cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK TAHUN 201 Masrayati .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.878 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1397

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan guru kelas dalam pengelolaan pembelajaran SD Negeri 200111 Padangsidimpuan setelah dilakukan tindakan supervisi/pembinaan. Penelitian dilakukan pada semester I, tepatnya pada bulan Juli – Nopember 2014. Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah guru kelas di SD Negeri 200111 Padangsidimpuan dengan jumlah 6 guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru meningkat setelah dilakukan tindakan yang berupa supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil supervisi edukatif siklus I dan siklus II kinerja guru meningkat, yakni siklus I Kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran siklus I mencapai 71,98 % sedangkan siklus II 92,44 %. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus I mencapai 75,49 % sedangkan siklus II mencapai 93,81 %. Kinerja guru dalam menilai prestasi belajar siklus I mencapai 81,3 % sedangkan siklus II 90,56 %. Kinerja guru dalam melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa pada siklus I mencapai 54 % sedangkan siklus II 59,76 %. Dengan demikian tindakan siklus II rata-rata sudah di atas 83 %. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja guru meningkat dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS CERITA PENDEK SECARA TERTULIS MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DAN MEDIA DONGENG PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 2 PADANGSIDIMPUAN T.A 2016/2017 Milawati .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.989 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyusun teks cerita. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian ini adalah kemampuan menyusun teks cerita pendek peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Padangsidimpuan. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII-11 SMP Negeri 2 Padangsidimpuan. Peneliti memperoleh data dari teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa tes keterampilan menyusun teks cerita pendek. Teknik nontes diperoleh dari observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan menyusun teks cerita pendek dapat ditingkatkan dengan menggunakan model discovery learning dan media dongeng. Secara proses, keberhasilan proses pembelajaran ini ditunjukkan dengan peningkatan keantusiasan peserta didik, keaktifan peserta didik, keinstensifan proses pembelajaran, kondisi kondusif peserta didik, dan sikap reflektif peserta didik yang terlihat perubahannya dari tahap siklus I ke tahap siklus II yang menunjukkan bahwa peserta didik sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi pembelajaran. Nilai rata-rata tes keterampilan menyusun teks cerita pendek pada siklus I yang hanya memperoleh nilai rata-rata 1,83 mengalami peningkatan sebesar 1,48 atau 80,32% menjadi 3,30 pada siklus II. Perolehan hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran menyusun teks cerita pendek menggunakan model discovery learning dan media dongeng dapat dikatakan berhasil.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia untuk menggunakan model discovery learning dan media dongeng sebagai alternatif pembelajaran menyusun teks cerita pendek.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELASVIII MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DI SMP NEGERI 5 PADANGSIDIMPUAN T.A 2017/2018 Mujadi .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.498 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1399

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 4 Padangsidimpuan yang menunjukkan terdapat siswa yang tingkat motivasi belajarnya rendah. Melalui layanan bimbingan kelompok diharapkan motivasi belajar siswa ini dapat ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok, untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok, dan untuk mengetahui apakah motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling dengan melaksanakan dua siklus. Subyek penelitian ini yaitu 10 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Padangsidimpuan yang terdiri atas 8 siswa bermotivasi belajar rendah dan 2 siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, agar terjadi dinamika kelompok. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, skala motivasi belajar dan observasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif persentase dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sebelum memperoleh perlakuan berupa bimbingan kelompok, sebesar 44,4% kategori rendah. Setelah diberi layanan bimbingan kelompok pada sikus I, motivasi belajar siswa meningkat menjadi kategori sedang sebesar 65%. Sedangkan pada siklus II motivasi belajar siswa terus meningkat menjadi kategori tinggi dengan perolehan sebesar 74%. Hal ini menunjukkan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Padangsidimpuan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok motivasi belajar siswa sebesar 44,4% kategori rendah. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok pada siklus I motivasi belajar siswa sebesar 65% kategori sedang dan pada siklus II motivasi belajar siswa sebesar 74%. Sehingga terjadi peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah diadakan layanan bimbingan kelompok. Saran yang dapat diberikan yaitu hendaknya guru pembimbing lebih mengembangkan layanan bimbingan kelompok untuk membantu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENCERITAKAN KEMBALI CERITA ANAK MELALUI TEKNIK DEMONSTRASI DENGAN MEDIA BONEKA UPIN DAN IPIN SISWA KELAS VII-3 SMP NEGERI 2 PADANGSIDIMPUAN T.A 2017/2018 Netty Herawaty Hasibuan
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.594 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1400

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi peningkatan keterampilan menceritakan kembali cerita anak siswa kelas VII-3 SMP Negeri 2 Padangsidimpuan setelah mengikuti pembelajaran menceritakan kembali cerita anak melalui teknik demonstrasi dengan media boneka Upin dan Ipin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu siklus I, dan siklus II dengan subjek penelitian siswa kelas VII-3 SMP Negeri 2 Padangsidimpuan yang berjumlah 32 siswa. Variabel penelitian dibagi menjadi dua yaitu variabel keterampilan menceritakan kembali cerita anak dan variabel penggunaan teknik demonstrasi dengan media boneka Upin dan Ipin dalam pembelajaran menceritakan kembali cerita anak. Instrumen penelitian berupa instrumen tes dan instrumen nontes. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan teknik nontes. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Proses pembelajaran menceritakan kembali cerita anak melalui teknik demonstrasi dengan media boneka Upin dan Ipin pada siklus I dan siklus II proses pembelajaran berjalan cukup baik, dari kegiatan pendahuluan hingga penutup sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. Tahapan inti berisi tentang diberikannya penjelasan mengenai menceritakan kembali, unsur-unsur cerita anak, serta hal-hal yang harus diperhatikan ketika menceritakan kembali, kemudian guru memberikan contoh menggunakan media boneka Upin dan Ipin serta menunjukkan dan mengekspresikan tokoh dengan memberikan penguatan unsur-unsur cerita anak. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menceritakan kembali cerita anak siswa kelas VII-3 SMP Negeri 2 Padangsidimpuan melalui teknik demonstrasi dengan media boneka Upin dan Ipin. Nilai rata-rata kelas pada siklus I 67,66 dengan kategori cukup. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80,78 dengan peningkatan sebesar 13.12 dan termasuk kategori baik. Setelah siswa menggunakan teknik demonstrasi dengan media boneka Upin dan Ipin untuk menceritakan kembali cerita anak terjadi perubahan perilaku siswa. Siswa yang sebelumnya merasa kurang antusias terhadap pembelajaran menceritakan kembali cerita anak menjadi antusias, senang, dan tertarik setelah mengikuti pembelajaran menceritakan kembali cerita anak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada guru agar pembelajaran melalui teknik demonstrasi dengan media boneka Upin dan Ipin dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk mengajar materi menceritakan kembali cerita anak. Jika guru lebih memerhatikan unsur-unsur cerita anak serta hal-hal yang harus diperhatikan dalam menceritakan kembali dan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, maka penggunaan teknik demonstrasi dan media boneka Upin dan Ipin dalam pembelajaran menceritakan kembali cerita anak akan lebih maksimal.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TTW (THINK TALK WRITE) DENGAN MEDIA VIDEO PERISTIWA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PADANGSIDIMPUAN T.A 2016/2017 Ratna Sari Dewi Harahap
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.538 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1401

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembelajaran, peningkatan menulis teks berita, dan perubahan perilaku siswa selama mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe TTW dengan media video peristiwa Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis teks berita siswa kelas VIII-I SMP Negeri 2 Padangsidimpuan. Penelitian ini terbagi atas siklus I, dan siklus II Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan soal tes, observasi. Analisis data meliputi data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif menunjukkan hasil tes menulis teks berita, sedangkan data kualitatif menunjukkan proses pembelajaran dan perubahan perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran menulis teks berita melalui model kooperatif tipe TTW ( Think Talk Write) dengan media video peristiwa mengalami perubahan lebih baik. Proses pembelajaran terjadi dua kali pertemuan pada setiap siklusnya. Kualitas pembelajaran meningkat dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan data tes nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 56.48, serta siklus II mencapai 80.67. Hal ini menunjukkan peningkatan dari tahap siklus I ke siklus II mencapai 42,82%. Berdasarkan hasil nontes, siswa juga mengalami perubahan perilaku. Siswa yang pada tahap Siklus I banyak melakukan sikap negatif seperti tidak memperhatikan penjelasan peneliti, tidak aktif dalam berkelompok, serta enggan bertanya ketika mengalami kesulitan, pada siklus I dan pada siklus II mulai menunjukkan perilaku yang positif.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENDESKRIPSIKAN BENDA MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS III SD T.A 2017/2018 Tina Hasani Nst
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.568 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan mendeskripsikan benda secara tertulis melalui pendekatan tematik dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas III SD Negeri 200117 Sadabuan.Pelaksanaan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaborasi antara guru kelas III sebagai peneliti dan guru kelas yang lain sebagai pengamat dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan tiga siklus penelitian dengan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pembelajaran mendeskripsikan benda secara tertulis ini menggunakan pendekatan tematik dengan memanfaatkan media gambar binatang sebagai media pembelajaran. Pengambilan subjek sebanyak 37 siswa, yang selanjutnya dibagi menjadi enam kelompok secara acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran melalui pendekatan tematik dengan memanfaatkan media gambar binatang dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis skripsi dan meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan hasil prosentasi mendiskripsikan secara tertulis sebelum pelaksanaan tindakan sebesar 27%, siklus I : 45,4%, siklus II : 59% dan siklus III : 86,3%. (2) pembelajaran melalui pendekatan tematik dengan memanfaatkan media gambar dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. (3) Pembelajaran melalui pendekatan tematik dapat meningkatkan keterampilan dan kreatifitas guru dalam pembelajaran.(4) Kesalahan – kesalahan yang dilakukan siswa dalam mendeskripsi secara tertulis dapat diatasi dengan pembelajaran melalui pendekatan tematik dengan memanfaatkan media gambar binatang.Dari hasil penelitian, disarankan kepada instansi pendidikan agar menggunakan gambar sebagai media pembelajaran mendiskripsikan secara tertulis.
EFEKTIVITAS SISTEM PENGELOLAAN MICROTEACHING DENGAN SIKLUS PENETAPAN, PELAKSANAAN, EVALUASI, PENGENDALIAN DAN PENINGKATAN (PPEPP) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR CALON GURU INSTITUT PENDIDIKAN TAPANULI SELATAN Armansyah Lubis; Hanafi .; Rabiyatul Adawiyah Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.821 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas Sistem Pengelolaan Microteaching Dengan Siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP) Dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Calon Guru Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PPL NPM 2015 tahun ajaran 2018/2019, sedangkan yang menjadi sampel penelitian berjumlah 103 orang. Sistem pengelolaan microteaching memerlukan persiapan secara berkesinambungan dan sistematis. Adapun sistem pengelolaan yang akan dikembangkan mengadopsi konsep penjaminan mutu di Perguruan Tinggi dengan menggunakan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP). Penggunaan siklus ini bertujuan membantu memonitoring dan mengevaluasi untuk meyakinkan apakah sistem pengelolaan microteaching yang dikembangkan telah efektif dalam meningkatkan keterampilan mengajar calon guru di Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Penggunaan siklus ini dapat digunakan untuk pembuatan keputusan selanjutnya dalam perencanaan dan pelaksanaan sistem pengelolaan microteaching di masa mendatang. Aktivitas tersebut terus menerus dilakukan, sehingga merupakan suatu proses peningkatan mutu microteaching secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (analisis, desain, development, Implemantation, Evaluation). Hasil analisa data menunjukkan bahwa sistem pengelolaan Microteaching Dengan Siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP) efektif dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Calon Guru Institut Pendidikan Tapanuli Selatan.
EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PASKA OPERASI APENDIKTOMI Nanda Masraini Daulay; Febrina Angraini Simamora
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.854 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1404

Abstract

The Effectiveness including factors that can affect the healing process of wounds after appendectomy. The Early mobilization can facilitate blood circulation so that it can speed up the wound healing process. The purpose of this study is to know The Effectiveness of Early Mobilization to Wound healing of Post Surgery Appendectomy. The researcher conducted research at general hospital of padangsidimpuan city. This type of research is quantitative with a quasi experiment design. The sample in this study were 15 respondents. The Observation of wound healing was carried out on the REEDA scale. The results of observation of wound healing obtained mean on pretest is 6,5 with standard deviation 4,8 while a post-test mean is 5,5 with standard deviation 2,3. Data analysis using Shapiro-Wilk test to get dat not normally distributed, therefor for carry out a test on the effectiveness of wound healing with Wilcoxon test. With Wilcoxon test obtained value sig. 0,005 < 0,05 so that Ha accepted dan Ho rejected, the meaning that early mobilization is effectively applied to speed up the wound healing process in patients after appendectomy. Therefore the Early mobilization is good after 6 - 8 hours after appendectomy so that wound healing works well.
PENGARUH PEER GROUP HEALTH EDUCATION TERHADAP PERILAKU PERSONAL HYGIENE SISWA SEKOLAH DASAR Arinil Hidayah; Nurul Hidayah Nasution
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.688 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1408

Abstract

Personal hygiene is one of the basic human needs, personal hygiene or personal hygiene is an effort to maintain one's hygiene and health to obtain physical health and aims to prevent disease. The short-term goal of this study is to determine the effect of Peer Group Health Education on personal hygiene behavior of SDN Hanopan students. The specific target in this study is to examine students' personal hygiene behavior before and after health education is given. This type of research in this study is a pre-experimental study, using one group pre-test and post-test design without a control group. The population is grade 3 students (aged 9-10 years) in Hanopan Public Elementary School, which amounts to 28 people. Analysis of the data used was a Quantitative Analysis using the Wilcoxon Test in two paired samples to test mean differences in pre-post design, with a confidence level of 95% (α ≤ 0.05). The results showed the distribution of respondent's personal hygiene behavior before being given peer group health education showed that it had a mean value of 33.5 approaching the mean value of 35. After being given peer group health education results obtained showed that the average value of 38.07 had exceeded the mean value of 35, this it means that the average personal hygiene behavior of students after being given peer group health education has increased. Wilcoxon test results can be concluded that there is an influence of peer group health education (p_value = 0,000 <α = 0.05) on personal hygiene behavior of students. With the results of this study it is expected to be able to open insight and mindset of health workers to be more active and creative in empowering the community in efforts to improve public health status.
PENGEMBANGAN TUTORIAL PENGASUHAN ANAK DENGAN AUTISME BERBASIS ANDROID MELALUI ADDIE Hero Mega Surya; Rufi’i .; Ach Moor Fatirul
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.729 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1409

Abstract

Tutorial yang inovatif bagi orang tua yang memiliki anak dengan autisme penting tersedia untuk menunjang pemahaman orang tua dalam mengasuh anak dengan autisme. Selama ini orang mengalami kesulitan dalam mendapatkan aplikasi yang mudah dari android tentang pengasuhan anak dengan autisme.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dapat dipelajari baik di rumah maupun di tempat kerja. Pengembangan produk Tutorial Pengasuhan Anak dengan Autisme Berbasis Android melalui ADDIE ini penyempurnaannya berdasarkan analisis data ujicoba. Aspek yang diungkap untuk melakukan revisi meliputi: (1) Ketepatan isi materi dari ahli isi, (2) Ketepatan rancangan tutorial dari ahli rancangan, (3) Ketepatan media dari ahli media, serta (4) Hasil uji coba sasaran yang terdiri dari uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, serta uji coba kelompok besar. Hasil penelitian setelah melalui uji dari ahli isi, ahli rancangan, ahli media, dan uji sasaran didapatkan hasil Pengembangan Tutorial Anak dengan Autisme Berbasis Android melalui ADDIE ini layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman orang tua yang memiliki anak dengan autisme, berdasarkan hasil uji dari ahli isi, ahli rancangan, dan ahli media. Kemampuan orang tua memahami anak dengan autisme lebih baik jika menggunakan tutorial autisme berbasis android, terbukti orang tua sungguh-sungguh mempelajari karena tertarik dengan tutorial yang dikembangkan ini, yang meliputi pengertian autisme, gejala dan ciri-ciri autisme, faktor pemicu autisme, dan pentingnya peran orang tua. Respon orang tua sangat positif terhadap tutorial autisme berbasis android yang dikembangkan ini, baik pada uji perorangan, uji kelompok kecil, maupun uji kelompok besar.Kesimpulannya, Tutorial Pengasuhan Anak dengan Autisme Berbasis Android melalui ADDIE layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dalam mengasuh anak dengan autisme. Guru pendamping ABK dapat memanfaatkan tutorial ini, sebagai informasi dalam kegiatan pembelajaran bagi anak dengan autisme.

Page 54 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue