cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
ANALISIS KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN TRAMMEL NET DI PERAIRAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK Nisya, Choirun; Saputra, Suradi Wijaya; Prakoso, Kukuh
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.1.2025.11-20

Abstract

Demak memiliki wiliayah pantai dengan panjang 58 km dari Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung. Sebagian masyarakat di kecamatan tersebut berprofesi sebagai nelayan dengan beragam alat tangkap yang digunakan. Trammel net adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan termasuk nelayan Desa Wedung untuk menangkap spesies target dan non target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan trammel net, nilai Catch per Unit Effort (CPUE), dan biaya operasional untuk setiap trip nelayan Wedung, Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dilakukan dari bulan Desember 2023- Februari 2024. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan metode sensus yang diambil secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan belanak (Chelon planiceps) adalah ikan yang mendominasi hasil tangkapan trammel net. Ikan belanak yang diperoleh selama penelitian sebesar 52% dari keseluruhan hasil tangkapan. Hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis penting adalah udang putih (Penaeus merguiensis). Udang putih  yang diperoleh selama penelitian sebesar 3% dari keseluruhan tangkapan. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) yang diperoleh selama penelitian menunjukkan hasil yang rendah yaitu 5,2 kg/trip. Biaya operasional yang dikeluarkan untuk sekali tripnya sebesar Rp 40.000,00 yang meliputi pembelian gas, rokok, dan makanan. Rentang keuntungan bersih yang diperoleh nelayan setiap trip berkisar antara Rp 10.000,00 – Rp 110.000,00.
Efektivitas Pengelolaan Konservasi Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Konservasi Penyu Abadi, Pantai Trisik, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Buditami, Bidari Hani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.29.3.2023.%p

Abstract

Penyu merupakan biota yang terancam punah di seluruh dunia, salah satu jenis penyu adalah Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). Penyebab punahnya penyu karena menurunnya jumlah penyu yang bertelur detiap tahunnya di habitat asli, maka perlu dilakukan sebuah konservasi penyu agar penyu dapat dilestarikan. Di Indonesia pelaksanaan konservasi penyu dinilai belum maksimal, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait dengan efektivitas konservasi penyu, salah satu konservasi penyu yaitu, Penyu Lekang berada di Konservasi Penyu Abadi, Pantai Trisik, Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Desember tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi, survei, kuesioner dan diolah menggunakan program SPSS Multi Dimensional Scaling (MDS). Terdiri dari beberapa dimensi dalam penelitian ini, yaitu dimensi sosial, dimensi ekonomi, dimensi ekologi, dimensi lingkungan, dimensi hukum dan kelembagaan, dan dimensi infrastruktur. Dimensi-dimensi tersebut diolah untuk mendapatkan hasil nilai stress dan nilai keberlanjutannya. Setelah dilakukan pengolahan menggunakan MDS mendapatkan hasil bahwa dimensi ekologi memperoleh nilai stress terkecil yang berarti sangat baik yaitu sebesar 0,42% dan nilai keberlanjutannya sebesar 99,9%. Maka, ditinjau dari dimensi ekologi tersebut, konservasi sangat mendukung dan dapat dilakukan keberlanjutan efektivitas konservasi Penyu Lekang. Kata kunci: Konservasi, Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), kuesioner, Multi Dimensional Scaling (MDS) SPSS.
THE EFFECT OF USING DIFFERENT UFLPLUS (UNDERWATER FISH LAMP PLUS) LIGHT COLORS ON THE ABUNDANCE OF PLANKTON IN THE WATERS OF WAWONII ISLAND Fajriah, Fajriah; Isamu, Kobajashi Togo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.4.2024.168-179

Abstract

Plankton are small organisms that have an important role in the survival of many organisms in the waters. The abundance of plankton, especially phytoplankton, depends on the presence of light. This study aim to determine the effect of different colors of UFLPlus light (yellow and green) to the abundance and biological index of plankton in the Waters of Wawonii Island. The research was conducted using a purposive sampling method which consisted of 4 trips. Sampling was carried out using a plankton net for 3 repetitions in each trip. The obtained data of light color differences were determined using the abundance formula and biological index. All data was analyzed using the Mann Whitney Non-Parametric test. The results showed that the genus Oscillatoria sp and Chaetoceros sp were the most common genera found in all trips. The average abundance of plankton in the waters of Wawonii Island, Konawe Islands using green UFLPlus light was 4699 Ind/L, higher than the average abundance of plankton using yellow UFLPlus light of 3115 Ind/L. The plankton diversity index showed low category (1,2), while the evenness index is low category (0,4) and there is no dominance (0,23) (p=0,2). The different colors of UFLPlus light (yellow and green) did not give a significant impact on the abundance and biological index of plankton (low category for diversity and uniformity index, while has no dominance species), especially for Oscillatoria sp and Chaetoceros sp in the Waters of Wawonii Island.
KAJIAN KEKUATAN PUTUS (BREAKING STRENGTH) JARING POLYAMIDE (PA) RASCHEL KNOTLESS 210D/72 MESH SIZE 2 INCI BAGIAN KANTONG PURSE SEINE PADA USIA PEMAKAIAN YANG BERBEDA Hidayat, Tegar Indera; Jayanto, Bogi Budi; Kurohman, Faik
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.4.2024.180-189

Abstract

Jaring berbahan Polyamide (PA) banyak digunakan pada alat penangkapan ikan purse seine yaitu pada bagian badan jaring, sayap, dan kantong. Pertambahan lama pemakaian jaring menjadi faktor utama penurunan kualitas jaring, termasuk kekuatan putusnya. Penurunan kekuatan putus jaring perlu diperhatikan karena berpotensi menurunkan efektivitas dan produktivitas alat tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekuatan putus jaring polyamide Raschel knotless ukuran 210D/72 mesh size 2 inci dengan lama pemakaian yang berbeda, mengetahui hubungan antara lama pemakaian jaring dengan breaking strength, serta pengaruh lama pemakaian terhadap breaking strength. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengacu pada metode SNI ISO 1806-2002. Pengumpulan data dilakukan pada kondisi kering dengan sampel jaring pada lama pemakaian 0, 8, 16, dan 24 bulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai breaking strength jaring polyamide (PA) Raschel knotless menurun seiring dengan lamanya pemakaian jaring. Terdapat hubungan yang sangat erat antara lama pemakaian jaring dengan nilai kekuatan putus, serta terdapat pengaruh signifikan antara lama pemakaian terhadap breaking strength jaring. KATA KUNCI : Kekuatan putus; jaring; polyamide
DINAMIKA MUSIM PENANGKAPAN IKAN LAYUR YANG DIDARATKAN DI PPI CIKIDANG SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI OSEANOGRAFI Pratama, Gilar Budi; Khoerunnisa, Nurani; Wicaksono, Anjas
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.1.2025.%p

Abstract

Penelitian ini menganalisis sebaran suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, dan produksi ikan layur di PPI Cikidang dari tahun 2017 hingga 2021. Data menunjukkan bahwa suhu permukaan laut berkisar antara 27.89°C hingga 28.95°C, dengan variasi musiman yang mencolok, dan konsentrasi klorofil-a berfluktuasi dari 0.065 mg/m³ hingga 3.565 mg/m³. Produksi ikan layur tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan terendah pada bulan Mei atau Juli setiap tahun. Analisis korelasi mengungkapkan bahwa suhu permukaan laut memiliki hubungan negatif signifikan dengan produksi ikan layur (r = -0.344, p-value < 0.05), sementara konsentrasi klorofil-a tidak menunjukkan pengaruh signifikan (r = 0.240, p-value > 0.05). Penangkapan ikan layur paling intensif terjadi dari Juli hingga Desember, dengan nilai Indeks Musim Penangkapan (IMP) lebih dari 100% pada periode tersebut. Dampak pandemi COVID-19 terlihat dari penurunan produksi ikan layur yang signifikan pada tahun 2020 dan 2021, akibat penurunan permintaan dan gangguan aktivitas penangkapan. Temuan ini menegaskan bahwa suhu permukaan laut berperan penting dalam produksi ikan layur, sedangkan konsentrasi klorofil-a dan faktor eksternal seperti pandemi memiliki pengaruh yang lebih kecil.KATA KUNCI: COVID-19, klorofil-a, musim penangkapan ikan, produksi ikan layur, suhu permukaan laut.
KEBERLANJUTAN USAHA PERIKANAN GURITA DI KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU Mulyasari, Gita; Cahyadinata, Indra
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.4.2025.198-211

Abstract

Perikanan gurita merupakan salah satu sektor perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, memiliki potensi besar dalam pengelolaan perikanan gurita, namun menghadapi tantangan keberlanjutan akibat tekanan penangkapan yang tinggi, perubahan lingkungan, serta kelemahan dalam regulasi dan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usaha perikanan gurita di Kabupaten Kaur berdasarkan lima dimensi: ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) dengan Rapid Appraisal for Fisheries (Rapfish) untuk mengevaluasi indeks keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial berada dalam kategori cukup berkelanjutan, sedangkan dimensi teknologi tidak berkelanjutan dan dimensi kelembagaan kurang berkelanjutan. Faktor utama yang mempengaruhi keberlanjutan perikanan gurita mencakup penggunaan alat tangkap, kebijakan pengelolaan, peran lembaga, serta akses nelayan terhadap teknologi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih efektif, termasuk peningkatan pengawasan, diversifikasi usaha nelayan, serta edukasi dan pemberdayaan komunitas lokal untuk meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan gurita.
STAKEHOLDER PREFERENCES FOR FISHERIES MANAGEMENT IN PREVENTING MARINE POLLUTION (CASE STUDY OF KMN. BUKIT SAFA BASED AT THE OCEANIC FISHING PORT KENDARI, INDONESIA) Sari, Iya Purnama; Sarasati, Wulandari; Hidayat, Inzaghi Akbar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.4.2025.169-176

Abstract

Coastal areas support human activities, namely to ensure the sustainability of their lives through fishing activities. Fishing activities produce residual components in the form of marine debris and oil or fuel spills. Marine debris and oil or fuel spills are the main sources of marine pollution, so stakeholder preferences for solutions provided to overcome these problems need to be studied in order to support the sustainability of fisheries management. The research was conducted in February-March 2024. The purposive sampling method was used by selecting fishing vessels with purse seine gear with one vessel, namely KMN. Bukit Safa based in Samudera Fishing Port, Kendari. In addition, interviews were conducted with 15 respondents who are fisheries stakeholders at PPS Kendari. Data analysis used the Pollution Prevention Approach (PPA) model. The results of the identification of residual components from fishing activities on KMN. Bukit Safa included marine debris and oil and fuel spills. Preventive methods are important in this case to prevent marine pollution so that fish habitat conditions can be maintained so that they can support fisheries management. Stakeholder preferences related to recommended solutions in dealing with residual components to prevent marine pollution so as to support fisheries management, namely recommendations to bring back garbage to sea as a condition for issuing a sailing approval letter and rechecking the ship so that there are no obstacles are high with a weight of over 60% each.
EFEKTIVITAS DAN KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP PAYANG: SEBUAH KAJIAN LINGKUNGAN DI PELABUHAN RATU Munru, Maestro
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.4.2025.177-185

Abstract

Salah satu pusat industri perikanan tangkap yang didominasi oleh perikanan skala kecil di Indonesia adalah Pelabuhan Ratu. Pelabuhan Ratu sebagai pusat kegiatan nelayan dan ekonomi perikanan Sukabumi-Jawa Barat. PPN Pelabuhan Ratu adalah salah satu fasilitas penting yang perlu dimanfaatkan dan dikelola agar dapat berkinerja dengan baik. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan oleh masyarakat Pelabuhan Ratu adalah alat tangkap payang. Pengoperasian alat tangkap payang memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi, sehingga termasuk ke dalam kategori usaha berisiko tinggi. Maka dari itu, tujuan dari riset ini adalah mengobservasi pengoperasian alat tangkap payang serta mengetahui komposisi hasil tangkapan utama dan sampingan, selektivitas dan keramah lingkungan alat tangkap bagan apung yang dioperasikan di PPN Pelabuhan Ratu. Hasil tangkapan dari payang adalah ikan semar dan ikan sekartaji. Komposisi masing-masing jenis tangkapan ikan semar (Mene maculata) dan ikan sekartaji (Scomberoides sp) berjumlah 85% dan 15%. Proporsi alat tangkap payang dapat dikategorikan sebagai ramah lingkungan jika dilihat dari segi proporsi hasil tangkapan. Sementara apabila dilihat dari tingkat kematangan gonad ikan hasil tangkapan, sebanyak 10 dari 17 (59%) ikan semar yang ditangkap masih memiliki panjang ikan di bawah ukuran matang gonad. Hal ini menjadi indikasi bahwa alat tangkap payang belum ramah lain lingkungan apabila ditinjau dari aspek kematangan gonad hasil tangkapan. Hasil selektivitas indeks keragaman (H’) Shannon mendapatkan nilai (H’) sebesar 0,022. Nilai H’ < 1 sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat keanekaragaman hasil tangkapan kapal payang di Pelabuhan Ratu rendah.
CHARACTERISTICS AND VARIABILITY OF SENTINEL-1A OBSERVATION INTERNAL WAVES: POLICY IN THE MANAGEMENT OF THE HALMAHERA MARINE AREA, NORTH MALUKU (2015-2023) Rohani, Siti; Nurjaya, I Wayan; Naulita, Yuli; Karang, I Wayan Gede Astawa
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.4.2025.186-197

Abstract

The waters of Halmahera, North Maluku have potential for the formation of internal waves. The uneven topographic conditions act as a trigger for the generation of internal waves. The Sentinel-1A Synthetic Aperture Radar (SAR), with its advantage of being unaffected by clouds and usable in various weather conditions, is capable of mapping the location of formation and the propagation characteristics of internal waves. The aim of this study is to understand the characteristics and variability of internal waves in the waters of Halmahera, North Maluku. SAR analysis results from the period 2015-2023 show that the dominant generation of internal waves occurs in the south of Halmahera, namely Obi Island, and also in the northeast of Halmahera, namely the Weda Strait, resulting in 74 packets being successfully identified. High interannual variability occurred in 2019, whereas high seasonal variability occurred in the eastern season, namely August. The characteristics of internal wave parameters revealed a maximum phase speed of 4.88 m/s and a minimum of 0.19 m/s, predominantly occurring during the rising tide, when the tide reaches 0.60 meters and the ebb -0.06 meters. The interaction of tides and topography results in density stratification in the thermocline layer at depths of less than 200 meters.
PENDUGAAN STATUS PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN IKAN TONGKOL KOMO (Euthynnus affinis) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PASONGSONGAN Halim, Arif Rahman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.32.1.2026.27-36

Abstract

Provinsi Jawa Timur menjadi kontributor terbesar dalam hasil produksi perikanan tangkap laut nasional tahun 2023 dengan volume 568.955 ton. 9,2% dari total tangkapan tersebut merupakan ikan tongkol. Ikan tongkol di Laut Jawa 67% ditangkap menggunakan pukat cincin. Permintaan terhadap ketersediaan ikan tongkol di pasar yang terus meningkat pada setiap tahunnya dapat menyebabkan penangkapan berlebihan (overfishing). Sehingga perlu dilakukan penelitian terkini untuk mengetahui nilai hasil tangkapan maksimum lestari dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan, serta bagaimana status pemanfaatannya. Penelitian dilaksanakan di UPT. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis data menggunakan metode Walter-Hilborn. Pendugaan status pemanfaatan ikan tongkol komo (Euthynnus affinis) di PPP Pasongsongan menggunakan Walter Hilborn cara 1 karena menghasilkan nilai R Square (R2) tertingi sebesar 0,6949. Status pemanfaatan sebesar 60% dengan kondisi “moderately exploited”. Data menunjukkan rata-rata total tangkapan per tahun 343 ton dibandingkan dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) sebesar 572 ton/tahun, nilai hasil tangkapan maksimum lestari (YMSY) 715 ton, nilai potensi cadangan lestari (Be) 821 ton, dan daya dukung maksimum dari perairan (k) sebesar 1.643 ton. Secara umum implementasi penangkapan tongkol komo (Euthynnus affinis) di PPP Pasongsongan masih tergolong terkendali dengan rerata tangkapan masih dibawah dari nilai JTB. Penangkapan dinyatakan masih beroperasi dalam batas-batas yang memungkinkan populasi ikan untuk pulih dan tetap lestari, namun sudah mendekati batas maksimum.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue