cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 274 Documents
Hubungan Efektivitas Pembelajaran Online Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Semester Enam Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta Shafira Nur Rahmawati
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i1.1588

Abstract

Salah satu masalah kesehatan terbesar yang memiliki dampak kinerja pada perkuliahan adalah masalah stres. Mahasiswa menjadi kelompok yang rentan terhadap stres yang berasal dari kehidupan perkuliahan. Stres yang biasanya dialami mahasiswa disebabkan adanya tuntutan kehidupan dan tanggung jawab akademik. Perubahan sistem pembelajaran online selama pandemi Covid-19 mengharuskan mahasiswa memperoleh tugas yang lebih banyak dan jadwal perkuliahan yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas pembelajaran online dengan tingkat stres mahasiswa semester enam Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Responden sebanyak 146 mahasiswa diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner online melalui google form. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa efektivitas pembelajaran daring yang efektif akan membuat responden berada pada keadaan tidak stres sebanyak 22 responden (81,5%) dan membuat responden berada pada keadaan stres sebanyak 5 responden (18,5%) sedangkan pembelajaran daring yang tidak efektif akan membuat responden berada pada keadaan tidak stres sebanyak 55 responden (55,0%) dan membuat responden berada pada keadaan stres sebanyak 45 responden (45,0%). Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara efektivitas pembelajaran online dengan tingkat stres mahasiswa semester enam Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan p-value pada uji Chi-Square = 0,023 (< 0,05).
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PERMENKES NO 39 TAHUN 2016 TENTANG PIS-PK PROGRAM INDONESIA SEHAT (Studi Kasus di Puskesmas Kabupaten Sragen) Budhi Rahardjo; Nur Ani; Puji Hastuti
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i1.1026

Abstract

ABSTRAKProgram utama pembangunan kesehatan periode ini adalah Program Indonesia Sehat yang tertuang dalam Renstra Menteri Kesehatan RI 2015-2019, dalam roadmap tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan berupa kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan April-September 2018 di CHC Kabupaten Sragen. Variabel penelitiannya adalah pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Analisis data menggunakan tiga jalur kegiatan utama yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil implementasi di lapangan dibandingkan dengan regulasi yang ada. Cakupan kunjungan rumah belum sesuai, namun tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini sudah sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat merekomendasikan kepada Puskesmas untuk menjalin kerjasama dengan lintas sektor, meningkatkan jaminan atau komitmen, bekerjasama dengan instansi pendidikan kesehatan agar cakupan kunjungan rumah dapat tercapai tepat waktu. Keywords: Implementation, The Indonesian Health Minister Regulation Number 39  in 2016, Healthy Indonesian Program by Family Approachment  ABSTRAK Program utama pembangunan kesehatan periode ini adalah Program Indonesia Sehat yang tertuang dalam Renstra Menteri Kesehatan RI 2015-2019, dalam roadmap tahun 2019 seluruh penduduk Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan berupa kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan April-September 2018 di CHC Kabupaten Sragen. Variabel penelitiannya adalah pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini. Analisis data menggunakan tiga jalur kegiatan utama yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil implementasi di lapangan dibandingkan dengan regulasi yang ada. Cakupan kunjungan rumah belum sesuai, namun tahap persiapan dan kunjungan rumah serta intervensi dini sudah sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat merekomendasikan kepada Puskesmas untuk menjalin kerjasama dengan lintas sektor, meningkatkan kepastian atau komitmen, bekerjasama dengan instansi pendidikan kesehatan agar cakupan kunjungan rumah dapat tercapai tepat waktu. Kata Kunci: Implementasi, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
TINJAUAN TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN LAPORAN BULANAN DATA KESAKITAN (LB1) LITERATURE REVIEW Khoirunnisa Sabiladina; Muniroh -; Puteri Fannya; Lily Widjaja
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1786

Abstract

Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) adalah laporan bulanan yang berisikan pendistribusi kasus penyakit menurut kelompok umur serta kasus baru ataupun kasus lama di puskesmas. Dengan adanya data dan informasi yang diperoleh dari laporan bulanan data kesakitan, maka dinas kesehatan dapat melakukan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan program yang ada di puskesmas. Data dan informasi di dalam laporan tersebut dapat bernilai apabila dilaksanakan secara tepat dan akurat. Selain itu, data dan informasi tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya karena keputusan yang tepat waktu tidak akan berguna apabila keputusan tersebut tidak sesuai untuk menangani masalah kesehatan yang sedang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan laporan bulanan data kesakitan dengan menggunakan metode literature review. Berdasarkan hasil tinjauan literature review terhadap 4 jurnal terkait pelaksanaan laporan bulanan data kesakitan didapatkan proses pengumpulan LB1 bersumber dari register kunjungan pasien, buku register pelayanan dalam gedung dan luar gedung dan pelayanan puskesmas berupa berkas rekam medis sedangkan pustu berupa lembar nota pembayaran. Proses pengolahan LB1 dibuat secara komputerisasi dengan menggunakan microsoft excel dan masih terdapat pengolahan secara manual, Proses penyajian LB1 disajikan dalam bentuk tabel secara manual, tabel excel dan grafik excel, Proses pengiriman LB1 dalam bentuk soft copy dan hard copy tetapi masih terdapat puskesmas yang mengalami keterlambatan dalam pengiriman.
AKURASI KODE ICD-10 KASUS PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK Rika Andriani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.2015

Abstract

Akurasi kode klinis penting untuk evaluasi kualitas layanan kesehatan, penagihan klaim biaya, penelitian, dan pelaporan. Kode yang akurat akan menghasilkan data dan informasi yang berkualitas. Pemeriksaan kehamilan merupakan kondisi terbanyak yang ditangani di Klinik Obstetri dan Ginekologi dan ditemukan 60% ketidakakuratan kode. Penelitian bertujuan untuk menganalisis akurasi kode pemeriksaan kehamilan berdasarkan ICD-10. Penelitian ini merupakan mixed method sequential explanatory (kuantitatif-kualitatif) dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berupa objek terdiri dari 138 data pasien yang terpilih menggunakan teknik total  sampling. Subyek penelitian 1 orang coder dan 1 orang dokter yang terpilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar studi dokumentasi dan pedoman wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis univariat dan analisis data kualitatif menggunakan content analysis.  Akurasi kode pemeriksaan kehamilan pada kategori akurat sampai 3 digit sebesar 22,4% dan tidak akurat sebesar 77,6%. Ketidakakuratan kode pemeriksaan kehamilan disebabkan oleh ketidaksesuaian kualifikasi SDM, pemilihan diagnosis dan kode hanya berdasarkan kondisi saat pasien melakukan pemeriksaan, dan kode diagnosis pada database rekam medis elektronik belum lengkap. Untuk meningkatkan akurasi kode perlu dilakukan pelatihan ICD-10 untuk dokter, dokter atau bidan melakukan review kondisi dan riwayat lain pasien, audit kode secara berkala, dan melengkapi database pada rekam medis elektronik sesuai ICD-10.
TINJAUAN KEBUTUHAN KODER BERDASARKAN BEBAN KERJA UNIT REKAM MEDIS DI RS IMANUEL BANDAR LAMPUNG Gabriella Eviana Bangun; Muniroh Muniroh; Daniel Happy Putra; Lily Widjaja
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1854

Abstract

RS Imanuel merupakan salah satu rumah sakit tipe B di kota Bandar Lampung. Rata-rata kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap di RS Imanuel setiap harinya adalah 217 dan 28 pasien. Dalam penyelenggaraan kegiatan koding di RS Imanuel diketahui jumlah koder yang ada adalah 1 (satu) orang. Seiring bertambahnya jumlah pasien setiap tahunnya maka beban kerja pada setiap bagian juga akan terus meningkat yang menyebabkan perlunya penyesuaian antara jumlah tenaga dengan beban kerja yang ada khususnya pada bagian koding di RS Imanuel supaya pelayanan lainnya tidak terhambat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah kebutuhan tenaga bagian koding berdasarkan beban kerja di RS Imanuel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode perhitungan Analisis Beban Kerja Kesehatan(ABK-Kes). Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada Kepala Instalasi Rekam Medis dan tenaga rekam medis yang melakukan kegiatan koding. Dari hasil penelitian diketahui waktu kerja tersedia (WKT) koder adalah 1.400 jam/tahun atau 84.000 menit/tahun. Rata-rata lama waktu kegiatan koding rawat jalan dan rawat inap adalah 0,84 menit dan 4,69 menit. Standar beban kerja (SBK) koder untuk rawat jalan dan rawat inap adalah 100.000 dan 17.910 rekam medis/tahun. Jumlah kebutuhan koder sebesar 2 (dua) orang sedangkan jumlah yang ada saat ini adalah 1 (satu) orang, maka perlu ditambah 1 (satu) orang.
GAMBARAN KELENGKAPAN PENULISAN NAMA PASIEN DALAM REKAM MEDIS DI INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN (LITERATURE REVIEW) Vira Pirwandini
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.2038

Abstract

Rekam medis ialah kumpulan berkas atau kesan dari sesuatu yang diucapkan atau dituliskan mengenai keadaan pasien dari masa ke masa, yang sifatnya rahasia. Rekam medis harus menampung data medis yang menggambarkan dengan rinci semua aspek dari asuhan pasien yang terjadi. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam setelah selesai pelayanan yaitu 100%. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis menggambarkan pelayanan kesehatan yang diberikan dan mutu pelayanan rekam medis. Dokumen rekam medis yang tidak lengkap akan menyebabkan petugas kesehatan kesulitan dalam mengenali riwayat penyakit pasien dan klaim kepada pihak asuransi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui persentase, faktor ketidaklengkapan penulisan nama pasien pada rekam medis pasien dan mengetahui strategi untuk mencapai kelengkapannya. Penelitian ini menggunakan desain literature review. Berdasarkan gambaran literature review yang telah dilakukan terhadap 21 jurnal didapatkan ketidaklengkapan pengisian nama pasien pada rekam medis pasien. Berdasarkan persentase ketidaklengkapan penulisan nama pasien pada rekam medis pasien dari 20 jurnal yang dimasukan dalam literature review terdapat 17 jurnal dengan kategori sangat baik. Faktor ketidaklengkapan yang terbanyak disebabkan karena faktor man yaitu keterbatasan waktu, sedangkan pasien yang begitu banyak sehingga pengisian pada item nama tidak terlengkapi. Adanya SPO, sebagai satu diantara strategi yang diberlakukan untuk kelengkapan pengisian formulir rekam medis.Kata kunci: Penamaan, Faktor Ketidaklengkapan, Strategi Kelengkapan
Analisis Spasial Tuberkulosis 2018 – 2020 : Kabupaten Magelang, Indonesia Ana Ichlasul Amalia
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1915

Abstract

Tuberkulosis sebagai penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Menurut WHO Indonesia merupakan negara dengan kasus tuberkulosis tertinggi kedua setelah India. Kasus Tuberkulosis di Kabupaten Magelang masih merupakan kasus yang cenderung fluktuatif. Analisis spasial merupakan suatu analisis geografis mengenai data penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penyakit menular tuberkulosis secara spasial di Kabupaten Magelang Jawa Tengah Tahun 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan desain penelitian deskriptif. Instrumen berupa aplikasi Quantum GIS 3.14.0   dalam proses pembuatan peta. Subjek pada penelitian ini menemukan 1.608 penderita kasus tuberkulosis dari tahun 2018 – 2020. Data yang digunakan yaitu data sekunder kasus tuberkulosis Kabupaten Magelang tahun 2018 – 2020 berdasarkan kecamatan yang terdiri dari 21 kecamatan. Hasil penelitian menunujukkan bahwa tahun 2018 – 2020 jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Secang dan Kecamatan Grabag. Pada tahun 2020 terjadi penurunan kasus di kecamatan Secang. Berbeda dengan Kecamatan Grabag yang selalu mengalami peningkatan kasus. Gambaran spasial TBC berdasarkan wilayah kecamatan saling berdekatan dan berdasarkan kontak erat penderita yang dekat. Dapat memastikan bahwa populasi penduduk, wilayah yang berdekatan dan kontak erat dengan jumlah kasus tubberkulosis di Kabupaten Magelang.
ANALISIS PENYIMPANAN REKAM MEDIS AKTIF RAWAT JALAN GUNA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAYANAN DI PUSKESMAS CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG Febrianti Salawiyah Febrianti Salawiyah
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1752

Abstract

Based on the results of research studies at the Cilengkrang Health Center, Bandung Regency, it is known that in the implementation of the alignment of medical record documents there are still misplaced and missing (misfiles) so that it hinders the process of taking and returning medical record documents both stored and to be borrowed. This misplaced and missing file can affect patient care because it can hamper the examination process, besides that the lost medical record will be regenerated with a new medical record so that the contents of the medical record become ineffective. The purpose of this study was to analyze, to know the description of the lending system on the occurrence of missfiles of outpatient medical record files in the filling room by means of qualitative methods and data collection by interviews, as well as observations at the Cilengkrang Health Center, Bandung Regency. The results showed that from 1,044 outpatient medical record files, 5%, namely 52.2 medical record files, had missfiles, which were not appropriate in placing/compiling medical record files on the proper shelves. Efforts to fix this problem are redesigning the filling room so that the distance between the filling racks is more ergonomic, using tracers and installing procedures / SOPs in the storage room (filling), and using color coding on the folder folder. Keywords : Missfile, Storage, Public Health Center, Medical Record
DUKUNGAN SUMBER DAYA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PASHMINA USIA SEKOLAH DASAR OLEH NASYIATUL ‘AISYIYAH KABUPATEN BOYOLALI Kusuma Estu Werdani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1739

Abstract

Jumlah remaja yang mengalami kehamilan dini <19 tahun di Kabupaten Boyolali pada tahun 2019 sebesar 295. pada tahun 2020 dari bulan Januari-Agustus mengalami peningkatan sebesar 307. Tingginya masalah kesehatan reproduksi remaja dapat disebabkan antara lain kurangnya informasi tentang KRR. Sehingga Nasyiatul ‘Aisyiyah ortom dari Muhammadiyah berinisiatif membentuk program PASHMINA yang terdapat lima pos layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan layanan konseling kesehatan reproduksi dan layanan konseling psikologi pada program PASHMINA di Nasyiatul ‘Aisyiyah Boyolali. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 4 informan diantaranya ketua PASHMINA Boyolali dan kader PASHMINA cabang Ngemplak serta cabang Sambi. Triangulasi sumber yaitu ketua PASHMINA Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM PASHMINA sudah mencukupi secara jumlah, struktur, dan kompetensi untuk menyelenggarakan program kegiatan. Akan tetapi, terbatasnya pemberian reward bisa saja mempengaruhi motivasi kader dalam melaksanakannya. Sumber dan alokasi dana sudah cukup. Sedangkan kepemilikan sarana prasarana pelru ditingkatkan karena sebagian besar masih meminjam. Sasaran program sudah sesuai dengan tujuan, akan tetapi perlu melakukan perencanaan lebih matang agar dapat menjangkau sasaran di wilayah yang lebih luas. Layanan yang diberikan sudah sesuai dengan pedoman dan tujuan program.
KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSA KASUS NEOPLASMA MENGGUNAKAN ICD-10 DI RS SANTA ELISABETH MEDAN Pomarida Simbolon
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1918

Abstract

Medical record is a file that contains notes and documents about patient identity, examination, treatment, actions and other services that have been provided to patients and documented in the disease classification coding system. One of the disease codifications is neoplasm, which is a grouping of diseases into a group of similar disease code numbers according to ICD-10. Neoplasm cases are one of the most common diagnoses at Santa Elisabeth Hospital, Medan. The aim of the study was to determine the diagnosis coding for neoplasms at Santa Elisabeth Hospital, Medan. Descriptive research design. Data collection is done by observation. The number of samples used were 34 documents with simple random sampling technique. The research was carried out in July 2021. Data analysis was carried out descriptively. The results obtained that the completeness of the morphological code for the diagnosis of neoplasms in the inpatient medical record documents carried out at the Santa Elisabeth Hospital, namely 28 documents (82.4%) were complete, and 4 documents (17.6%) were incomplete. The accuracy of the topographic code for the diagnosis of neoplasms was complete with 31 documents (73.5%) and 3 documents incomplete (14.7%). The factor that causes the inaccuracy of coding is that it is difficult for the coding officer to read the doctor's writing, so it is necessary to train coding officers.

Page 6 of 28 | Total Record : 274