cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JUANG: Jurnal Wahana Konseling
ISSN : 26229080     EISSN : 26226278     DOI : -
Core Subject : Social,
JUANG: JURNAL WAHANA KONSELING JUANG merupakan jurnal konseling yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Palembang. Tujuan dari jurnal ini adalah mempublikasikan artikel atau karya ilmiah berupa penulisan teoritis dan praktis, serta hasil penelitian baik Mahasiswa, Guru, Dosen maupun Praktisi Bimbingan dan Konseling. Fokus artikel dalam jurnal ini adalah Konseling dan Pendidikan, diantaranya isu Pendidikan serta masalah pelayanan konseling baik di institusi Pendidikan maupun di luar institusi Pendidikan. Jurnal ini terbit enam bulan sekali yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM BERETIKA MELALUI PEMBUATAN FILM PENDEK ( STUDI EKSPERIMEN SEMU DI SMAN 1 TUNGKAL ILIR) Febriyati, Zuli; Darmawani, Evia; Suryahadikusumah, Ahmad Rofi
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.129 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2699

Abstract

Kemampuan berperilaku etis siswa saat ini mengalami penurunan yang ditandai dengan  seringnya membuat gaduh di kelas sehingga mengganggu kelas yang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pembuatan film pendek dapat mempengaruhi perilaku siswa dalam beretika di Sekolah Mengah Atas Negeri 1 Tungkal Ilir.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design one-group pre-test-post-test design. Sampel penelitian siswa kelas XI IPS 1 yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan film pendek efektif untuk meningkatkan perilaku etis siswa, dilihat dari analisis data statistik didapat bahwa berdasarkan hasil perhitungan uji-t dengan taraf signifikan (α) 0,05 dan dk = 25 − 1 = 24 didapatkan nilai thitung = 8,3172. Penelitian membuktikan dengan membuat film pendek siswa menyadari dan memahami baik buruknya perilaku. Pembuatan film pendek ini dapat dijadikan media bagi pelayanan bimbingan klasikal di kelas lain
UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAKAT MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KARIR DENGAN STRATEGI PROBLEM SOLVING PESERTA DIDIK KELAS X IPS.2 SMA NEGERI 18 PALEMBANG Yusfandaria, Yusfandaria
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.711 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2756

Abstract

Abstrak PTK Konseling ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan mengenal bakat siswa melalui layanan Bimbingan Karir dengan strategi Problem Solving peserta didik kelas X IPS 2 SMA Negeri 18 Palembang. Perencanaan ini dilakukan selama tiga bulan dari Februari s/d April 2017 semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Subjek penelitian sebanyak 30 orang. Dilaksanakan pada tugas perkembangan "mengenal kemampuan, bakat, minat serta arah kecendrungan karir dan aspirasi seni". Ditambah satu orang guru sebagai kolaborator. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terlihat adanya peningkatan kemampuan belajar siswa dari siklus I ke siklus II.  Kata kunci: BK, layanan Bimbingan Karir, Strategi Problem Solving EFFORTS TO DEVELOP TALENT ABILITY THROUGH CAREER BIMBING SERVICES WITH PROBLEM SOLVING STRATEGIES PARTICIPANTS IN X IPS.2 SMA NEGERI 18 PALEMBANGAbstract Counseling was carried out with the aim of knowing the ability to recognize students' talents through Career Guidance services with a strategy of Problem Solving students in class X IPS 2 SMA Negeri 18 Palembang. This planning is carried out for three months from February to April 2017 even semester 2016/2017. The research subjects were 30 people. Performed in the development task "to recognize the abilities, talents, interests and direction of career trends and artistic aspirations". Added one teacher as a collaborator. Based on the results of the research that has been done, it can be seen that there is an increase in student learning abilities from cycle I to cycle II. Keywords: BK, Career Guidance service, Problem Solving Strategy 
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIER MELALUI BIMBINGAN KARIR MEDIA MIND MAPPING Sari, Kurnia; Istiqoma, Vella Auliya
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.467 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2682

Abstract

Mid mapping merupakan suatu media untuk mempermudah siswa dalam merencanakan karier melalui gambar peta pemikiran yang dibuat oleh masing-masing siswa sesuai dengan minat dan bakat. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karir melalui bimbingan karier media mind mapping pada siswa kelas XI di SMA Ungul Negeri 3 Palembang.Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas. Model penelitian yang digunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini yaitu 58 orang siswa. Objek penelitian adalah perencanaan karir. Pengumpulan data akan dilakukan melalui angket, observasi dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dapat meningkatkan kemampuan perencanaan karir siswa. Peningkatan dapat dilihat pada hasil penelitian. Pada kondisi awal siswa mayoritas berada pada kriteria sangat rendah dengan jumlah 40 anak (69%). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, kemampuan perencanaan karir mengalami peningkatan yaitu untuk kriteria sangat rendah tidak ada (0%). Perolehan skor terbanyak berada pada kriteria tinggi sejumlah 27 anak (47%). Pada siklus II meningkat pada kriteria sangat tinggi sejumlah 58 anak (100%). Penelitian ini dihentikan sampai siklus II karena sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan. Kata Kunci : Perencanaan Karier, Bimbingan Karier Media Mind Mapping 
ASESMEN KETERAMPILAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING SEMESTER ENAM DALAM PELAKSANAAN KONSELING LINTAS BUDAYA Ferdiansyah, Muhammad; Noverina, Romadhona
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.066 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2758

Abstract

 Abstrak Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan perbedaan masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan konseling konselor berpotensi mengalami kegagalan dalam memahami budaya peserta didik atau konseli sehingga dapat berakibat pada gagalnya proses konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil asesmen dan kemudian diajadikan sebagai informasi untuk mengambil tindakan yang lebih baik. penelitian menggunakan metode evaluasi dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan FGD. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Temuan penelitian diperiksa melalui empat kreteria yaitu (1) uji Kepercayaan 2) Keteralihan, 3) Defendibilitas 4) Konformitas. Hasil penelitian ditemukan bahwa ; a)kesalahan dalam melakukan diagnosis masalah konseli b)lemahnya wawasan tentang budaya konseli c)Lemahnya kemampuan dalam membangun relasi terapeutik, d) kesulitan dalam melakukan empati dan e)lemah dalam mengeksplorasi masalah konseli Kata Kunci:Asesmen,Keterampilan Mahasiswa BK, Konseling Lintas Budaya. AbstractIndonesia was a country that has many various in community differences, so that in the implementation of counseling, counselor had the potential to fail in understanding the culture of students or counselees, so it can be resulted in the failure of the counseling process. This study was aimed to obtain assessment result then made as information to take better action. The research used evaluation methods with a study case approach. The technique of collecting data was used by interview, observation, and documentation. The sample was used purposive sampling technique. The research findings were examined through four criteria, namely (1) Trust test, 2) Transferability, 3) Dependability, 4) Conformity. The result was showed that students were not skilled in a) diagnosing counselee problems b) low of insights about counselee culture c) low of ability to build therapeutic relationship, d) difficulty in doing empathy and e) low in exploiting counselee problems.Keywords: Assessment, Counseling Guidance Student Skills, Cross-Cultural Counseling. 
Model Teoritik Regulasi Diri, Motivasi Berprestasi, Harga Diri dengan Kematangan Karir Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Tulungagung Zuhdi, Muhammad Sholihuddin
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.504 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji menguji model teoritik kematangan karir dan pengaruh harga diri, regulasi diri, dan motivasi berprestasi terhadap kematangan karir mahasiswa bimbingan dan konseling islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Causal Relationship Study dan analisis data adalah uji statistik yakni struktural equation modelling (SEM). Hasil uji hipotesis melalui analisis SEM diperoleh kesimpulan bahwa model teoritik kematangan karir mahasiswa bimbingan dan konseling islam telah terbukti layak (GFI = 0.924 dengan kriteria > 0.900) dan memperoleh dukungan data empiris (x2=149.799, p=0.398 dengan kriteria > 0.05), serta harga diri mempengaruhi motivasi berprestasi, regulasi diri mempengaruhi motivasi berprestasi, harga diri mempengaruhi kematangan karir, regulasi diri mempengaruhi kematangan karir, dan motivasi berprestasi mempengaruhi kematangan karir.
BUDAYA ADIL GENDER PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN PERAN Putri, Ramtia Darma
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.049 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2802

Abstract

ABSTRAKPerkenalan terhadap masalah gender selayaknya dilakukan sedini mungkin. Hal ini penting karena berkaitan erat dengan tugas perkembangan sosial yang harus dilewati oleh anak usia dini yaitu mempelajari tentang perbedaan jenis kelamin agar sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun seiring dengan adanya perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat, peran gender tidak lagi secara khusus dikaitkan dengan jenis kelamin seseorang. Identitas gender maupun peran gender lebih difungsikan akibat pengaruh sosial baik dalam sosialisasi, hasil interaksi sosial maupun proses rekognisi dari sejumlah pengetahuan yang dimiliki seseorang. Beberapa alternatif pemecahan masalah yang mungkin dapat diterapkan dalam mengatasi kesalahpahaman mengenai gender. Khusus pada dunia pendidikan, Budaya adil gender pada anak usia dini akan berlangsung secara optimal dan efektif bila direncanakan dengan baik dan metode yang tepat. Untuk itu guru perlu merencanakan dengan matang salah satu strategi adil gender yaitu melalui bermain peran. Melalui metode bermain peran, anak diharapkan dapat mengenali jati dirinya sendiri serta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan fantasi dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya sesuai dengan pengalaman dan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Adil Gender, Anak Usia Dini, Bermain Peran ABSTRACKIntroducing gender issues should be done as early as possible. This is important because it relates to the task of social development that must be passed by early childhood, namely about the sex to suit what is expected. But along with the social changes that occur in society, gender roles are no longer related to one's gender. Gender identity and gender roles are more functioned from social influences both in socialization, the results of social interaction and the process of recognition of the amount of knowledge needed by a person. Some alternative solutions to problems that might be applied in overcoming misunderstandings about gender. Especially in the world of education, fair gender culture in early childhood will take place optimally and effectively if approved by the right method. For this reason teachers need to plan with a gender strategy one of which is through role playing. Through the role playing method, children are expected to be able to use their own teak and get opportunities to develop fantasies and channel their interest in accordance with their experiences and activities in daily life. Keywords: gender fair, early childhood, role playing
MINAT REMAJA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI DITINJAU DARI KONDISI EKONOMI KELUARGA DI DESA MANYABAR KECAMATAN PANYABUNGAN Vitria, Dela
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 2 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v2i2.3323

Abstract

ABSTRACTEducation has an important role in showing national civilization. The goverment is required to concentrate to improve and advance the quality and quantity of education continuously. Therefore the authort are interested in examining the interest of adolescents in continuing their education to higher education in terms of the family economic conditions in the manyabar village of panyabungan sub-district. The aim to be achieved in this study is to determine the economic level of parents wits interest in adolescents continuing their education to college. The approach taken in this study are three teenagers who did not continue their education to college. Data collection used is observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the economic cindition of the family strongly influenced adolescents in this village to continua their education to college.Keywords: Teenage , Education, College, Economic
Peranan Penyuluh dalam Menyukseskan Program Keluarga Berencana Rizky Andana Pohan; Zainun Zainun; Abdul Karim Batubara
Jurnal Wahana Konseling Vol 1, No 2 (2018): JUANG
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.826 KB) | DOI: 10.31851/juang.v1i1.2064

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui (1) program apa saja yang dilaksanakan Penyuluh KB, (2) bagaimana metode yang digunakan dalam pelaksanaan program KB, (3) hambatan yang dihadapi penyuluh dan yang terakhir adalah untuk mengetahui faktor yang  mendukung pelaksanaan program KB. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik analisa data yang dilakukan dengan merujuk kepada teknik analisa data model Miles dan Huberman yaitu: Reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian adalah empat orang penyuluh KB Kecamatan Kotapinang. Hasil penelitian menemukan bahwa  Program yang dilaksanakan Penyuluh KB adalah program KB dengan beberapa sub program pendukung. Sementara metode yang digunakan adalah metode langsung dan metode tidak langsung. Beberapa faktor menjadi penghambat dalam pelaksanaan Program KB antara lain: Faktor masyarakat yang kurang merespon, budaya, rendahnya pendidikan, dan geografis. Sementara faktor pendukung pelaksanaan Program KB yaitu faktor internal dari penyuluh, sementara faktor eksternal yaitu dukungan pemerintah, masyarakat, maupun swasta. Kata Kunci: Penyuluh, KBABSTRACTThe purpose of this study was to determine (1) what kind of program conducted by KB Counsellor (2) How is the method used in conducting KB programs (3) what kind of the oobstacles faced by counsellor and (4) what kind of supporting factor in conducting KB program. Research method used in this study was qualitative research by using data analysis Miles and Huberman model namely:  data reduction, data displaying, summarising. Research informant is four KB counsellors of sub-district of Kotapinang. The study result showed that program conducted by KB counsellor is KB program that is combined with some of supported sub-program. In addition, method used was directing and in directing method. Some of obstacle factors faced in conducting KB program are community factors, cultures, level of education, people mindset, and geographic factor. On the other hand, there are some supported programs namely external factor such as level of education and internal factor such as counselor itself. Keywords: Counselors, KB
Budaya Adil Gender pada Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Bermain Peran Ramtia Darma Putri
Jurnal Wahana Konseling Vol 2, No 1 (2019): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.049 KB) | DOI: 10.31851/juang.v2i1.2802

Abstract

ABSTRAKPerkenalan terhadap masalah gender selayaknya dilakukan sedini mungkin. Hal ini penting karena berkaitan erat dengan tugas perkembangan sosial yang harus dilewati oleh anak usia dini yaitu mempelajari tentang perbedaan jenis kelamin agar sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun seiring dengan adanya perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat, peran gender tidak lagi secara khusus dikaitkan dengan jenis kelamin seseorang. Identitas gender maupun peran gender lebih difungsikan akibat pengaruh sosial baik dalam sosialisasi, hasil interaksi sosial maupun proses rekognisi dari sejumlah pengetahuan yang dimiliki seseorang. Beberapa alternatif pemecahan masalah yang mungkin dapat diterapkan dalam mengatasi kesalahpahaman mengenai gender. Khusus pada dunia pendidikan, Budaya adil gender pada anak usia dini akan berlangsung secara optimal dan efektif bila direncanakan dengan baik dan metode yang tepat. Untuk itu guru perlu merencanakan dengan matang salah satu strategi adil gender yaitu melalui bermain peran. Melalui metode bermain peran, anak diharapkan dapat mengenali jati dirinya sendiri serta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan fantasi dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya sesuai dengan pengalaman dan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Adil Gender, Anak Usia Dini, Bermain Peran ABSTRACKIntroducing gender issues should be done as early as possible. This is important because it relates to the task of social development that must be passed by early childhood, namely about the sex to suit what is expected. But along with the social changes that occur in society, gender roles are no longer related to one's gender. Gender identity and gender roles are more functioned from social influences both in socialization, the results of social interaction and the process of recognition of the amount of knowledge needed by a person. Some alternative solutions to problems that might be applied in overcoming misunderstandings about gender. Especially in the world of education, fair gender culture in early childhood will take place optimally and effectively if approved by the right method. For this reason teachers need to plan with a gender strategy one of which is through role playing. Through the role playing method, children are expected to be able to use their own teak and get opportunities to develop fantasies and channel their interest in accordance with their experiences and activities in daily life. Keywords: gender fair, early childhood, role playing
Pentingnya Pemanfaatan Teknologi Informasi Oleh Guru Bimbingan dan Konseling Triyono Triyono; Rahmi Dwi Febriani
Jurnal Wahana Konseling Vol 1, No 2 (2018): JUANG
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.333 KB) | DOI: 10.31851/juang.v1i2.2092

Abstract

ABSTRAK Teknologi informasi merupakan faktor penting dalam proses pelayanan BK. Adanya pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat mendorong guru BK/konselor untuk lebih kreatif, inovatif, variatif dalam mencari informasi terbaru dalam proses pelayanan. Oleh sebab itu, teknologi hasus dimanfaatkan dengan sebaik dan seoptimal mungkin oleh guru BK/konselor agar pelayanan yang diberikan bisa memberikan hasil yang optimal. Agar teknologi bisa dimanfaatkan secara optimal maka tidak akan terlepas dari kemauan, pengetahuan, dan keterampilan guru BK/konselor dalam memanfatkannya untuk proses pelayanan. Guru BK/konselor yang memiliki pengetahuan dan keterampilan maka akan cenderung memanfatkan teknologi informasi dalam pelayanan bimbingan dan konseling.Kata Kunci: Teknologi informasi, guru, bimbingan dan konseling.  THE IMPORTANCE OF UTILIZING INFORMATION TECHNOLOGY BY TEACHER AND CONSELING TEACHERS ABSTRACT Technology information is an important factor in the process of guidance and counselling services. The existence of the utilization of technology information is expected to encourage teachers of guidance and counseling for a more creative, innovative, and varied in finding and providing the latest information in the process of counselling. Therefore, technology should be put to my best optimal and perhaps by the teacher guidance and counseling so that the given service can give you optimal results. However, the situation there is still the fact teacher guidance and counselling have yet to utilize technology information optimally. While technology information is one of the factors supporting the ministry of guidance and counseling. So the technology can be utilized optimally then there will be regardless of the will, knowledge, and skills of the teacher guidance and counseling in the figure for service of process. Teacher guidance and counselling have the willingness, knowledge, and skills it will tend to also take advantage of technology information in the service of guidance and counseling. Keyword: Technology information, teacher, guidance and counseling.

Page 2 of 14 | Total Record : 140