JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Articles
2,820 Documents
VALIDITAS BAHAN AJAR FISIKA SISWA SMA/MA BERBASIS CONCEPTUAL CHANGE
Febriani Hastini Nasution;
Dedes Asriani Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.706 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1169
This article was contained about analyzing the validity of students’ teaching module based on conceptual change. Students’ teaching module based on conceptual change was the module which is arranged based on the indicator of conceptual change, they are elicit and confirm current ideas, exposure to conflicting evidence, construct new explanation, apply and evaluate new explanation, and the last is review change in ideas and explanations. This module was validated by three validators. There were four components which was validated, they were about content validity which is consist of the components of module and the appropriateness of module’s contents, construct validity, language validity, and the suitability with the learning used conceptual change. Based on analysis data obtained: The average value of validity of students’ teaching module by three validators was 91.11 was in very valid category. Furthermore, the value of each components were 94.90 in content validity, 90.97 in construct validity, 86.90 in language validity, and 91.67 in the suitability with the learning used conceptual change. Four of the components were in very valid category.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 1 PINANGSORI
Roslian Lubis
Jurnal Education and Development Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1597.135 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v3i2.1174
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifitan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP Negeri 1 Pinangsori. Kemampuan berpikir kreatif siswa sangat penting untuk ditingkatkan agar siswa dapat menyelesaikan permasalahan matematika dengan beraneka ragam. Desain penelitian ini dilaksanakan dengan metpde eksperimen dimana populasinya adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Pinangsori dengan jumpal peserta didik 217. Kelasnya terdiri dari tujuh kelas. Sampel penelitian ini yang diambil secara cluster random sampling adalah kelas VIII-C dengan 32 peserta didik. Data dalam penelitian ini ada dua macam yaitu dengan menggunakan lembar observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan gambaran penggunaan model PBM diperoleh nilai rata-rata 3,5 berada pada kategori “sangat baik”. Gambaran kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum menggunakan model PBM diperoleh rata-rata 50 berada pada kategori “kurang”. Kemampuan berpikir kreatif siswa sesudah menggunakan Model PBM diperoleh nilai rata-rata 77,96 berada pada kategori “baik”. Berdasarkan analisis uji normalitas dan uji homogenitas diketahui bahwa untuk pretest dan posttest berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai signifikan 0,000 dengan taraf signifikan 5% dengan dk = 31. Apabila nilai signifikan dibandingkan dengan 0,05 yaitu 0,000 maka hipotesis alternatif diterima atau disetujui kebenarannya. Artinya “efektifnya model PBM terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP Negeri 1 Pinangsori”.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DI SMPN 8 PADANGSIDIMPUAN
Roslian Lubis
Jurnal Education and Development Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (961.191 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v6i1.1175
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat keefektivan antara penggunaan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Siswa di SMPN 8 Padangsidimpuan. Populasi penelitian ini seluruh kelas VIII SMPN 8 Padangsidimpuan yang berjumlah 271 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling. Dengan menggunakan teknik tersebut yang terpilih kelas VIII-1 yang berjumlah 28 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain One Group Pretest posttest, yakni untuk melihat kemampuan spasial matematis siswa dengan pengukuran sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah perlakuan. Pengumpulan data menggunakan Lembar Observasi dan Tes. Untuk menganalisis data digunakan Analisis butir soal, deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil perhitungan pada analisis statistik menggambarkan bahwa nilai rata-rata Penggunaan Model Pembelajaran MMP yaitu 8 termasuk dalam kategori Sangat Baik. Kemampuan penalaran matematis siswa sebelum menggunakan model pembelajaran MMP nilai rata-rata 60,51 termasuk dalam kategori Cukupsetelah menggunakan model pembelajaran MMP mencapai nilai rata-rata sebesar 85,41 termasuk dalam kategori Baik Sekali. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,000 < 0,005. Besarnya Keefektivan model pembelajaran MMP terhadap kemampuan spasial matematis siswa dengan presentasi 0,63 masuk dalam kategori Sedang. Artinya terdapat efektivitas yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Missouri MMP terhadap kemampuan spasial matematis siswa di SMPN 8 Padangsidimpuan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR QAWAID ( Studi Kasus: SMP Unggulan NU Mojoagung Jombang )
Rina dian Rahmawati;
Amrini Shofiyani
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.217 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1184
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan karena rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa arab, yang disebabkan oleh kurangnya minat siswa dalam pembelajaran bahasa arab khususnya pembelajaran tarakib, dan juga rendahnya kemampuan siswa didalam memahami pelajaran tersebut. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII Smp Unggulan NU Mojoagung, maka diterapkan model pembelajaran Peta Konsep. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2019. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 35 siswa. Hasil yang diperoleh adalah melalui hasil tes siswa yang diambilkan dari hasil pra siklus, siklus I dan siklus II. Rata rata hasil belajar siswa pada siklus 1 adalah 66,74 dengan kategori Cukup. Sedangkan pada siklus II rata rata siswa meningkat menjadi 76,28 dengan kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII Smp Unggulan NU Mojoagung.
DINAMIKA BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PENDEKATAN METAKOGNITIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN HIGH ORDER THINKING SKILLS
Itgo Hatchi;
Dwi Aninditya Siregar;
Lia Purnama Sari;
Suryadi Fajri
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.68 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1186
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika budaya sekolah di MAN 2 Padangsidimpuan dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MAN 2 Padangsidimpuan, sedangkan untuk sampelnya adalah siswa kelas XI MIA 2. Hasil analisis data setelah penelitian didapatkan data observasi bahwa siswa di MAN 2 Padangsidimpuan memiliki dua kompetensi budaya sikap yaitu budaya spiritual dan budaya sosial. Pada kriteria budaya spiritual ini ada sepuluh aspek budaya sikap yang diamati. Didapatkah bahwa sembilan dari sepuluh budaya spiritual telah dimiliki oleh siswa MAN 2 Padangsidimpuan. Aspek yang tidak dimiliki yaitu menghargai perbedaan agama karena seluruh siswa di MAN 2 Padangsidimpuan beragama Islam. Untuk budaya sosial ada 4 aspek yang diamati dengan masing-masing kriterianya. Ternyata kriteria yang belum dimiliki oleh siswa MAN 2 Padangsidimpuan yaitu pada aspek nasinalisme rela berkorban. Jadi, secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa MAN 2 Padangsidimpuan telah memiliki dinamiki budaya sekolah yang bagus.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Project Based Learning (PjBL) yang Praktis Bagi Mahasiswa Calon Guru Fisika
Lia Purnama Sari;
Itgo Hatchi;
Dwi Aninditya Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.811 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1188
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development. Research and development adalah metode penelitian yang dipakai dalam menghasilkan produk tertentu dan menguji kepraktisan dan keefektifan produk. Penelitian ini bertujuan dalam mengembangkan modul ajar berbasis project based learning (PjBL) yang praktis. Subjek penelitian yang digunakan adalah modul ajar berbasis PjBL. Dosen dan mahasiswa program studi pendidikan fisika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan merupakan responden dalam penelitian pengembangan modul ajar berbasis PjBL ini. Responden akan mengisi angket praktikalitas untuk mengetahui kepraktisan dari modul ajar yang dikembangkan. Berdasarkan penelitian pengembangan dan uji coba yang telah dilaksanakan dengan menggunakan modul ajar berbasis PjBL bagi mahasiswa calon guru fisika dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul ajar yang dikategorikan pada modul ajar valid dan praktis. Kepraktisan dari modul ajar ini dilihat dari respon dosen dan mahasiswa yang menggunakannya dengan penilaian praktis.
An AN ERROR ANALYSIS OF USING CONJUNCTION IN WRITING NARRATIVE TEXT (A Study at the First Grade Students of MTs YPKS Padangsidimpuan 2018/2019 Academic Year)
Nina Nurbaidah
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.339 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1193
The aim of this research is to explain the quality of students’ writing in terms of conjunction and to analyze students’ problems using conjunction in writing narrative text. This research is a qualitative research method. This research also aim to know the causes of stuents’ problem using conjunction in writing narrative text. The writer chooses MTs YPKS Padangsidimpuan as the location of the research. The informant of this research are all of the students who comes from the seventh grade of MTs YPKS Padangsidimpuan. But, the writer only took one class to do this research that is VII-1.There are 30 students in this class and the writer only focus on 9 students. They have problems in using conjunction. The problems are related to the use of coordinating and subordinating conjunction. The reason of the problems in using conjunction in writing is based on linguistic, pragmatic, cognitive and cultural factor. Four of them give influence that causes the lack conjunction writing. Therefore, an intensive attention should be given by the lecture to facilitate the students to practice writing in the classroom and do peer correction.
ANALISIS PEMILIHAN SISWA UNTUK MATA PELAJARAN FISIKA SMA PADA UNBK BERDASARKAN METODE PEMBELAJARAN FISIKA
dedes asriani siregar;
febriani hastini nasution;
mutiara siagian
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (552.031 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1195
Fisika merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sains (IPA). Oleh sebab itu, karakteristik fisika pada dasarnya sama dengan karakteristik sains pada umumnya. Pada dasarnya fisika merupakan mata pelajaran yang cukup menarik untuk dipelajari karena di dalamnya dapat dipelajari gejala-gejala atau fenomena-fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan ujian nasional berbasis kompetensi (UNBK) menuntut siswa agar memilih mata pelajaran peminatan. Hal tersebut menyebabkan banyak siswa yang tidak memilih mata pelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan siswa untuk mata pelajaran fisika SMA pada UNBK berdasarkan metode pembelajaran fisika. Kualitatif deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian dan dilakukan di SMA Kota Padangsidimpuan pada tahun 2019 pada siswa kelas XII jurusan IPA di delapan Sekolah Menengah Atas Negeri Padangsidimpuan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata metode pembelajaran fisika yang digunakan guru di delapan sekolah yaitu (1) SMA Negeri 1 Padangsidimpuan bernilai 70 pada kategori Baik, (2) SMA Negeri 2 Padangsidimpuan bernilai 66 pada kategori Cukup Baik, (3) SMA Negeri 3 Padangsidimpuan bernilai 66 pada kategori Cukup Baik, (4) SMA Negeri 4 Padangsidimpuan bernilai 69 pada kategori Cukup Baik, (5) SMA Negeri 5 Padangsidimpuan bernilai 71 pada kategori Baik, (6) SMA Negeri 6 Padangsidimpuan bernilai 66 pada kategori Cukup Baik, (7) SMA Negeri 7 Padangsidimpuan bernilai 64 pada kategori Cukup Baik dan (8) SMA Negeri 8 Padangsidimpuan bernilai 67 pada kategori Cukup Baik. Maka metode pembelajaran fisika yang digunakan guru fisika sekota Padangsidimpuan bernilai 67 berada berada pada kategori Cukup Baik.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK BERBASIS PROJECT BASED LEARNING YANG VALID UNTUK SISWA KELAS IV SD
Sartika Rati Asmara Nasution;
Muhammad Syahril Harahap
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (585.822 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1196
Abstrak Hasil studi pendahuluan tampak siswa dan guru disibukkan kedalam muatan materi yang terdapat pada buku sehingga kurang memberikan pengalaman langsung pada siswa, Proses pembelajaran mengunakan pendekatan saintifik dan kurang memadukan dengan model lain. Sehingga Proses pembelajaran sebatas pemberian informasi semata, kurang memberikan masalah diawal pembelajaran, sehingga pembelajaran kurang bermakna sehingga diharapkan perbaikan pembelajaran dengan mengembangakan sebuah bahan ajar tematik terpadu berbasis Model Project Based Learning. Pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa dan keterampilan memecahkan masalah dari apa yang mereka alami dalam upaya menciptakan pembelajaran yang bermakana bagi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Plomp. Plomp yang terdiri dari tiga tahapan yaitu (1) preliminary research atau analisis pendahuluan, (2) prototyping phase atau tahap perancangan, dan (3) assesment phase atau tahap penilaian”. Tahap preliminary research dilakukan untuk menentukan masalah dasar yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan analisis kurikulum dan analisi karakteristik siswa. Selanjutnya pada tahap prototyping phase bertujuan untuk melakukan Evaluasi formatif dilakukan pada setiap prototipe yang dihasilkan. Protoyping phase terdiri atas prototipe 1, prototipe 2, prototipe 3, prototipe 4 yang merupakan hasil dari evaluasi formatif. Selanjutnya tahap assesment phase dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari produk yang dihasilkan. Aspek efektivitas yang diamati dalam proses pembelajaran menggunakan bahan ajar tematik terpadu berbasis Project Based Learning (PjBL) adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas IV SD.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMERAGAKAN GERAK TARI KREASI BERDASARKAN POLA LANTAI DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL
nda nur badiah
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (745.529 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1198
The purpose of this study is to improve the ability of students of Class X-MM.3 SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto Even Semester Year Lesson 2018-2019 in Demonstrate Movement of Creation Dance Based on Floor Pattern with audio visual media. This study included a classroom action research with 2 cycles, each cycle consisting of plan, action, observation, reflection. The instruments used in this classroom action research are the Lesson Plans, study materials and materials. CD/flash, laptop and visual audio media infocus, questionnaires, observation sheets and rublics assessment. Audio Visual Media able to improve student ability of class X-MM.3 SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto Even Semester Year Lesson 2018-2019 in modeling dance based on pattern.