cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,065 Documents
PENGARUH ILUMINASI ATRAKTOR CAHAYA TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PADA BAGAN APUNG PELABUHAN RATU Regi Fiji Anggawangsa; Ignatius Tri Hargiyatno; Berbudi Wibowo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.554 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.2.2013.105-111

Abstract

Atraktor cahaya sebagai alat bantu penangkapan banyak digunakan untuk mengumpulkan ikan pada alat tangkap bagan apung. Tiga macam atraktor cahaya, yaitu petromaks minyak tanah (dengan iluminasi maksimal 80 lux), petromaks gas (dengan iluminasi maksimal 60 lux), dan lampu genset (dengan iluminasi maksimal 500 lux) digunakan pada bagan apung di Palabuhanratu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan iluminasi cahaya pada ketiga macam sumber cahaya tersebut terhadap hasil tangkapan bagan apung. Metode yang digunakan adalah eksperimen penangkapan ikan dengan menggunakan tiga jenis atraktor cahaya pada bagan apung. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan iluminasi atraktor cahaya pada bagan apung berpengaruh terhadap komposisi hasil tangkapan. Hasil tangkapan bagan pada saat menggunakan atraktor cahaya petromaks minyak tanah (80 lux) didominasi oleh ikan layur (Trichiurus spp.) yang mencapai lebih dari 50%, petromaks gas (60 lux) didominasi oleh ikan layur (Trichiurus spp.) dan cumi-cumi (Loligo spp.) sedangkan untuk atraktor lampu genset (500 lux) didominasi oleh layur dan cumi-cumi. Light attractor has been used as a fishing device to gather fish schooling on lift net. There are three types of light attractors i.e. kerosene pressure lamp, gas pressure lamp and genset lamp used by Palabuhanratu’s lift net. The aim of this research is to investigate the effect of those light attractors on the lift net catches. The experimental fishing method was used. The results show that illumination produced by genset lamp was higher (500 lux) than the two other light attractors at all observation positions with maximum illumination obtained of 80 lux for kerosene pressure lamp and 60 lux for gas pressure lamp. Catch of lift net when using kerosene pressure lamp attractor (80 lux) was dominated by hairtail fish (Trichiurus spp.) that reaches more than 50%, gas kerosene lamps attractor (60 lux) was dominated by fish Layur (Trichiurus spp.) and squid (Loligo spp.) while for the attractor generator light (500 lux) was dominated either by Layur and squid.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN DAERAH PENANGKAPAN KAPAL TUNA LONGLINE DI PERAIRAN LAUT BANDA Budi Nugraha; Umi Chodrijah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.866 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.4.2010.305-309

Abstract

Tuna merupakan sumber daya ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting. Masalah utama yang dihadapi dalam upaya optimalisasi hasil tangkapan ikan, khususnya tuna adalah sangat terbatasnya data dan informasi mengenai daerah penangkapan yang potensial. Oleh karena itu, informasi mengenai daerah penangkapan atau penyebaran tuna sangat diperlukan guna menunjang keberhasilan operasi penangkapan tuna. Komposisi hasil tangkapan kapal tuna longline yang diperoleh dari perairan Laut Banda dan didaratkan di Benoa didominansi oleh madidihang (Thunnus albacares) yaitu 49,69% dan tuna mata besar (Thunnus obesus) 11,74%. Ukuran madidihang dan tuna mata besar yang tertangkap berkisar 101-160 cm (FL) dengan modus 101-110 cm. Daerah penangkapan kapal tuna longline di perairan Laut Banda berada pada koordinat 5-6° LS dan 129-130° BT yang memiliki nilai hook rate total berkisar antara 1,19-1,48 dengan rata-rata 1,34. Tuna is the fish resource having important economic value. The main problems encountered in the effort to optimize the catch of fish, particularly tuna is very limited data and information on potential fishing grounds. Therefore, information about the tuna fishing ground is needed to support the success of tuna fishing operations. The catch composition of tuna longline vessels from the Banda Sea waters and landed at Benoa is dominated by yellowfin tuna 49.69% and bigeye tuna 11.74%. The size of yellowfin tuna and bigeye tuna caught in the range 10-160 cm (FL) with a mode from 101-110 cm. Fishing ground of tuna longline vessels in the Banda Sea waters at coordinates 5-6° S and 129-130° E which have hook rates ranged from 1.19-1.48 withaverage 1.34.
PENDUGAAN DAYA DUKUNG PERAIRAN TELUK AWARANGE BAGI PENGEMBANGAN BUDI DAYA BANDENG DALAM KERAMBA JARING APUNG Rachmansyah Rachmansyah; Makmur Makmur; Tarunamulia Tarunamulia
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7061.508 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.1.2005.81-93

Abstract

Daya dukung memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya perikanan budi daya Metode survai dilakukan dalam studi ini untuk mengevaluasi kualitas biofisik Teluk Awarange (Sulawesi Selatan) dan untuk menentukan kelayakan lahan bagi pengembangan budi daya bandeng dalam keramba jaring apung (KJA).
MUSIM PENANGKAPAN IKAN LEMURU, Sardinella lemuru, Bleeker 1853 DI PERAIRAN SELAT BALI I Gede Sedana Merta; Subhat Nurhakim
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6629.651 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.6.2004.75-84

Abstract

Perikanan lemuru, Sardinella lemuru, Bleeker 1853 di Selat Bali dapat membentuk suatu biomassa yang tinggi karena terjadi proses upwelling pada musim timur, dimulai pada akhir bulan April dan berakhir padapermulaan bulan Oktober
KOMUNIKASI RINGKAS BEBERAPA CARA PENANGKAPAN IKAN SIDAT(Anguilla spp') DAN NILAI EKONOMIS HASIL TANGKAPANNYA DI SUNGAI KETAHUN, BENGKULU Samuel Samuel; Emmy Dharyati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7583.249 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.7.2003.75-84

Abstract

penangkapan ikan sidat (Anguilla spp.) di Sungai Ketahun telah lama dilakukan oleh sebagian penduduk setempat, namun belum banyak informasi diperoleh. Riset beberapa cara penangkapan ikan sidat dan nilai ekonomis hasil tangkapannya dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan bahan informasi yang bergunadalam rangka pengleloiaan ban pemanfaatan potensi ikan sidat untuk menjamin kelestarian sumber dayanya.
PENGGUNAAN BAKTERI PROBIOTIK Alteromonas sp. BY-g DALAM PEMELIHARAAN LARVA UDANG MELALUI PAKAN ALAMI DAN BUATAN Haryanti Haryanti; Gusti Ngurah Permana; Sari Budi Moria; Nyoman Adiasmara Giri; Ketut Sugama
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9662.689 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.5.2002.55-66

Abstract

Upaya untuk menyederhanakan dan mengefisiensikan penggunaan bakteri slrain Alteromonas sp. BY-9 melalui pakan alami maupun pakan buatan telah dilakukan
ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN TERBANG Cypsilurus spilopterus DI PERAIRAN TUAL, MALUKU TENGGARA Amran Ronny Syam; Thohir Zubaidi; Isa Nagib Edrus
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3072.546 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.4.2004.87-95

Abstract

Penelitian beberapa aspek biologi reproduksi dari dua jenis ikan terbang (C. Otigolepis dan C. Sgilogerus) telah dilakukan pada bulan Agustus 1994 di Perairan Tual, Maluku Tenggara. kedua jenis ikan terbang ditangkap oleh nelayan setempat dengan menggunakan jaring insang hanyut lmata laring U inci). Ukuranikan rata-rata pertama kali matang gonad pada ikan betina Cypsilurus oligolepis aaaian iZ,gO cm dan pada ikan betina-Cypsllurus spilopterus adalah 28,48 cm.
TINGKAT AKUMU LASI RESIDU PESTISIDA PERTANIAN DIPERAIRAN TAMBAK lmam Taufik; Santosa Koesoemadinata; Sutrisno, Sutrisno,; Asep Nugraha
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6635.724 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.4.2003.53-61

Abstract

Penelitian tingkat akumulasi residu pestisida pertanian di perairan tambak telah dilakukan di daerah Kabupaten Brebes.
IDENTIFIKASI KOHOR DAN DUGAAN LAJU PERTUMBUHAN IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA Suwarso Suwarso; Tuti Hariati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5247.545 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.4.2002.7-14

Abstract

lkan pelagis kecil merupakan hasil tangkapan utama di Laut Jawa, terutama dari perikanan purse seine; enam jenis paling dominan yaitu: layang (Decapterus russelli), deles (D. maciosoma), banyar (Rastrelliger kanagurta), bentong (Selar crurnenophthalmus), siro (Ambligasfer slrm), dan lembang (Sardinella gibbosa). Penentuan kohor dan dugaan laju pertumbuhan diri ke enam jenis tersebut dilakukan berdasarkan data frekuensi panjang yang terkumpul selama Mei 1991 sampai Desember 1993 dari hasil tangkapan purse seine.
PARAMETER POPULASI IKAN LOHAN (Cichlasoma trimaculatum, Günther 1867) DI WADUK SEMPOR, JAWA TENGAH Dimas Angga Hedianto; Kunto Purnomo; Endi Setiadi Kartamihardja; Andri Warsa
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.293 KB) | DOI: 10.15578/jppi.20.2.2014.81-88

Abstract

Waduk Sempor di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dengan luas 270 ha merupakan waduk serbaguna yang berfungsi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pariwisata, irigasi dan perikanan. Aktivitas perikanan yang berkembang di waduk ini adalah perikanan tangkap meskipun saat ini mengalami penurunan sebagai akibat dari berkurangnya hasil tangkapan ikan ekonomis yang digantikan oleh jenis ikan asing invasif yang bernilai ekonomis rendah. Jenis ikan asing invasif yang mendominasi adalah ikan lohan (Cichlasoma trimaculatum, Günther, 1867). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji beberapa parameter populasi yakni hubungan panjang berat, parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi ikan lohan di Waduk Sempor. Pengambilan sampel ikan lohan dilakukan menggunakan alat tangkap jaring insang berbagai ukuran mata jaring selama periode Maret sampai Desember 2012. Sebanyak 1.962 ekor sampel ikan lohan yang tertangkap dianalisis untuk menghitung parameter populasinya. Estimasi parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi dihitung menggunakan paket program FiSAT II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan lohan bersifat isometrik dengan estimasi parameter pertumbuhan sebagai berikut: L∞ = 20,5 cmTL, K = 0,37 tahun-1, to = -0,4955 tahun dan tmax = 8,11 tahun. Laju mortalitas total (Z) sebesar 1,29 tahun-1, mortalitas alami (M) sebesar 1,05 tahun-1, mortalitas penangkapan (F) sebesar 0,24 tahun-1 dengan laju eksploitasi (E) sebesar 0,18 yang menunjukkan laju eksploitasi yang rendah.Sempor reservoir at Kebumen Regency, Central Java with a waters surface area of 270 ha is a multi-purpose reservoir for hydroelectric power generation, tourism, irrigation and fisheries. Currently, capture fisheries activity developed in the reservoir tend to decrease as a result of decreasing economical fish yield which was replaced by invasive alien species of low economic value. The dominant invasive alien species catches was three spot cichlid (Cichlasoma trimaculatum, Günther, 1867). The purpose of this study was to analyze some population parameters i.e., length-weight relationship, growth parameters, mortality and exploitation rate of the three spot cichlid. The fish samples were collected using experimental gillnet with difference mesh sizes during the period of March to December 2012. Population parameters of the three spot cichlid were analyzed from 1,962 individual samples. The population parameters were estimated by using package program of FiSAT II. Results of the study showed that growth pattern of the three spot cichlid was isometric with estimated of growth parameters L∞ = 20.5 cmTL, K = 0.37yr-1, to = -0.4955 years and tmax = 8.11 years. The total mortality rate (Z) was 1.29 yr-1, natural mortality (M)1.05yr-1, fishing mortality (F) 0.24 yr-1 and the exploitation rate (E) was 0.18 which was indicated very low exploitation.

Page 9 of 107 | Total Record : 1065


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue