cover
Contact Name
Yori Yuliandra
Contact Email
yoriyuliandra@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsfkonline@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 24077062     EISSN : 24425435     DOI : 10.25077
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) adalah jurnal ilmiah di bidang kefarmasian yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan lembaga profesi "Ikatan Apoteker Indonesia" (IAI) daerah Sumatera Barat sejak tahun 2014.
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
Pencarian Inhibitor DYRK2 dari Database Bahan Alam Zinc15: Analisis Farmakofor, Simulasi Docking dan Dinamika Molekuler La Ode Aman; Mangara Sihaloho; Arfan Arfan
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.100-113.2023

Abstract

DYRK2 (Dual-specificity tyrosine phosphorylation-regulated kinase 2) merupakan protein kinase yang memiliki banyak peranan dalam berbagai proses biologis, termasuk pembelahan sel, proliferasi sel, diferensiasi sel, dan apoptosis. DYRK2 diantaranya terlibat dalam regulasi siklus sel dengan cara mengatur aktivitas proteasom 26S sehingga inhibisi aktivitas DYRK2 dapat menghambat fungsi proteasom 26S dan mengurangi proliferasi sel kanker. Secara in vitro, kurkumin menunjukan kemampuan mengurangi proliferasi sel kanker melalui penghambatan enzim DYRK2. Pada penelitian ini, analog kurkumin telah diskrining dari database bahan alam Zinc15 dengan menggunakan model farmakofor yang diperoleg dengan pendekatan berbasis ligan. Hasil skrining kemudian dievaluasi dengan menerapkan teknik docking molekuler dan dinamika molekuler berdasarkan energi interaksi, rata-rata energi pengikatan bebas dan stabilitas interaksi antara ligan dan situs aktif DYRK2. Skrining terhadap 270.547 molekul dari database bahan alam Zinc15 menghasilkan 110 senyawa hit terpilih. Dengan mempertimbangkan hasil simulasi docking dan dinamika molekuler, tiga analog kurkumin prospektif telah dipilih yaitu ZINC000085597244, ZINC000217945958, dan ZINC000217643970. Molekul-molekul ini memiliki kriteria yang lebih baik dibandingkan kurkumin pada beberapa kriteria, seperti energi interaksi, energi pengikatan bebas, dan stabilitas interaksi dengan target. Disimpulkan, senyawa-senyawa ZINC000085597244, ZINC000217945958, dan ZINC000217643970 diprediksi sebagai kandidat potensial untuk obat anti-kanker dengan mekanisme aksi spesifik terhadap DYRK2.
Optimasi Formula Emulgel Vitamin C dengan Pendekatan Simplex Lattice Design Irfan Imam Taufik; Sundani Nurono Soewandhi; Yuda Prasetya Nugraha
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.145-154.2023

Abstract

Vitamin C dalam bidang kosmetik memiliki banyak manfaat termasuk sebagai antioksidan. Akan tetapi sediaan vitamin C mudah teroksidasi dan mengalami perubahan warna sehingga perlu ditambahkan penstabil yang mampu menjaga kestabilan vitamin C selama pemakaian dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hydroxyethyl acrylate/sodium acryloyldimethyl taurate copolymer  dan natrium metabisulfit  terhadap karaktiristik emulgel vitamin C serta menentukan formula emulgel yang optimum melalui pendekatan Design of Experiment (DOE) dengan metode  Simplex Lattice Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel konsentrasi hydroxyethyl acrylate/sodium acryloyldimethyl taurate copolymer  dan natrium metabisulfit  memberikan pengaruh yang signifikan terhadap viskositas (P<0,05), pengujian kesukaan aroma (P<0,05), pengujian tekstur (P<0,05) dan kestabilan formula (P<0,05). Akan kedua bahan tersebut tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai pH (P>0,05). Formulasi optimum dihasilkan dengan penambahan adalah 2,305% hydroxyethyl acrylate/sodium acryloyldimethyl taurate copolymer  dan 0,194 % natrium metabisulfit  dengan nilai desirability 0,633. Formula ini  memenuhi kriteria sediaan yang cukup baik, namun perlu dilakukan perbaikan aroma untuk meningkatkan penilaian kesukaan.
Nilai IC50 Ekstrak dan Fraksi Daun Benalu Kersen terhadap Enzim Xantin Oksidase Sadakata Sinulingga; Muniaty Sulam Ng; Subandrate Subandrate; Liniyanti D. Oswari
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.114-119.2023

Abstract

Kersen atau inang tanaman benalu kersen (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) telah terbukti dapat menurunkan asam urat karena mengandung senyawa metabolit sekunder terutama flavonoid, sebuah senyawa berstruktur mirip xantin yang menginhibisi xantin oksidase secara kompetitif. Mengingat bahwa hemiparasit memiliki kandungan yang sama dengan inang, maka pada penelitian ini diuji kemampuan daun benalu kersen dalam menginhibisi xantin oksidase. Dilakukan ekstraksi etil asetat kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan 5 jenis rasio perbandingan pelarut polar etanol dan etil asetat yaitu F1 = 9:1, F2 = 7:3, F3 = 5:5, F4 = 3:7, dan F5 = 1:9. Hasil fraksinasi (F1 – F5) dan ekstrak dilakukan uji fitokimia dan teridentifikasi senyawa metabolit terpenoid, tanin, alkaloid dan flavonoid. Penelitian dilanjutkan dengan uji inhibisi xantin oksidase. Ekstrak dan fraksi daun benalu kersen diencerkan menjadi 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 75; 150; 300; 600; dan 1200 mg/L. Kontrol positif pada penelitian ini adalah allopurinol, obat pilihan utama hiperurisemia. Nilai absorbansi setiap sampel digunakan untuk mencari persentase inhibisi enzim yang kemudian dianalisis secara regresi linear dan diperoleh nilai IC50. Nilai IC50 F1 – F5 dan ekstrak etil asetat daun benalu kersen tergolong sangat aktif dan secara berurutan sebesar 1,38 mg/L; 1,14 mg/L; 6,19 mg/L; 9,41 mg/L; 5,90 mg/L dan 9,86 mg/L.
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Putih Semangka Dalam Sediaan Masker Clay Rahmah Elfiyani; Fith Nursal; Reza Deviyolanda; Shifa Shifa
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.218-225.2023

Abstract

Sitrulin yang terkandung dalam kulit putih semangka (Citrullus lanatus) memiliki aktivitas antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit sehingga potensial diformulasikan dalam sediaan masker tipe clay. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki pengaruh penggunaan basis (bentonit dan kaolin) dengan berbagai konsentrasi terhadap sifat fisik masker clay ekstrak kulit putih semangka (KPS). Ekstrak KPS dibuat dengan metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70%. Selanjutnya, masker dibuat dengan variasi konsentrasi basis bentonit (20%, 25%, 30%, 35%) dan kaolin (20%, 24%, 28%, 32%). Pengujian sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, waktu mengering, daya sebar, viskositas dan sifat alir. Data yang diperoleh dari masker clay-bentonit dan masker clay-kaolin masing-masing dianalisa statistik menggunakan ANOVA satu arah. Masker clay dengan basis bentonit menunjukkan nilai pH pada rentang 3,38-4,86, dan daya sebar 2,24-4,15. Sedangkan masker clay dengan basis kaolin menunjukkan nilai pH 4,75-5,23, dan daya sebar 4,59-5,06. Hasil analisa statistik ANOVA satu arah pada masing-masing basis didapat nilai p<0,05 sehingga terdapat perbedaan signifikan terhadap waktu mengering, daya sebar, dan viskositas. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi basis dengan interval 4%-5% pada range 20 – 35% dapat menurunkan nilai pH, waktu mengering dan daya sebar serta meningkatkan viskositas masker clay ekstrak KPS. Penggunaan basis kaolin dalam masker clay membutuhkan konsentrasi lebih rendah dibandingkan basis bentonit untuk mendapatkan sifat fisik sediaan yang baik
Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) yang Memanfaatkan Tanaman Obat: Narrative Review Nur Asita; Muhammad Sulaiman Zubair; Yandi Syukri
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.184-196.2023

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi pengobatan memiliki hambatan untuk sampai ke target aksi karena rendahnya kelarutan dan bioavaibilitas zat aktif dalam air. Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) merupakan salah satu metode yang dikembangkan untuk meningkatkan kelarutan dan bioavaibilitas zat aktif termasuk ekstrak dari tanaman. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji formula SNEDDS yang memanfaatkan tanaman obat dengan mengulas informasi yang dikumpulkan dari original article yang relevan. Penelusuran referensi dilakukan pada website seperti Google Scholar, Pub-Med dan ScienceDirect. Beberapa tanaman obat yang diformulasikan menjadi sediaan SNEDDS yaitu sirsak, grapefruits, beetroot, kunyit, propolis, daun salam, sarang semut, daun papaya, buah parijoto, pegagan, temulawak, kelor, ketepeng dan manggis menghasilkan karakteristik yang baik. Sediaan SNEDDS dari tanaman herbal tersebut memiliki nilai transmitan dari rentang 72,74% hingga 100%, waktu emulsifikasi pada sediaan kurang dari 5 menit, zeta potensial -0,2 mV hingga -56 mV. Nilai polydispersity index kurang dari 0,4 dan ukuran partikel yang kurang dari 100 nm. SNEDDS memiliki kemampuan untuk memperbaiki bioavaibilitas dan kelarutan dari senyawa sehingga menghasilkan aktivitas farmakologis yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian ekstrak, fraksi maupun senyawa aktif yang tanpa menggunakan sistem penghantaran. Kemampuan SNEDDS dalam meningkatkan bioavaibilitas serta kelarutan senyawa dalam air yang menyebabkan aktivitas farmakologis menjadi semakin tinggi. Formulasi SNEDDS dapat meningkatkan aktivitas senyawa pada tanaman obat hal ini ditandai dengan peningkatan bioavaibilitas obat sehingga SNEDDS dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi penyembuhan suatu penyakit
Studi Terhadap Dampak Perjanjian Integrasi Vertikal Pada Industri Farmasi Ditinjau Dari Perspektif Hukum Persaingan Usaha Windha Windha; Syarifah Lisa Andriati
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.226-237.2023

Abstract

Industri farmasi Indonesia menunjukkan konsentrasi pasar yang cukup tinggi dan cenderung oligopoli sehingga rentan terhadap praktik perjanjian integrasi vertikal yang dapat menyebabkan persaingan usaha tidak sehat. Perjanjian integrasi vertikal pada industri farmasi mampu menciptakan efisiensi, namun dapat menjadi sarana untuk menghambat persaingan usaha. Masalah yang diangkat dalam penulisan ini adalah bagaimanakah dampak perjanjian integrasi vertikal dan bagaimanakah prinsip pengujian dalam membuktikan perjanjian integrasi vertikal yang berdampak anti persaingan dalam industri farmasi. Metode penelitian yang diigunakan adalah metode penelitian yuridis-normatif dengan menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan hasil penelitian awal KPPU yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang diangkat. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan cara mengolah data menjadi suatu tanggapan untuk menjawab permasalahan. Hasil penelitian jurnal ini adalah integrasi vertikal pada industri farmasi dapat menciptakan efisiensi dan memperkuat stabilitas pasokan. Namun perusahaan yang terintegrasi akan mempunyai kemampuan untuk menciptakan market foreclosure. Pendekatan yang digunakan dalam membuktikan pelanggaran perjanjian integrasi vertikal adalah pendekatan rule of reason dengan prinsip pengujian analisis kemampuan, insentif, dan dampak konsumen. Saran yang dapat diberikan adalah diharapkan pemerintah atau pelaku usaha pesaing melakukan telaah terhadap perusahaan farmasi yang terintegrasi vertikal dan patut diduga telah menciptakan market foreclosure dengan menggunakan analisis kemampuan, insentif, dan dampak konsumen. Selanjutnya, hasil telaah harus ditindaklanjuti jika terdapat indikasi pelanggaran perjanjian integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan farmasi.
Kajian Peresepan pada Pasien Geriatri dengan Gangguan Sistem Endokrin Indriastuti Cahyaningsih; Faizah Nurul Latifah; Nurul Maziyyah; Salmah Orbayinah
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.197-204.2023

Abstract

Pertambahan usia dapat mempengaruhi kinerja fungsi organ tubuh dan berdampak terhadap rentannya populasi geriatri terserang penyakit, diantaranya adalah gangguan pada sistem endokrin. Geriatri memiliki resiko lebih besar untuk mendapatkan terapi polifarmasi sehubungan dengan penyakit dan komplikasi yang dideritanya. Polifarmasi dapat meningkatkan resiko peresepan obat yang tidak tepat atau Potentially Inappropriate Medications (PIMs). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil kajian peresepan obat pada pasien geriatri dengan diagnosis gangguan endokrin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian menggunakan desain cross–sectional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari 211 rekam medis pasien geriatri yang dirawat inap di salah satu rumah sakit rujukan di Bantul, Indonesia dengan diagnosis gangguan pada sistem endokrin periode tahun 2018. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik systematic random sampling dengan analisis data mengacu pada Beers Criteria 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 135 (63,9%) pasien dengan peresepan PIMs berdasarkan Beers Criteria 2019 dengan persentase obat terbesar adalah furosemide sebanyak 65 (30,8%) pasien. Dapat disimpulkan bahwa PIMs pada pasien geriatri dengan gangguan sistem endokrin tergolong tinggi sehingga membutuhkan perhatian dari tenaga kesehatan agar peresepan obat dapat aman dan efektif.
Efek Samping Obat Gefitinib pada Pasien Kanker Paru dengan Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) Mutasi Positif Ni Putu Parwatininghati; Fita Rahmawati; I Gede Ketut Sajinadiyasa
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.238-247.2023

Abstract

Deteksi mutasi Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) pada pasien kanker paru akan membantu dalam pemilihan targeted therapy yaitu gefitinib. Studi mengenai evaluasi profil keamanan gefitinib di Indonesia sangat terbatas sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek samping obat hematologi dan non hematologi dari gefitinib pada pasien kanker paru dengan EGFR mutasi positif. Rancangan penelitian adalah observasional cross sectional. Data sekunder diambil melalui rekam medis tahun 2020 sampai 2022 pada 44 pasien. Probabilitas efek samping obat diukur dengan Naranjo Adverse Drug Reaction Probability Scale dan tingkat keparahan efek samping obat dinilai menggunakan Common Terminology Criteria for Adverse Events (CTCAE). Hasil penelitian menunjukkan efek samping hematologi yang paling sering muncul adalah anemia grade 1 pada 18 pasien (40.91%). Pada efek samping non hematologi, rash grade 2 mendominasi pada 20 pasien (45.46%), 14 pasien (31.82%) mengalami peningkatan serum transaminase grade 1, diare grade 1 terjadi pada 5 pasien (11.36%) dan mual muntah grade 2 dialami oleh 3 pasien (6.82%). Total 36 pasien (81.82%) mengalami efek samping dengan 19 kejadian termasuk kategori possible dan 17 kejadian termasuk kategori probable. Efek samping yang muncul bersifat ringan, dapat ditangani dan tidak kumulatif. Tidak didapatkan penyesuaian dosis atau penghentian penggunaan obat yang disebabkan oleh efek samping obat.
Perbandingan Efikasi Karbamazepin, Gabapentin Dan Amitriptilin Terhadap Nyeri Pada Penderita Polineuropati Diabetik Ken Wirastuti; Amalia Nirma Sari; Dwi Arditi Dewi; Widya Ayu Setyaningrum; Atina Hussaana
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.205-210.2023

Abstract

Perbedaan mekanisme kerja obat Karbamazepin, Gabapentin, dan Amitriptilin dapat mempengaruhi efektivitasnya dalam mengurangi nyeri pada polineuropati diabetik. Untuk membantu pemilihan terapi yang paling tepat untuk mengelola nyeri tersebut, maka perlu dilakukan penelitian ini.  Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan  rancangan pretest-posttest group design.  Pengukuran respon nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan dengan Gabapentin, Carbamazepine, dan Amitriptyline. Perbedaan respon nyeri sebelum-sesudah dan antar perlakuan dianalisis dengan uji Mann-Whitney dan uji T-independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga obat tersebut  efektif dalam mengurangi respon nyeri pada pasien polineuropati diabetik, namun Amitriptyline lebih efektif pada pasien nyeri ringan sampai sedang dibandingkan dengan Gabapentin. Temuan ini memberikan informasi berharga bagi penyedia layanan kesehatan dalam memilih pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan nyeri polineuropati diabetik.
Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Arbei (Rubus rosifolius Sm.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit Diabetes Helmice Afriyeni; Rosiana Rizal; Armenia Armenia; Mike Esfika; Dwisari Dillasamola
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.248-255.2023

Abstract

Daun arbei (Rubus rosifolius Sm.) mengandung senyawa metabolit aktif seperti pomolic acid, tormentic acid, quercetin dan euscaphic acid yang berpotensi sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun arbei (Rubus rosifolius Sm.) dan lama pemberian terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes. Sebanyak 25 ekor mencit diinduksi dengan aloksan dosis 150 mg/kg secara intraperitonial. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan glukometer. Mencit dengan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Na.CMC 0,5%), pembanding (glimepirid) dan kelompok ekstrak uji dosis 100, 200 dan 400 mg/kg. Perlakuan diberikan selama 15 hari dan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 5, 10 dan 15. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova Dua Arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan post hoc pada tingkat kepercayaan 95%. Pemberian ekstrak uji berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Semua kelompok dosis ekstrak uji memberikan efek penurunan glukosa darah yang tidak berbeda signifikan (p>0.05) dengan kelompok yang diberi glimepiride. Efek penurunan kadar glukosa darah semakin besar seiring bertambah lama waktu pemberian ekstrak uji (p<0,05), nilai penurunan terbesar ditunjukkan pada hari ke 15. Hasil penelitian mengindikasikan ekstrak etanol daun arbei efektif menurunkan kadar glukosa darah dan nilai penurunannya sebanding dengan glimepirid.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): J Sains Farm Klin 12(2), August 2025 Vol 12 No 1 (2025): J Sains Farm Klin 12(1), April 2025 Vol 11 No 3 (2024): J Sains Farm Klin 11(3), December 2024 Vol 11 No 2 (2024): J Sains Farm Klin 11(2), August 2024 Vol 11 No 1 (2024): J Sains Farm Klin 11(1), April 2024 Vol 10 No 3 (2023): J Sains Farm Klin 10(3), Desember 2023 Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9 No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9, No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9, No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022 Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7 No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6 No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): J Sains Farm Klin 6(1), April 2019 Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): J Sains Farm Klin 5(1), April 2018 Vol 4, No 1 (2017): J Sains Farm Klin 4(1), November 2017 Vol 3, No 2 (2017): J Sains Farm Klin 3(2), Mei 2017 Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016 Vol 2, No 2 (2016): J Sains Farm Klin 2(2), Mei 2016 Vol 2, No 1 (2015): J Sains Farm Klin 2(1), November 2015 Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015 Vol 1, No 1 (2014): J Sains Farm Klin 1(1), November 2014 More Issue