cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 18 Documents clear
BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii BERKELANJUTAN DI PERAIRAN INDARI KECAMATAN BACAN BARAT KABUPATEN HALMAHERA SELATAN PROPINSI MALUKU UTARA M Irfan
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.642 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan usaha budidaya rumput laut K.alvarezii di perairan Indari Kecamatan Bacan Barat Propinsi Maluku Utara. Pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara yang dilakukan kepada petani rumput laut (sebanyak 30 orang). Data-data keberlanjutan budidaya rumput laut terdiri atas: data dimensi ekologi, dimensi teknis, dimensi ekonomi/kelayakan finansial, dimensi sosial budaya, dan dimensi kelembagaan. Analisis keberlanjutan budidaya rumput laut K.alvarezii dengan menggunakan Rapfish (Rapid Appraissal for Fisheries) untuk mengevaluasi keberlanjutan dari perikanan secara multidisipliner.  Hasil analisis dari RAP-RL menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan pada dimensi ekologi sebesar 82.67% (status berkelanjutan baik), dimensi teknis sebesar 76.36% (berkelanjutan baik), dimensi ekonomi/kelayakan finansial sebesar 44.57% (kurang berkelanjutan), dimensi sosial budaya sebesar 73.19% (berkelanjutan baik), dan dimensi kelembagaan sebesar 55.07% (cukup berkelanjutan). Sedangkan nilai indeks keberlanjutan multidimensi sebesar 50.53% (status cukup berkelanjutan). Kata Kunci: budidaya rumput laut, berkelanjutan
KAPASITAS ADAPTIF MASYARAKAT DI WILAYAH PESISIR TERHADAP BENCANA (Studi Kasus Bencana Banjir di Kelurahan Bastiong Karance Kota Terante) Mohammad Ridwan Lessy
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.547 KB)

Abstract

Kelurahan Bastion Karance merupakan salah satu kelurahan yang terletak di wilayah pesisir Kota Ternate. Kelurahan ini sangat berpeluang mengalami bencana banjir karena letaknya topografinya yang datar dan landai. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang paparan bencana, mengidentifikasi dampak bencana dan memahami kapasitas adaptif dari masyarakat and pemerintah di lokasi studi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data lapangan dilakukan dengan empat teknik, yaitu; Forum Group Discussion (FGD); Indepth Interview (wawancara mendalam), Observasi dan literature review. Hasil studi mendapatkan bahwa masyarakat dan pemerintah Kota Ternate telah menunjukkan kapasitas adaptasi cukup baik meskipun masih perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi bencana.
JASA LINGKUNGAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN JAILOLO Sukarmin Idrus
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.64 KB)

Abstract

Mangrove merupakan sumberdaya yang dapat dipulihkan (renewable resources). Keberadaan mangrove telah memberikan manfaat pada masyarakat yang sebagian hidup di daerah pesisir. Tingkat pemanfaatan mangrove masyarakat Kecamatan Jailolo cukup tinggi hal ini dapat dilihat dari  pemanfaatan mangrove sebagai areal penggunaan lain (APL) seperti kawasan pemukiman dan perluasan pelabuhan sangatlah besar yaitu sebesar 75% (BPDAS 2015). Oleh karena itu diperlukannya sebuah informasi tentang nilai sebenarnya dari jasa ekosistem mangrove tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung nilai jasa lingkungan ekosistem hutan mangrove di Kecamatan Jailolo. Hasil identifikasi dan valuasi ekonomi diperoleh 3 jenis Jasa ekosistem mangrove diantaranya Jasa penyedia (provision), antara lain, pemanfaatan kayu,  ikan, dan  kepiting; Jasa pengatur (regulating) sebagai pemecah gelombang dan pencegah intrusi air laut; dan Jasa budaya (cultural) sebagai ekowisata mangrove. Berdasarkan hasil analisis nilai total ekonomi jasa lingkungan hutan mangrove adalah sebesar Rp.253.064.381/tahun .Kata Kunci: Jailolo, mangrove, jasa lingkungan
BIODIVERSITAS DAN KELIMPAHAN IKAN GELODOK (MUDSKIPPER) DI DAERAH INTERTIDAL PANTAI PAYUMB, MERAUKE Sunarni Sunarni; Modesta R Maturbongs
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.108 KB)

Abstract

Ikan gelodok (Mudskipper) merupakan salah  satu jenis biota endemik yang mendiami kawasan hutan mangrove. Di Indonesia,secara umum spesies ikan glodok kurang mendapat perhatian, sehingga informasi tentang spesies ini masih sangat sedikit terlebih di daerah Papua khususnya bagian selatan yang memiliki luasan mangrove yang begitu luas sebagai habitat alami bagi keberdaaan jenis-jenis ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang biodiversitas dan kelimpahan ikan gelodok sebagai biota endemik penghuni ekosistem mangrove di daerah intertidal pantai Payumb. Pengambilan sampel ikan gelodok dilakukan pada saat air surut, dilakukan secara manual yakni dengan menggunakan tangan. Biodiversitas ikan gelodok dinilai berdasarkan pada komposisi jenis dan beberapa indeks diversitas. Hasil penelitian ini menunjukkan total ikan yang dikoleksi 340 individu, terdiri dari 1 divisi, 2 ordo, 2 famili, 4 genus dan 5 spesies. Kelimpahan ikan gelogok tertinggi adalah jenis Boleophthalmus bodarrti 1.14 ind/m² dan kelimpahan yang terendah adalah jenis Periophthalmus takita yakni hanya sebesar 0,27 ind/m². Indeks keanekaragaman yang diperoleh adalah sebesar 2,0860 yang berarti bahwa hasil penelitian menunjukkan tingkat keanekaragaman ikan gelodok yang di pesisir pantai Payumb termasuk dalam kriteria sedang. tingkat dominansi ikan gelodok diperoleh nilai sebesar 0,2681. Hasil pengukuran parameter lingkungan diperoleh kisaran suhu rata-rata 25 - 29 °C, pH tanah  berkisar antara 6,5 sampai 7,0 dan memiliki tipe substrat lumpur berpasir.Kata kunci : biodiversitas, kelimpahan, ikan gelodok, Pantai Payumb
PENGARUH DETERGEN TERHADAP RESPON FISIOLOGI, LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA PADA SKALA LABORATORIUM Inayah Inayah
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.111 KB)

Abstract

Oksigen sebagai bahan pernafasan dibutuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolism. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oelh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki system respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup .Adanya bahan pencemar khususnya detergen yang masuk ke badan air tempat habitat dari Ikan Nila dapat mempengaruhi metabolisme dari ikan Nila yang pada akhirnya dapat menyebabkan ikan mengalami stress dan pada akhirnya mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon fisiologi dalam hal ini tingkat konsumsi oksigen, laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila pada skala laboratorium karena dengan adanya bahan pencemar detergen di perairan tempat hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat konsumsi oksigen pada hari pertama dan kedua sampai ke empat disertai dengan tingkat sintasan menurun pada hari kedua dan ketiga pada perlakuan B, C, dan D. Tetapi sampai pada hari ke 5 ikan tidak lagi mengalami kematian. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kata kunci : Respon fisiologi, Plasmolisis, Konsumsi Oksigen  
PENENTUAN SEBARAN TERUMBU KARANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA LYZENGA DI PULAU MAITARA Surahman Surahman; Rustam Efendi P
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.695 KB)

Abstract

Pulau Maitara merupakan suatu pulau kecil yang sangat potensial dengan berbagai macam kekayaan sumber daya alam. Salah satu potensi yang terdapat di pulau ini adalah ekosistem laut dangkal khususnya ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sebaran terumbu karang dengan aplikasi Teknologi Penginderaan Jauh dengan menggunakan Citra Alos Avnir-2di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis Teknologi Penginderaan Jauh dengan menggunakan algoritma lyzenga dalam mengetahui sebaran terumbu karang di perairan dangkal. Selain itu, survey lapangan juga dilakukan secara langsung untuk mengetahui jenis tutupan substrat yang selanjutnya digunakan dalam menguji tingkat akurasi hasil klasifikasi citra. Penelitian penurunan dari nilai konstanta yang digunakan dan diperoleh algoritma lyzenga baru dengan persamaan nilai yang didapatkan : if i1<=54 then log(i2) + (0.6197*log(i3)) else null. Adapun uji kebenaran hasil klasifikasi citra lyzenga yang digunakan dalam penelitian ini adalah 87.2 % dengan luasan pemetaan karang hidup di perairan Pulau Maitara sebanyak 24.93 ha.
PENINGKATAN AKTIVITAS FAGOSITOSIS PADA IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DENGAN PEMBERIAN IMUNOSTIMULAN (βGLUCAN )YANG DIEKSTRAK DARI JAMUR TIRAM PUTIH (Plerotus ostreatus) Juharni Juharni; Fatma Muchdar
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.756 KB)

Abstract

Ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) merupakan  jenis ikan laut yang mempunyai prospek bagus dan layak dikembangkan sebagai ikan budidaya laut akan tetapi masih terkendala dengan rentannya penyakit terutama diakibatkan oleh bakteri, hal ini disebabkan karena tingkat  kekebalan masih rendah. sehingga Kerugian yang ditimbulkan sangat besar, Usaha penanggulangan penyakit menggunakan vaksin (antigen) yang memicu produksi antibodi spesifik terhadap satu patogen tertentu, sekelompok senyawa biologi dan sintesis yang disebut imunostimulan dapat meningkatkan pertahanan non-spesifik dan spesifik.  Imunostimulan adalah suatu zat  yang mempunyai kemampuan untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi. Berbagai jenis imunostimulan dapat digunakan, salah satunya adalah Chromium yeast, yang berfungsi juga untuk mengatasi bakteri.Salah satunya adalah jamur jenis “Shiitake”  atau jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus); Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ß-glukan  yang diekstrak dari jamur tiram putih (Pleuratus ostratus) terhadap aktifitas fagositosis, dan tingkat kelangsungan hidup ikan kerapu bebek dan untuk mengetahui   dosis yang efektif  penggunaan  ß-glucan untuk meningkatan aktifitas fagositosis pada ikan kerapu bebek, manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dalam usaha  meningkatkan aktifitas fagositosis Ikan Kerapu berupa penggunaan βGlucan sebagai immunostimulan terhadap bakteri Vibrio alginoliticusSel ini berada dalam sirkulasi darah dalam bentuk monosit, kemudian akan meninggalkan sirkulasi, menjadi matang dan menetap di jaringan pengikat sebagai macrophage. Macrophage yang berada di dalam jaringan sering disebut sebagai sel kupffer pada hepar, sel debu pada pulmo, osteoklas pada tulang, dan lain-lain.Jadi  aktivitasfagositosis macrophage meningkat setelah pemberian imunostimulan ekstrak jamur tiram putih  mengandung zat yang dapat berperan sebagai macrophage activating factor.  Sehingga Pemberian β- glucan yang diekstrak dari dinding jamur tiram putih  dapat meningkatkan aktivitas fagositosis dan  β- glucan yang paling efektifdapat meningkatkan respon imun ikan kerapu bebek terdapat pada perlakuan 100 µl/ekor.
KAJIAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN YANG OPTIMAL DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Fikri Rizky Malik; Bahar Kaidati
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.109 KB)

Abstract

Kabupaten Halmahera Tengah (Kab. Halteng) merupakan salah satu wilayah di Provinsi Maluku Utara yang memiliki potensi perikanan yang sangat menjanjikan. Produk perikanan Halmahera Tengah pada tahun 2013 yang terdiri dari berbagai jenis ikan pelagis, ikan karang dan rumput laut mencapai 11.430,60 ton dengan nilai produksi sebesar Rp.118,2 milyar (Badan Pusat Statistik Halteng, 2013). Wilayah fishing ground Halteng sangat luas, meliputi perairan Teluk Weda, Perairan Patani dan Perairan Pulau Gebe. Informasi yang terkait dengan aspek biologi dan ekonomi perikanan Halteng sangat penting dan diperlukan untuk menghasilkan rujukan kebijakan pengelolaan sumberdaya perikanan yang optimal, sehingga menghasilkan kebijakan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ekonomis dan lestari. Bagian dari informasi penting yang dibutuhkan sebagai indikator dalam pengelolaan sumberdaya perikanan secara optimal adalah koefisien daya tangkap, kapasitas daya dukung lingkungan, tingkat pertumbuhan, harga ikan dan biaya pemanfaatan.. Berdasarkan informasi tersebut kemudian didekati dengan penjabaran model matematik, maka dapat ditentukan besaran alokasi input yang digunakan serta rekomendasi jumlah tangkapan yang ekonomis dan lestari.Kata Kunci : Potensi Perikanan Halteng, Pengeloaan sumberdaya Perikanan Yang Optimal, Jumlah Tangkapan Yang ekonomis Dan Lestari

Page 2 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2016 2016