cover
Contact Name
Adi Darmawan
Contact Email
adidarmawan@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jksa@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14108917     EISSN : 25979914     DOI : -
urnal Kimia Sains dan Aplikasi (p-ISSN: 1410-8917) and e-ISSN: 2597-9914) is published by Department of Chemistry, Diponegoro University. This journal is published four times per year and publishes research, review and short communication in field of Chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 796 Documents
Pengaruh Kation Fe2+ terhadap Proses Elektrokimiawi Magnesium pada Model Larutan Pekatan Air Laut (Bittern) Khairul Bariyah; Rahmad Nuryanto; Linda Suyati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.974 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.3.95-100

Abstract

Proses elektrokimiawi magnesium menghasilkan Mg(OH)2 telah dilakukan. Magnesium banyak digunakan dalam bidang industri. Umumnya magnesium diperoleh melalui Proses Dow dari air laut maupun proses elektrokimiawi bittern. Metode penelitian ini didasarkan pada proses pengendapan selektif melalui sistem elektrolisis khusus, yaitu menggunakan 2 kompartemen yang dipisahkan oleh jembatan garam dalam sistem elektrolisis C|NaOH,FeSO4||MgSO4,NaCl|C pada voltase 3; 6; 7,5; 9; 12 dan 13,8 V dengan variasi [Fe2+] 0; 0,01; 0,025; 0,05 dan 0,1 M. Kemurnian endapan Mg(OH)2 ditentukan melalui analisis FTIR dan AAS. Adanya ion Fe2+ menurunkan kuat arus selama elektrolisis dan mengurangi rendemen Mg(OH)2 karena terbentuknya flok. Hasil FTIR menunjukkan bahwa endapan Mg(OH)2 telah terbentuk ditunjukkan oleh vibrasi molekul pada 3695,61cm-1 (ikatan –OH strech) dan 871,82 cm-1 (ikatan Mg-O). Endapan Mg(OH)2 belum murni karena terdapat logam Na dan Fe yang diketahui dari hasil AAS.Rendemen tertinggi pada sistem elektrolisis tanpa penambahan ion Fe2+ sebesar 71,02 %, sedangkan dengan penambahan Fe2+ 0,05 M 54,83 % pada voltase 12 V.
Sintesis dan Karakterisasi TiO2 Terdoping Nitrogen (N-Doped TiO2) dengan Metode Sol–Gel Slamet Karim; Pardoyo Pardoyo; Agus Subagio
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.007 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.63-67

Abstract

Energi celah pita yang lebar dari semikonduktor TiO2 yang setara dengan cahaya ultraviolet (l<380 nm) membatasi aplikasi fotokatalitik hanya terbatas pada daerah ultraviolet dan tidak pada daerah cahaya tampak (l = 400 nm–700 nm). Pada penelitian ini dilakukan sintesis TiO2 teremban nitrogen yang dipreparasi melalui metode sol-gel. Prekursor TiCl4 digunakan sebagai sumber titanium dioksida dan CO(NH2)2 sebagai sumber nitrogen dan divariasi pada jumlah konsentrasi N dengan variasi 20 g, 30 g, 40 g dan 50 g. Refluks dilakukan pada suhu 100oC selama 7 jam dilanjutkan dengan pengeringan selama 3 jam pada suhu 100oC, dan kalsinasi pada suhu 500oC selama 7 jam . Karakterisasi N-doped TiO2 dilakukan menggunakan X-ray Diffraction (XRD), Fourier Transform–Infra Red spectroscopy (FTIR), dan UV- Visible diffuse reflectance spectra (UV-Vis DRS). Berdasarkan data XRD diketahui bahwa kristal N- doped TiO2 berstruktur anatase dengan indeks Miller 101. Spektra FTIR menunjukkan pergeseran serapan vibrasi O-Ti-O pada bilangan gelombang 400-1050 cm-1, diperkirakan sebagai akibat terbentuknya ikatan N-Ti-O. Spektrum DRS-UV–tampak menunjukkan penurunan energi celah pita dari TiO2 yakni 3,2 eV. Dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi nitrogen mengakibatkan penurunan energi celah pita, pada variasi 20g sebesar 3,12 eV, 30 g sebesar 3,09 eV, 40 g sebesar 3,082 eV, dan 50 g sebesar 3,08 eV.
Analisis Pangan: Penentuan Angka Peroksida dan Asam Lemak Bebas pada Minyak Kedelai dengan Variasi Menggoreng Gunawan, Gunawan; Aloysius, Mudji Triatmo Melkias; Rahayu, Arianti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 6, No 3 (2003): Volume 6 Issue 3 Year 2003
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2471.688 KB) | DOI: 10.14710/jksa.6.3.13-16

Abstract

Penentuan angka peroksida dan asam lemak bebas dalam minyak goreng dari kedelai dengan variasi frekuensi menggoreng kentang telah dilakukan. Frekuensi menggoreng dilakukan 10 kali dengan selang waktu 30 menit, lama penggorengan 7 menit. Hasil penelitian menunjukan frekuensi menggoreng menyebabkan kenaikan suhu minyak pada akhir penggorengan. Angka peroksida mengalami kenaikan dari sampel minyak awal 0,3986 mg O/100 g menjadi 3,4690 mg O/100 g pada penggorengan ke-10. Pada proses menggoreng mulai ke-4 menghasilkan angka peroksida melebihi batas SII yaitu 1,1896 mg O/100 g (SII-92= 1 mg O/100 g). Sedangkan angka asam lemak bebas naik dari sampel awal 0,02995 % menjadi 0,3115% pada penggorengan ke-10. Pada penggorengan ke-10 tersebut menghasilkan angka asam lemak bebas melebihi batas SII (SII-92= 0,3%).
Kajian Metode foto-Fenton untuk Penurunan Konsentrasi Ion Logam Berat Pb(II) dan Cu(II) dalam Larutan Secara Simultan dan Sinergi Endang Tri Wahyuni; Dewi Supraba; Sigit Raharjo; Dwi Siswanta
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 5 (2019): Volume 22 Issue 5 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2843.225 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.5.192-199

Abstract

Untuk mencegah pencemaran lingkungan oleh ion logam berat berbahaya, pada penelitian ini telah dilakukan kajian secara sistematis penurunan konsentrasi ion Pb(II) dan Cu(II) dalam larutan secara simultan menggunakan metode foto-Fenton. Proses foto-Fenton berlangsung di dalam suatu reaktor tertutup secara batch. Proses tersebut dilakukan dengan cara menyinari larutan yang mengandung ion Pb(II) dan Cu(II), serta pereaksi Fenton (Fe2+ dan H2O2) dengan lampu UV-A. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi konsentrasi awal ion Pb(II) dan ion Cu(II), dan waktu reaksi, dan kajian efek sinergi yang mungkin terjadi pada penurunan konsentrasi ion Pb(II) dan ion Cu(II) dalam larutan secara simultan melalui proses foto-Fenton. Konsentrasi ion logam Pb(II) dan Cu(II) dalam larutan ditentukan dengan alat AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses foto-Fenton dapat menurunkan konsentrasi ion Pb(II) dan Cu(II), dan efektivitas penurunan yang maksimal tercapai pada konsentrasi ion Pb(II) 35 mg/L dan Cu(II) 35 mg/L dalam waktu 60 menit, yaitu masing-masing 46,12 % dan 16,86%. Penurunan konsentrasi ion Pb(II) dan Cu(II) masing-masing merupakan akibat oksidasi oleh radikal OH membentuk padatan PbO2 dan reduksi oleh elektron menjadi partikel Cu sebagaimana yang ditunjukkan oleh data EDX. Penerapan proses foto-Fenton terhadap larutan yang mengandung ion Pb(II) dan Cu(II) menghasilkan oksidasi ion Pb(II) dan reduksi ion Cu(II) secara simultan dan menunjukkan efek yang sinergi. Efek sinergi tersebut ditunjukkan oleh kenyataan bahwa keberadaan ion Cu(II) di dalam larutan Pb(II) yang mengalami proses foto-Fenton dapat meningkatkan efektivitas oksidasi ion Pb(II) dan peningkatkan tersebut tergantung pada konsentrasi ion Cu(II). Peningkatan oksidasi ion Pb(II) yang tertinggi (81,06%) ditunjukkan oleh adanya ion Cu(II) 35 mg/L. Demikian juga, adanya ion Pb(II) dengan konsentrasi yang bervariasi di dalam larutan Cu(II) yang mengalami proses foto-Fenton, dapat menaikkan efektivitas reduksi ion Cu(II). Kenaikkan fotoreduksi ion Cu(II) sejalan dengan konsentrasi ion Pb(II) yang ada dan kenaikkan reduksi ion Cu(II) yang maksimal (35,31%) tercapai dengan adanya Cu(II) 35 mg/L.
Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Padat Industri Kertas (Dregs) dengan Penambahan Abu Sekam Padi Fitri Anawati; Ahmad Suseno; Taslimah Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.057 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.1.18-23

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis zeolit menggunakan bahan dasar limbah industri kertas berjenis dregs secara refluks. Abu dregs dengan larutan NaOH dicampur ke dalam labu refluks pada temperatur 90°C selama 5 jam. Sintesis zeolit dengan variasi penambahan abu sekam padi. Zeolit yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan Spektroskopi Inframerah, Difraksi Sinar-X dan Analisis Luas Permukaan. Hasil karakterisasi menunjukkan gugus fungsi utama TO4 pada bilangan gelombang 1250-900 cm-1. Sifat kristalinitas zeolit masing-masing membentuk campuran mineral anorthite dan gehlenite. Karakterisasi sifat permukaan menghasilkan ukuran pori rata-rata 13,37 Å. Berdasarkan karakterisasi hasil sintesis, produk sintesis zeolit terbaik yaitu variasi penambahan 6,4 g abu sekam padi (Z4) yang mempunyai luas permukaan spesifik 18,0953 m2/g dan volume pori 12,081 cm3/g.
Pengaruh Pemanasan Terhadap Kemampuan Tanah Diatomit sebagai Adsorben Logam Krom (III) dan Kadmium (II) Nuryono Nuryono; Eko Sri Kunarti; Narsito Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2000): Volume 3 Issue 2 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2838.951 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.2.41-51

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh pemanasan terhadap kemampuan tanah diatomit Sangiran, Sragen, Jawa Tengah terhadap kemampuannya mengadsorbsi logam Cr(III) dan Cd(II) dalam larutan. Sebelum proses adsorpsi dilakukan tanah diatomit dikarakterisasi keberadaan situs aktifnya dengan menggunakan spektrofotometri infra merah (IR) dan analisis termogravimetri (TGA). Adsorpsi dilakukan melalui sistem bath dengan mencampurkan sejumlah sampel tanah dengan larutan logam pada temperatur kamar, 30°C, pH 4,0- 6,0 (tanpa pengaturan) untuk Cr(lll), dan 5.0 - 7,0 untuk Cd(II). Proses serupa dilakukan terhadap tanah diatomit yang telah dipanaskan pada temperatur yang berbeda (300°C, 500°C dan 900°C). Pengaruh lama kontak dan konsentrasi awal logam terhadap adsorpsi dievaluasi untuk menentukan kapasitas, tetapan adsorpsi, dan energi adorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah diatomit melepaskan semua molekul air pada pemanasan 580°C, dan kondensasi gugus silanol menjadi siloksan terjadi pada pemanasan 700°C. Pemanasan tanah diatomit sampai 500°C dapat meningkatkan kemampuan mengadsorpsi ion Cr(III), sedangkan untuk adsorpsi ion Cd(ll) tidak berubah secara signifikan. Sebaliknya, pemanasan sampai 900°C mengakibatkan penurunan yang tajam terhadap kemampuannya mengadsorpsi baik ion Cr(III) maupun Cd(II). Kapasitas adsorpsi tertinggi untuk Cr(III), 205,3 mg/g, terjadi pada tanah setelah pemanasan 500°C, sedangkan untuk Cd(II), 14.93 mg/g, terjadi pada tanah setelah pemanasan 300°C. Tetapan adsorpsi berkisar 6.93 - 11,51 x 103 untuk Cd(II) dan 0,94- 1,58 x 103 untuk Cr(III), sedangkan energi adsorpsi berkisar 17,30- 18,55 kJ/mol untuk Cr(III) dan 21,49- 23,56 kJ/mol untuk Cd(ll).
Pirolisis Kulit Biji Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) dengan Katalis Ni-Ag/Zeolit Eva Noer Kartika; Linda Suyati; Rahmad Nuryanto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.305 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.3.76-78

Abstract

Telah dilakukan pirolisis kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale L.) dengan katalis Ni-Ag/zeolit untuk mendapatkan produk cair hasil pirolisis dan membandingkannya dengan produk cair pirolisis dengan katalis Ni/zeolit.. Pirolisis dilakukan dengan variasi temperatur 200, 250, 300, 350, dan 400°C. Produk yang berupa gas dikondensasikan pada pendingin es-garam kemudian dianalisis dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi temperatur pirolisis semakin banyak massa produk cair yang dihasilkan. Pirolisis kulit biji jambu mete dengan katalis Ni/zeolit menghasilkan produk cair sebesar 0-4,56% dan pirolisis dengan katalis Ni-Ag/zeolit menghasilkan produk cair sebesar 0-5,20%. Senyawa utama yang terkandung dalam produk cair pirolisis kulit biji jambu mete dengan katalis Ni-Ag/zeolit maupun Ni/zeolit adalah 3-octylphenol dan 2-(octyloxycarbonyl) benzoic acid, kecuali pirolisis dengan katalis Ni/zeolit pada suhu 300°C dan dengan katalis Ni-Ag/zeolit pada suhu 250°C, senyawa utamanya adalah 3-nonilphenol dan 2-(octyloxycarbonyl) benzoic acid.
Microbial Growth as Determinant of Antibiotic Production with Biotic Elicitors Stimulation Citra Hardiyanti; Khairullinas Khairullinas; Jeky Sasemar Lumban; Titania Tjandrawati Nugroho; Yuana Nurulita
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 3 (2020): Volume 23 Issue 3 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2803.553 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.3.89-95

Abstract

An antibiotic-resistant and multidrug-resistant (MDR) issue open the role of researchers to continue to search for natural potential as a source of new antimicrobials. One of the potential fungi isolates that can produce antimicrobial active compounds from Indonesian tropical peat soils is Penicillium sp. LBKURCC34. In this study, the production of antimicrobial compounds from local isolates was carried out by batch fermentation method in liquid media with the addition of biotic elicitors to increase the extraction activity and yield. This study aims to optimize the results based on the time the elicitor is added. Staphylococcus aureus was used as a biotic elicitor, which was added on days 2, 3, and 4 in the production of antibiotics by fermentation incubation of 6-14 days. The antibiotic production media was extracted with ethyl acetate and evaporated. The antimicrobial test was carried out by the disk diffusion method against pathogenic bacteria Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, and Staphylococcus epidermidis using three crude extract contents (19; 38; and 57 µg/disc). Amoxicillin® was used as a positive control (10 µL/disc). The results showed that the addition of S. aureus biotic elicitor extended the log phase growth of the fungus Penicillium sp. LBKURCC34. The optimum condition of production was obtained by adding initiator treatment on the 3rd day for 14 days incubation with the highest yield and could inhibit the growth of all pathogenic microbes.
Sintesis Komposit TiO2-Karbon Aktif untuk Fotokatalisis Larutan Zat Warna Direct Blue 19 dan Ion Logam Pb2+ dan Cd2+ secara Simultan Titi Agustin; Nor Basid Adiwibawa Prasetya; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 3 (2013): Volume 16 Issue 3 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.115 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.3.102-107

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis komposit TiO2-karbon aktif untuk fotokatalisis larutan zat warna Direct Blue 19 dan ion logam Pb2+ dan Cd2+ secara simultan. Penelitian dilakukan dengan sintesis TiO2 dari TiCl4, kemudian dibuat menjadi komposit TiO2-karbon aktif yang diuji kemampuan fotokatalitiknya dengan variabel pH, waktu kontak, dan konsentrasi ion logam yang ditambahkan pada larutan zat warna Direct Blue 19. Karakterisasi TiO2 serbuk dan TiO2-karbon aktif dilakukan dengan menggunakan XRD, DR-UV, SEM dan SAA. Sedangkan pengukuran konsentrasi zat warna dan ion logam sebelum dan sesudah diuji fotokatalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan AAS. Hasil penelitian diperoleh serbuk TiO2 sintesis berfasa anatase dengan ukuran kristal sebesar 16,52 nm Energi Band Gap sebesar 3,71 eV. Komposit TiO2-karbon aktif yang dihasilkan berbentuk tablet dengan diameter 0,8 cm, tinggi 0,45 cm dan berwarna abu-abu. Komposit TiO2-KA yang dihasilkan memilki morfologi yang berongga dengan luas permukaan luas area permukaan sebesar 31,366 m2/g, volume pori sebesar 0,102 cc/g sedangkan radius pori sebesar 3,8643 nm. pH optimum untuk proses fotodegradasi ini adalah pada rentang pH 3-4. Penambahan ion logam Cd2+ dan Pb2+ dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi Direct Blue 19 dan secara simultan dapat mereduksi ion logam Cd2+ dan Pb2+.
Isolasi Bakteri Endofit pada Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Linn. Var Rubrum) Penghasil Senyawa Antioksidan Okky Triana; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.19 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.25-29

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi bakteri endhofit pada jahe merah (zingiber officinale linn. var rubrum)penghasil senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri endofit yang bersimbiosis dengan rimpang jahe merah, memperoleh data aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan mengetahui informasi mengenai kandungan kimia metabolit sekunder bakteri endofit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah surface sterilization dan spreading pada media YMA dilanjutkan dengan uji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal DPPH dan penapisan fitokimia. Tahapan penelitian ini meliputi isolasi bakteri endofit yang bersimbiosis dengan rimpang jahe, produksi metabolit sekunder isolat bakteri endofit, uji aktivitas antioksidan dan penapisan fitokimia. Penelitian ini menghasilkan tiga isolat bakteri endofit yaitu isolat J1, isolat J2 dan isolat J3 yang memiliki morfologi sel berbeda serta memiliki aktivitas antioksidan yang paling efektif pada konsentrasi 31,25 ppm dengan nilai % inhibisi pada isolat J1, J2 dan J3 berturut-turut sebesar 22,71% ; 20,86% dan 13,08% dan semua metabolit sekunder isolat bakteri endofit memiliki kandungan flavanoid dan saponin.

Filter by Year

1998 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 8 (2025): Volume 28 Issue 8 Year 2025 Vol 28, No 7 (2025): Volume 28 Issue 7 Year 2025 Vol 28, No 6 (2025): Volume 28 Issue 6 Year 2025 Vol 28, No 5 (2025): Volume 28 Issue 5 Year 2025 Vol 28, No 4 (2025): Volume 28 Issue 4 Year 2025 Vol 28, No 3 (2025): Volume 28 Issue 3 Year 2025 Vol 28, No 2 (2025): Volume 28 Issue 2 Year 2025 Vol 28, No 1 (2025): Volume 28 Issue 1 Year 2025 Vol 27, No 12 (2024): Volume 27 Issue 12 Year 2024 Vol 27, No 11 (2024): Volume 27 Issue 11 Year 2024 Vol 27, No 10 (2024): Volume 27 Issue 10 Year 2024 Vol 27, No 9 (2024): Volume 27 Issue 9 Year 2024 Vol 27, No 8 (2024): Volume 27 Issue 8 Year 2024 Vol 27, No 7 (2024): Volume 27 Issue 7 Year 2024 Vol 27, No 6 (2024): Volume 27 Issue 6 Year 2024 Vol 27, No 5 (2024): Volume 27 Issue 5 Year 2024 Vol 27, No 4 (2024): Volume 27 Issue 4 Year 2024 Vol 27, No 3 (2024): Volume 27 Issue 3 Year 2024 Vol 27, No 2 (2024): Volume 27 Issue 2 Year 2024 Vol 27, No 1 (2024): Volume 27 Issue 1 Year 2024 Vol 26, No 12 (2023): Volume 26 Issue 12 Year 2023 Vol 26, No 11 (2023): Volume 26 Issue 11 Year 2023 Vol 26, No 10 (2023): Volume 26 Issue 10 Year 2023 Vol 26, No 9 (2023): Volume 26 Issue 9 Year 2023 Vol 26, No 8 (2023): Volume 26 Issue 8 Year 2023 Vol 26, No 7 (2023): Volume 26 Issue 7 Year 2023 Vol 26, No 6 (2023): Volume 26 Issue 6 Year 2023 Vol 26, No 5 (2023): Volume 26 Issue 5 Year 2023 Vol 26, No 4 (2023): Volume 26 Issue 4 Year 2023 Vol 26, No 3 (2023): Volume 26 Issue 3 Year 2023 Vol 26, No 2 (2023): Volume 26 Issue 2 Year 2023 Vol 26, No 1 (2023): Volume 26 Issue 1 Year 2023 Vol 25, No 12 (2022): Volume 25 Issue 12 Year 2022 Vol 25, No 11 (2022): Volume 25 Issue 11 Year 2022 Vol 25, No 10 (2022): Volume 25 Issue 10 Year 2022 Vol 25, No 9 (2022): Volume 25 Issue 9 Year 2022 Vol 25, No 8 (2022): Volume 25 Issue 8 Year 2022 Vol 25, No 7 (2022): Volume 25 Issue 7 Year 2022 Vol 25, No 6 (2022): Volume 25 Issue 6 Year 2022 Vol 25, No 5 (2022): Volume 25 Issue 5 Year 2022 Vol 25, No 4 (2022): Volume 25 Issue 4 Year 2022 Vol 25, No 3 (2022): Volume 25 Issue 3 Year 2022 Vol 25, No 2 (2022): Volume 25 Issue 2 Year 2022 Vol 25, No 1 (2022): Volume 25 Issue 1 Year 2022 Vol 24, No 7 (2021): Volume 24 Issue 7 Year 2021 Vol 24, No 6 (2021): Volume 24 Issue 6 Year 2021 Vol 24, No 5 (2021): Volume 24 Issue 5 Year 2021 Vol 24, No 4 (2021): Volume 24 Issue 4 Year 2021 Vol 24, No 3 (2021): Volume 24 Issue 3 Year 2021 Vol 24, No 2 (2021): Volume 24 Issue 2 Year 2021 Vol 24, No 1 (2021): Volume 24 Issue 1 Year 2021 Vol 23, No 12 (2020): Volume 23 Issue 12 Year 2020 Vol 23, No 11 (2020): Volume 23 Issue 11 Year 2020 Vol 23, No 10 (2020): Volume 23 Issue 10 Year 2020 Vol 23, No 9 (2020): Volume 23 Issue 9 Year 2020 Vol 23, No 8 (2020): Volume 23 Issue 8 Year 2020 Vol 23, No 7 (2020): Volume 23 Issue 7 Year 2020 Vol 23, No 6 (2020): Volume 23 Issue 6 Year 2020 Vol 23, No 5 (2020): Volume 23 Issue 5 Year 2020 Vol 23, No 4 (2020): Volume 23 Issue 4 Year 2020 Vol 23, No 3 (2020): Volume 23 Issue 3 Year 2020 Vol 23, No 2 (2020): Volume 23 Issue 2 Year 2020 Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Issue 1 Year 2020 Vol 22, No 6 (2019): Volume 22 Issue 6 Year 2019 Vol 22, No 5 (2019): Volume 22 Issue 5 Year 2019 Vol 22, No 4 (2019): Volume 22 Issue 4 Year 2019 Vol 22, No 3 (2019): Volume 22 Issue 3 Year 2019 Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Issue 2 Year 2019 Vol 22, No 1 (2019): volume 22 Issue 1 Year 2019 Vol 21, No 4 (2018): volume 21 Issue 4 Year 2018 Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018 Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018 Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018 Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017 Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017 Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017 Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016 Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016 Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016 Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015 Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015 Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015 Vol 17, No 3 (2014): Volume 17 Issue 3 Year 2014 Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Issue 2 Year 2014 Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Issue 1 Year 2014 Vol 16, No 3 (2013): Volume 16 Issue 3 Year 2013 Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013 Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013 Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012 Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012 Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012 Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011 Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011 Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011 Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010 Vol 13, No 2 (2010): Volume 13 Issue 2 Year 2010 Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010 Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009 Vol 12, No 2 (2009): Volume 12 Issue 2 Year 2009 Vol 12, No 1 (2009): Volume 12 Issue 1 Year 2009 Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008 Vol 11, No 2 (2008): Volume 11 Issue 2 Year 2008 Vol 11, No 1 (2008): Volume 11 Issue 1 Year 2008 Vol 10, No 3 (2007): Volume 10 Issue 3 Year 2007 Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007 Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007 Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006 Vol 9, No 2 (2006): Volume 9 Issue 2 Year 2006 Vol 9, No 1 (2006): Volume 9 Issue 1 Year 2006 Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005 Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005 Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005 Vol 7, No 3 (2004): Volume 7 Issue 3 Year 2004 Vol 7, No 2 (2004): Volume 7 Issue 2 Year 2004 Vol 7, No 1 (2004): Volume 7 Issue 1 Year 2004 Vol 6, No 3 (2003): Volume 6 Issue 3 Year 2003 Vol 6, No 2 (2003): Volume 6 Issue 2 Year 2003 Vol 6, No 1 (2003): Volume 6 Issue 1 Year 2003 Vol 5, No 3 (2002): Volume 5 Issue 3 Year 2002 Vol 5, No 2 (2002): Volume 5 Issue 2 Year 2002 Vol 5, No 1 (2002): Volume 5 Issue 1 Year 2002 Vol 3, No 3 (2000): Volume 3 Issue 3 Year 2000 Vol 3, No 2 (2000): Volume 3 Issue 2 Year 2000 Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000 Vol 2, No 4 (1999): Volume 2 Issue 4 Year 1999 Vol 2, No 3 (1999): Volume 2 Issue 3 Year 1999 Vol 2, No 2 (1999): Volume 2 Issue 2 Year 1999 Vol 2, No 1 (1999): Volume 2 Issue 1 Year 1999 Vol 1, No 1 (1998): Volume 1 Issue 1 Year 1998 More Issue