cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
embrio@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Kebidanan FIKes Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EMBRIO : Jurnal Kebidanan
ISSN : 20898789     EISSN : 27147886     DOI : https://doi.org/10.36456/embrio
Core Subject : Health,
Jurnal EMBRIO is the bachelor midwifery journal at PGRI Adi Buana University in Surabaya, (P-ISSN: 2089-8789 and E-ISSN: 2714-7886). Which publish articles in midwifery, including: birth pregnancy, labor, childbirth; baby; family planning; reproductive health; complementary midwifery care. Publication schedule: May and November. This journal publishes scientific papers that discuss the results of research studies and literature reviews as well as the latest issues and trends occuring.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
Pengaruh Ekstrak Daun Kersen (Muntinigia Calabura) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum iswati, retno setyo; Marliandiani, Yefi
EMBRIO Vol 9 (2017): EMBRIO (NOVEMBER 2017)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.277 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol9.no1.a695

Abstract

Infeksi nifas merupakan morbiditas dan mortalitas bagi ibu pada masa nifas.Untuk mencegah komplikasi selama masa nifas diperlukan perawatan luka perineum dan pengobatan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) terhadap penyembuhan luka perineum di BPM Sugiati Surabaya. Metode penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan post test only control group design, terdiri dari kelompok perlakuan yaitu ibu nifas yang diberi ekstrak daun kersen pada luka perineumnya dan kelompok kontrol yaitu ibu nifas dengan luka perineum tanpa pemberian ekstrak daun kersen. Sampel penelitian yaitu ibu nifas dengan luka perineum periode bulan Mei – bulan September 2017 di BPM Sugiati Surabaya yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberi ekstrak daun kersen sebanyak 9 orang mengalami proses penyembuhan yang cepat (45%), dan 1 orang mengalami proses penyembuhan yang lambat (5%). Pada kelompok yang tanpa pemberian ekstrak daun kersen terdapat 3 orang yang mengalami proses penyembuhan yang cepat (15%) dan 7 orang mengalami proses penyembuhan yang lambat (35%). Hasil analisis menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p = 0.02 (p < 0.05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun kersen terhadap penyembuhan luka perineum
Efektifitas Ekstrak Sauropus Androgynus (Daun Katuk) dan Ekstrak Moringa oleifera Lamk (Daun Kelor) terhadap Proses Persalinan, Produksi Kolostrumdan Proses Involusi Uteri Ibu Postpartum setiawandari, setiawandari
EMBRIO Vol 9 (2017): EMBRIO (NOVEMBER 2017)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.958 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol9.no1.a1009

Abstract

Kelahiran sang buah hati adalah moment bahagia yang dinantikan oleh semua orang tua. Seorang ibu yang mampu memberikan ASI secara eksklusif (0-6 bulan) memberikan arti kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Tetapi tidak jarang, hal ini terkendala dengan produksi ASI ibu yang belum keluar pada hari-hari pertama menyusui. Hal inilah yang membuat orang tua khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya diawal kehidupannya, sehingga memutuskan untuk memberikan susu formula. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui Efektifitas Ekstrak Sauropus Androgynus (Daun Katuk) dan Ekstrak Moringa oleifera Lamk (Daun Kelor)terhadap Proses Persalinan, Produksi Kolostrumdan Proses Involusi Uteri Ibu Postpartum. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah menggunakan metode total sampling. Dengan sampel penelitian adalah semua ibu hamil usia kehamilan 37-40 minggu yang melahirkan normal di Praktik MandiriBidan. Jenis penelitian ini adalah true eksperimen dengan desain penelitian posttest with control group design. Hasil penelitian adalah tidak ada pengaruh pemberian ekstrak daun katuk dan ekstrak daun kelor terhadap proses persalinan dengan nilai p=0,457>α=0,05. Pemberian daun katuk lebih efektif dibanding daun kelor dalam hal mempercepat pengeluaran produksi kolostrum dengan nilai p=0,026<α=0,05. Dan tidak ada perbedaan antara pemberian daun katuk dengan daun kelor terhadap proses involutio uteri dengan nilai p=0,552>α=0,05 (24jam), p=0,905>α=0,05 (48jam), p=0,719>α=0,05 (72jam). Kesimpulan adalah ekstrak daun katuk dan ekstrak daun kelor bisa diberikan pada ibu hamil trimester III dan tidak menimbulkan komplikasi proses persalinan, ekstrak daun katuk lebih efektif dalam meningkatkan produksi ASI dan tidak ada pengaruh terhadap proses involusi uteri
HUBUNGAN PEMBERIAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS Sugianti, Tuning
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.884 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1018

Abstract

Pemberian alat permainan edukatif tidak hanya berfungsi dalam memberikan stimulasi bagi anak. Tetapi juga sangat mempunyai arti dalam perkembangan anak, karena anak memiliki kemampuan penerimaan yang besar terhadap rangsangan dari luar diri anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian alat permainan edukatif dengan perkembangan motorik halus pada anak balita usia 1-5 tahun di Desa Babadan Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2017. Jenis penelitian adalah penelitian analitik korelasional. Populasi adalah semua anak balita usia 1-5 tahun di Desa Babadan Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk menggunakan teknik sampling simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 68 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2017. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan lembar observasi. Variabel independen adalah pemberian alat permainan edukatif, sedangkan variabel dependennya adalah perkembangan motorik halus anak balita usia 1-5 tahun. Analisa data menggunakan uji statistik Spearmen Rank (Rho) dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49 responden (72%) adanya pemberian alat permainan edukatif dan yang tidak diberikan alat permainan edukatif yaitu sebanyak 19 responden (28%). Sedangkan perkembangan motorik halus pada anak balita usia 1-5 tahun sebanyak 34 responden (50%) dalam kategori sesuai, pada kategori meragukan sebanyak 18 responden (26%) dan pada kategori penyimpangan sebanyak 16 responden (24%). Hasil uji korelasi Spearmen Rank (Rho) dengan nilai r = 0,414. Berdasarkan tingkatan interpretasi nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian alat permainan edukatif dengan perkembangan motorik halus pada anak balita usia 1-5 tahun di Desa Babadan Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 pada tingkatan sedang. Dengan demikian diharapkan seorang ibu untuk dapat memberikan alat permainan edukatif dan ibu lebih memantau perkembangan motorik halus anak supaya perkembangan anak balita dapat sesuai dengan usianya.
ANALISIS PENGARUH PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS PANGARENGAN (Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang) Mursyida, Rikhly Faradisy
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.113 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1037

Abstract

Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada masa ibu nifas adalah infeksi pada masa nifas, dimana infeksi tersebut berawal dari luka perineum atau rupture perineum. Rupture perineum dapat terjadi karena adanya ruptur spontan maupun episiotomi perineum yang dilakukan atas indikasi antara lain: bayi besar, perineum kaku, persalinan yang kelainan letak, persalinan dengan menggunakan alat baik forceps atau vacum. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Puskesmas Pangarengan. Desain penelitian meggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sejumlah 35 ibu nifas. Variabel independen adalah faktor pengetahuan, status gizi, pendapatan, usia dan personal hygiene dengan variabel dependen adalah penyembuhan luka perineum. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisa data menggunakan kolerasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu nifas baik rata-rata sebanyak 22 orang (62,9%), hampir setengah status gizi ibu nifas normal sebanyak 16 orang (45,7%), sebagian besar status sosial ekonomi (pendapatan) antara Rp.100.000-500.000 sebanyak 30 orang (85,7%), hampir setengah usia ibu nifas antara 20-30 tahun sebanyak 16 orang (45,7%), rata-rata yang mempunyai personal hygiene baik sebanyak 24 orang (68,6%). Hasil penelitian didapatkan nilai pengetahuan (p=0,216), status gizi (p=0,717), pendapatan (p=0,376), usia (p=0,185),personal hygiene (p=0,000). Jadi yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum adalah personal hygiene. Rata-rata pada ibu nifas dengan personal hygiene baik, penyembuhan luka perineumnya baik. Upaya yang dilakukan untuk penyembuhan luka perineum dengan memberi konseling atau penyuluhan tentang penyembuhan luka perineum
HUBUNGAN BREASTFEEDING DENGAN INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS 0-7 HARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2017: BREASTFEEDING, INVOLUSI UTERUS Widyawaty, Eka Deviany
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.189 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1060

Abstract

Breastfeeding atau menyusui sangat penting bagi kesehatan ibu, hal ini akan mempengaruhi proses involusi rahim. Kurangnya frekuensi breastfeeding menjadi salah satu penyebab perdarahan post partum karena dengan breastfeeding dapat merangsang hormon oksitosin sehingga kontraksi rahim bisa bekerja optimal dan rahim bisa kembali seperti sebelum hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan breastfeeding dengan involusi uterus pada ibu post partum 0-7 hari di Puskesmas Tanjunganom Kabupaten Nganjuk tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah ibu post partum 0-7 hari di Puskesmas Tanjunganom Kabupaten Nganjuk tahun 2017. Sampling dilakukan dengan teknik cluster sampling sebanyak 33 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Variabel bebasnya adalah breastfeeding, sedangkan variabel terikatnya adalah involusi uterus pada ibu post partum 0-7 hari. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikan É‘ = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu post partum 0-7 hari yang menyusui sejumlah 25 responden (75,8%) dan yang tidak menyusui sejumlah 8 responden (24,4%). Ibu post partum dengan involusi uteri sesuai sejumlah 27 responden (81,8%), sedangkan ibu post partum dengan involusi uteri tidak sesuai sejumlah 6 responden (18,2%). Dari hasil analisis menggunakan uji Chi-Square diperoleh hasil p - value = 0,001, dengan É‘ = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh breastfeeding dengan involusi uteri. Diharapkan ibu post partum selalu menjaga kesehatan dengan melakukan kontrol ulang pada petugas kesehatan, dan lebih aktif dalam mencari informasi kesehatan terutama mengenai pentingnya menyusui.
PENGARUH PEMBERIAN GENISTEIN TERHADAP PENURUNAN KADAR TNF ALPHA PADA ZALIR PERITONEAL MENCIT MODEL ENDOMETRIOSIS Wulandari, Rr. Catur Leny
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.176 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian genistein terhadap penurunan kadar TNF-α studi pada (Mus musculus) model endometriosis. Penelitian dibagi menjadi 8 kelompok, yaitu : kontrol negatif, kontrol positif dengan perlakuan pemberian genistein dosis 50 mg/hari, 100 mg/hari, 200 mg/hari, 300 mg/hari, 400 mg/hari, 500 mg/hari. Pengukuran kadar TNF-α menggunakan ELISA kit. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Perbandingan berganda |Ri-Rj| 5%.Menggunakan mencit model endometriosis.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni (true experimental) dengan menggunakan rancangan percobaan dengan metode randomized post-test control group design., dilakukan di Laboratorium Fisiologi Reproduksi Embriologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya dan Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Ada pengaruh pemberian genistein terhadap kadar TNF-α dalam cairan peritoneal mencit model endometriosis (p<0,05). Genistein mampu menurunkan kadar TNF-α terendah pada dosis 100 mg/hari (148.25±7.89 pg/ml) bila dibandingkan dengan perlakuan dosis yang lain.
PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS BANGKALAN Laili, Anis Nur; Rodiyatun
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.326 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1433

Abstract

Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, hingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, dengan frekuensi kunjungan minimal 4 (empat) kali selama kehamilan. Menurut Ditjen Bina Gizi dan KIA, Kemenkes RI tahun 2013, cakupan K1 mengalami penurunan dari 96,84% menjadi 95,25% dan cakupan K4 juga mengalami penurunan dari 90,18% menjadi 86,85% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, indikator kinerja cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 padatahun 2013 belum dapat mencapai target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan, yakni sebesar 93%. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain yang digunakan adalah cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya patriarki terhadap keteraturaan pemeriksaan ANC. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan. Populasi dalam penelitian ini 41 ibu hamil. Dalam hal ini peneliti menggunakan jenis Probability Sampling dengan teknik Systematic Random Sampling dimana setiap pasien yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sesuai dengan jumlah pasien/ibu hamil pada register (Kohort) ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariate yang dilakukan terhadap masing-masing variabel dari hasil penelitian dan analisis bivariat dengan tabel silang digunakan untuk melihat gambaran pengaruh variabel independen dan dependen yaitu budaya patriarki dan keteraturan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Selanjutnya dilakukan uji Chi-Square dengan tingkat kesalahan 0,5. Hasil penelitian ini memperlihatkan hasil didapatkan nilai þ: 0,075 > α 0,05 maka tidak ada pengaruh budaya patriarki terhadap keteraturan pemeriksaan kehamilan. Perlu adanya upaya optimalisasi program kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan (ANC) dengan mempermudah akses layanan ANC, memberikan penyuluhan lapangan secara lebih detail dan informatif tidak hanya kepada ibu hamil tetapi juga suami dan anggota keluarga lainnya, serta menghargai budaya yang dianut masyarakat setempat yang tidak mempengaruhi kesehatan
HUBUNGAN PERAN SERTA KADER DENGAN MUTU PELAYANAN POSYANDU BALITA STRATA MADYA Wulandari, Ratna Feti
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.131 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1497

Abstract

Mutu adalah keseluruhan ciri serta sifat pelayanan yang bepengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan peran serta kader dengan mutu pelayanan posyandu balita strata madya di Desa Sumberjo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Balita yang berkunjung ke Posyandu Desa Sumberjo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, teknik sampel dalam penelitian ini purposive sampling dengan jumlah sampel 67 responden. Dalam penelitian ini menggunakan uji statistik koefisien kontingensi. Dari hasil uji statistik korelasi koefisien kontingensi dengan menggunakan software computer didapatkan nilai uji signifikan (p) 0,013 dan taraf kesalahan (α) 0,05 didapatkan bahwa (p<α). Maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan antara peran serta kader dengan mutu pelayanan posyandu balita strata madya dengan tingkat hubungannya rendah (0,338). Berarti semakin kader berperan aktif semakin baik mutu pelayanan posyandu balita. Diharapkan kepada bidan untuk mengoptimalkan pendampingan para kader dalam melaksanakan kegiatan posyandu dari awal hingga akhir kegiatan, agar dapat terciptakan mutu pelayanan posyandu yang baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMENORE DENGAN SIKAP PENANGANAN DISMENORE Susiloningtyas, Luluk
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.858 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1498

Abstract

Dismenore adalah masalah menstruasi yang terjadi pada remaja. Masih banyak remaja yang kurang mengerti tentang sikap penanganan dismenore. Salah satu faktor yang mempengaruhi sikap adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan sikap penanganan dismenore di MTs Zainul Hasan Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Tahun 2017. Design Penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini remaja putri di MTs Zainul Hasan yang didapatkan sampel berjumlah 81 responden yang diambil dengan teknik Stratified random sampling. Pengambilan data pengetahuan dan sikap dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dari 81 responden, sebagian besar yaitu 46 responden (56,8%) berpengetahuan baik, sedangkan sikap penanganan dismenore sebagian besar yaitu 51 responden (63,0%) bersikap baik. Analisa hasil uji statistik menggunakan Spearman’s Rank didapatkan angka probabilitas (p) = 0,022 < 0,05), maka H0 ditolak H₁ direrima, berarti ada Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Dengan Sikap Penanganan Dismenore. Sedangkan nilai r = 0,254 menunjukkan hubungan positif rendah. Diharapkan kepada remaja putri untuk lebih meningkatkan lagi pengetahuan tentang dismenorhea dengan sesering mungkin membaca buku, mencari informasi dimedia massa, orang tua, teman dan aktif bertanya kepada petugas kesehatan.
HUBUNGAN POLA PENGASUHAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI TEMPAT PENITIPAN ANAK (TPA) AISYIYAH KECAMATAN KOTA KABUPATEN BANGKALAN Laili, Anis Nur
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.143 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1500

Abstract

Anak sebagai bagian dari generasi muda merupakan mata rantai yang sangat penting dan menentukan dalam upaya menyiapkan masa depan bangsa dan Negara dan periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita, karena pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa,kreatifitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensi berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya.Kebanyakan seorang ibu, di kota besar pada umumnya sibuk bekerja sehingga kurang mempunyai waktu yang cukup untuk bergaul dan bermain dengan anak-anaknya, disebabkan banyaknya pekerjaan di luar rumah tangganya. Dengan demikian jalan alternatif yang ditempuh oleh orang tua untuk permasalahan dalam menjaga dan merawat anak salah satunya adalah dengan menitipkan anak di TPA atau tempat penitipan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan pola pengasuhan dengan perkembangan anak balita di tempat penitipan anak. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian adalah cros sectional Variabel independen yaitu pola asuh serta variabel dependen perkembangan anak . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di TPA Aisyiah sebanyak 23 balita dengan teknik sampling “accidental sampling “Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuisioner serta dianalisis dengan uji statistic korelasi Spearman Rank. dengan tingkat signifikan (a) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh pengasuh memiliki gaya demokratis (100%) dan dari 23 Balita 20 anak (86,9%) perkembangannya sesuai,2 anak meragukan (8,7%) dan 1 anak (4,4%) terdapat penyimpangan perkembangan.Dari penelitian ini hubungan variabel pola asuh dan perkembangan anak tidak dapat dianalisis karena seluruh pengasuh mempunyai pola asuh yang sama. Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya menggunakan 2 tempat yang berbeda agar terdapat variasi jenis pola asuh sehingga analisis statistik dapat dilakukan

Page 10 of 36 | Total Record : 352