 m2 ke dasar perairan sekitar KJA. Laju sedimentasi diukur dengan sediment trap yang dipasang ;rada jarak O, 25, 50, 75, dan 100 m dari KJA. Perunutan sumber sedimen di sekitar KJA dilakukan dengan analisis asam lemak pada sampel pakan dan sedimen.
PENILAIAN ULANG LIMA LOKASI SUAKA PERIKANAN DI DANAU TOBA BERDASARKAN KUALITAS AIR DAN PARA METER PERIKANAN LAINNYA Adriani Sri Nastiti Krismono; A.S Sarnita
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7231.63 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.3.2003.1-11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai ulang lima suaka (reservat) perikanan di Danau Toba berdasarkan pada kualitas air dan parameter perikanan lainnya. Kelima reservat perikanan yang dinilai ulang adalah: Suaka Tiga Raja, Kecamatan Girsang S.P. Bolon (Stasiun l), Suaka Sitanggang Bao, Kecamatan pangururan (S-tasiun ll), Suaka Lumban Gaol, Kecamatan Balige (Stasiun lll), Suaka Bakklra, Kecamtan Muara (stasiun VI) Suaka Togging, Kecamatan Merek (Stasiun V).
MONITORING MUSIM, FEKUNDITAS DAN KUALITAS TELUR IKAN KAKAP PUTIH, Lafes calcarifer DARI HASIL PEMIJAHAN ALAMI DALAM KELOMPOK Mayunar Mayunar; Bejo Slamet
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4038.996 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.1.2000.54-58

Abstract

Pengamatan musim pemijahan alami pada ikan kakap putih bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemijahan dilihat dari musim, fekunditas, derajat pembuahan, dan penetasan telur. Induk betina yang digunakan untuk pemijahan memiliki bobot tubuh (BW) 1 ,8-4,2k9 (TL 48-68 cm) dan jantan 1,5-2,0 kg (TL 47-56 cm) dengan rasio 8 : 4
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB VIBRIOSIS PADA TERIPANG PASIR, Holothuria Scabra DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DENGAN ANTIBIOTIK Isti Koesharyani; Moral Abadi Girsang; Imam Taufik
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4208.793 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.2.1996.22-29

Abstract

Teripang pasir ( Holothuria Scabra) pada pemeliharaan dengan kondisi panti benih, serta kepadatan tinggi dan pergantian air yang kurang, sering terserang oleh bakteri patogen yang menyebabkan penyakit borok.
FLUKTUASI DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN TUNA NERITIK TERTANGKAP JARING INSANG DI PERAIRAN LAUT CINA SELATAN Arief Wujdi; Suwarso Suwarso
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.753 KB) | DOI: 10.15578/jppi.20.4.2014.207-214

Abstract

Saat ini tuna neritik merupakan komoditas penting perikanan di Indonesia, namun ketersediaan data dan informasi hasil tangkapan jenis tuna ini masih tergolong kurang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai sebaran daerah penangkapan, fluktuasi hasil tangkapan tuna neritik yang tertangkap jaring insang yang beroperasi di Laut Cina Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui program enumerasi monitoring hasil tangkapan harian di Pemangkat pada tahun 2011-2012. Hasil menunjukkan daerah penangkapan tersebar di perairan Laut Cina Selatan pada koordinat 01°03’ LS-04°57’ LU; dan 104°65’-110°00’ BT. Hasil tangkapan jenis tuna neritik menunjukan variasi yang cenderung sama dimana puncak hasil tangkapan terjadi pada bulan Oktober dan November. Pola CPUE berfluktuasi dan cenderung mengalami peningkatan dan puncaknya terjadi pada bulan November 2011 dan 2012, yaitu 402,85 dan 444,57 kg/hari/trip. Secara statistik hasil tangkapan pada periode 2011-2012 tidak berbeda nyata (p<0,05). Komposisi hasil tangkapan bulanan jenis tuna neritik bervariasi berdasarkan atas spesies yang didominasi oleh Euthynnus affinis (49,7%) diikuti dengan Thunnus tonggol (33,4%); Scomberomorus commerson (15,9%); dan Scomberomorus guttatus (1%). Kelimpahan Euthynnus affinis terjadi pada musim timur hingga musim peralihan 2 (Juni- November), sedangkan kelimpahan Thunnus tonggol terjadi pada musim barat (Januari-Februari).Nowadays, neritic tuna just become an important commodity Indonesia. However, the information about catch of tuna neritic species in Indonesia still quite lacks. This This study aims to obtain information about catch fluctuation, monthly catch per unit of effort, and catch composition of neritic tuna species caught by gill net operated in the South China Sea. Data was collected by daily catch monitoring program by enumerator in Pemangkat during period 2011-2012. The result showed that gillnetter fishing ground is scattered between 01°03’ S - 04°57’ N; dan 104°65’-110°00’ E. Catch of neritic tuna species is fluctuating and there is a similar pattern which is the highest catches occurred in October and November. Catch per unit of effort values also fluctuated and tend to be increased where the highest occurred in November 2011 and 2012, for 402.85 and 444.57 kg/day/trip respectively. Monthly catch composition of neritic tuna species was varied and dominated by kawakawa (Euthynnus affinis) 49,7%; longtail tuna (Thunnus tonggol) 33,4%; narrow-bared Spanish mackerel (Scomberomorus commerson) 15,9%; and Indo-Pasific king mackerel (Scomberomorus guttatus) only 1%. Euthynnus affinis more abundant among June-November during east monsoon to east-west transition monsoon, meanwhile Thunnus tonggol was abundant in west monsoon (January-February).
EVALUASI STOK KEPITING BAKAU Scylla serrata (Forskal, 1775) DI PERAIRAN PATI DAN SEKITARNYA SERTA OPSI PENGELOLAANNYA Tri Ernawati; Duranta Diandria Kembaren; Bambang Sadhotomo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.945 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.2.2016.95-104

Abstract

Eksploitasi kepiting bakau secara berlebihan berdampak pada penurunan populasi kepiting bakau sehingga keberlanjutan stok akan terancam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status stok kepiting bakau di perairan Pati serta kemungkinan pengelolaannya. Penelitian dilakukan pada April-Desember 2015. Data-data parameter pertumbuhan, rata-rata matang gonad, rata-rata pertama kali tertangkap dan lain-lain sebagai bahan input untuk analisa SPR dan Y/R telah diperoleh pada hasil penelitian sebelumnya. Analisa data dilakukan dengan SPR (Spawning Potential Ratio), Y/R (Yield per Recruit) dan B/R (Biomass per Recruit). Hasil analisa diperoleh SPR sebesar 7%, Y/R sebesar 55,03 gram per recruit (g/r) dan tersisa biomasa per recruit (B/R) sebesar 7,9% dari biomassa virgin. Pada F0.1 dengan nilai F sebesar 1,56 diperoleh Y/R sebesar 49 (g/r) dan tersisa B/R sebesar 15% dari biomassa virgin. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa status stok kepiting bakau di perairan sekitar Pati telah mengalami lebih tangkap. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya yang tepat dan rasional dalam pengelolaan, diantaranya dengan penutupan area penangkapan di nursery ground agar kepiting-kepiting muda memiliki peluang untuk tumbuh dewasa, pengurangan upaya penangkapan sebesar 30 – 43% dari upaya yang ada dan penentuan ukuran minimal yang tertangkap pada lebar karapas sebesar 12 cm.

Page 8 of 107 | Total Record : 1065


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue