cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 27762165     DOI : https://doi.org/10.36456/majeko
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Tacit Knowledge: Green Entrepreneur Mahasiswa pwt, teguh
Majalah Ekonomi Vol 17 No 2 (2013): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman yang sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan. Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge dikategorikan sebagai personal knowledge atau dengan kata lain pengetahuan yang diperoleh dari individu (perorangan). Entreprenuer hijau dalam bahasa sederhananya adalah Entreprenuer yang dalam kegiatan bisnis semua komoditi dan aktivitasnya rendah karbon, artinya tidak menghasilkan emisi atau polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial. Green Entreprenuer adalah salah satu konsep yang melengkapi pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Ini karena prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan adalah “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Sehingga, bisa dikatakan bahwa Enterprenuer hijau adalah penggerak utama pembangunan berkelanjutan. Ketimpangan pendapatan penduduk negara kaya dengan negara miskin, meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya areal hutan dan musnahnya keanekaragaman hayati adalah beberapa dampak dari pola hidup masyarakat modern yang membuat pembangunan sangat eksploitatif. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan produksi memang membuahkan perbaikan ekonomi namun gagal di bidang sosial dan lingkungan. Konsep Entrepreneur hijau diharapkan menjadi jalan keluar dari permasalahan-permasalahan ekonomi saat ini. Menjadi jembatan antara pertumbuhan pembangunan, keadilan sosial serta tetap ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam. Kuncinya hanya satu, setiap orang mau mengubah perilakunya.
Menyikapi Perbedaan Laba Menurut PSAK dan FISKAL : Perlukah Dibuat Pembukuan Ganda? Istikhoroh, Siti; waryanto, r. bambang dwi
Majalah Ekonomi Vol 17 No 2 (2013): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai satu entitas, perusahaan/badan usaha wajib menyelenggarakan pembukuan untuk melaporkan kinerja finansial kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan yang dihasilkan ada dua jenis, yaitu laporan keuangan komersial yang disusun berdasarkan Prinsip Akuntansi Keuangan (PSAK) dan laporan keuangan fiskal yang disusun berdasarkan Peraturan Perpajakan. Jika laporan keuangan komersial ditujukan untuk kepentingan bisnis, maka laporan keuangan fiskal disusun untuk mengetahui jumlah pajak yang harus dibayar. Perbedaan aturan pembukuan menurut PSAK dan Fiskal menyebabkan perbedaan jumlah laba yang dilaporkan dalam dua laporan keuangan tersebut. Tidak selamanya orang yang berkepentingan terhadap laporan keuangan adalah orang yang mengerti akuntansi. Orang akuntansi memahami perbedaan tersebut, namun orang awam tidak. Untuk menjamin bahwa kinerja finansial yang dilaporkan sesuai dengan kenyataan, masyarakat (awam) menuntut pelaporan keuangan yang valid dan reliabel. Perusahaan harus mampu menghasilkan laporan keungan tunggal yang bisa digunakan untuk semua kepentingan. Sebuah langkah strategis yang disebut dengan Rekonsiliasi Fiskal dapat dilakukan perusahaan untuk menghasilkan laporan keuangan tunggal tersebut.
PREDIKSI KONDISI BERMASALAH BERDASARKAN ANALISIS RASIO CAMEL MENGGUNAKAN PENDEKATAN LOGISTIC REGRESSION PADA LEMBAGA PERBANKAN YANG GO PUBLIK Fariana, Rina
Majalah Ekonomi Vol 18 No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mampu memprediksi kondisi bermasalah menjadi salah satu alternatif bagi investor dalam menganalisis kinerja keuangan dan menginvestasikan dana yang dimilikinya. Jika kondisi bermasalah mampu diketahui secara dini, maka investor atau pihak yang berkepentingan dapat meminimalisasi kemungkinan risiko yang akan diderita. Faktor-faktor yang diuji dalam penentuan kondisi kebangkrutan dan kesulitan keuangan perusahaan adalah rasio CAMEL. Sampel penelitian terdiri dari 13 bank sehat, 4 bank yang mengalami kebangkrutan, dan 3 bank yang mengalami kondisi kesulitan keuangan. Analisis logit merupakan alat analisis yang banyak digunakan dalam penelitian peramalan kebangkrutan. Analisis logit bertujuan untuk menguji probabilitas terjadinya variabel terikat dengan variabel bebasnya. Penelitian ini mengungkap bahwa variabel berdasarkan rasio CAMEL yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi bermasalah adalah rasio CAR, APB, ROA, NIM, LAR, dan NCM to CA. Variabel yang memiliki kontribusi terbesar terhadap prediksi kondisi bermasalah pada perusahaan jasa perbankan berdasarkan analisis logit adalah rasio yang berhubungan dengan aspek earning yaitu ROA. Analisis logit memberikan tingkat keakuratan yang cukup tinggi yaitu sebesar 90%.
ANALISA KELAYAKAN USAHA BUAH BENGKUANG SEBAGAI PRODUK CAMILAN KRUPUK GORENG PASIR NON KOLESTEROL subakir, subakir
Majalah Ekonomi Vol 18 No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran industri kecil yang berbasis pertanian pada saat ini dirasakan semakin diperlukan. Salah satu jenis industri kecil berbasis pertanian (agroindustri) yang relatif tahan terhadap gangguan krisis ekonomi adalah industri kecil pengolahan pangan. Bengkuang adalah salah satu produk pertanian asli dari kecamatan Wringinanom dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat makanan olahan, sehingga menambah deversifikasi makanan olahan dari buah bengkoang. Penelitian ini dilakukan untuk menjadikan bengkuang sebagai krupuk bengkuang dan menggorengnya secara tradisional tanpa minyak dengan media pasir, sehingga menghasilkan krupuk non kolesterol. Hasil produk krupuk bengkuang non kolesterol ini menarik bagi konsumen, mengingat banyaknya penyakit yang disebabkan oleh kandungan kolesterol yang tinggi dari hasil penggorengan dengan minyak, sehingga konsumen sekarang beralih pada produk makanan yang rendah kolesterol. Produk krupuk bengkoang non kolesterol ini menjadi peluang pasar yang menarik bagi konsumen yang menyukai krupuk. Permasalahan apakah menguntungkan jika buah bengkuang dijadikan produk makanan camilan krupuk goreng pasir non kolesterol, sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah kelayakan usaha dengan mengunakan metode penelitian surve. Subyek penelitian adalah petani bengkuang di Kecamatan Wringinanom. Analis yang digunakan antara lain B/C ratio, NPV, IRR dan Pay back period(PBP), dengan asumsi. Periode proyek 5 tahun untuk memproduksi 300 kg kerupuk per hari. Harga kerupuk per Kg Rp.6.000,-, Hari kerja setahun untuk tenaga tetap sebanyak 288 hari. Sedang untuk Tenaga kerja borongan selama 240 hari, Tingkat suku bunga kredit 10% / tahun. Hasilnya menunjukkan : B/C ratio = 1,46, NPV = Rp. 211.536.820, IRR = 35,68 %, PBP (usaha) = 2 tahun 11,5 bulan dan PBP (kredit) = 2 tahun 2 bulan. Dari hasil tersebut usaha ini dinyatakan layak.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA suharyanto, suharyanto
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang layanan administrasi dan kinerja pegawai masih belum sesuai dengan harapan lembaga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang menghasilkan lulusan di bidang pendidikan dan mampu menghasilkan kader bangsa berperilaku profesional, mampu melakukan riset dan memiliki jiwa kewirausahaan. Salah satu kuncinya adalah pengelolaan sumber daya manusia melalui Kepemimpinan sebagai aktivitas utama dalam pencapaian tujuan organisasi serta Budaya Organisasi yang dilaksanakan merupakan faktor dalam penentuan kinerja pegawai. Penelitian ini untuk mengkaji: 1)Pengaruh Gaya kepemimpinan dan Budaya Organisasi secara simultan terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, 2)Pengaruh Gaya Kepemimpinan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan 3) Pengaruh budaya Organisasi secara parsial terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan survei melalui kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data dengan jumlah sampling 91 responden yang merupakan pejabat struktural di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Kelayakan instrumen diuji melalui tes validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan metode regresi berganda dengan bantuan program SPSS v.19. Hasil analisis data diperoleh bahwa: (1)Secara simultan Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dengan melalui uji model summary (R2) sebesar memberi sumbangan 42,8 % dan dari uji Fiutung ditunjukkan dengan nilai 32,917 dengan probabilitas 0,000 < 0,05 berarti Ho ditolak Ha diterima artinya variabel bebas secara simultan mempengaruhi variabel terikat. (2)Secard parsial Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai dari thitung sebesar 3,664 dan ttabel 1,96 serta nilai Signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ho yang diajukan ditolak Ha diterima dan memberi sumbangan sebesar 34,4 %. dan (3)Secara parsial Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dari thitung sebesar 4,338 dan ttabel 1,96 serta nilai Signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ho yang diajukan ditolak Ha diterima dan memberi sumbangan sebesar 40,7 %.
PERBANKAN SYARIAH DAN PELAPORAN AKUNTANSI SYARIAH suhardiyah, martha
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era terakhir ini di Indonesia berkembang usaha berciri syariah diantaranya adalah bank syariah, walaupun masih banyak terdapat Bank Umum dan bank Perkreditan Rakyat yang melayani kepentingan masyarakat . Lahirnya bank Syariah merupakan suatu jawaban dari keinginana sebagian penduduk Indonesia yang beragama Islam, dimana pada bank ini tidal( diberlakukanya bunga atas modal sebagai balas jasa bagi nasabah ataupun pihak bank yang telah menanamkan modalnya pada pihak lain . Dalam ajaran Islam bunga dianggap sebagai riba sehingga merupakan hal yang haram.Pada Bank Syariah diberlakukannya sistem bagi hasil keuntungan maupun kerugian kepada para nasabah. Untuk mengetahui berapa besar bagi hasil dan bagi rugi maka bank diwajibkan untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan standart akuntansi keuangan yang berlaku.
RANCANGAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK Wibowo, Tony Susilo
Majalah Ekonomi Vol 18 No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas sebagai salah satu lembaga pendidikan adalah organisasi yang mempunyai luaran unik, dimana proses bisnis didalamnya sangat berbeda dibanding dengan organisasi lain, tetapi agar tetap dapat bersaing dengan organisasi lain, penggunaan perangkat lunak khusus dan basis data merupakan hal yang mutlak agar mempunyai diferensiasi dan menjadi keunggulan kompetitif sehingga dapat bersaing dengan organisasi lain. Sistem informasi pada universitas juga tidak lepas dari permasalahan yang menghambat kinerja pelayanan kepada mahahsiswa dan pemangku kepentingan seperti lambatnya layanan dan pemborosan biaya. Oleh karena itu pengembangan sistem informasi yang terintegrasi lebih tepat menggunakan model pengembangan berorientasi pemakaian ulang. Kondisi tersebut dapat terjadi karena sebagian besar fakultas pada sebuah universitas mempunyai proses bisnis atau alur sistem informasi yang hampir sama, dan merupakan bagian yang terintegrasi dari sistem informasi universitas. Penggunaan model tersebut juga tidak membutuhkan biaya terlalu besar dan waktu yang lebih singkat dibanding penggunaan model pengembangan sistem informasi lainnya.
STRATEGI MENINGKATKAN KINERJA PERGURUAN TINGGI SWASTA (PTS) DI JAWA TIMUR DENGAN MEMBANGUN KOMPETENSI ORGANISASI lasiyono, untung; istikhoroh, siti
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai salah satu jenis perusahaan jasa dihadapkan pada perubahan lingkungan bisnis global yang memicu intensitas persaingan antara sesama penyedia jasa pendidikan tinggi. Untuk menjaga eksistensinya, masing-masing akan berusaha menawarkan jasa berkinerja tinggi dengan menciptakan kompetensi organisasi. Beberapa faktor diprediksi mempengaruhi kompetensi yaitu lingkungan bisnis (X1), pembelajaran organisasi (X2), dan reputasi (X3). Bersama-sama dengan kompetensi (Y1) yang terbentuk, ketiga faktor diprediksi akan mempengaruhi rencana strategis (Y2). Populasi penelitian sebanyak 283 PTS Jatim dengan sampel sebanyak 72 PTS yang ditetapkan berdasarkan teknik quota sampling. Analisa data menggunakan statistik regresi Tinier berganda diperoleh kesimpulan bahwa ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kompetensi maupun rencana strategis. Faktor reputasi berpengaruh dominan terhadap kompetensi tetapi tidak berpengaruh secara parsial terhadap rencana strategis. Pada tataran teoritis penelitian ini mendukung beberapa penelitian terdahulu, sedangkan pada tataran praktis berfungsi sebagai masukan bagi pimpinan PTS di Jawa Timur tentang pentingnya membentuk kompetensi superior sebagai bagian dari tingkat keunggulan bersaing yang berkelanjutan dalam rangka memenangi persaingan.
PENGARUH SISTEM PENGHARGAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA PT. ANEKA GAS INDUDTRI WILAYAH V JAWA TIMUR pwt, teguh
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seseorang akan termotivasi dengan penghargaan yang diperoleh jika penghargaan tersebut dapat memuaskannya. Penghargaan yang dapat memuaskan karyawan biasanya berkaitan dengan hasil dan pekerjaan karyawan itu sendiri atau yang dikenal dengan penghargaan ekstrinsik. Hubungan antara penghargaan dan kepuasan tidak dipahami dengan sempurna karena sifatnya juga tidak statis. Hubungan tersebut berubah karena orang dan lingkungannya berubah. Akan tetapi, ada beberapa hal penting yang dapat di gunakan sebagai pertimbangan untuk mendistribusikan penghargaan. Pertama, penghargaan tersebut harus cukup memuaskan kebutuhan dasar manusia. Peraturan pemerintah, perjanjian kerja, dan kejujuran manajerial telah menyediakan penghargaan minimum dalam hampir semua lingkungan kerja. Kedua, individu cenderung membandingkan penghargaan yang mereka peroleh dengan penghargaan yang di peroleh orang lain. Jika dianggap tidak adil, maka akan menimbulkan ketidakpuasan. Oleh karena itu dalam mendistribusikan penghargaan, pihak manajemen harus mempertimbangkan perbedaan individu. Jika tidak dipertimbangkan maka proses pemberian penghargaan akan kurang efektif dari yang diharapkan. Setiap penghargaan harus cukup memuaskan kebutuhan dasar, dianggap adil, diorientasikan secara individual.
RAMADAN ANOMALY EFFECT PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX BERDASARKAN PERSPEKTIF BEHAVIORAL FINANCE THEORY Yuniati, R.A. Norromadani
Majalah Ekonomi Vol 18 No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa para investor dan pelaku pasar modal selalu bertindak rasional dalam pengambilan keputusan di pasar modal dewasa ini, seperti yang telah banyak dituliskan dalam beberapa literatur manajemen keuangan dan investasi yang telah sering diterangkan secara teoritis dalam dunia akademisi?. Padahal pada prakteknya dan berdasarkan beberapa penelitian terakhir ini, banyak membuktikan fenomena-fenomena penyimpangan yang terjadi di pasar modal, yang pada akhirnya kurang sejalan dengan teori-teori keuangan standart dan teori keuangan konvensional. Praktek di lapangan mulai bergeser dan keilmuan mulai berkembang seiring semakin pesatnya penelitian dan kajian-kajian keuangan moderen saat ini, sehingga melahirkan sebuah paradigma baru bahwa behavioral finance mulai melengkapi dan menggantikan teori keuangan standar yang mengkaji konsep rational investor menjadi normal investor yang memiliki penyimpangan bias secara social, kognitif dan emosi. Maka dari itu dengan melihat pola perilaku masyarakat khususnya pelaku pasar di moment Ramadan pada index syariah (Jakarta Islamic Indexs) yang berkembang di Pasar Modal Indonesia, peneliti mencoba membuktikan ada atau tidaknya anomaly effect yang terjadi di Pasar Modal Indonesia dengan menggunakan perspektif behavioral finance theory. Penelitian ini berusaha memberikan alternatif pertimbangan bagi investor dan para pelaku pasar dalam pengambilan keputusan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) khususnya yang terkait dengan kegiatan perdagangan saham Jakarta Islamic Indexs di waktu bulan Ramadan.