cover
Contact Name
Taopik Rahman
Contact Email
opik@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagapedia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PAUD AGAPEDIA
ISSN : 25812823     EISSN : 25809679     DOI : https://doi.org/10.17509/jpa
Core Subject : Education,
Jurnal PAUD Agapedia adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terkait pendidikan anak usia dini dari perspektif mutidisipliner. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018" : 9 Documents clear
PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) MAZE UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KOTA TASIKMALAYA Soleha, Anisa Mar’atu; Yasbiati, Yasbiati; Muslihin, Heri Yusuf
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.008 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24543

Abstract

ABSTRACTThis research is motivated by difficulties to improve fine motor, which happened to group A in Kindergarten Negeri Pembina Tasikmalaya City, many children less in fine motor development especially create vertical line, horizontal, curve left/right, tilt and circle so become less irregular. This is because learning is still rarely used APE, Especially on fine motor learning. This reaserch is aimed at improving fine motor of children through the use of APE Maze in group A aged 4-5 years old in Kindergarten Negeri Pembina Tasikmalaya City. Class Action Research (PTK) Conducted in  collaboration with a teachers and implemented as many as 3 cycles by using models Kemmis and Mc. Taggart. The subject research is group A Kindergarten Negeri Pembina Tasikmalaya City consisting of 15 people that is 9 male and 6 female and a teacher class A. The object of research is the fine motor ability of children using APE Maze. Data collection techniques using observation and documentation, while data analysis technique use descriptive quantitative and qualitative. Each cycle consists of four stages, namely the planning stage, the implementation stage, the observation stage, and the reflection stage. The result of the research have shown that used APE Maze can improve the fine motoric ability of the children. This is evidenced by the improvement of teacher’s planning daily lessons, teacher’s ability in the learning process and the teacher’s ability to use APE Maze and fine motor sklills of early chilhood of each cycle. Contraints obtained during the study are conditioned children, but researchers have managed to overcome them. The result showed that the use of APE Maze can improved the fine motorskill of children aged 4-5 years old in Kindergarten Negeri Pembina Tasikmalaya City. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kesulitan dalam meningkatkan motorik halus, permasalahan yang terjadi pada kelompok A di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya, masih banyak anak yang kurang dalam perkembangan motorik halus khususnya dalam membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring dan lingkaran sehingga menjadi kurang beraturan. Hal ini disebabkan karena pembelajaran masih jarang menggunakan APE, khususnya pada pembelajaran motorik halus. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motorik halus anak melalui penggunaan APE Maze pada kelompok A usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan bekerja sama dengan guru, dilaksanakan sebanyak 3 siklus menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya yang terdiri dari 15 orang, yaitu 9 orang laki-laki dan 6 orang perempuan dan guru kelas A. Objek penelitian adalah kemampuan motorik halus anak menggunakan APE Maze. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa penggunaan APE Maze dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran harian, kemampuan guru dalam proses pembelajaran dan kemampuan guru dalam penggunaan APE Maze serta kemampuan motorik halus anak usia dini dari setiap siklusnya. Kendala yang diperoleh selama penelitian adalah mengkondisikan anak, namun peneliti telah berhasil mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APE Maze dapat meningkatkan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya.
KEMAMPUAN PENGENALAN GEOMETRI MELALUI KEGIATAN BERMAIN BALOK ANAK USIA 5-6 TAHUN Hasanah, Lathipah; Agung, Shinta
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.549 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24538

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is improve the ability to introduction geometry in the child age 5-6 years through playing block activities. The subject of this research is children in grade B, RA Al-Watoniyah 16 Rawa Terate Cakung, East Jakarta. The method used classroom action research. This research used qualitative and quantitative approach according to Kemmis model which consists of four components: planning, action, observation and reflection. The mean value obtained in pre intervention was 35.90%. Based on these results, interventions must be taken through playing blocks activities. After doing intervention in cycle I, The results obtained an average score of 61.52%. Then intervention in cycle II and obtained an average value of 80.97%. Based on these results, the child ability to introduction geometry has increased according to determined criteria, so that intervention action is stopped. Based on the results of research that has been implemented, playing blocks activities very effective can improve the ability children to introduction geometry. Furthermore, this activity can also improve the moral, cognitive, social emotional, language and motor development. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal geometri pada anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan bermain balok. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B di RA Al-Wathoniyah 16 Rawa Terate Cakung, Jakarta Timur. Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah metode penelitian tindakan kelas. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif menurut model Kemmis yang terdiri dari empat komponen, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Nilai rata-rata yang didapat pada praintervensi adalah 35.90%. Berdasarkan hasil ini maka harus dilakukan tindakan intervensi melalui kegiatan bermain balok. Setelah melakukan intervensi tindakan siklus I maka diperoleh hasil nilai rata-rata sebesar 61.52%. Kemudian dilakukan intervensi tindakan siklus II dan diperoleh nilai rata-rata 80.97%. Berdasarkan hasil ini maka kemampuan anak mengenal geometri telah meningkat sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sehingga tindakan intervensi dihentikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, kegiatan bermain balok sangat efektif dapat meningkatkan kemampuan mengenal geometri pada anak. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan aspek moral, kognitif, social emosional, bahasa dan motorik.
PENGEMBANGAN EDUCATIVE GAME BERBASIS APLIKASI ANDROID UNTUK MEMFASILITASI KETERAMPILAN MEMBACA ANAK USIA 5-6 TAHUN Febriani, Alvi Sufiyanti; Mulyana, Edi Hendri; Rahman, Taopik
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.628 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24544

Abstract

ABSTRACTThis research is based on the magnitude of children's interest in smartphone until they ignore to study. Most children who play smartphone are only for watching videos and playing games which are attractive to them. Therefore, the researcher designed an educative game Android-based application so they can play smartphone by not ignoring the development of reading skill. The purpose of this research is to describe the design of development, appropriateness, and product testing.This research uses the Design Based Research (DBR) method developed by Reeves. Data collection is done by observation, expert judgment, and documentation techniques. The setting and subject of this research are 6 kindergarten children in group B Nyimas Oyoh Kindergarten and 2 children from the researcher’s home. The Educative game android-based application development uses Adobe Flash Player for the main software. After validating, phase I trial, revision, and phase II trial, this educative game is appropriate to be used to facilitate reading skill of children aged 5-6 years.The research produced product that is an educative game learning with Uvi in application installed at smartphone with a minimum version of Jelly Bean, and a guide book on educative game learning with Uvi. Penelitian ini dilatarbelakangi karena besarnya ketertarikan anak pada smartphone sehingga mengabaikan belajar. Kebanyakan anak yg bermain smartphone hanya untuk menonton video-video dan bermain permainan yang menarik bagi anak. Oleh karena itu, peneliti merancang educative game berbasis aplikasi android agar anak dapat bermain smartphone dengan tidak mengabaikan perkembangan keterampilan membacanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan rancangan pengembangan, kelayakan, dan uji coba produk. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) yang dikembangkan oleh Reeves. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, expert judgment, dan dokumentasi. Setting dan subjek penelitian ini adalah 6 orang anak kelompok B TK Nyimas Oyoh dan 2 orang anak dari lingkungan rumah. Pengembangan Educative game berbasis aplikasi android ini menggunakan Adobe Flash Player sebagai software utamanya. Setelah melakukan validasi, uji coba tahap I, revisi, dan uji coba tahap II, educative game ini layak digunakan dalam memfasilitasi keterampilan membaca anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menghasilkan produk berupa educative game belajar Bersama Uvi dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan di perangkat keras berupa smartphone dengan versi minimal Jelly Bean, dan buku panduan penggunaan educative game belajar bersama Uvi.
PENGGUNAAN BUKU CERITA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK KELOMPOK B2 TK ASSALAAM KOTA TASIKMALAYA Anwar, Sri Tati; sumardi, sumardi; Yasbiati, Yasbiati; Nurzaman, Istikhoroh
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.193 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24539

Abstract

ABSTRACTThis Classroom Action Research is motivated by the results of observations carried out in IP Assalam B2 Kindergarten group shows that the receptive language skills of children are still not achieved, especially in listening skills, for example there are still many children who have not paid close attention to learning, the researchers decided to conduct research using a serial picture story book. The book can cause great attraction for children and can also facilitate children's understanding. By reading a storybook with a serial image, the ability to listen to children will be well honed, children can interpret and retell what is in the story. This study aims to improve the ability of teachers to plan learning, implement learning and improve children's listening skills. The model used in this study is the Classroom Action Research (PTK) model with Suharsimi Arikunto model consisting of two cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation and reflection. Based on the results of the study showed an increase, this is evidenced by the increase in the ability of teachers in planning learning, the ability of teachers to carry out learning, the ability of teachers in carrying out learning using serial images and children's abilities in listening skills and other child development such as cognitive aspects, social emotional, physical motor, and religion. Obstacles faced by researchers when learning include the conditioning of children, appreciation in conveying stories and the use of descriptions of appropriate language for children. Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang dilaksanakan di kelompok B2 TK IP Assalam menunjukan belum tercapainya keterampilan reseptif anak khususnya pada kemampuan menyimak, contohnya masih banyak anak yang pada pembelajaran belum memerhatikan secara seksama, peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian menggunakan buku  cerita gambar berseri. Buku tersebut dapat menimbulkan daya tarik yang besar bagi anak juga dapat mempermudah pemahaman anak. Dengan cara membacakan buku cerita gambar berseri kemampuan menyimak anak akan terasah dengan baik, anak dapat menafsirkan dan menceritakan kembali apa yang ada dalam cerita tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan menyimak anak. Model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Suharsimi Arikunto yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi serta refleksi. Berdasarkah hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan buku cerita gambar berseri serta kemampuan anak dalam keterampilan menyimak serta perkembangan anak yang lain seperti aspek kognitif, sosial emosional, fisik motorik, dan agama. Hambatan yang dihadapi peneliti saat pembelajaran meliputi pengkondisian anak, penghayatan dalam menyampaikan cerita serta penggunaan uraian bahasa yang tepat untuk anak.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE BERCAKAP-CAKAP DENGAN GAMBAR SERI PADA ANAK DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA KOTA TASIKMALAYA H, Yani
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.28 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24540

Abstract

ABSTRACTThis research is based on the background of learning the development of language skills, especially in developing children's speaking skills, still looks stiff. This condition results in a child's underdeveloped speaking ability. The formulation of the problem in this study is how to improve speaking skills through the method of conversing through series drawings on children in Group B TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya? This study aims to obtain an overview of improving speaking skills through the method of conversing through series drawings in kindergarten children. The research method used in this study is the Classroom Action Research (CAR) method, which is a study that involves researchers directly to the subject of research to observe the development of children's abilities. Fifteen people from group B of the Pembina City Tasikmalaya City Kindergarten obtained the results of the study that in the implementation carried out gradually conversing about the objects / images he saw (mango), after that coloring the drawings, playing sorting images on flannel boards, and tell series pictures, so that children become interested in participating in each activity. The development of children's speaking skills in the Tasikmalaya City Builder Kindergarten after the implementation of the method of conversing with series images in language learning activities has improved and developed well and language learning activities have become more effective. The author formulates recommendations for improving children's learning outcomes. Teachers should develop their ability to master various learning methods and develop their creativity in making learning media because teacher mastery of teaching methods and the selection of appropriate learning media is very directly proportional to children's learning outcomes. Penelitian ini di latarbelakangi oleh pembelajaran pengembangan kemampuan bahasa khususnya dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak, masih terlihat kaku. Kondisi seperti ini mengakibatkan kemampuan berbicara anak kurang berkembang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan berbicara melalui metode bercakap-cakap melalui gambar seri pada anak Kelompok B TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya? Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai meningkatkan kemampuan berbicara melalui metode bercakap-cakap melalui gambar seri pada anak TK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu suatu penelitian yang melibatkan peneliti secara langsung kepada subjek penelitian untuk mengamati perkembangan kemampuan anak.  Penelitian terhadap anak kelompok B TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya yang berjumlah lima belas orang diperoleh hasil penelitian bahwa Dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap bercakap-cakap tentang benda/gambar yang dilihatnya (mangga), setelah itu mewarnai gambar seri, bermain mengurutkan gambar di papan flanel,  serta menceritakan gambar seri, sehingga anak menjadi tertarik untuk mengikuti setiap kegiatan. Perkembangan kemampuan berbicara anak di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya setelah diterapkannya metode bercakap-cakap dengan gambar seri dalam kegiatan pembelajaran bahasa mengalami peningkatan dan berkembang dengan baik serta kegiatan pembelajaran bahasa menjadi lebih efektif. Penulis merumuskan rekomendasi untuk peningkatan hasil belajar anak adalah guru hendaknya mengembangkan kemampuannya dalam penguasaan berbagai metode pembelajaran dan mengembangkan kreativitasnya dalam membuat media pembelajaran karena penguasaan guru terhadap metode mengajar dan pemilihan media pembelajaran yang tepat sangat berbanding lurus dengan hasil belajar anak.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MERONCE MENGGUNAKAN MANIK-MANIK PADA KELOMPOK B2 DI TK AL- HAMID KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA Khayyirah, Ghina Khansa; sumardi, Sumardi; Elan, Elan; Gandana, Gilar
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.621 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24541

Abstract

ABSTRACTMotoric skills are abilities that involve muscles in certain body parts such as fingers. One activity that can improve the motoric skills of early childhood is through meronce activities using beads. This study aims to describe the ability of teachers in planning the learning of motoric skills of early childhood through the activity of meronce in group B2 in TK Al-Hamid, describing the ability of teachers in the process of learning fine motor skills of early childhood through meronce using beads in group B2 in TK Al-Hamid, and describes the teacher's ability to improve the motoric skills of early childhood through meronce using beads in the B2 TK Al-Hamid group. The motoric aspects studied include second-hand motion skills, limb movement skills related to fingers, and skills that are able to coordinate the eyes with the hands. This type of research is Classroom Action Research. With the research model of Kemmis and Mc. Taggart. Data analysis in this study researchers used qualitative data and quantitative data. The subjects in this study were 10 early childhood children from B2 TK TK Al-Hamid group, namely 7 boys and 3 girls. The results of this study indicate that children's motoric skills have increased after being given meronce activities using beads.  Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang melibatkan otot-otot pada bagian tubuh tertentu seperti jari tangan. Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini yaitu melalui kegiatan meronce menggunakan manik-manik. Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui egiatan meronce memnggunakan manik-manik pada kelompok B2 di Tk Al- Hamid Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Aspek motorik halus yang diteliti antara lain, keterampil dalam menggunkan jari-jemari tangan untuk melakukan aktivitas, terampil dalam menggerakkan jari-jemari tangan, terampil dalam mengerakan kedua tangan, pengendalian gerak, melakukan gerakan terkoordinasi terkontro, terampil dalam kecermatan dan ketepatan.. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Dengan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Analisis data dalam penelitian ini peneliti menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini kelompok B2 Tk Al- Hamid berjumlah 10 orang, yaitu 6 orang anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan setelah diberikan kegiatan meronce menggunakan manik-manik. 
ANALISIS PERILAKU BELAJAR SISWA DALAM PERSPEKTIF NEUROPSIKOLOGI DI PAUD PELITA GUNUNGPUYUH KOTA SUKABUMI JAWA BARAT Latifah, Aeni; Sahroni, Dadang
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.033 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24414

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to analyze student learning difficulties in a neuropsychological perspective. The approach of this research is quantitative descriptive. Data was collected through library studies. The source of information is the City Library of Sukabumi. Based on understanding, study and descriptive analysis, in this study it was found that the factors that influence student achievement in PELITA Gunungpuyuh PAUD, Sukabumi City so that it is suspected to be the cause of Minimal Brain Disfunction (DMO) are: 1) Trauma, which is very external trauma , from the worst (car crash) to the lightest (falling from the bed). There are 3 terms for trauma to the brain, namely concussion (concussion), cerebral hemorrhage (contusion), and torn brain (laceration); 2) Vascular accidents, namely the occurrence of blockage or rupture of the cerebral blood vessels; 3) Tumors, tumors in the brain, symptoms that appear sometimes seem mild (headaches, impaired vision), but if they do, the consequences can be fatal; 4) Degenerative diseases, namely diseases that cause deterioration, such as Alzheimer's dementia, etc.; 5) Nutritional deficiencies (malnutrition); 6) Poisoning, which can cause a person to delirium (delirium).                                                                                                                 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan-kesulitan belajar siswa dalam perspektif neuropsikologi. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Sumber informasi adalah Perpustakaan Kota Sukabumi. Berdasarkan pemahaman, kajian dan analisis deskriptif, dalam penelitian ini ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di PAUD PELITA Gunungpuyuh, Kota Sukabumi sehingga diduga menjadi penyebab Disfungsi Minimal Otak (DMO) adalah: 1) Trauma, yang dimaksud dengan trauma sangat luar, mulai paling parah (tabrakan mobil) hingga yang paling ringan (jatuh dari tempat tidur). Ada 3 istilah untuk trauma pada otak, yaitu gegar otak (concussion), pendarahan otak (contusion), dan robek otak (laceration); 2) Vascular accidents, yaitu terjadinya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak; 3) Tumor, tumor di otak, gejala yang ditampil kadang-kadang terkesan ringan (sakit kepala, gangguan penglihatan), tapi kalau memang ada, akibatnya dapat fatal; 4) Penyakit degeneratif, yaitu penyakit yang menyebabkan terjadinya kemunduran, misalnya dementia jenis Alzheimer, dan lain-lain; 5) Defisiensi nutrisi (kurang gizi); 6) Keracunan, yang dapat menyebabkan seseorang mengigau (delirium).
PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG METAMORFOSIS MELALUI MEDIA GAMBAR SERI DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA KOTA TASIKMALAYA Rahman, Taopik; Mulyana, Edi Hendri; Wendah, Sri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.59 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24542

Abstract

ABSTRACTThis research uses classroom action research method (PTK) model Kemmis and MC. Tanggart, the research was conducted based on the findings of the problem of understanding about metamorphosis in B TK Negeri Pembina, this is because in learning only use oral course in the introduction or explanation does not use supporting media that will facilitate the child understand about metamorphosis. One way that researchers can use in improving the understanding of metamorphosis is by using media and media that is used the series image media. Serial drawings are drawings that have a continuous arrangement. The purpose of this research is to get a picture about the improvement of understanding about metamorphosis through serial drawing media. Subjects in this study that is a child group B TK Negeri Pembina Tasikmalaya City in the even semester of the academic year 2018 which amounted to 8 children who are considered difficult children understand metamorphosis and researchers act as classroom teachers. The data collection techniques used are observation, interview and documentation. This research was conducted in 3 cycles and the result of the research that has been done shows the improvement of the teacher's ability in planning the learning, the ability of the teacher in managing the learning, the ability of the teacher in the use of drawing media series, the children's understanding about the metamorphosis and the children activity when engaging the drawing media series. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan MC. Tanggart, penelitian dilakukan berdasarkan temuan adanya masalah pemahaman tentang metamorfosis dikelmpok B TK Negeri Pembina, hal ini dikarenakan dalam pembelajaran hanya menggunakan lisan saja dalam pengenalan atau penjelasan tidak menggunakan media pendukung yang akan memudahkan anak memahami tentang metamorfosis. Salah satu cara yang dapat digunakan peneliti dalam meningkatkan pemahaman tentang metamorfosis yaitu dengan menggunakan media dan media yang digunakan yaitu media gambar seri. Gambar seri yaitu gambar yang mempunyai susunan yang berkesinambunga. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh gambaran tentang peningkatan pemahaman tentang metamorfosis melalui media gambar seri. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak kelompok B TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya pada semester genap tahun ajaran 2018 yang berjumlah 8 orang anak yang dianggap anak yang sulit memahami metamorfosis dan peneliti bertindak sebagai guru kelas. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan sokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dan hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukan peningkatan pada kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, kemampuan guru dalam penggunaan media gambar seri, pemahaman anak tentang metamorfosis dan aktivitas anak saat terlibat media gambar seri.
PERMAINAN EDU-FRIENDLY BOUND: ALTERNATIF SOLUSI KETIDAKPEDULIAN ANAK TERHADAP LINGKUNGAN Mulyana, Edi Hendri; Solihati, Elis; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.608 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24537

Abstract

ABSTRACTCharacter education really needs to be given to Indonesian citizens from an early age. In practice, the process of character education for early childhood must be done in a fun way. Edu-Friendly Bound is one of the techniques that can be used to develop and overcome character problems.  This technique is used to overcome character problems related to children's indifference of the environment. The purpose of the study on the subject of the Ba Group of TKA Daarunnajah in Tasikmalaya City, as follows: (1) Describes the profile of children's indifference of the environment before the treatment of the Edu-Friendly Bound game; (2) Describes the profile of children's indifference of the environment and the treatment process when an Edu-Friendly Bound game is performed; (3) Describes the profile of children's indifference of the environment after the treatment of the game Edu-Friendly Bound. The researcher conducts this study because there is a problem relating to children's indifference of environment in aged 5-6 years and teacher stimulus related to alleviating children's indifference to the environment that must be overcome. This research method is Single Case Experimental Design, the design of a single case experiment to evaluate the effect of a treatment with a single case, especially the indifference of the environment through the treatment of Edu-Friendly Bound games. As the result, the initial profile child's level of concern about the environment before the intervention has a fairly caring category or “Mulai Berkembang” (MB); , the initial profile child's level of concern about the environment on the intervention has a good category or “Berkembang Sesuai Harapan” (BSH); , the initial profile child's level of concern about the environment after the intervention has a very good category or “Berkembang Sangat Baik” (BSB). Pendidikan karakter sangat perlu diberikan terhadap warga Negara Indonesia sejak usia dini. Dalam praktiknya, proses pendidikan karakter bagi anak usia dini harus dilakukan secara menyenangkan. Edu-Friendly Bound merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan dan mengatasi permasalahan karakter. Teknik ini digunakan untuk mengatasi permasalahan karakter yang berhubungan dengan ketidakpedulian anak terhadap lingkungan. Tujuan penelitian pada subjek Kelompok Ba TKA Daarunnajah Kota Tasikmalaya ini yakni: (1) Mendeskripsikan profil ketidakpedulian anak terhadap lingkungan sebelum dilakukan treatment permainan Edu-Friendly Bound; (2) Mendeskripsikan profil ketidakpedulian anak terhadap lingkungan dan proses treatment ketika dilakukan permainan Edu-Friendly Bound; (3) Mendeskripsikan profil ketidakpedulian anak terhadap lingkungan setelah dilakukan treatment permainan Edu-Friendly Bound. Alasan peneliti melakukan penelitian ini karena terdapat persoalan yang berkaitan dengan sikap ketidakpedulian terhadap lingkungan anak usia 5-6 tahun dan stimulus guru terkait pengentasan ketidakpedulian anak terhadap lingkungan yang harus diatasi.  Metode penelitian ini adalah Single Case Experimental Design, yaitu desain eksperimen kasus tunggal untuk mengevaluasi efek suatu perlakuan dengan kasus tunggal, khususnya ketidakpedulian terhadap lingkungan melalui perlakuan berbentuk permainan-permainan Edu-Friendly Bound. Diperoleh hasil bahwa Profil awal tingkat kepedulian anak terhadap lingkungan sebelum dilakukan intervensi memiliki kategori cukup peduli atau Mulai Berkembang (MB); Profil tingkat kepedulian anak terhadap lingkungan saat dilakukan intervensi memiliki kategori baik atau Berkembang Sesuai Harapan (BSH); Profil akhir tingkat kepedulian anak terhadap lingkungan setelah dilakukan intervensi memiliki kategori sangat baik atau Berkembang Sangat Baik (BSB).

Page 1 of 1 | Total Record : 9