cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
embrio@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Kebidanan FIKes Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EMBRIO : Jurnal Kebidanan
ISSN : 20898789     EISSN : 27147886     DOI : https://doi.org/10.36456/embrio
Core Subject : Health,
Jurnal EMBRIO is the bachelor midwifery journal at PGRI Adi Buana University in Surabaya, (P-ISSN: 2089-8789 and E-ISSN: 2714-7886). Which publish articles in midwifery, including: birth pregnancy, labor, childbirth; baby; family planning; reproductive health; complementary midwifery care. Publication schedule: May and November. This journal publishes scientific papers that discuss the results of research studies and literature reviews as well as the latest issues and trends occuring.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP SENSASI RASA NYERI PADA KALI I FASE AKTIF IBU PRIMIGRAVIDA Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan; Sari, Ira Rahayu Tiyar
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.535 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1513

Abstract

Peningkatan aktivitas miometrium pada saat proses persalinan secara bermakna akan menyebabkan kontraksi menjadi teratur dan menimbulkan rasa nyeri. Dalam menghadapi rasa nyeri, sensasi rasa nyeri masing-masing ibu inpartu berbeda-beda. Sensasi nyeri yang meyertai kontraksi uterus mempengaruhi mekanisme fisiologis sejumlah sistem tubuh yang selalu menyebabkan respon tubuh secara umum dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas kompres hangat terhadap sensasi rasa nyeri pada kalai I fase aktif ibu primigravida. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental yaitu rancangan yang berupaya untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimental. Populasi penelitian ini adalah ibu primigravida kala I fase aktif Polindes Desa Keleyan mulai bulan 15 Juli – 31 Agustus 2017 sebanyak 26 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 24 orang, dimana 12 orang sebagai kelompok kontrol dan 12 orang sebagai kelompok eksperimen. Adapun Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Variable dalam penelitian ini adalah sensasi rasa nyeri dan kompres hangat. Bahan dan instrumen yang digunakan adalah ceklist dan lembar observasi. Analisis menggunakan Paired T – Test. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kompres hangat efektif dalam penurunan sensasi rasa nyeri pada kala I fase aktif ibu primigravida. Diharapkan dalam penelitian ini petugas kesehatan khususnya Bidan mampu meggunakan kompres hangat sebagai upaya menejemen nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu inpartu, memprogramkan pemberian kompres hangat dalam menejemen nyeri persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu, dan dalam mengadaptasi sensasi nyeri persalinan kala I fase aktif yakni penyuluhan tentang menejemen nyeri dengan metode non farmakologi kompres hangat.
HUBUNGAN PIJAT OKSITOSIN DENGAN PENURUNAN TFU DAN PENGELUARAN LOCHEA PADA IBU POSTPARTUM NORMAL Kusmiwiyati, Ari; Triningsih, Reni Wahyu
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.265 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1639

Abstract

Program pembangunan kesehatan di Indonesia masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi. Hal ini dikarenakan masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia. Angka Kematian Ibu (AKI) terutama terjadi pada masa persalinan. Di Indonesia, AKI pada tahun 2012 masih mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup. Dibanding negara-negara di Asia Tenggara, angka ini adalah yang tertinggi. Sampai saat ini, masih terdapat trias penyebab utama AKI di Indonesia. Penyebab utamanya adalah perdarahan selama intrapartum dan postpartum. Perdarahan postpartum yang paling sering terjadi, diakibatkan oleh adanya kondisi atonia uteri, yaitu kegagalan mekanisme kontraksi uterus akibat adanya gangguan fungsi myometrium (Oxorn, H., et al, 2010). Upaya pencegahan perdarahan postpartum dapat dilakukan semenjak persalinan kala 3 dan 4 dengan pemberian oksitosin. Selama ini, hormon oksitosin juga diyakini sangat berperan dalam proses involusi uterus atau pengembalian ukuran dan fungsi uterus sama seperti sebelum hamil. Proses involusi uterus akan berjalan dengan bagus jika ada kontraksi uterus yang cukup kuat. Hal inilah yang menuntut dilakukannya berbagai tindakan untuk memperbaiki kontraksi uterus yang kurang optimal (Cunningham and Garyy F, 2006). Salah satunya adalah dengan pijat oksitosin yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehingga oksitosin bisa cepat keluar (Suherni, 2008). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pijat oksitosin dengan penurunan TFU dan pengeluaran lochea pada ibu postpartum normal di BPM Ning Zulaikha Ketapang Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum normal di PMB Ning Zulaikha Ketapang Kabupaten Malang dengan jumlah 23 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu postpartum normal di BPM Ning Zulaikha Ketapang Kabupaten Malang yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Chi Squre dengan signifikasi 5% (Sugiyono, 2009). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan penurunan TFU, namun tidak terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan pengeluaran lochea pada ibu postpartum. Diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi dasar untuk penelitian berikutnya dengan menggunakan lebih banyak sampel dan variasi metode sehingga didapatkan hasil penelitian yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK JAHE TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN SAKINAH PASURUAN Rahayu, Kurnia Dini; Nujulah, Lailatul
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.505 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1642

Abstract

Dismenore merupakan nyeri haid yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Dismenore pada remaja putri jika tidak segera diatasi akan berakibat mengganggu kegiatan sehari hari seperti absen dari sekolah sehingga terganggunya proses belajar. Kandungan oleoresin dalam jahe merah merupakan anti inflamasi dan analgetik yang dapat mengurangi intensitas dismenore dengan cara menghambat prostaglandin. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimental dengan desain penelitian one-group pretest-postest. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar penilaian skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan ekstrak jahe merah. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan yang mengalami dismenore yaitu sebanyak 33 mahasisiwi. Dismenore diukur menggunakan skala numerik dengan skala 0-10. Data penelitian diuji menggunakan uji statistik t-test Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas nyeri sebelum intervensi hampir seluruh responden dengan nyeri berat dan sesudah intervensi hampir seluruhnya dengan nyeri sedang. Hasil analisa didapatkan ada perbedaan antara intensitas nyeri sebelum intervensi dengan sesudah intervensi (p value 0,000). Pemberian ekstrak jahe merah 250 mg diminum selama tiga hari sebelum haid dan hari pertama haid, efektif dapat menurunkan dismenore. Dengan demikian ekstrak jahe merah dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan non farmakologi dalam penanganan nyeri dismenore.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEPRIBADIAN ANAK PRASEKOLAH DI TK DHARMA RINI VIII Kel. Gentong PASURUAN Nujulah, Lailatul
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.616 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1687

Abstract

Orang tua merupakan pusat yang menjadi sorotan dalam mendidik kepribadian seorang anak. Kepribadian anak yang diterapkan orang tua sejak dini akan membuatnya berkembang dan tumbuh dengan stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kepribadian anak usia prasekolah di TK Dharma Rini VIII Kel. Gentong Pasuruan Metode penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 52 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian sebagian besar 29 responden (56 %) menggunakan pola asuh authoritative, setengahnya 26 (50%) memiliki anak dengan kepribadian melankolis. Sebagian kecil 8 responden (15%) orang tua yang menggunakan pola asuh permissive, sebagian kecil 7 (14 %) memiliki anak dengan kepribadian plegmatis. Hasil analisis chi square p 0.000 < 0,05, artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap kepribadian anak usia prasekolah di TK Dharma Rini VIII Kel. Gentong Pasuruan Kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diberikan dan diterapkan oleh orang tua. Penting bagi orang tua untuk diketahui bagaimana cara mengasuh anak dengan baik sehingga terbentuklah kepribadian yang baik pula.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU VULVA HYGIENE SAAT MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN PRURITUS VULVAE PADA REMAJA PUTRI KELAS VII DI SMP NEGERI 1 SEPULU BANGKALAN Hubaedah, Annah
EMBRIO Vol 11 No 1 (2019): EMBRIO (MEI 2019)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.613 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol11.no1.a1696

Abstract

Pruritus vulvae is a desease indicated by intching on the external female genitalia. Pruritus vulvae can be caused by bacteria, fungi and viruses. The aim of this research is to investigate the relationship between knowledge and behavior of vulva hygiene during menstruation with pruritus vulvae events on teenage-girls in class VII at SMP Negeri 1 Sepulu Bangkalan. This research employs observasional research method by using cross sectional approach. The population of this research is all female students in class VII at SMP Negeri 1 Sepulu Bangkalan as much as 98 students. The samples are obtained as much as 79 students determined by simple random sampling technique. Questioners are used as the instrument of this research. Besides, it statistically uses lambda. The result showed that there was a relationship between knowledge of vulva hygiene (p=0.028 < α=0.05) and behavior of vulva hygiene (p=0.006 < α=0.05) events during menstruation with pruritus vulvae on teenage-girls in class VII at SMP Negeri 1 Sepulu Bangkalan. Therefore, behavior of vulva hygiene during menstruation are necessary to be increased since having proper, behavior of vulva hygiene will decrease pruritus vulvae events risk.
PERBEDAAN ANTARA PERILAKU SEKSUAL REMAJA YANG PERNAH/SEDANG BERPACARAN DAN REMAJA YANG BELUM PERNAH BERPACARAN DI SMA "X” MADURA Rihardini, Tetty
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.811 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1711

Abstract

Remaja adalah generasi penerus, sebagai aset/modal utama sumber daya manusia bagi pembangunan bangsa. Masa remaja merukapan periode kehidupan yang penuh dengan dinamika, terjadi perkembangan dan perubahan yang sangat pesat. Periode masa transisi dari masa anak-anak menuju manusia dewasa. Terjadi fase mengalami ketertarikan dengan lawan jenis. Meskipun fase ini adalah kondisi yang normal, sering kali koridor yang menjadi batasan ketertarikan dengan lawan jenis ini tidak hanya sebagai kecondongan hati namun meluas batasannya menjadi berpacaran dan melakukan aktivitas seksual yang beresiko. Hampir seluruh remaja di dunia termasuk Indonesia mempunyai suatu budaya untuk mengekspresikan percintaan remaja yang biasa kita sebut sebagai “Pacaran”. Madura merupakan daerah yang rawan terhadap perubahan sosial pada fenomena remaja berpacaran, marak terjadi secara global menjadi ketertarikan penulis untuk meneliti. Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Jumlah sampel 50 siswa dan siswi kelas XII di SMA ”X” Madura, teknik pengambilan sampel yaitu purposive random sampling dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen dalam penelitian ini adalah remaja yang pernah/sedang berpacaran dengan remaja yang belum pernah berpacaran dan variabel dependennya perilaku seksual remaja yang pernah berpacaran dan yang belum pernah berpacaran. Analisa data yang digunakan adalah analisis penyajian data secara prosentase dan dianalisis untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual remaja yang pernah/sedang berpacaran dan remaja yang belum pernah pacaran. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney U Test (Uji komparasi 2 sampel bebas/ independen), dengan derajat kemaknaan p<0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat perbedaan signifikan mengenai perilaku seksual antara siswa yang belum pernah berpacaran dengan yang sudah/sedang berpacaran dengan Asymp. Sig. bernilai 0,02 (p value < 0.05). Diharapkan agar peran serta tenaga kesehatan dalam pendidikan seksual pada remaja perlu ditingkatkan lagi, KIE tentang pendidikan seksual yang baik dan benar dari sisi kesehatan oleh tenaga kesehatan akan menurunkan resiko perilaku seksual remaja.
PENGARUH EKSTRAK BUAH DELIMA MERAH TERHADAP KADAR SOD PADA KULTUR HUVECs YANG DIPAPAR PLASMA PREEKLAMPSI Januarsih, Januarsih
EMBRIO Vol 11 No 1 (2019): EMBRIO (MEI 2019)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.11 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol11.no1.a1801

Abstract

Preeklampsi merupakan sindroma yang berkaitan dengan adanya gejala vasospasme, peningkatan terhadap resistensi pembuluh darah perifer dan juga penurunan perfusi organ. Salah satu teori etiologi preeklampsi yang dianut saat ini mengatakan adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan yang menyebabkan timbulnya stres oksidatif, ditandai dengan adanya penurunan aktivitas antioksidan disertai dengan adanya peningkatan kadar lipid peroksida (oksidan / radikal bebas). Keadaan ini tentu saja menimbulkan terganggunya fungsi endotel bahkan rusaknya seluruh struktur sel endotel yang disebut sebagai disfungsi endotel. Keadaan stres oksidatif bisa dikendalikan dengan pemberian anti oksidan yang terbagi dalam antioksidan enzimatis dan non enzimatis. Antioksidan enzimatis terdiri dari superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase dan katalase. Buah delima mengandung fitokimia dan kaya akan senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan yaitu polifenol, tanin dan anthocyanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian ekstrak buah delima merah merah (Punica granatum) terhadap kadar SOD dan MDA pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi. Rancangan percobaan berupa rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan yaitu, Kelompok I : Kontrol negatif (K-) HUVECs + plasma kehamilan normal 2%, Kelompok II : Kontrol positif (K+) HUVECs + plasma preeklampsi 2%, Kelompok III : Perlakuan 1 (P1) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 14 ppm, kelompok IV : Perlakuan 2 (P2) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 28 ppm dan Kelompok V : Perlakuan 3 (P3) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 56 ppm. Berdasarkan pada hasil uji LSD 5 % menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif (K-) memiliki rata-rata kadar SOD berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif (K+) (p = < 0,05). Peningkatan kadar SOD secara signifikan ditunjukkan oleh pemberian ekstrak buah delima merah pada konsentrasi 56 ppm. Bahkan, pemberian ekstrak buah delima merah konsentrasi 56 ppm mampu meningkatkan kadar SOD hingga lebih tinggi daripada kelompok kontrol negatif (p = < 0,05), sedangkan pemberian ekstrak buah delima merah pada dengan konsentrasi 14 ppm dan 28 ppm, belum mampu meningkatkan kadar SOD secara signifikan (p = > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan, bahwa pemberian ekstrak buah delima merah (Punica granatum) terbukti dapat meningkatkan kadar SOD pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi. Kata kunci : delima merah, SOD dan Preeklampsi
PENGARUH EDUKASI METODE WISH AND CARE PROGRAM TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS: PENGARUH EDUKASI METODE WISH AND CARE PROGRAM TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Rosyida, Desta Ayu Cahya
EMBRIO Vol 11 No 1 (2019): EMBRIO (MEI 2019)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.164 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol11.no1.a1843

Abstract

Penyakit yang paling membahayakan dan juga berdampak fatal apabila ada keterlambatan dalam penanganannya yaitu Kanker Serviks. WHO menunjukkan bahwa di seluruh dunia terdapat 7.9 juta orang meninggal dikarenakan akibat adanya kanker yang diderita pada diri seseorang. Dari Departemen Kesehatan penyakit Kanker Serviks yang dialami oleh setiap wanita 100 per 100.000 penduduk pertahun. Dengan adanya kejadian ini, deteksi kanker serviks sangat dibutuhkan sekali sebagai upaya deteksi dini adanya kanker serviks. Maka dari itu peneliti tertarik meneliti dengan judul pengaruh edukasi metode wish and care program terhadap perilaku deteksi dini kanker serviks. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre post design with a compariso groups, untuk pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji Mc. Nemar dengan tujuan mengetahui adanya perbedaan diantara dua kelompok pre dan post setelah diberikan edukasi. Analisa multivariat penelitian ini menggunakan regresi logistik, variabel dependen pada penelitian ini tergolong kategorik. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor sangat dominan yang mempengaruhi perilaku ibu deteksi dini kanker serviks yaitu intervensi edukasi wish and care program dengan nilai yaitu p = 0,011 dan OR 3.053. Dengan hasil tersebut disimpulkan bahwa perlu adanya perilaku yang bisa dikembangkan dalam pemberian edukasi metode wish and care program sebagai metode untuk meningkatkan perilaku untuk deteksi dini kanker serviks. Dan adanya pengaruh metode tersebut.
HUBUNGAN PERILAKU IBU NIFAS DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM: HUBUNGAN PERILAKU IBU NIFAS DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM Latifah, Anik
EMBRIO Vol 11 No 1 (2019): EMBRIO (MEI 2019)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.985 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol11.no1.a1845

Abstract

Ruptur perineum dapat terjadi karena adanya ruptur spontan maupun episiotomi. Proses penyembuhan luka perineum dipengaruhi oleh banyak faktor terutama perilaku aktif ibu dalam menangani masalah kesehatan. Perilaku aktif yang ada misalnya perilaku personal hygiene yang baik, pengaturan pola makan yang baik, mobilisasi dan menjaga kondisi ibu (Suryo, 2016). Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di BPS Ririn Z.A., Amd. Keb. di Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember pada bulan Januari – Maret018, didapatkan 36 ibu melahirkan dimana 28 (72%) ibu melahirkan yang mengalami luka perineum. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, uji yang dilakukan dalam penelitian ini uji chi square. Pengamatan dilakukan pada 36 orang responden. Sampling yang di gunakan yaitu secara non probability sampling dengan jenis consecutive sampling dimana setiap pasien yang memenuhi kriteria sampel dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu. Kriteria sampel yaitu ibu nifas yang mengalami rupture perineum. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Chi Kuadrat / uji Chi square didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-sided) = 0,00 dari hasil SPSS lebih kecil dari α = 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan dari perilaku ibu nifas terhadap penyembuhan luka perineum di Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Hasil penelitian hubungan perilaku ibu nifas terhadap penyembuhan luka perineum di Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu memiliki perilaku aktif dalam mengatasi luka perineum. Sehingga diharapkan penelitian ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang perilaku ibu nifas, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka perineum.
HUBUNGAN PARITAS DAN PENDIDIKAN IBU TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD IDAMAN BANJARBARU Hipni, Rubiati
EMBRIO Vol 11 No 1 (2019): EMBRIO (MEI 2019)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.89 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol11.no1.a1846

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi medis dari kehamilan dan terjadi sekitar 5% - 8% dari kehamilan yang menyebabkan tingginya morbiditas dan mortilitas pada ibu dan janin. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas dan pendidikan ibu terhadap kejadian preeklampsiadi RSUD Idaman Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah case control, menggunakan teknik sampel purposive sampling, responden yang digunakan pada kasus adalah 100 orang ibu hamil dengan preeklampsia dan pada kontrol 100 orang ibu hamil normal, pengumpulan data ini dengan cara melihat rekam medik lalu dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis Rank Spearman Correlation. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian preeklampsia (p=0,002), tidak ada hubungan yang signifikan pendidikan dengan kejadian preeklampsia (p=0,121). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian preeklampsia dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kejadian preeklampsia.

Page 11 of 36 | Total Record : 352