cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 27762165     DOI : https://doi.org/10.36456/majeko
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
KONTRIBUSI UPAH DAN MASA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA BAGIAN PRODUKSI PADA DEVISI KAPAL PERANG PT. PAL INDONESIA (PERSERO) Handayani, Cristina Menuk S
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upah dan masa kerja erat kaitanya dengan produktivitas tenaga kerja, dimana upah merupakan penghargaan dari energi karyawan yang telah menginventasikan kemampuannya didalam berproduksi. Sedangkan masa kerja atau sering disebut sebagai lenght of service" berkaitan erat dengan senioritas, sejauh mana tenaga kerja dapat mencapai hasil yang memuaskan dalam bekerja tergantung dari kemampuan, kecakapan dan ketrampilan. Tidak berbeda dengan PT. PAL Indonesia (Persero) sebagai perusahaan yang bergerak dibidang assembling membutuhkan tenaga kerja yang memiliki skill dan dedikasi yang tinggi. Berkaitan dengan keadaan diatas maka dalam penelitian ini akan dikaji sejauh mana kontribusi upah yang diberikan dan masa kerja yang telah dijalani dengan produktivitas kerja khusus tenaga kerja bagian produksi pada Devisi Kapal Perang dengan harapan dapat memberikan informasi dalam menentukan kebijakan perusahaan selanjutnya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 115 orang, dengan menggunakan random sampling sampel diambil sejumlah 90 orang, data didapatkan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan regresi 1 inier berganda yang sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrument serta uji penyimpangan regresi , uji hipotesis dengan menggunakan Uji-f dan melalui uji t dengan membandingkan thttung (th) dengan ttabel(tt) pada a 0,05. Setelah dilakukan analisis dengan bantuan program SPSS didapatkan basil koefisien korelasi sebesar sebesar R = 0,640. Sedangkan pada koefisien determinasi R Square (R2) sebesar 0,410. Hal ini menunjukkan bahwa Upah dan Masa kerja dapat memberikan kontribusi terhadap Produktivitas Tenaga Kerja sebesar 41 %. Hasil uji-F diperoleh nilai Fhitung sebesar 30,194 dengan nilai sig. sebesar 0,000 maka berdasarkan hasil pengujian hipotesis bahwa nilai sig. lebih kecil dari taraf signifikan (0,000 < 0,05).Hasil uji-t diperoleh nilai thitung pada variabel upah sebesar 6,467 dengan nilai sig. sebesar 0,000 dan nilai thitung pada variabel masa kerja sebesar.2,384 dengan nilai sig. sebesar 0,019 maka secara sendiri-sendiri nilai sig. lebih kecil dari taraf signifikan (0,000 dan 0,019 < 0,05) Dari analisis tersebut upah memberikan kontribusi dominan sebesar 0,554 dengan nilai sig. 0,000. Dengan demikian simpulan penelitian ini adalah upah dan masa kerja memberikan kontribusi terhadap produktivitas tenaga kerja bagian produksi pada devisi kapal perang PT. PAL Indonesia (Persero). Variabel upah memberikan kontribusi yang lebih besar bila dibanding dengan masa kerja terhadap produktivitas tenaga kerja. Untuk itu masukan untuk kebijakan lebih lanjut agar pimpinan memberikan perhatian /empati yang maksimal terhadap tenaga kerja serta perlu memberikan penghargaan terhadap kinerja atau prestasi kerja yang memang mampu ditunjukkan oleh tenaga kerja untuk membedakan dengan tenaga kerja yang lainnya.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA) Suhardiyah, Martha; Waryanto, bambang Dwi
Majalah Ekonomi Vol 18 No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja suatu sistem informasi akuntansi yang diterapkan/ digunakan pada suatu unit organisasi, dimana faktor yang terdiri dari Keterlibatan Pemakai dalam penggunaan sistem, pengembangan sistem, adanya edukasi berupa program pendidikan dan pelatihan bagi pengguna dalam hal ini pihak mahasiswa dan pengambil keputusan dan adanya dukungan manajemen merupakan faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi. Pada lembaga pendidikan Sistem informasi Akademik sangat dominan perannya bagi pengguna terutama bagi mahasiswa dan para pengambil keputusan terkait kemajuan institusi. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden (mahasiswa sebagai pengguna sistem). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIPA Surabaya dengan sampel mahasiswa semester akhir di Program studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi angkatan 2009. dengan menggunaan analisis regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen Berdasarkan hasil analisis data jika dikaitkan dengan masalah penelitian yang berbunyi Bagaimana Pengaruh faktor-faktor suatu sistem informasi akuntansi terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi ? maka berdasarkan hasil analisis data menujukkan bahwa Faktor-faktor suatu sistem informasi akuntansi yang meliputi: Keterlibatan pengguna/partisipasi user dalam proses pengembangan SIA (X1), Program pelatihan dan pendidikan bagi user (X2) dan Dukungan dari Manajemen (X3) secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y) berpengaruh sebesar .48,5 %, sedangkan 51.5% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti, faktor lain itu seperti kemampuan pengguna, soft ware yang digunakan dll sedangkan menurut masng-masing variabel menunjukkan bahwa : (1). Keterlibatan pengguna/partisipasi user dalam proses pengembangan SIA (X1) terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y) menunjukkan menunjukkan nilai sig 0.113 lebih besar dari derajat signifi kan (α) 0.05 maka dapat diambil keputusan bahwa H0 diterima dan H1 gagal/ ditolak sehingga: Keterlibatan pengguna/partisipasi user dalam proses pengembangan SIA (X1) tidak berpengaruh terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y) diterima. (2).Program pelatihan dan pendidikan bagi user (X2) terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y) menunjukkan nilai sig 0.038 lebih kecil dari derajat signifikan (α) 0.05 maka dapat diambil keputusan bahwa H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Program pelatihan dan pendidikan bagi user (X2) berpengaruh terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y). (3).Dukungan dari Manajemen (X3) terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y) menunjukkan nilai sig 0.00 lebih kecil dari derajat signifikan (α) 0.05 maka dapat diambil keputusan bahwa H0 gagal ditolak dan H1 diterima Sehingga dapat disimpulkan bahwa Dukungan dari Manajemen (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (Y). Oleh karena itu perlu adanya Program pendidikan dan pelatihan tentang Sistem Informasi berbasis IT bagi pengguna/ user dan pemilik (owner) dengan teknik atau pendekatan program terpadu. disamping itu pemilik hendaknya selalu meng update data/ informasi demi kepuasan pengguna SIA .
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT PHC SURABAYA. surabagiarta, i ketut
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pelayanan rumah sakit merupakan faktor yang mempengaruhi penilaian serta kepuasan pasien. Semakin rendah penilaian dan kepuasan pasien, semakin rendah mutu pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Penanganan Kegawatdaruratan Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya. Dimensi mutu pelayanan yang digunakan dalam penelitian • ini adalah dimensi_mutu menurut Yamit (2001:10)_y_ang mengiclentifikasi lima 5 (lima) dimensi mutu yang digunakan oleh para pelanggan dalam mengevaluasi kualitas pelayanan meliputi bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (Assuransce), dan empati (Ernphaty). Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan Directly reported satisfaction, dengan total sampel berjumlah 75 orang yang diambil dari populasi pasien rawat inap yang dirujuk dari Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Regresi Linier Berganda. Pengujian dengan Regresi Linier menunjukkan terdapat pengaruh Kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap kepuasan pasien, dibuktikan dengan hasil R sebesar 0,787 atau 78,7 %. Kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (Assuransce), dan empati (Emphaty) mempunyai pengaruh simultan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya, dibuktikan dengan menggunakan uji F didapatkan nilai Fhitung (Fh ) sebesar 22,467. Menurut uji t menunjukkan kualitas pelayanan mempunyai nilai sig diatas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (Assuransce), dan empati (Emphaty) tidak mempunyai pengaruh parsial terhadap kepuasan pasien di lnstalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kepuasan pasien rawat inap paling dominan pada dimensi empati (Emphaty). Kesimpulan yang dapat ditarik adalah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kualitas pelayanan secara simultan dapat mempengaruhi kepuasan pasien, namun secara parsial kurang mempengaruhi kepuasan pasien. Dimensi mutu empati (Emphaty) memiliki peran yang paling besar dalam menentukan mutu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya.
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA PT. PELABUHAN INDONESIA III SURABAYA waryanto, r. bambang dwi; utomo, sigit prihanto
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem akuntansi yang mengakui adanya pusat¬pusat pertanggungjawaban pada sebuah perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban timbul sebagai akibat adanya wewenang yang diberikan dan bagaimana mempertanggungjawabkannya dalam bentuk laporan tertulis. Laporan tersebut berupa laporan pertanggungjawaban yang dapat digunakan sebagai dasar analisa pengukuran prestasi kerja manajer untuk setiap pusat pertanggungjawaban dan pengendalian biaya. Biaya dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban dihubungkan dengan manajer yang memiliki wewenang untuk mengkonsumsi sumber daya. Karena sumber daya yang digunakan harus dinyatakan dalam satuan uang dan itu merupakan biaya, maka sistem akuntansi pertanggungjawaban merupakan satu metode pengendalian biaya yang memungkinkan manajemen untuk melakukan pengelolaan biaya. Berdasakan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah melakukan riset mengenai penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alai pengendalian biaya. Variabel penelitian adalah Penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai variabel bebas (x) dan Pengendalian biaya sebagai variabel terikat (y). Populasi penelitian adalah laporan keuangan PT. Pelindo III Surabaya. Sampel penelitian adalah laporan keuangan tahun 2008-2010 dengan pertimbangan agar data diharapkan tidak kadarluarsa (expired) yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dan dokumentasi yang kemudian diolah dengan metode deskriptif dan komperatif.Berdasarkan pembahasan dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa PT. Pelindo III telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban dengan cukup baik. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban tercermin pada penyusunan anggaran yang telah melibatkan semua bagian, penggolongan biaya dan kode rekening, laporan pertanggungjawaban dan penyusunan struktur organisasi yang sangat jelas. Sedangkan untuk pengklasifikasian biaya, PT. Pelindo III cukup baik menerapkan sistem akuntansi pertanggungjawaban.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI SERTA KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA surabagiarta, i ketut
Majalah Ekonomi Vol 18 No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia merupakan aset terpenting perguruan tinggi karena perannya sebagai subyek pelaksana kebijakan dan kegiatan operasional lembaga. Agar perguruan tinggi tetap eksis maka harus berani menghadapi tantangan dan implikasinya yaitu menghadapi perubahan dan memenangkan persaingan. Sumber daya yang dimiliki oleh perguruan tinggi seperti dana, tata kelola dan sarana lain tidak bisa memberikan hasil yang optimum apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kinerja yang optimum. Douglas (2000) menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan karyawan yang mempunyai kinerja (job performance) yang tinggi. (Mariam, 2009:1) Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini akan menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang di olah menggunakan metode statistik dengan alat bantu perangkat lunak Microsoft Excel dan SPSS for windows. Hasil dari pengolahan data menunjukkan nilai R Square sebesar 0,470 yang artinya variabel gaya kepemimpinan dan budaya organisasi serta kepuasan kerja dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan Universitas PGRI Adi Buana SurabayaSebesar 47%, sementara sisanya sebesar 53% (100% - 47%) kinerja karyawan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Dari uji t variabel gaya kepemimpinan (X1) berpengaruh secara signifikan atau nyata terhadap kinerja karyawan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Y) dengan nilai thitung > ttabel(2,162>2.0281). Hal ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan perlu dipertahankan guna meningkatkan kinerja karyawan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah terdapat pengaruh signifikan Gaya kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Terdapat pengaruh signifikan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Terdapat pengaruh signifikan antara Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
KAJIAN LITERATUR PERBEDAAN BUDAYA DAN IKLIM ORGANISASI wibowo, tony susilo
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan dan eksistensi organisasi tidak lepas dari peran anggota dalam berkiprah, begitu juga dengan warna yang melekat pada organisasi itu. Semua hal tersebut berhubungan dengan Iklim dan budaya organisasi yang terbentuk dalam sebuah organisasi. Secara definisi iklim merupakan sebuah deskripsi atau gambaran tentang organisasi dimana pada suatu kondisi tertentu karakteristik itu bersifat sementara dan dapat berubah, jika anggota berkehendak untuk mengubah, sedangkan budaya organisasi cenderung mengarah pada nilai, norma dan kepercayaan yang diyakini anggota untuk menjalankan tugasnya sehingga membentuk satu karakteristik tertentu dan akan bersifat lebih lama. Kedua hal tersebut, baik iklim maupun budaya akan terdapat dalam sebuah organisasi, dapat menjadi dua hal yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena keberadaannya saling mempengaruhi seiring dengan pengaruh lingkungan organisasi sehingga dapat disimpulkan bahwa iklim berangkat dari karakter masing-masing anggota yang kemudian berkembang dan mewarnai organisasi meski dalam satu waktu tertentu dapat berubah seiring perubahan pada organsiasi itu, sedangkan budaya berkembang dari nilai, norma dan keyakinan anggota yang kemudian meluas sehingga setiap anggota organisasi memahami kondisi tersebut dan dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama, keduanya merupakan sebuah fenomena dalam organisasi.
PENGARUH PEMBERDAYAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI DESA JATIKALANG KECAMATAN PRAMBON SIDOARJO suharyanto, suharyanto
Majalah Ekonomi Vol 18 No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. This research intended to assess the Organizational Personnel Empowerment to the productivity which must be performed to the entrepreneur of UMKM in Jatikalang Village Prambon Distric Sidoarjo Method. This research was conducted in Sidoarjo which covered 20 entrepreneurs as respondent. This research by utilizing Regression, the technique was processed with SPSS 18.0 to analyze some hypothesis. The intercorrelations models between two variables in this study revealed that the hypothesis have significant correlation. Conclusion. The result of this research were empirical date of the development of the theoretical of human resoureces and practice management.
KAJIAN FUNGSI INTERMEDIASI PERBANKAN INDONESIA MASA KRISIS EKONOMI TAHUN 1997-1998 arianto, bisma
Majalah Ekonomi Vol 18 No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monetary and banking crises happened in Indonesia in 1997 has brought a very fundamental change in Indonesia economy. These crisis, which then become an economic crisis, has put Indonesian banking into a big difficulty. When the economic crisis happened on July 1997, the Indonesian banking's level of Loan to Deposit Ratio (LDR) tended to decrease. This Fact showed that the implementation of Indonesian banking's intermediation function was decreasing. Moreover, the occurring issues of excess reserve which was not allocated for credit matters, and the increasing of fund placement through Sertificate of Bank Indonesia (SBI) volume, has caused a decrease and ever a failure in the implementation of Indonesian banking's intermediation function. It's very important to observe the decreasing of Indonesian banking's intermediation function because it can directly affect the development of real sector and then it will have an impact on the development of Indonesian economy. The intermediation function of national banking has already worked, but the yearly increase is relatively slow. The increasing of national banking's excess reserve since 1997 shows that the banking's operational in distributing the loan to real sector is not optimal. Which the increasing position of Sertificate of bank Indonesia (SBI) on banking shows that banking tends to allocate their funds to get short term profit and it also has small risk level than allocating the fund for loan. Indonesian banking's intermediation function has actually worked well, but what happen then is that the increasing of banking's credit level can not matched with the increasing of Third Party Fund (DPK) level. The effort of banking in increasing Loan to Deposit Ratio (LDR) by distributing into that loan can not be done by the banking itself. Other party support, especially from government in establishing a condusive situation also can attract the development of business.
PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI 1 TAMAN wibowo, tony susilo
Majalah Ekonomi Vol 15 No 2 (2011): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan sekolah tidak dapat lepas dan peran guru pada berbagai jenjang pendidikan sehingga peran guru sangat penting. Untuk itu guru harus mempunyai kinerja yang optimal dengan dukungan motivasi dan lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Taman Sidoarjo yang dilaksanakan pada periode Maret — Juni 2011. Sampel dalam penelitian ini adalah guru di SMP Negeri 1 Taman sejumlah 30 guru yang diambil secara acak (simple random sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner motivasi dan lingkungan kerja, serta penilaian kinerja melalui DP-3. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan toleransi 5% dengan hasil angka r sebesar 0,799 menunjukkan bahwa pengaruh antara motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru adalah kuat serta %hung > ttabel (3,544 > 2,04841) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja guru. Selanjutnya dapat disimpulkan pula secara bersama-sama motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja guru.
TEKANAN KEPATUHAN, PERTIMBANGAN MORAL, DAN PENGALAMAN AUDITOR DALAM MEMPENGARUHI AUDIT JUDGMENT lasiyono, untung
Majalah Ekonomi Vol 15 No 2 (2011): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judgment audit sering dibutuhkan auditor dalam memberikan opini terhadap kelayakan laporan keuangan yang disajikan perusahaan. Beberapa faktor diprediksi mempengaruhi auditor dalam memberikan audit judgment yaitu tekanan kepatuhan dari atasan, pertimbangan moral, dan pengalaman auditor. Penelitian ini dilakukan terhadap 42 auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) Surabaya pada tahun 2010, sedangkan data diperoleh melalui angket. Penelitian ini memiliki tiga macam variabel bebas yaitu Tekanan Kepatuhan (X1), Pertimbangan Moral (X2), Pengalaman Auditor (X3), serta satu variabel terikat yaitu Audit Judgment (Y). Dengan teknik analisa Regresi Linier Berganda diperoleh kesimpulan bahwa secara parsial maupun simultan tekanan kepatuhan, pertimbangan moral, dan pengalaman auditor berpengaruh terhadap audit judgment. Nilai koefesien regresi masing-masing variabel sebesar 0.202 ; 0.310 ; dan 0.436 dengan nilai t yang memiliki tingkatr signifikansi < 0.05 dan nilai Uji F sebesar 21.403 berada pada tingkat signifikansi < 0.05. Variabel pengalaman auditor berpengaruh dominan terhadap audit judment.