cover
Contact Name
Darwanto
Contact Email
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawal.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap
ISSN : 19078229     EISSN : 25026410     DOI : -
Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, Desember. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap memuat hasil-hasil penelitian bidang “natural history” (parameter populasi, reproduksi, kebiasaan makan dan makanan), lingkungan sumber daya ikan dan biota perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
PENDUGAANPARAMETERPERTUMBUHAN,MORTALITAS DANUKURAN PERTAMAMATANGGONAD IKAN GABUS (Channa striata) DI RAWABANJIRAN SUNGAIMUSI Syarifah Nurdawati; Aroef Hukmanan Rais; Fredy Supriyadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.339 KB) | DOI: 10.15578/bawal.6.3.2014.127-136

Abstract

Ikan gabus merupakan salah satu jenis ikan ekonomis penting yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan. Habitat ikan gabus di SungaiMusi yaitu banyak dijumpai di rawa banjiran seperti lebak-lebak di SungaiMeriak, Sungai Semuntul dan hutan rawa Danau Cala. Penelitian dilakukan dari bulan Februari–Desember 2010 dengan tujuan untukmengetahui pertumbuhan, mortalitas, laju pertumbuhan dan ukuran pertama matang gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 11 bulan penelitian didapatkan sampel ikan gabus sebanyak 2.303 ekor dengan kisaran nilai tengah panjang antara 20 - 500 mm, Ikan gabus betina pertama matang gonad berukuran panjang 210 mm sedangkan ikan gabus jantan pada ukuran 185 mm. Dari analisa Ford-Walford diperoleh nilai parameter pertumbuhan dengan panjang asimtotik ikan gabus (L ) sebesar 575,9 mm, koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,173 per tahun dan umur teorits (t0) sebesar - 0,07 per tahun sehingga diperoleh persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy untuk ikan gabus adalah Lt = 575,9 (1-e-0,173(t +0,07)). Dugaan laju kematian alami (M) sebesar 0,25 per tahun dan laju kematian karena penangkapan (F) sebesar 0,51 per tahun. Laju eksploitasi (E) ikan gabus sebesar 0,67 per tahun atau sudah melebihi nilai eksploitasi optimumyaitu 0,50.The snakehead fishis considered to be an important food fish.The fishes arewidely used asraw material refined products. Habitat of Channa striata in floodplain of Musi River, there are in Meriak River, Semuntul River and in plood plain of Cala lake. Estimation of population parameters and size at the firstmaturity of female and male snakehead (Channa striata) has been conducted from February 2010 to December 2010. The purpose is to estimate fish population parameters quantitatively including growth of snakehead. The first sexual maturity and natural mortality (M), fishing mortality (Z) and exploitation rates (E) of snakehead.The results of this study showed that 11 month study period we found as many as 2,306 fish samples of channa striata with mediumlength range value between 20 to 500 mm. Size at first sexual maturity for female were 210 mm in length and for males of 185 mm. Based on the analysis of Ford-Walford growth parameter values obtained L = 575.9 mm, and K= 0.173 per year with a valueof t0 = - 0.07. From the values obtained by the Von Bertalanffy growth equation of Channa striata is Lt = 575,9 (1-e 0,173(t +0,07)).Alleged rate of natural mortality (M) of 0.25 per year and the rate of mortality due to fishing (F) of 0.51 per year and exploitation rate (E) fish by 0.67 per year that more exceed the optimum level exploitation (E = 0.5).
BENTUKPERTUMBUHANKARANGDAERAHTERTUTUP DANTERBUKADI PERAIRAN SEKITARPULAU PAMEGARAN, TELUKJAKARTA Anthony Sisco Panggabean; Bram Setiadji
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 4 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.754 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.4.2011.255-260

Abstract

Lingkungan perairan dapat membedakan bentuk pertumbuhan karang. Untukmengetahui bentuk pertumbuhan karang pada dua lingkungan perairan karang yang berbeda di perairan sekitar Pulau Pamegaran Teluk Jakarta menggunakanmetode life form transek (line intercept transec). Penelitian ini dilakukan pada bulanMei sampai Juli 2005. Hasil pengamatan menunjukan bahwa genus karang yang mendominansi adalah Acropora, Porites, dan Montipora dengan bentuk pertumbuhan karang bercabang dan karang batu ataumasif.Adaptasi bentuk pertumbuhan karang yang dominan pada daerah tertutup (leeward) yaitu bercabang dan genus dominan Acropora. Pada daerah terbuka (windward) bentuk pertumbuhan karang yang dominan yaitu karang batu dari genus Porites. Kondisi substrat di sekitar perairan terbuka di bagian utara Pulau Pamegaran terdiri atas pasir (medium sand) dan di perairan tertutup bagian timur kerikil (pebble) dan pecahan karang mati (rubble). Marine envinronment can make the bend of coral shape were different in the certain areas. Line intercept transec was used to study live coral cover in the waters around of Pamegaran Island, Jakarta Bay. The research was done inMay until July 2005. The results showed that Acropora, Porites, and Montipora were dominat with the bend of coral shape branching and massive. Adaptation of the bend of coral shape in leeward was branching with the dominat genera Acropora.Meanwhile, in the windward area the dominat genera was Porites with bend of coral shape massive. Substrat condition in leeward ares at Pamegaran Island wre dominated by medium sand and the winward areas were dominated by pebble and rubble
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN MALALUGIS (Decapterus macarellus) DI TELUK TOMINI Heri Widiyastuti; Achmad Zamroni
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.144 KB) | DOI: 10.15578/bawal.9.1.2017.63-72

Abstract

Ikan Malalugis (Decapterus macarellus) merupakan ikan pelagis kecil yang banyak ditangkap di perairan Teluk Tomini dengan alat tangkap pukat cincin mini. Penangkapan secara terus menerus tanpa upaya pengendalian dikhawatirkan akan mengancam kelestariannya. Tujuannya adalah untuk menggambarkan indikator biologi reproduksi ikan malalugis di Teluk Tomini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian tentang aspek reproduksi meliputi nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan ukuran pertama kali matang gonad dilakukan pada bulan Juni-Agustus dan Nopember 2015 di Pangkalan Pendaratan Ikan Tenda, Gorontalo. Sampling dilakukan terhadap 572 ekor ikan malalugis yang didaratkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio jenis kelamin jantan dan betina yaitu 1,06:1 dengan rata-rata panjang cagak (Fork length) adalah 24,75 cm. Sebagian besar ikan jantan dan betina dalam kondisi matang gonad. Musim pemijahan diindikasikan pada bulan Agustus-Nopember. Rata-rata ukuran pertama kali matang gonad ikan malalugis betina pada panjang cagak 26,94 cm dan ikan jantan pada panjang cagak 26,74 cm. Indeks kematangan gonad berkisar antara 0,01-6,15% dengan rata-rata IKG sebesar 2,09%. IKG tertinggi terjadi pada bulan Agustus sedangkan IKG terendah pada bulan November. Mackerel scad (Decapterus macarellus) is one of the major contributor of small pelagic fish in Tomini bay, which is being commercially exploited by mini purse seine. Mackerel scad fishing without regarding sustainability will have negative impact for the sustainability of this fish. The objective is to describe bio-reproduction indicators of the scad fishery in the area. Method used in this research was descriptive analysis. The observations on reproductive aspects include sex ratio, maturity stage, gonad somatic index, and estimate length of first maturity was conducted based on data collected during period of June-August and November 2015 at the landing place (PPI) Tenda, Gorontalo. Total specimens measured was 572 fish. The result shows that sex ratio of male and female is 1,06:1. The average of fork length was 24,75 cm. In general, the fish spawned probably between August-November. The size of the first female and male mature gonad was 26,94 cm FL and 29,74 cm FL. Gonad Somatic Index (GSI) ranged from 0,01 to 6,15%. The average of GSI is 2,09%. The highest GSI was in August and the lower was in November.
DATA BASE KEANEKARAGAMAN HAYATI PERIKANAN PERAIRAN UMUM DARATAN DI SULAWESI Adriani Sri Nastiti Sri Nastiti Krismono
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 4 (2009): (April 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.766 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.4.2009.143-150

Abstract

Data base keanekaragaman hayati perikanan perairan umum daratan di Sulawesi dibangun dengan tujuan mengumpulkan dan mengorganisasi data keanekaragaman hayati perikanan perairan umum daratan Sulawesi, agar data base tersebut mudah diakses dan dimanfaatkan sebagai bahan informasi keanekaragaman hayati perairan umum daratan di Indonesia. Metode pembangunan data base keanekaragaman hayati tersebut disusun dalam sebuah aplikasi program Microsoft Access 2000, dan didukung oleh referensi standar taxon list flora dan fauna, batas administrasi Indonesia, dan referensi geografi atau georeference. Berdasarkan pada metode ini, informasi yang dihasilkan dapat ditumpang tindihkan (overlay) untuk memperoleh gambaran, baik secara tekstual maupun secara spasial dengan lokasi yang menjadi cor. Sumber data berasal dari laporan penelitian Pusat Riset Perikanan Tangkap, Perguruan Tinggi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Balai Penelitian Perikanan Air Tawar, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam di lingkup Kabupaten Sulawesi Selatan, karya tulis mahasiswa Universitas Ratulangi Manado. Aktual data base keanekaragaman hayati perikanan perairan umum daratan Sulawesi diperoleh dari sejumlah badan air yang sudah diteliti sekitar 214 buah yang terdiri atas 175 buah sungai dan rawa dengan persentase sungai yang terbanyak di Sulawesi Selatan, danau di Sulawesi Utara, sedangkan perairan waduk hanya dilakukan di satu lokasi yaitu Waduk Bili-Bili di Sulawesi Selatan yang dilengkapi dengan data ikan, plankton, bentos, serangga air, tumbuhan air, dan kualitas air. Berdasarkan pada aplikasi data base diketahui bahwa perlu melengkapi data keanekaragaman hayati perairan sungai, data kualitas air yang baru tercatat sekitar 29 badan air dari 214 badan air.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN LABUHAN MARINGGAI, LAMPUNG TIMUR Adrian Damora; Erfind Nurdin
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 1 (2016): (April 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.353 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.1.2016.13-20

Abstract

Pengusahaan rajungan (Portunus pelagicus) di Labuhan Maringgai, Lampung Timur telah dilakukan secara intensif sehingga perlu upaya pengelolaan yang didasari dari kajian tentang aspek biologinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa aspek biologi rajungan, meliputi hubungan panjang-bobot, faktor kondisi, nisbah kelamin, kematangan kelamin, serta penentuan ukuran minimum yang boleh ditangkap dari sumber daya rajungan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari–Desember 2012. Metode yang digunakan adalah metode survei pada lokasi-lokasi konsentrasi nelayan/pengumpul dan daerah–daerah yang memiliki aktivitas perikanan rajungan yang paling dominan. Sebanyak 3508 ekor contoh rajungan yang diambil secara acak untuk dianalisis beberapa aspek biologinya. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan rajungan jantan bersifat isometrik dan rajungan betina bersifat allometrik positif. Nilai faktor kondisi terbesar pada rajungan jantan terdapat pada bulan Januari, sedangkan pada rajungan betina terdapat pada bulan April. Nilai faktor kondisi terkecil pada rajungan jantan maupun betina terdapat pada bulan Juli. Nisbah kelamin rajungan berada dalam kondisi tidak seimbang. Nilai Lc rajungan betina matang kelamin sebesar 109,72 mmCW dan Lm sebesar 113,50 mmCW. Ukuran minimum rajungan yang boleh ditangkap (minimum legal size) untuk dapat menunjang kelestariannya sebesar 110 mmCW.Exploitation of blue swimming crab (Portunus pelagicus) in Labuhan Maringgai, East Lampung has been intensified so that need the management measures based on the biological aspects study. The objective of this study is to assess the biological aspects including length-weight relationship, condition factor, sex ratio, sex maturity, and minimum legal size of blue swimming crab. This study was conducted from Januari to December 2012. Survey method is used for the study in some of blue swimming crab landing sites. Approximately 3508 samples of blue swimming crab were collected with random sampling. Results showed that the growth of blue swimming indicated isometric and positive allometric, by males and females respectively. The higher condition factor value of blue swimming crab was found in January and April, by males and females respectively. But the lower condition factor value of both was found in July. The sex ratio between males and females of blue swimming crab is not balanced. Lc for mature female  crab is 109,72 mmCW and Lm 113,50 mmCW.  The minimum legal size for the sustainable blue swimming crab fishery was 110 mmCW.
JENIS DAN PERAIRAAN TUMBUHAN AIR BAGI PERIKANAN DI PERAIRAN LEBAK LEBUNG Marson Marson
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.795 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.2.2006.49-52

Abstract

Perairan lebak lebung memegang peranan penting bagi perikanan air tawar di Indonesia dan Juga di tropika lain. Perairan ini selain merupakan sumber protein hewani yang murah bagi penduduk sekitar tetapi juga merupakan sumber perikanan komersial. Kondisi pada musim hujan yang tergenangi dan musim kemarau yang surul menyebabkan daerah ini menjadi daerah bervegetasi, terdapat 37 jenis tumbuhan air di lebak lebung. Tumbuhan air baik secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan dampak yang positif terhadap populasi ikan.
KEDALAMAN RENANG DAN WAKTU MAKAN IKAN ALBAKORA (Thunnus alalunga) DI SAMUDERA HINDIA SEBELAH SELATAN JAWA Andi Bahtiar; Abram Barata; Budi Nugraha
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 6, No 2 (2014): (Agustus 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.961 KB) | DOI: 10.15578/bawal.6.2.2014.89-94

Abstract

Albakora adalah salah satu spesies tuna yang berupa hasil tangkapan beku bernilai ekonomis tinggi bagi kapal-kapal rawai tuna. Penangkapan albakora di Samudera Hindia semakin kompetitif, sehingga setiap nahkoda dan nelayan kapal rawai tuna perlu memiliki pengetahuanmengenai tingkah laku ikan seperti kedalaman renang dan waktu makan. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi langsung di atas kapal rawai tuna yang berbasis di Benoa dan Palabuhanratu sebanyak 3 trip mulaiMaret sampai Nopember 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman renang dan waktu makan albakora di Samudera Hindia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman renang albakora berdasarkan pengamatan data minilogger berada pada kisaran 57,04 - 325,46 m. Albakora lebih banyak tertangkap pada lapisan renang permukaan hingga pertengahan. Intensitas kebiasaan albakora mencarimakanan dilakukan antara pukul 07:45 - 17:59, dengan frekuensi tertinggi aktifmakan yaitu pada selang pukul 10:00 - 11:00. Untukmendapatkan hasil tangkapan albakora yang berlimpah, maka nelayan rawai tuna perlumenggunakanmetode penangkapan dengan perpaduan tipe rawai tuna permukaan dan pertengahan. Pengaturan waktu setting yang dimulai pagi hari dan waktu hauling mulai sore hari adalah waktu yang ideal dalampenangkapan albakora di Samudera Hindia.Albacore is one of the tuna species and mostly landed as frozen catch on tuna longliner. Albacore fishing in Indian Ocean more competitive, so Fishermans or Fishing Masters of tuna longliner must have knowledge of tuna behavior such as swimming layer and feeding periodicity. Research was conducted with observation on board on tuna longliner based Benoa and Palabuhanratu, totally 3 trips during March until November 2013. The aim of research are to know of swimming layer and feeding periodicity of albacore in Indian Ocean. Theresults showed that the swimming layer of albacore based minilogger data are distributed at 57.04 to 325.46 m The results showed that the swimming layer of albacore at 57.04 to 325.46 m. Albacore mostly catched in surface layer to middle in Indian Ocean. The feeding periodicity of albacore’s are start from 7:45pm to 17:59pm, mostly active at 10pmto 11pm. For the maximum catch of albacore’s, every fisherman of tuna longline must have a good fishing tactics. The combination of surface and middle tuna longline types are the best fishing tactics to be applied. The setting of tuna longline begin morning and hauling begin afternoon are the best time for fishing of albacore in the Indian Ocean.
KEBIASAAN MAKAN DAN HUBUNGAN PANJANG BOBOT IKAN GULAMO KEKEN (Johnius belangerii) DI ESTUARI SUNGAI MUSI Eko Prianto; Ni Komang Suryati
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.797 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.6.2009.257-263

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2007 dan 2008 dengan lokasi estuari Sungai Musi, Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan dan hubunganpanjang bobot ikan gulamo keken (Johnius belangerii) di estuari Sungai Musi yang berfungsi sebagai data dasar dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Pengambilan ikan contoh dilakukan pada bulan Juli 2007 dan Januari 2008 dengan menggunakan alat tangkap jaring kantong dan trawl. Analisis data meliputi hubungan panjang bobot, faktor kondisi, luas relung makanan, dan indeks preponderance. Frekuensi ikan gulamo keken yang diamati selama penelitian berjumlah 81 ekor dengan panjang total berkisar antara 7,2-23,8 cm. Berdasarkan pada analisis hubungan panjang bobot Ikan gulamo keken diperoleh nilai b 2,8266 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,93. Hasil uji t menunjukkan pola pertumbuhan ikan gulamo keken yaitu allometrik negatif dan faktor kondisi memiliki kisaran nilai antara 0,58-1,44 dengan rata-rata 1,01. Ikan gulamo keken merupakan jenis ikan karnivora dengan nilai perbandingan panjang usus dengan panjang tubuh berkisar antara 0,22-0,73 (<1). Makanan yang ditemukan di dalam saluran pencernaan ikan gulamo keken adalah udang (89,39%), ikan (6,56%), kepiting (4,03%), dan serangga (0,02%). Sedangkan luas relung makanan tergolong kecil yaitu sebesar 1,24.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN TENGGIRI PAPAN (Scomberomorus guttatus) DI PERAIRAN CILACAP DAN SEKITARNYA Yoke Hani Restiangsih; Tegoeh Noegoho; karsono Wagiyo
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.046 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.3.2016.191-198

Abstract

Tenggiri papan (Scomberomorus guttatus)merupakan ikan yangmemiliki nilai ekonomis penting dan banyak tertangkap dengan gillnet di perairan Cilacap dan sekitarnya. Pada saat ini terdapat kecenderungan ukuran individu yang mengecil. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui beberapa aspek biologi ikan tenggiri papan meliputi sebaran ukuran panjang, hubungan panjang-bobot, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad dan ukuran rata-rata pertama kali matang gonad, berdasarkan hasil tangkapan gillnet yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap pada bulan Februari sampai Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan ukuran panjang cagak berkisar antara 11 – 67cm. Pola pertumbuhan ikan tenggiri papan bersifat isometric dimana pertambahan panjang dan bobotnya seimbang. Nisbah kelamin jantan terhadap betina sebagai 1 : 0,7. Panjang pertama kali ikan tertangkap (Lc) dengan gillnet berukuran mata jaring 3 inchi sebesar 32,7 cmFL dan pertama kalimatang gonad (Lm) sebesar 42,34 cmFL. TingkatKematanganGonad (TKG) ikan jantan dan betina didominasi oleh stadia IV terutama pada bulan Februari dan Mei. Hasil penelitian ini menunjukkan dugaan awal masa pemijahan terjadi pada bulan Maret dan Juni, dengan demikian pemijahan dilakukan secara bertahap. Indo-Pasific king mackerel (Scomberomorus guttatus) is one of fish that has an important economic value.The species were many caught by gillnet in Cilacap and adjacent waters. Research was conducted to determine biological aspect of Indo-Pasific king mackerel that includes length distribution, length-weight relationship, sex ratio, maturity stage and length at first mature, based on monthly catches landed at Cilacap fishing port during February to December 2013. The results showed that folk length ranged from 11 to 67 cm. The growth pattern are isometric. The condition of sex ratio ofmales to females was 1 : 0,7. Length at first capture(Lc) by gillnet with mesh size of 3 inches was 32.7 cmFL and length at first maturity(Lm) was 42.34 cmFL. The gonade maturity stage of males and females were dominated by stage IV mainly in Febuary and May. It was indicated that spawning seasons occured in March and June. It was indicated that the fish has multiple spawner.
PERIKANAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) DI PERAIRAN MARISA. TELUK TOMINI Budi Nugraha; Suwarso Suwarso
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1916.702 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.3.2006.107-111

Abstract

Eksploilasi sumber daya tuna di perairan Teluk Tomini telah berlangsung lama dan cukup intensif dengan menggunakan  kapal-kapal yang bersifat tradisionar. Jenis ikan utama yang dieksploitasi di Teluk Tomini adalah madidihang atau tuna sirip kuning alau yellowfin tuna (Thunnus albacares). Tulisan ini berisi tentang perikanan tuna yang ditangkap oleh pancing ulur, antara lain mengenai aspek operasional, akivitas penangkapan, dan hasil tangkapan, berdasarkan pada data dan informasi yang terkumpul di Marisa (Propinsi Gorontalo).

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 17, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 17, No 1 (2025): April 2025 Vol 16, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 16, No 2 (2024): AGUSTUS 2024 Vol 16, No 1 (2024): (APRIL) 2024 Vol 15, No 3 (2023): (DESEMBER) 2023 Vol 15, No 2 (2023): (AGUSTUS) 2023 Vol 15, No 1 (2023): (APRIL) 2023 Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022 Vol 14, No 2 (2022): (Agustus) 2022 Vol 14, No 1 (2022): (APRIL) 2022 Vol 13, No 3 (2021): (DESEMBER) 2021 Vol 13, No 2 (2021): (AGUSTUS) 2021 Vol 13, No 1 (2021): (April) 2021 Vol 12, No 3 (2020): (Desember) 2020 Vol 12, No 2 (2020): (AGUSTUS) 2020 Vol 12, No 1 (2020): (April) 2020 Vol 11, No 3 (2019): (Desember) 2019 Vol 11, No 2 (2019): (Agustus) 2019 Vol 11, No 1 (2019): (April) 2019 Vol 10, No 3 (2018): (Desember) 2018 Vol 10, No 2 (2018): (Agustus) 2018 Vol 10, No 1 (2018): April (2018) Vol 9, No 3 (2017): (Desember) 2017 Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017) Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017) Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016) Vol 8, No 2 (2016): (Agustus 2016) Vol 8, No 1 (2016): (April 2016) Vol 7, No 3 (2015): (Desember 2015) Vol 7, No 2 (2015): (Agustus 2015) Vol 7, No 1 (2015): (April 2015) Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 6, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 6, No 1 (2014): (April 2014) Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 5, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 5, No 1 (2013): (April 2013) Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 4, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 4, No 1 (2012): (April 2012) Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011) Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011) Vol 3, No 4 (2011): (April 2011) Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 3, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 3, No 1 (2010): (April 2010) Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009) Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009) Vol 2, No 4 (2009): (April 2009) Vol 2, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 2, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 2, No 1 (2008): (April 2008) Vol 1, No 6 (2007): (Desember 2007) Vol 1, No 5 (2007): (Agustus 2007) Vol 1, No 4 (2007): (April 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) More Issue