cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,683 Documents
PENINGKATAN PROFESIONAL INSTRUKTUR/TUTOR PAUD MELALUI MODEL PEMBELAJARAN REFLEKTIF M.Pd, Dr. ZULFADLI
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1484.234 KB)

Abstract

Kemampuan profesional instruktur/tutor PAUD bersifat kompleks sehingga diperlukan program pembelajaran yang sitematis dan relatif panjang bagi penguasaannya. Pada dasarnya kemampuan profesional instruktur/tutor yang berbentuk pendidikan prajabatan dan dalam jabatan itu memiliki dua sisi yang saling menunjang yaitu kemampuan untuk melaksanakan tugas dan mengenal batas-batas kemampuan serta kesiapan dan menemukan sumber yang dapat membantu mengatasi keterbatasan kemampuan melaksanakan tugas tersebut. Model pengajaran refletif merupakan salah satu cara untuk penerapan dalam mencapai tujuan tersebut. Model pengajaran reflektif merupakan pendekatan alternatif dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan dasar mengajar sebagai wujud dari upaya-upaya menumbuhkan profesionalisme instruktur/tutor atau pendidik pada umumnya. Mengajar merupakan pekerjaan yang memerlukan aktifitas berpikir, kreatif dan seni bukan hanya pekerjaan secara teknik mekanis yang menjalakan tugas mengajar sebagi aktivitas rutin saja tetapi yang memerlukan yang memerlukan kompetensi secara utuh meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai landasan membetuk sosok profesionalisme.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SMA NEGERI 1 KOTANOPAN Lubis, Nenni Faridah
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.936 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedan yang signifikan hasil belajar kimia siswa menggunakan model kooperatif tipe TGT dengan kooperatif tipe STAD pada materi Persamaan Reaksi di SMA Negeri 1 Kotanopan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri I Kotanopan tahun pelajaran 2009/2010. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan jumlah sampel dua kelas, yaitu kelas eksperimen I (TGT) sebanyak 30 siswa dan kelas eksperimen II (STAD) sebanyak 33 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes pilihan berganda yang sebelumnya telah diuji cobakan. Hasil uji coba 40 soal diperoleh 20 soal yang valid dan reliabilitas tes sebesar 0,765. Dan dari hasil analisa data diperoleh bahwa data berdistribusi normal dan kedua sampel berasal dari populasi yang homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor aktifitas siswa pada kelas TGT  dan STAD masing-masing adalah 69,44% 63,88%. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas TGT dan STAD sebesar 70,67 63,49, dengan peningkatan hasil belajar pada kelas TGT sebesar 60,8% dan pada kelas STAD sebesar 50,3%. Untuk menguji hipotesis digunakan uji t dua pihak dengan kriteria terima H0 jika –t ½ α < thitung < t ½  α . dan berdasarkan rata-rata gain pada kelas TGT 0,608 dan STAD 0,503 diperoleh thitung = 3,158 dan ttabel = 1,999 dengan taraf signifikan 0,05. Karena thitung berada di luar daerah penerimaan H0 maka Ha diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa menggunakan model kooperatif tipe TGT dengan kooperatif tipe STAD pada materi Persamaan Reaksi. 
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu Dan Kalor Kelas X T.A 2011/2012 Nasution, Febriani Hastini
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2816.729 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor kelas X T.A 2011/2012. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah 70 siswa kelas X semester II SMA Swasta Muhammadiyah 1 Medan dan semua populasi dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Sampel dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun hasil penelitian yang diperoleh: (1) Nilai rata-rata postes pada kelas eksperimen adalah 69,47 sedangkan pada kelas kontrol adalah 56,56 (2) Nilai rata-rata dari index sensitivitas instrumen pada kelas eksperimen adalah 0,276 berada pada kategori sensitif sedangkan pada kelas kontrol adalah 0,187 yang berarti syarat dari index sensitivitas instrumen yang baik belum terpenuhi. (3) Hasil persentasi dari ketuntasan belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 86,1 % berada pada kategori tuntas sedangkan pada kelas kontrol adalah 58,8 % berada pada kategori tidak tuntas. (4) Nilai rata-rata dari observasi aktivitas siswa pada kelas eksperimen adalah 74,38 berada pada kategori baik dan pada kelas kontrol adalah 70,63 berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran Direct Instruction (langsung) terhadap hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENDAHULUAN FISIKA INTI Nasution, Febriani Hastini
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.702 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peningkatan pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah Pendahuluan Fisika Inti. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimendengan one group pre-test-post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi pendidikan fisika semester VII STKIP Tapanuli Selatan yang berjumlah 25 orang dan semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sebagai sampel penelitian. Adapun metode pengambilan sampel yaitu total sampling, yaitu pengambilan seluruh jumlah populasi. Adapun perlakuan yang dilakukan yaitu dengan menerapkan model PBI. Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa gain rata-rata aktual untuk penerapan model PBI dalam meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa adalah 30.84 sedangkan gain ternormalisasi dari penerapan model PBI terhadap pemahaman konsep mahasiswa adalah 0,309dan berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa Penerapan Model Problem Based Instruction (PBI) pada mata kuliah Pendahuluan Fisika Inti berada pada kategori sedang untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA MATEMATIKA MAHASISWA Nasution, Febriani Hastini
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.762 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika matematika mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimendengan one group pre-test-post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi pendidikan fisika semester IV STKIP Tapanuli Selatan yang berjumlah 12 orang dan semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sebagai sampel penelitian. Adapun metode pengambilan sampel yaitu total sampling, yaitu pengambilan seluruh jumlah populasi. Adapun perlakuan yang dilakukan yaitu dengan menerapkan pembelajaran problem solving. Adapun hasil penelitian yang diperolehgain ternormalisasi dari implementasi pembelajaran problem solving terhadap peningkatan kemampua pemecahan masalah fisika matematika mahasiswa adalah 0,67dan berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa Implementasi Pembelajaran Problem Solving berada pada kategori sedang untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika matematika mahasiswa.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING MATA KULIAH PENGANTAR PENDIDIKAN UNTUK MAHASISWA SEMESTER I Hatchi, Itgo
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.846 KB)

Abstract

Masalah yang melatar belakangi penelitian ini adalah masih rendahnya aktivitas belajar mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Tapanuli Selatan pada mata kuliah Pengantar Pendidikan, sehingga diperlukan metode perkuliahan yang sesuai. Metode yang diterapkan adalah metode mind mapping, dikarenakan dengan metode mind mapping mahasiswa dapat lebih baik dalam memahami materi dibandingkan dengan metode lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas mahasiswa dalam mata kuliah Pengantar Pendidikan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data dalam penelitian dengan lembar observasi aktivitas mahasiswa dan angket kepuasaan mahasiswa terhadap pernerapan metode mind mapping. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa terjadi peningkatan aktivitas mahasiswa dari pertemuan siklus I ke pertemuan siklus II dimana rata-rata persentase ketuntasan yang diperoleh untuk siklus I 45,45% dan rata-rata siklus II 81,82%.
THE EFFECT OF GIVING HOMEWORK SUCH AS CONCEPT MAPPING OF COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) LEARNING MODEL ON STUDENTS’ BIOLOGY ACHIEVEMENT AT THE X GRADE STUDENTS OF SMA GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK Hatchi, Itgo
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1659.63 KB)

Abstract

The learning process of Biology in SMA Negeri 2 Gunung Talang focus on teacher, as the consequence the students’ biology achievement is still low. There are many efforts which teacher can do to motivat students in learning process to get better result such as by giving concept mapping of Cooperative Reading Integrated and Composition (CIRC). This research is aimed to know the effect of using concept mapping of Cooperative Reading Integrated and Composition (CIRC) learning model on students’ biology achievement at the X grade students of SMA Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok. The kind of this research is experimental research where the population is all X grade students of SMA Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok in 2010/2011 academic year that consist of 4 classes. The sample is X3 as experimental class and X4 as control class, they are taken by random sampling technique. The design used is randomized control-group postest only design. The instrument used is a group of achievement test at the end of this research. The technique of analyzing data by using U test if  Ucalculation ˃ Utable, so the hypothesis (H1) is accepted and H0 is rejected. From the research findings, Ucalculation  is 255 and  Utable is 216, so Ucalculation ˃ Utable, it means the hypothesis H1 is accepted and H0 is rejeced. It can be concluded that there is a positive effect of giving homework such as concept mapping of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model on students’ biology achievement at the X grade students of SMA Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok.
PENGEMBANGAN MODUL BERNUANSA MIND MAP PADA MATERI SISTEM REGULASI MANUSIA UNTUK SISWA KELAS XI IPA SEKOLAH MENENGAH ATAS Hatchi, Itgo
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.996 KB)

Abstract

This article was written to describe the result of mind map nuance module on human regulatory system material development for grade XI students. The development was done by implementing four-D model. Based on the research revealed that the module developed is at very valid category with value 84.44%. Thus, it can be concluded that the mind map nuance module on human regulatory system material for gade XI student in senior high school is valid.
PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP VIABILITAS BENIH KAKAO (Theobroma kakao L.) Siregar, Dwi Aninditya
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.432 KB)

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap viabilitas benih kakao (Theobroma kakao L.). Penelitian ini menggunakan penelitian dengan bentuk RAK (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri atas 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu konsrntrasi ekstrak bawang merah (0%,20%,40%,dan  60%) Faktor kedua adalah lama perendaman didalam larutan ekstrak bawang merah yang terdiri atas 3 taraf perlakuan (3jam, 6 jam dan 9 jam). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk grafik  serta diterjemahkan dengan kata-kata
ANALISIS FITOKIMIA TUMBUHAN SUKU EUPHORBIACEAE SEBAGAI TUMBUHAN BERPOTENSI OBAT DI BUKIT SIMARSAYANG KOTA PADANGSIDIMPUAN Siregar, Dwi Aninditya
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.916 KB)

Abstract

Sumber keanekaragaman hayati di Indonesia merupakan salah satu kekayaan alam yang berperan penting dalam berbagai lapisan masyarakat.  Kondisi sekarang ini, masyarakat sudah banyak mengkonsumsi obat yang berasal dari bahan alami (herbal) karena memiliki efek samping yang rendah dibandingkan dengan obat yang mengandung bahan kimia. Untuk itu peneliti ingin mencoba menganalisis senyawa fitokomia pada suku Euporbiacea yang berpotensi sebagai ekstrak bahan dasar obat. penelitian ini adalah deskriptif, dengan langkah-langkah yaitu : 1) Melakukan pengambilan sampel. (2) Pembuatan Simplisia yang mengacu pada metode maserasi. Sampel daun dari tanaman famili Euphorbiaceae dikering anginkan di tempat yang tidak terdedah sinar matahari langsung, sampel daun mengering, dihaluskan menggunakan blender sehingga terbentuk serbuk halus (simplisia). (3) Analisis fitokimia dilakukan dengan cara menguji ekstrak tanaman Euphorbiaceae.

Page 6 of 269 | Total Record : 2683


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue