cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 274 Documents
SISTEM KEWASPADAAN DINI (SKD) KLB DBD DI KABUPATEN SRAGEN Pertiwi, Julia
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.456

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral disease that is transmitted by mosquitoes, so there is the potential for outbreak. The aim of this study are to determine the implementation of DHF’s outbreak response conducted by “Posko DBD Sragen”. The study design is case study using qualitative studies. Variables that are data collection and processing; data presentation and analysis; and conclusions and follow-up. The study was conducted in August - October 2019 with 6 respondents. “Posko DBD Sragen” is 35 units and reporting dengue cases regularly on the same day, the collection is done by Whats App group. Presentation of data using tabulations and combined with graphs to make it easy to do descriptive analysis. Data analysis has been carried out since making weekly tabulations, so that any abnormalities that occur in the work area can be immediately identified precautions. Presentation and analysis of data is done by analyzing people, places and times.
KUALITAS PELAYANAN SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA SISTEM BRIDGING DILIHAT DARI PETUGAS PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN DI RS. X Hakam, Fahmi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.457

Abstract

Ruang lingkup layanan BPJS sangat luas, tentu saja ada banyak masalah kompleks yang terjadi dalam proses layanan. Permasalahan tersebut antara lain antrian panjang yang timbul karena jumlah pasien yang tinggi, beban kerja petugas yang semakin meningkat karena menjadi entri data lebih dari satu kali, yaitu pada SIMRS dan SEP, sumber daya manusia yang tersedia menjadi kewalahan untuk dapat memberikan layanan cepat untuk semua pasien BPJS sehingga kinerja petugas menurun. Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan perawatan, terutama dalam penerimaan rawat jalan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui perbedaan kualitas layanan di Rumah Sakit X sebelum dan sesudah sistem bridging diimplementasikan. Mengetahui perbedaan kualitas layanan sebelum dan sesudah sistem bridging diimplementasikan pada penerimaan pasien rawat jalan Rumah sakit X. Pendekatan kuantitatif analitik komparatif observasional dengan desain studi cross-sectional. Kualitas layanan sebelum sistem bridging 3% petugas menilai sangat baik, 65% baik, 31% tidak baik, 1% tidak terlalu baik. Kualitas layanan setelah sistem bridging menerapkan tingkat petugas 38% itu sangat baik, 57% baik, tidak baik 5%, 0% tidak terlalu baik. Dari uji Wilcoxon menunjukkan bahwa koefisien korelasi -3,727? maka Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,000. Ini menunjukkan bahwa ? <0,05 berarti Ho ditolak. Ada perbedaan yang signifikan dalam kualitas layanan sebesar -3,727? dan Asymp. Sig 0,000 antara sebelum dan sesudah sistem bridging diterapkan di Rumah Sakit X.
ANALISA PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN METODE WISN PADA PETUGAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT X DI SURAKARTA JAWA TENGAH Asriati, Yul
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.628

Abstract

ABSTRACTHospital X in Surakarta is a referral hospital BPJS, has a high workload seen from the high number of outpatient and inpatient visits in the medical record unit of the registration section. The melting is quite high in June 2017, so it requires HR planning in the registration section to calculate the needs of medical records officers using WISN (Work Load Indicator Staff Need). This research method using a sample is non random sampling, namely sampling type of research that is descriptive with a qualitative approach while the desired research design is phenomelogy. The instruments used include observation guidelines, interview guidelines, notebooks, stopwatch. the sample taken in this study is the medical records officer registration section selected by total sampling, who worked in the outpatient and inpatient registration and IGD as many as 49 people. Observations are made every 10 minutes and the results are recorded. Furthermore, the observations are used to calculate standard workload and allowance standards. The result, based on the analysis of the needs of personnel in the medical record installation at Hospital X in Surakarta, that the need for personnel in the registration unit was fulfilled  Keywords: HR Planning, Medical Records, WISN ABSTRAKRumah sakit X di Surakarta merupakan rumah sakit rujukan BPJS, mempunyai beban kerja yang tinggi terlihat dari jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap di unit rekam medis bagian pendaftaran. lebur yang cukup tinggi yaitu sebanyak 32,5 jam pada bulan September 2017. Sehingga membutuhkan perencanaan SDM di bagian pendaftaran, untuk menghitung kebutuhan petugas rekam medis menggunakan WISN (Work Load Indicator Staff Need). Metode penelitian ini  menggunakan sampel yaitu non random sampling. Jenis penelitian yang adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif  sedangkan rancangan penelitian yang diinginkan adalah fenomelogi. Instrumen yang digunakan antara  lain pedoman observasi, pedoman wawancara, buku catatan, stopwatch. sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah petugas rekam medis bagian pendaftaran yang dipilih secara total sampling seluruh petugas rekam medis yang berkerja di bagian pendaftaran rawat jalan dan rawat inap serta IGD sebanyak 49 orang.  Pengamatan dilakukan setiap 10 menit dan hasilnya di catat. Selanjutnya hasil pengamatan digunakan untuk menghitung standar beban kerja dan standar kelonggaran.  Hasilnya, Berdasarkan analisis kebutuhan tenaga di instalasi rekam medis RS X di Surakarta bahwa kebutuhan tenaga di unit pendaftaran sudah memenuhi Kata Kunci: Perencanaan SDM, Rekam Medis, WISN
ANALISIS PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN SRAGEN Nurbaya, Fiqi; Pertiwi, Julia
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.663

Abstract

ABSTRAK Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengue hemorrhagic fever adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk sehingga berpotensi terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Penanggulangan KLB DBD sudah diatur dalam Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Secara nasional, kasus DBD mengalami penurunan. Tahun 2017 dilaporkan 22.000 kasus, menurun pada tahun 2018 menjadi 11.000 kasus. Kasus DBD di Jawa Tengah sejak awal tahun 2019 hingga akhir Januari 2019 tercatat 1.204 kasus. Beberapa kabupaten di wilayah Jawa Tengah yang telah mengalami peningkatan kasus DBD adalah Kabupaten Sragen (200 kasus). Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mencatat bahwa ratusan kasus DBD tersebut ditemukan di 19 kecamatan dengan 3 kecamatan yang menyumbang angka tertinggi adalah Gemolong 11 kasus, Sumberlawang 15 kasus dan Mondokan 21 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa situasi penanggulangan DBD di Kabupaten Sragen menggunakan pendekatan GAP Analysis Critical Succes Factor (CSF) penelian ini merupakan penelitian Case study dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini akan menggali kesenjangan antara pedoman dan realita pada penanggulangan DBD di Kabupaten Sragen. Penelitian dilakukan di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen di bagian P2PL. Jumlah kasus DBD di Kabupaten Sragen sejak tahun 2014 sampai Juni 2019 sebanyak 2.462 dengan kasus tertinggi tahun 2016 sebanyak 875. Komponen yang dilakukan dinas kesehatan kabupaten sragen untuk mengatasi KLB DBD adalah komponen input dan komponen proses dan komponen output. Kata kunci : Kejadian Luar Biasa, Demam Berdarah Dengue ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dengue hemorrhagic fever is a viral disease that is transmitted by mosquitoes, so there is the potential for Extraordinary Events (KLB). The handling of DHF outbreaks has been regulated in the Guidelines for Investigation and Management of Extraordinary Events published by the Indonesian Ministry of Health. Nationally, dengue cases have decreased. In 2017 there were 22,000 cases reported, decreasing in 2018 to 11,000 cases. DHF cases in Central Java since the beginning of 2019 until the end of January 2019 recorded 1,204 cases. Some districts in Central Java that have experienced an increase in dengue cases are Sragen District (200 cases). Sragen District Health Office (DKK) noted that hundreds of DHF cases were found in 19 sub-districts with 3 sub-districts contributing the highest number to Gemolong 11 cases, Sumberlawang 15 cases and Mondokan 21 cases. The purpose of this study is to analyze the situation of DHF prevention in Sragen Regency using the GAP Analysis Critical Success Factor (CSF) approach. This research is a case study research using a qualitative approach. This research will explore the gap between guidelines and reality in the handling of DHF in Sragen District. The study was conducted in the scope of the Sragen Regency Health Office in the P2PL section. The number of dengue cases in Sragen District from 2014 to June 2019 was 2,462 with the highest cases in 2016 as many as 875. Components performed by the Sragen District Health Office to deal with DHF outbreaks are input components and process components and output components. Keywords: Extraordinary Events, Dengue Hemorrhagic Fever.
APLIKASI SENSUS HARIAN RAWAT INAP BERBASIS DESKTOP UNTUK MEMPERCEPAT REKAPITULASI DATA SENSUS HARIAN RUMAH SAKIT XX MALANG Pitoyo, Achmad Zani; Salisa, Fina Mafaza
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.678

Abstract

Kegiatan rekapitulasi sensus harian di RS XX Malang sering mengalami keterlambatan penyerahan kepada pihak internal. Salah satu penghambat adalah proses collecting- nya. Perawat melakukan penyerahan pengumpulan lembar sensus harian   ruangan-ruangan kepada petugas pelaporan secara langsung.. Hal ini menjadi salah satu penghambat ketepatan waktu penyelesaian rekapitulasi sensus harian, karena perawat harus menyerahkan dengan cara mendatangi langsung petugas pelaporan. RS perlu di bantu untuk memanfaatkan penggunaan aplikasi-aplikasi yang secara teoritis dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitis tugas pekerjaan adminsitrasi.   Tujuan penelitian ini adalah  membuat dan mengujicobakan aplikasi sensus harian;  menguji pengaruh aplikasi tersebut terhadap durasi waktu penyelesaian rekapitulasi data; menganalisa perbedaan waktu rekapitulasi data sensus harian tersebut sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi. Metode yang  libatkan  dalam pengembangan aplikasi adalahwaterfall. Termasuk black box testing  dan HCI (Human Computer Interaction ). Desain studi menggunakan  kuasi eksperimen One-Group Pre-Post Test Design dengan uji paired-sample t-test.  Hasil penelitin menunjukkan skor uji fungsi black box testing = 85; skor HCI = 17. Hasil  pre-test menunjukkan mean durasi proses rekapitulasi sensus adalah 18 menit 32 detik. Sedangkan hasil post-test hanya membutuhkan waktu 2 menit 23 detik, sehingga perbedaan rata-rata waktu yang dibutuhkan dari hasil Pre-Post Test sebanyak 16 menit 9 detik. Paired-Sample T-Test mendapatkan hasil akhir sig.0,000 yang berarti H1 diterima.Kesimpulan ditarik adalah bahwa penggunaan aplikasi sensus harian rawat inap berbasis desktop dapat mempercepat proses akhir rekapitulasi data sensus harian rawat inap. Rekomendasi :1) pihak rumah sakit agar mempertimbangkan aplikasi untuk diimplementasikan. 2) Pengembangan dengan  penambahan menu grafik Barber-Johnson dan penambahan fungsi laporan pasien rujuk atau dirujuk, sehingga data yang terkumpul akan menjadi lebih informatif
Hubungan Pengetahuan Coder dengan Keakuratan Kode Diagnosis Pasien Rawat Jalan BPJS berdasarkan ICD – 10 Di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. kurnianingsih, widya
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.680

Abstract

Rumah sakit merupakan pelayanan kesehatan dalam pelayanan ada salah satu peran coder dalam mendiagnosa penyakit sangat berpengaruh terhadap pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan coder dengan keakuratan kode diagnosis pasien rawat jalan BPJS berdasarkan ICD – 10 di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi coder yakni 6 orang sedangkan untuk dokumen 1830 dokumen rekam medis rawat jalan. Sampel yang digunakan 6 orang coder dan 95 dokumen rekam medis rawat jalan. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, pedoman wawancara, pedoman observasi, lembar analisis keakuratan dan ICD-10. Teknik sampling coder dengan menggunakan sampling jenuh, dokumen rekam medis dengan menggunakan simple random sampling.Variabel bebas penelitian ini adalah coder, variabel terikat yaitu keakuratan kode diagnosis. Analisis yang digunakan adalah chi Square dengan ? = 0, 05. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Chi Square hubungan antara pengetahuan coder dengan keakuratan kode diagnosis didapat hasil ? value 0,050, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan coder dengan keakuratan kode diagnosis dari hasil diatas dapat dihasilkan keakuratan hubungan 0,707. Dari penelitian ini disarankan bahwa sebagai petugas koding harus mempunyai pengetahuan tentang tata cara pengkodean dan selalu teliti dalam memberikan kode serta rumah sakit untuk dapat memberikan pelatihan bagi petugas koding dan memberikan sosialisasi kepada dokter untuk menuliskan diagnosis dengan jelas. Kata kunci: Pengetahuan Coder, Keakuratan kode, Rawat Jalan
GAMBARAN PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS X nurbaya, fiqi; okta, yustika ayu; kurnia, bella
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.703

Abstract

Penyelenggaraan rekam medis untuk mencapai tertib administrasi dan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas. Penyelenggaraan rekam medis sangat dibutuhkan sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi deskriptif. Tujuan dari penelitian deskriptif menggambarkan sistem pengelolaan dokumen rekam medis puskesmas. Hasil penelitian 1) Sistem penamaan menggunakan identitas asli pasien berupa KTP. 2) Sistem penomoran menggunakan satu nomor untuk pemeriksaan seterusnya. 3) Penjajaran dokumen rekam medis diurutkan berdasarkan kode wilayah pada masing-masing sub rak, dimana dokumen dijajarkan dari angka kecil ke besar. 4) Sistem penyimpanan secara sentralisasi. 5) Retensi dokumen dilakukan secara kondisional. 6) Sistem Pelaporan bersumber dari SP3. 7) Sistem Pengelolaan Dokumen Rekam Medis : assembling, coding, indexing, analysing and reporting, filing.Kata kunci : puskesmas, dokumen, rekam medis
Penilaian Kualitas Data Rutin di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan menggunakan Routine Data Quality Assesment Faqih, Haikal; Martini, Martini; Sediyono, Eko
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.718

Abstract

Penilaian terhadap kualitas data yang tepat akan mampu mengatasi permasalahan terkait kualitas data yang buruk. Penilaian yang tepat akan mampu untuk menghasilkan gambaran terkait kelemahan-kelemahan yang ada pada surveilans epidemiologi DBD di Puskesmas Karang Rejo, sehingga akan dapat dilakukan cara untuk meningkatkan kualitas data yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian kualitas data rutin surveilans epidemiologi dbd di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan menggunakan Routine Data Quality Assesment (RDQA).
PERBEDAAN KELENGKAPAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN PUSKESMAS TERAKREDITASI UTAMA DAN MADYA KABUPATEN SUKOHARJO Wariyanti, Astri Sri; Harjanti, Harjanti
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.720

Abstract

Hasil survei awal diketahui bahwa terdapat perbedaan kelengkapan pada Puskesmas Terakreditasi Utama  dan Madya di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Hasil kelengkapan di Puskesmas terakreditasi Utama mencapai 80%, sedangkan pada akreditasi Madya 73%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kelengkapan rekam medis rawat jalan di puskesmas terakreditasi utama dan madya di Kabupaten Sukoharjo. Metode Penelitian, Jenis penelitian ini adalah penelitian Observasional Analitik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2019. Populasi adalah seluruh dokumen rekam medis rawat jalan tahun 2018. Sampel menggunakan purposive sampling, diambil 120 dokumen rekam medis rawat jalan. Instrumen penelitian menggunakan checklist dan pedoman observasi. Cara pengumpulan data dengan observasi dokumen rekam medis rawat jalan dan wawancara. Analisis data dengan kuantitatif dengan uji Man Whitney Test. Hasil penelitian Rata-rata kelengkapan dokumen rekam medis menunjukkan puskesmas dengan akreditasi utama lebih tinggi daripada puskesmas terakreditasi madya dengan nilai 77,07% dan 75,2%, serta danya perbedaan kelengkapan dokumen rekam medis puskesmas akreditasi utama dengan akreditasi madya dengan nilai p=0,001. Disarankan agar dilaksanakannya sosialisasi kepada semua petugas yang mengisi rekam medis, terutama dokter agar kelengkapan autentikasi dan semua item kelengkapan dapat meningkat atau mencapai 100%.
EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM LOKASI PENYIMPANAN DESENTRALISASI REKAM MEDIS DI RS SYUHADA HAJI BLITAR wanodya, kartika sari
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.728

Abstract

Latar Belakang: RS Syuhada Haji Blitar menggunakan sistem lokasi penyimpanan rekam medis secara desentralisasi. Terdapat empat tempat penyimpanan rekam medis yaitu di TPP IGD dan rawat inap, TPP poliklinik umum, TPP klinik kandungan, serta di unit rekam medis. Sistem penjajaran yang digunakan ialah SNF dan secara kronologis. Dampak yang sementara terlihat ialah missfile, duplikasi dan komplain.Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan sistem penyimpanan desentralisasi di RS Syuhada Haji Blitar.Metode Penelitian:Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian fenomologis. Subjek penelitian yaitu 11 petugas rekam medis,2 perawat,1 asisten perawat. Objek penelitian yaitu sistem penyimpanan berkas.Hasil: Faktor yang mendasari adalah kebijakan dan alokasi dana. Penjajaran menggunakan SNF dan penyimpanan kronologis. Adanya penyatuan berkas untuk kesinambungan. Perawat dan asisten perawat melakukan penerimaan dan penyimpanan. Pelaporan secara manual dan komputerisasi. terdapat rencana pengubahan ke penyimpanan sentralisasi.Hambatan: filing dikerjakan semua orang, penumpukan berkas yang belum diolah, tidak ada trolly. Dampak : missfile karena tracer tidak digunakan, duplikasi akibat salah pencarian di sistem dan akibat missfile, lama pencarian berkas rawat inap,  berkas pasien lebih dari satu, terjadi pemeriksaan dari awal kembaliKesimpulan:Terdapat kebijakan tertulis terhadap pelaksanaan sesuai teori, cara penyimpanan dan penjajaran sesuai teori namun tidak sesuai kebijakan dan SOP. Perawat dan asisten perawat melakukan penyimpanan, penerimaan tidak sesuai dengan undang-undang. Pelaporan secara manual dan komputerisasi sesuai dengan undang-undang. Adanya rencana ke sentralisasi agar penyimpanan sistematis sesuai dengan teori.. Terdapat kebijakan penggunaan tracer namun tidak dilaksanakan, waktu pencarian berkas rawat inap tidak sesuai undang-undang. Berkas lebih dari satu dan pemeriksaan dari awal tidak sesuai dengan teori agar berkesinambungan.