cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,065 Documents
KARAKTERISTIK BIOLOGI DAN DAERAH ASUHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon Fabricius, 1798) DI PERAIRAN ACEH TIMUR Astri Suryandari; Dimas Angga Hedianto; Didik Wahju Hendro Tjahjo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.978 KB) | DOI: 10.15578/jppi.24.2.2018.105-116

Abstract

Udang windu (Penaeus monodon Fabricus) merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomi tinggi di Perairan Aceh Timur yang penangkapannya dilakukan secara terus-menerus sehingga mengancam kelestariannya. Untuk dasar penetapan kawasan konservasinya perlu diketahui karakteristik biologi dan daerah asuhannya. Penelitian dilakukan pada periode 2014-2016 dengan pengambilan data langsung di lokasi pada April, September dan Desember 2014; April dan September 2015 serta April 2016. Parameter yang diamati meliputi hubungan panjang berat, nisbah kelamin, kematangan gonad, fekunditas, kebisaan makanan serta sebaran dan kepadatan stok juvenil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang berat udang windu jantan dan betina bersifat alometrik negatif dengan persamaan W=1,236L2,516 untuk udang jantan dan W=1,266L2,515 untuk udang betina. Jenis makanan udang windu didominasi oleh kelompok Crustceae, Gastropoda, Bivalva, dan detritus. Nisbah kelamin untuk udang windu jantan dan betina di Aceh Timur adalah 1:1,1. Pemijahan udang windu terjadi setiap bulan dengan puncak pemijahan pada Maret dan Agustus dan ukuran pertama kali matang gonad (Lm) adalah pada ukuran panjang karapas 46 mm, sedangkan fekunditas cukup tinggi berkisar antara 195.969-747.129 butir. Daerah asuhan utama udang windu diperkirakan terdapat di perairan estuaria Kuala Peureulak dan perairan ekosistem mangrove Kuala Geuleumpang (Julok).Indian tiger prawn (Penaeus monodon Fabricus) is a fishery commodity with high economic value. East Aceh is known as high quality performance of indian tiger prawn. However, the intensive shrimp catch activity to provide the market demand and people consumption, can be threaten for the sustainability of the shrimp resource. Biological characteristic and nursery ground are essential components required in establishing the conservation area of indian tiger prawn as effort to preserve the resources. A research was conducted during a period of 2014-2016. Field sampling was done in April, September and December 2014; April dan September 2015; April 2016. Parameters observed were length-weight relationship, sex ratio, gonad maturity, fecundity, food habits, distribution and stock density of juvenile. Results showed that length-weight relationship of indian tiger prawn showed allometric negative with equation W=1,236L2,516 for male and W=1,266L2,515 for female . Food composition of shrimp were dominated by Crustaceae, Gastropod, Bivalve and detritus. Sex ratio of indian tiger prawn in East Aceh were 1:1,1. Spawning occured every month and reached its peak in March and August. The length maturity (Lm) of female on the size of 46 mm carapace length, while fecundity were ranged between 195,969-747,129. The main nursery ground of indian tiger prawn are presumed in the Kuala Peureulak estuary and mangrove ecosystem area in Kuala Geuleumpang (Julok).
KONSENTRASI DAN TINGKAT EFISIENSI PENANGKAPAN PUKAT CINCIN PEKALONGAN DI BEBERAPA DAERAH PENANGKAPAN Hufiadi Hufiadi; Eko Sri Wiyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.265 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.2.2010.107-114

Abstract

Kapasitas upaya penangkapan ditentukan oleh beberapa peubah, seperti ukuran kapal, ukuran mesin kapal, ukuran jaring, dan teknologi alat bantu penangkapan. Kajian pengelolaan perikanan pukat cincin di Laut Jawa berbasis kapasitas penangkapan merupakan alternatif pendekatan guna mengendalikan faktor-faktor input yang tidak efisien yang digunakan dalam usaha penangkapan. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat efisiensi teknis dan pemanfaatan kapasitas alat tangkap pukat cincin di Pekalongan. Efisiensi penangkapan dan pemanfaatan kapasitas dari alat tangkap pukat cincin yang dikaji dianalisis berdasarkan pada daerah penangkapan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan kapasitas penangkapan pukat cincin Pekalongan di utara Jawa, Bawean, Maburit, Matasiri, Kangean, dan Masalima tidak optimum, di Maburit pada musim barat, Masalima pada musim peralihan I dan di Bawean pada musim timur telah melebihi jauh dari nilai optimum dan tingkat pemanfaatan kapasitas yang optimum hanya terjadi di perairan Lumu-Lumu pada musim peralihan II (bulan September sampai Desember). Fishing effort capacity is determined by several variables, such as the ships size, engine size, nets size, and fishing agregatting technology. Fisheries management based on fishing capacity is an alternative approach to control inefficient input factors used in fishing business. The objective of this study is to measure the level of technical efficiency and utilization capacity of purse seine in Pekalongan. The technical efficiency and utilization capacity were analyzed based on fishing grounds. The fishing efficiency measurement was performed by using data envelopment analysis. Results showed that generally fishing capacity of Pekalongan purse seiner in several fishing grounds was still not optimum and moreover exceeded its fishing capacity. Fishing capacity utilization for optimum level was only in Lumu-Lumu on monsoon period between September to December.
STRUKTUR DAN KEBIASAAN MAKAN KOMUNITAS IKAN DI ZONA LIMNETIK WADUK IR, DJUANDA, JAWA BARAT Endi Setiadi Kartamihardja; Chairulwan Umar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3804.583 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.3.2006.159-166

Abstract

Waduk Djuanda dengan luas permukaan air maksimum 8.300 ha termasuk perairan yeng subur (eutrolik) dan sebagian besar (80%) dari luas tersebut merupakan wilayah limnetik. Studi struktur, makanan, dan kebiasaan makan komunitas ikan di wilayah limnetik Waduk Djuanda telah dilakukan selama 1 tahun dari bulan April 2003 sampai dengan Maret 2004. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajad stalus struktur komunitas ikan dan peranan dalam memanfaatkan sumber daya pakan yang tersedia.
PRODUKSI KITINASE DAN KITIN DEASETILASE DARI Vibrio harueyi Suyuti Nasran; Farida Ariyani; Ninoek lndriati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5044.986 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.5.2003.33-38

Abstract

Penelitian untuk mengetahui potensi Vibrio harveyi sebagai penghasil kitinase dan kitin deasetilase telah dilakukan.
PERIKANAN TERIPANG DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU Sri Turni Hartati; Indar Sri Wahyuni; Suprapto Suprapto; Elly Reswati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4865.544 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.4.2002.55-64

Abstract

Penelitian status perikanan teripang di perairan Kepulauan Seribu telah dilakukan pada musim peralihan barat ke timur, musim timur dan musim peralihan timur ke barat tahun 2001. perairan pulau Tikus dan Pulau Pramuka ditentukan sebagai lokasi penelitian. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang stok. teripang, lingkungin perairan teripang, perikanan teripang lainnya.
PENINGINGKATAN DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN NILA (Oreochromis nilotucus) DENGAN PENGGUNAAN OBAT-OBATAN Hambali Supriyadi; Oman Komarudin; Pipik Taufik; Zulkifli Jangkaru; Sidi Asih
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3453.029 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.2.1998.8-12

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui cara penanganan telur, larva dan induk bagi peningkatan produksi benih nila melalui penerapan manajemen kesehatan ikan. Dalam penelitian ini digunakan beberapa macam anti jamur untuk penanganan telur serta beberapa macam antibiotik dan vaksin dengan berbagai dosis untuk peningkatan daya sintasan larva,
ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN PATIN PADA MASYARAKAT TANI DI DESA MARIANA-SUMATERA SELATAN Zahri Nasution; Emmy Dharyati; Rupawan Rupawan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4194.661 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.2.1997.35-45

Abstract

Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi budidaya ikan patin pada masyarakat tani di Desa Mariana telah dilakukan dengan cara mensurvai seluruh (12 orang) petani ikan patin yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan masyarakat tani di Desa Mariana dalam menyerap teknologi budidaya ikan patin.
STUDI TENTANG ORGANISME PENYEBAB BERCAK MERAH PADA BAK PEMELIHARAAN LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) Des Roza; Zafran Zafran; Isti Koesharyani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3270.012 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.4.1996.29-34

Abstract

Vibrio harveyi salah satu jenis bakteri yang sering menyebabkan kematian masal larva pada panti benih udang windu. Selain menyebabkan larva udang yang terinfeksi kelihatan menyala dalam keadaan gelap (kunang-kunang) V. harveyi juga dapat menyebabkan bercak merah pada bak pemeliharaan.
KAJIAN PARAMETER POPULASI DAN TINGKAT PEMANFAATAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN PATI DAN SEKITARNYA Tri Ernawati; Wedjatmiko Wedjatmiko; Ali Suman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.795 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.169-176

Abstract

Sumberdaya rajungan (P.pelagicus) di alam telah cukup lama dimanfaatkan. Upaya penangkapan terus-menerus tanpa ada pengelolaan yang tepat dapat mengakibatkan penurunan populasi sumberdaya rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter populasi dan tingkat pemanfaatan rajungan. Penelitian dilakukan di perairan laut Kabupaten Pati dan sekitarnya dari bulan Januari 2012 sampai bulan Maret 2013. Data rajungan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dengan alat tangkap bubu lipat. Daerah penangkapan dikelompokkan menjadi tiga zona penangkapan. Pengelompokkan zona berdasarkan kedalaman dan substrat dasar perairan. Hasil yang diperoleh adalah hubungan lebar karapas dan bobot rajungan tiap zona menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda-beda. Rata-rata rajungan yang tertangkap di zona 2 berukuran lebih kecil karena masih tergolong juwana. Laju pertumbuhan jantan lebih cepat dibandingkan betina dengan ditunjukkan nilai K lebih tinggi. Mortalitas disebabkan penangkapan lebih tinggi dibandingkan mortalitas alami. Tingkat pemanfaatan telah melebihi pemanfaatan optimum sehingga diperlukan pengendalian penangkapan terutama di zona 2.Blue swimming crab (P.pelagicus) resources have been exploited for long time. Open access regime on the resources have resulted blue swimming crab population declined. This research is aimed to assess the population parameters and exploitation rates of blue swimming crab. The study was conducted in Pati and adjacent waters, fromJanuary 2012 toMarch 2013. Crabs data was collected from collapsible traps by fishermen.The fishing grounds were classified into three fishing zones depend on depth and substrat characteristic. The result showed that relations of carapace width and weight of each zone indicate that the growth pattern was different. The catch of crabs in zone 2 were smaller than zone 1 and 3. It’s classified as juveniles. The growth rate of male was faster than females. It’s indicated by a higher K value. Mortality caused by fishing was higher than natural mortality. The utilization rate has exceeded the optimum utilization. It is necessary to control of fishing activity mainly in zone 2.
RELUNG EKOLOGI BEBERAPA IKAN TARGET HASIL TANGKAPAN BUBU DI SEKITAR TERUMBU BUATAN PERAIRAN TELUK SALEH, NUSA TENGGARA BARAT Agus Arifin Sentosa; Hendra Satria
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2011): (September 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.022 KB) | DOI: 10.15578/jppi.17.3.2011.2011-219

Abstract

Terumbu buatan yang ditempatkan di perairan Teluk Saleh merupakan salah satu upaya rehabilitasi habitat. Keberadaan ikan target yang tertangkap di sekitar terumbu buatan menunjukkan peranan terumbu buatan dalam pemacuan stok ikan karang di perairan Teluk Saleh. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis relung ekologi beberapa ikan target di Teluk Saleh. Penelitian dilakukan pada modul terumbu buatan di perairan Pulau Rakit dan Pulau Ganteng, Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat pada bulan April, Juni, dan Oktober 2010. Contoh ikan target diperoleh dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan bubu. Ikan samel dibedah saluran pencernaannya diambil lalu diberi formalin 4% untuk pengamatan di laboratorium. Analisis kebiasaan makanan menggunakan indeks preponderan. Hasil menunjukkan jenis ikan target yang tertangkap bubu terdiri dari 10 famili dan 20 spesies. Analisis kebiasaan makanan menunjukkan sebagian besar ikan target yang tertangkap tergolong ikan karnivora dengan kisaran luas relung antara 1,00 – 3,21. Tumpang tindih relung pada komunitas ikan target menunjukkan adanya kesamaan dalam pemanfaatan sumber daya makanan alami. Analisis pengelompokan dengan similaritas 50% menunjukkan komunitas ikan target di Teluk Saleh memiliki kesamaan dalam memanfaatkan sumber daya makanan alami di Teluk Saleh. Artificial reef placed in the waters of the Saleh Bay is one of the habitat rehabilitation efforts. The presence of target fish species caught around the artificial reefs showed its roles to enhance coral fish stock in the waters of Saleh Bay. The aim of this research was to analyze ecological niche of some target fish species. The study was conducted on artificial reef modules placed in the waters of Rakit Island and Ganteng Island, Saleh Bay, West Nusa Tenggara in April, June and October 2010. Fish samples were collected from fisher catch by using traps. Fish samples were sectioned and the gut organ was preserved in 4% formaldehyde for further analyze in the laboratory. Food habits of the fish were analyzed by using index of preponderance. The result showed that target fish species caught consisted of 20 species of 10 families. The Most of the fish species were belong to carnivorous fish with interval niche breadth between 1.00 to 3.21. Niche overlap of the target fish community indicated the same utilization of natural food resources. Cluster analysis showed that the target fish community in the Saleh Bay had similarities in natural food resources utilization.

Page 7 of 107 | Total Record : 1065


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue