cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
embrio@unipasby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Kebidanan FIKes Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EMBRIO : Jurnal Kebidanan
ISSN : 20898789     EISSN : 27147886     DOI : https://doi.org/10.36456/embrio
Core Subject : Health,
Jurnal EMBRIO is the bachelor midwifery journal at PGRI Adi Buana University in Surabaya, (P-ISSN: 2089-8789 and E-ISSN: 2714-7886). Which publish articles in midwifery, including: birth pregnancy, labor, childbirth; baby; family planning; reproductive health; complementary midwifery care. Publication schedule: May and November. This journal publishes scientific papers that discuss the results of research studies and literature reviews as well as the latest issues and trends occuring.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
MUTU PELAYANAN BIDAN PRAKTEK MANDIRI KOTA SURABAYA Indria Nuraini
EMBRIO Vol 7 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.303 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol7.no.a1311

Abstract

Background: From year to year in the Independent Practice Midwife Surabaya City has experienced an increase in health care with the Bidan Delima. But all this is not enough if there are many important aspects that have not been improved, such as hospitality midwife and the midwife are less communicative with patients and tackle these and slow in decision making in emergencies. Objective: To determine the quality of health care in Independent Practice Midwife Surabaya City. Methods: The design used was descriptive qualitative with case study a stuck strategy. The subjects of this study were all Independent Practice Midwife in Surabaya and retrieved using purposive sampling technique. The process of data retrieval was done by in-depth interviews. Confidence data test consists of the credibility and transferability test, while the data analysis using inductive thinking process. Results: The quality of services provided by BPM has met the four dimensions of quality of service properly, that is reliability, responsiveness, empathy and assurance, while the tangible dimension still need improvement. Services in BPM is fast, precise and midwives are very friendly and very caring towards his clients. The entire informants were satisfied and midwife services are perceived better than hospital services. The hope from informant, BPM can improve support facilities such as parking and air conditioning. In addition to the equipment used by all midwives studied were standard and no modifications. Suggestion: For independently practice midwfeexpected to develop the quality of services, especially the provision of means of support so as to improve the competitiveness of BPM
PENGARUH PENYULUHAN KANKER PAYUDARA TERHADAP MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI ) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KIRANA SIDOARJO, 2014) krisna murti
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.816 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1319

Abstract

Insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 orang perempuan. Kurangnya pengetahuan mengenai kanker payudara, mengakibatkan sekitar 70% kasus kanker di Indonesia datang dan menjalani pemeriksaan pada stadium lanjut. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dapat mendeteksi ca payudara. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kanker payudara terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di RSIA Kirana Sidoarjo Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental jenis one group pre test-post test design dengan pengambilan sampel secara accidental, pada tanggal 9 s/d 15 Juni 2014 dan diperoleh sampel sebanyak 43 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pelaksanaan penyuluhan dengan Instrumen kuesioner dan materi penyuluhan. Analisis statistic dengan Wilcoxon Test dengan bantuan komputer Hasil penelitian diketahui rata-rata skor minat sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yaitu 51,8. Sedangkan berdasarkan kategori minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri diketahui bahwa lebih dari separuh wanita usia subur mempunyai minat kategori cukup (31 orang atau 72,1%). Setelah diberikan penyuluhan tentang kanker payudara dan SADARI selama 1 jam, menunjukkan adanya peningkatan minat wanita usia subur untuk melakukan SADARI yaitu sebanyak 20 orang atau 46,5%. Hasil uji statistik diketahui bahwa pemberian penyuluhan kanker payudara mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada WUS di RSIA Kirana Sidoarjo (p<α 0,05). Disarankan kepada para pihak rumah sakit agar memberikan informasi kepada setiap pengunjung rumah sakit terutama wanita usia subur tentang kanker payudara dan SADARI melalui leaflet, poster atau secara langsung melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) secara rutin
PENGARUH PERAN PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP PERCEPATAN PROSES PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPS KISWORO SURABAYA sumiati sumiati
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.967 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1329

Abstract

Rasa nyeri selama persalinan kala I fase aktif menimbulkan rasa takut yang akan menimbulkan ketegangan vegetative pada otot-otot polos yang manifestasinya berupa kekakuan mulut rahim sehingga menghambat pembukaan cervix uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan suami terhadap percepatan proses persalinan kala I fase aktif di BPS Kisworo Surabaya. Desain penelitian menggunakan “Guesi exsperimental”, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin di BPS Kisworo Surabaya pada bulan September 2014 sampai Januari 2015 sejumlah 72 orang. Sampel penelitian adalah sebagian ibu bersalin sejumlah 30 orang yang terbagi 15 orang didampingi suami dan 15 orang tidak didampingi suami. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar partograf. Analisa data menggunakan uji statistik independent sample t-test untuk mengetahui pengaruh pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif dilakukan tabulasi silang dan analisanya menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa percepatan kala I fase aktif pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, responden yang didampingi suami mengalami percepatan kala I fase aktif rata-rata 4,53 jam, sebaliknya responden yang tidak didampingi suami memerlukan waktu fase aktif rata-rata 7 jam. Selisih waktu dari 2 kelompok adalah : 2,47 jam. Hasil analisa chi-square tentang pengaruh pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif menunjukkan bahwa 11 responden dengan peran pendampingan baik, semua mengalami percepatan, sedang 4 responden dengan peran pendampingan kurang baik hanya 1 responden yang mengalami fase aktif yang cepat. Hasil analisa chi-square tentang pengaruh peran pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif didapatkan hasil : x2 hitung > x2 tabel, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan peran pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif.. Saran peneliti diharapkan bidan dapat memfasilitasi pentingnya peran pendampingan suami selama proses persalinan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PERIKSA PADA PENDERITA KANKER SERVIKS (Studi Kasus di RSUD Sidoarjo) Yefi Marliandiani; Retno Setyo Iswati
EMBRIO Vol 7 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.8 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol7.no.a1330

Abstract

Carcinoma Cervix adalah keganasan dari sel-sel neoplasma servix yang timbul di batas antara epitel yang melapisi endoservix (porsio dan endoserviks) yang disebut Squamo Columnar Juction. Pada awal perkembangan Carcinoma Cervix tidak memberi tanda-tanda dan keluhan. Penyakit ini bermula sebagai proses dysplasia pada sambungan squamosa kolumnar. Kemajuan yang berlangsung dari dysplasia berat dan karsinoma Insitu memakan waktu bertahun-tahun. Sebagian pasien mengalami tranformasi cepat dan sebagian pasien displasianya akan menghilang tanpa pengobatan. Waktu rata-rata yang diperlukan untuk berkembang menjadi kanker invasif sejak awal mengalami dysplasia adalah 10-20 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Periksa Pada Penderita Kanker Serviks. Dalam penelitian digunakan metode deskriptif dengan desain penelitian yang pengambilan sampelnya dilakukan secara non probability sampling dan tipe yang digumakan adalah porposive dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, sebagian besar 16 orang (53,33%) memiliki pengetahuan kurang. sebagian besar 14 orang (46,67 %) tergolong pendapatan rendah. Maka dapat disimpulkan faktor yang lebih mempengaruhi adalah pengetahuan. Oleh sebab itu perlu adanya penyuluhan tentang kanker serviks, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan dan tingkat pendapatan dengan kanker serviks dengan menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikan  = 0,05
PENGARUH PEMBERIAN GENISTEIN TERHADAP PENURUNAN KADAR TNF ALPHA PADA ZALIR PERITONEAL MENCIT MODEL ENDOMETRIOSIS Rr. Catur Leny Wulandari
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.176 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian genistein terhadap penurunan kadar TNF-α studi pada (Mus musculus) model endometriosis. Penelitian dibagi menjadi 8 kelompok, yaitu : kontrol negatif, kontrol positif dengan perlakuan pemberian genistein dosis 50 mg/hari, 100 mg/hari, 200 mg/hari, 300 mg/hari, 400 mg/hari, 500 mg/hari. Pengukuran kadar TNF-α menggunakan ELISA kit. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Perbandingan berganda |Ri-Rj| 5%.Menggunakan mencit model endometriosis.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni (true experimental) dengan menggunakan rancangan percobaan dengan metode randomized post-test control group design., dilakukan di Laboratorium Fisiologi Reproduksi Embriologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya dan Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Ada pengaruh pemberian genistein terhadap kadar TNF-α dalam cairan peritoneal mencit model endometriosis (p<0,05). Genistein mampu menurunkan kadar TNF-α terendah pada dosis 100 mg/hari (148.25±7.89 pg/ml) bila dibandingkan dengan perlakuan dosis yang lain.
PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS BANGKALAN Anis Nur Laili; Rodiyatun
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.326 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1433

Abstract

Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, hingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, dengan frekuensi kunjungan minimal 4 (empat) kali selama kehamilan. Menurut Ditjen Bina Gizi dan KIA, Kemenkes RI tahun 2013, cakupan K1 mengalami penurunan dari 96,84% menjadi 95,25% dan cakupan K4 juga mengalami penurunan dari 90,18% menjadi 86,85% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, indikator kinerja cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 padatahun 2013 belum dapat mencapai target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan, yakni sebesar 93%. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain yang digunakan adalah cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya patriarki terhadap keteraturaan pemeriksaan ANC. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan. Populasi dalam penelitian ini 41 ibu hamil. Dalam hal ini peneliti menggunakan jenis Probability Sampling dengan teknik Systematic Random Sampling dimana setiap pasien yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sesuai dengan jumlah pasien/ibu hamil pada register (Kohort) ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariate yang dilakukan terhadap masing-masing variabel dari hasil penelitian dan analisis bivariat dengan tabel silang digunakan untuk melihat gambaran pengaruh variabel independen dan dependen yaitu budaya patriarki dan keteraturan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Selanjutnya dilakukan uji Chi-Square dengan tingkat kesalahan 0,5. Hasil penelitian ini memperlihatkan hasil didapatkan nilai þ: 0,075 > α 0,05 maka tidak ada pengaruh budaya patriarki terhadap keteraturan pemeriksaan kehamilan. Perlu adanya upaya optimalisasi program kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan (ANC) dengan mempermudah akses layanan ANC, memberikan penyuluhan lapangan secara lebih detail dan informatif tidak hanya kepada ibu hamil tetapi juga suami dan anggota keluarga lainnya, serta menghargai budaya yang dianut masyarakat setempat yang tidak mempengaruhi kesehatan
HUBUNGAN PERAN SERTA KADER DENGAN MUTU PELAYANAN POSYANDU BALITA STRATA MADYA Wulandari, Ratna Feti
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.131 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1497

Abstract

Mutu adalah keseluruhan ciri serta sifat pelayanan yang bepengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan peran serta kader dengan mutu pelayanan posyandu balita strata madya di Desa Sumberjo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Balita yang berkunjung ke Posyandu Desa Sumberjo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, teknik sampel dalam penelitian ini purposive sampling dengan jumlah sampel 67 responden. Dalam penelitian ini menggunakan uji statistik koefisien kontingensi. Dari hasil uji statistik korelasi koefisien kontingensi dengan menggunakan software computer didapatkan nilai uji signifikan (p) 0,013 dan taraf kesalahan (α) 0,05 didapatkan bahwa (p<α). Maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan antara peran serta kader dengan mutu pelayanan posyandu balita strata madya dengan tingkat hubungannya rendah (0,338). Berarti semakin kader berperan aktif semakin baik mutu pelayanan posyandu balita. Diharapkan kepada bidan untuk mengoptimalkan pendampingan para kader dalam melaksanakan kegiatan posyandu dari awal hingga akhir kegiatan, agar dapat terciptakan mutu pelayanan posyandu yang baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMENORE DENGAN SIKAP PENANGANAN DISMENORE Luluk Susiloningtyas
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.858 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1498

Abstract

Dismenore adalah masalah menstruasi yang terjadi pada remaja. Masih banyak remaja yang kurang mengerti tentang sikap penanganan dismenore. Salah satu faktor yang mempengaruhi sikap adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan sikap penanganan dismenore di MTs Zainul Hasan Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Tahun 2017. Design Penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini remaja putri di MTs Zainul Hasan yang didapatkan sampel berjumlah 81 responden yang diambil dengan teknik Stratified random sampling. Pengambilan data pengetahuan dan sikap dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dari 81 responden, sebagian besar yaitu 46 responden (56,8%) berpengetahuan baik, sedangkan sikap penanganan dismenore sebagian besar yaitu 51 responden (63,0%) bersikap baik. Analisa hasil uji statistik menggunakan Spearman’s Rank didapatkan angka probabilitas (p) = 0,022 < 0,05), maka H0 ditolak H₁ direrima, berarti ada Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Dengan Sikap Penanganan Dismenore. Sedangkan nilai r = 0,254 menunjukkan hubungan positif rendah. Diharapkan kepada remaja putri untuk lebih meningkatkan lagi pengetahuan tentang dismenorhea dengan sesering mungkin membaca buku, mencari informasi dimedia massa, orang tua, teman dan aktif bertanya kepada petugas kesehatan.
HUBUNGAN POLA PENGASUHAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI TEMPAT PENITIPAN ANAK (TPA) AISYIYAH KECAMATAN KOTA KABUPATEN BANGKALAN Anis Nur Laili
EMBRIO Vol 10 No 1 (2018): EMBRIO (MEI 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.143 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no1.a1500

Abstract

Anak sebagai bagian dari generasi muda merupakan mata rantai yang sangat penting dan menentukan dalam upaya menyiapkan masa depan bangsa dan Negara dan periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita, karena pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa,kreatifitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensi berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya.Kebanyakan seorang ibu, di kota besar pada umumnya sibuk bekerja sehingga kurang mempunyai waktu yang cukup untuk bergaul dan bermain dengan anak-anaknya, disebabkan banyaknya pekerjaan di luar rumah tangganya. Dengan demikian jalan alternatif yang ditempuh oleh orang tua untuk permasalahan dalam menjaga dan merawat anak salah satunya adalah dengan menitipkan anak di TPA atau tempat penitipan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan pola pengasuhan dengan perkembangan anak balita di tempat penitipan anak. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian adalah cros sectional Variabel independen yaitu pola asuh serta variabel dependen perkembangan anak . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di TPA Aisyiah sebanyak 23 balita dengan teknik sampling “accidental sampling “Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuisioner serta dianalisis dengan uji statistic korelasi Spearman Rank. dengan tingkat signifikan (a) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh pengasuh memiliki gaya demokratis (100%) dan dari 23 Balita 20 anak (86,9%) perkembangannya sesuai,2 anak meragukan (8,7%) dan 1 anak (4,4%) terdapat penyimpangan perkembangan.Dari penelitian ini hubungan variabel pola asuh dan perkembangan anak tidak dapat dianalisis karena seluruh pengasuh mempunyai pola asuh yang sama. Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya menggunakan 2 tempat yang berbeda agar terdapat variasi jenis pola asuh sehingga analisis statistik dapat dilakukan
HUBUNGAN PEMBERIAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS Tuning Sugianti
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.884 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1018

Abstract

Pemberian alat permainan edukatif tidak hanya berfungsi dalam memberikan stimulasi bagi anak. Tetapi juga sangat mempunyai arti dalam perkembangan anak, karena anak memiliki kemampuan penerimaan yang besar terhadap rangsangan dari luar diri anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian alat permainan edukatif dengan perkembangan motorik halus pada anak balita usia 1-5 tahun di Desa Babadan Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2017. Jenis penelitian adalah penelitian analitik korelasional. Populasi adalah semua anak balita usia 1-5 tahun di Desa Babadan Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk menggunakan teknik sampling simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 68 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2017. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan lembar observasi. Variabel independen adalah pemberian alat permainan edukatif, sedangkan variabel dependennya adalah perkembangan motorik halus anak balita usia 1-5 tahun. Analisa data menggunakan uji statistik Spearmen Rank (Rho) dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49 responden (72%) adanya pemberian alat permainan edukatif dan yang tidak diberikan alat permainan edukatif yaitu sebanyak 19 responden (28%). Sedangkan perkembangan motorik halus pada anak balita usia 1-5 tahun sebanyak 34 responden (50%) dalam kategori sesuai, pada kategori meragukan sebanyak 18 responden (26%) dan pada kategori penyimpangan sebanyak 16 responden (24%). Hasil uji korelasi Spearmen Rank (Rho) dengan nilai r = 0,414. Berdasarkan tingkatan interpretasi nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian alat permainan edukatif dengan perkembangan motorik halus pada anak balita usia 1-5 tahun di Desa Babadan Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2017 pada tingkatan sedang. Dengan demikian diharapkan seorang ibu untuk dapat memberikan alat permainan edukatif dan ibu lebih memantau perkembangan motorik halus anak supaya perkembangan anak balita dapat sesuai dengan usianya.

Page 7 of 36 | Total Record : 352