cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Identifikasi Senyawa Benzena pada Kabin Mobil Mumammad Pasha Ariobimo; Adyati Pradini Yudison; Moh. Irsyad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.15-21

Abstract

Interior mobil yang pada umumnya terbuat dari bahan-bahan sintetis yang dapat mengemisikan Volatile Organic Compound (VOC) apabila berada pada suhu yang tinggi, salah satunya adalah senyawa benzene. Selain berasal dari emisi bahan-bahan yang digunakan pada interior mobil, konsentrasi senyawa benzena dapat pula dipengaruhi oleh hal lain, diantaranya: kondisi udara ambien, kebocoran gas dari tangki bahan bakar dan tabung penghantar bahan bakar, infiltrasi emisi kendaraan lain di tempat parkir, dan lain sebagainya. Pada penelitian ini akan dibandingkan konsentrasi benzene di dalam kabin mobil pada 3 kondisi berbeda, yaitu berdasarkan durasi penjemuran mobil 2 jam, 4 jam, dan 6 jam secara active sampling dan dianalisis menggunakan gas kromatografi-spektrometer massa (GC-MS). Sebagai pembanding, akan diukur pula konsentrasi benzena pada mobil yang ditempatkan di dalam garasi tanpa terpapar sinar matahari secara langsung. Hasil penelitian terukur keberadaan benzena di dalam kabin mobil pada kondisi tanpa ventilasi dan pendingin dengan konsentrasi antara 0.77 – 1.36 mg/m³. Konsentrasi tersebut berkorelasi signifikan secara statistik dengan temperatur dalam kabin sehingga semakin tinggi temperatur akan semakin tinggi pula konsentrasi benzena di dalam kabin mobil. Terdapat pula kemungkinan infiltrasi benzena dari lingkungan luar mobil. Hasil penelitian ini meningkatkan kesadaran pengguna mobil mengenai adanya pencemar udara berbahaya pada kabin mobil saat sedang tidak dipergunakan terutama apabila berada pada tempat dengan temperatur tinggi dan terdapat sumber pencemar benzenekabin mobil, benzena, GC-MS , VOC
Social and Environmental Risks Integration into Underwriting of Non-Life Insurance: A Review of Sustainable Finance in Indonesia Maria Agnes; Raldi Hendro Koestoer; Ahyahudin Sodri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.125-131

Abstract

Regulation of the Financial Services Authority of Indonesia (POJK) Number 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies was officially enacted for the insurance sector as of 1 January 2020 and requires the insurance sector, including the general insurance sector, to carry out the implementation of sustainable finance into its business activities. This study intends to review the extent of the implementation that has been carried out, particularly in relation to the social and environmental risk management principles. Using a literature review, data specifically related to the underwriting process were gathered and analyzed. Results of this study suggested that even though 86% of 44 respondents from the previous research had already confirmed if principles of social and environmental risk management had been implemented at that time, vast majority of the non-life insurers in Indonesia had not yet executed the said integration into the underwriting process. The sustainable finance implemented by Indonesia’s non-life insurance sector is still significantly focused on short-term financial performance rather than the long-term one.
Analisis Daur Hidup Produksi Beton Fly Ash sebagai Upaya Mengurangi Dampak Emisi CO2 Ahzab Muttaqien; Dwi Nowo Martono; Ninin Gusdini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.68-75

Abstract

Penggunaan batubara untuk produksi energi listrik menimbulkan berbagai dampak lingkungan seperti deforestasi hutan untuk pembukaan lahan tambang batubara dan pencemaran udara dari limbah fly ash. Jumlah timbulan limbah fly ash harus dikendalikan. Limbah fly ash dapat menjadi barang yang bernilai ekonomis yaitu sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Penggunaan fly ash yang berperan dalam menggantikan sebagian portland semen pada beton dapat mengurangi dampak emisi CO2 karena pembuatan semen portland yang dapat menghasilkan emisi CO2 sebesar 6-8% dari total emisi CO2 antropogenik. Beton cair yang menggunakan fly ash dalam campurannya dapat menghasilkan produksi beton yang lebih berkelanjutan. Dampak lingkungan dari penggunaan fly ash pada produksi beton cair dapat dianalisis dengan penilaian siklus hidup. Kajian pada artikel ini membandingkan dua skenario simulasi yaitu simulasi pada beton menggunakan 0% fly ash dan 25% fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak emisi CO2 pada produksi beton fly ash. Penelitian ini berkontribusi untuk membuktikan penelitian-penelitian sebelumnya bahwa penggunaan fly ash dapat meminimalisir emisi CO2 dan mendukung peningkatan pemanfaatan limbah fly ash khususnya di bidang konstruksi.  Unit Fungsional pada penelitian ini adalah menganalisis dampak lingkungan yang menyumbang emisi gas CO2 dalam proses produksi 1 m3 beton. System boundary pada penelitian ini adalah cradle-to-gate yang meliputi proses incoming material dan proses produksi beton, yang digunakan untuk menentukan dampak lingkungan dari daur hidup produksinya. Pengolahan data untuk evaluasi dampak lingkungan pada penelitian ini menggunakan software SimaPro 9.3.0.3 dengan database ecoinvent 3.0. Studi menunjukkan bahwa berbagai beton menggunakan 25% fly ash memiliki dampak emisi GWP lebih kecil pada lingkungan, yaitu 298 KgCO2, lebih kecil dibandingkan beton non fly ash yang menghasilkan emisi GWP 347 KgCO2.
Pemanfaatan Limbah Lumpur PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang Sebagai Bahan Pengganti Tanah Liat Pada Pembuatan Batu Bata Isna Apriani Budjang; Hendri Sutrisno; Margareta Dini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.22-28

Abstract

Limbah lumpur PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang berasal dari pengolahan air. Limbah lumpur PDAM mengandung aluminium dalam bentuk Al(OH)3 yang berpotensi mencemari badan perairan dan dapat menyebabkan penyakit kulit. Oleh karena itu, dilakukan pemanfaatan limbah lumpur PDAM menjadi batu bata dengan metode pembakaran dan tanpa dibakar.  Tujuan pemanfaatan limbah lumpur untuk mengetahui kualitas fisik – mekanik dan pengaruh limbah lumpur terhadap kualitas batu bata yang dihasilkan. Penjemuran limbah lumpur selama 2 hari dengan pengeringan batu bata selama 28 hari. Pada metode batu bata melalui pembakaran dilakukan pembakaran dengan suhu 1000˚C selama 2 hari. Komposisi bahan yaitu lumpur PDAM, tanah liat, semen dan air dengan 5 variasi berbeda. Komposisi variasi 1 (lumpur PDAM 17%, tanah liat 50%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 2 (lumpur PDAM 25%, tanah liat 42%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 3 (lumpur PDAM 33%, tanah liat 33%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 4 (lumpur PDAM 42%, tanah liat 25%, semen 17%, dan air 16%) dan komposisi variasi 5 (lumpur PDAM 50%, tanah liat 17%, semen 17%, dan air 16%). Kualitas batu bata yang paling banyak memenuhi syarat SNI 15-2094-2000 yaitu batu bata melalui pembakaran pada variasi 1 dan 2 dengan tampak datar, siku dan tidak retak; warna jingga; penyerapan air 14,8% dan 15,6%. Pada densitas dan kuat tekan, batu bata tidak memenuhi syarat. Semakin banyak limbah lumpur maka akan mempengaruhi hasil batu bata semakin buruk. Hasil batu bata yang buruk ketika komposisi limbah lumpur >25%.
Karakteristik Sampah Sungai dan Perilaku Masyarakat Pesisir Terhadap Sampah Plastik: Studi Kasus di Sungai Pengarengan, Kabupaten Cirebon Ayu Dwi Astuti; Evi Frimawaty; Dwiyitno Dwiyitno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.76-85

Abstract

Penggunaan plastik terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi. Sayangnya, konsumsi plastik yang tinggi tidak diikuti dengan pengelolaan yang tepat sehingga menyebabkan sampah plastik yang berasal dari darat masuk ke badan sungai kemudian berakhir di wilayah pesisir dan mencemari lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pengarengan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sungai Pengarengan merupakan jalur transportasi kapal nelayan menuju Laut Jawa, sehingga aktivitas masyarakatnya yang tinggi berpotensi menimbulkan pencemaran sampah ke lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik sampah plastik serta mengevaluasi hubungan antara aspek pengetahuan dengan perilaku masyarakat terkait sampah plastik yang mencemari lingkungan. Metode yang digunakan adalah kelimpahan pelepasan sampah dan puing-puing sampah dikumpulkan di dua titik sampling dengan menggunakan jaring yang memiliki ukuran mata jaring 5cm, dipasang pada waktu pagi hari sesuai lebar sungai. Data perilaku masyarakat terhadap sampah plastik diperoleh dari 110 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan total kelimpahan puing sampah sungai adalah 13200 ± 1678 item dan 14976 ± 1772 item. Kelimpahan puing sampah sungai tertinggi adalah bungkus sampah plastik tipis sebanyak 47% dan 46%, diikuti kayu ranting (39% dan 33%), styrofoam (3,6% dan 5,5%), sedotan (1,8% dan 2,2%), gelas plastik (1,5% dan 2,6%), kotak makanan, peralatan plastik, dll (1,4% dan 1,6%), serta plastik lainnya (2,2% dan 2,3%). Analisis statistik Kruskal Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang siginifikan terhadap kelimpahan total puing sampah plastik sungai di kedua titik sampling p= 0,875 (p> 0,05). Hasil evaluasi perilaku masyarakat menunjukkan bahwa aspek pengetahuan memiliki kategori penilaian sangat baik (4,08), aspek sikap dengan kategori kurang baik (2,89), dan aspek perilaku dengan kategori baik (3,88). Analisis korelasi Pearson menunjukan terdapat hubungan positif yang kuat (r= 0,664) dan signifikan (sig.= 0,000)  antara aspek pengetahuan dengan perilaku. Aspek sikap dengan perilaku mempunyai hubungan positif yang lemah (r=0,183) dan signifikan (0,028).
Penggunaan Karbon Aktif dari Biji Kelor dan Berbagai Biomassa Lainnya dalam Mengatasi Pencemaran Air : Analisis Review Jacky Anggara Nenohai; Zelen S. Minata; Burhanuddin Ronggopuro; Eli Hendrik Sanjaya; Yudhi Utomo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.29-35

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) penggunaan karbon aktif dari berbagai bahan alami dalam penjernihan air dan (2) penggunaan biji kelor dalam penjernihan air, dan (3) cara menganalisis logam berat dari hasil penjernihan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode telaah pustaka yang sistematis, atau biasa disebut dengan Systematic Literature Review (SLR) yang dimana hasilnya menggunakan database artikel online yaitu Google Schoolar. Hasil telaah dari artikel yang berkaitan dengan topik diperoleh bahwa penggunaan karbon aktif atau arang yang terbuat dari bahan alami seperti kayu kesambi, ampas tebu, tongkol jagung, kulit buah durian dan eceng gondok sangat efektif dalam penyerapan zat terlarut air, baik organik maupun anorganik dalam menghasilkan air yang jernih. Selain itu, penggunaan biji kelor juga sangat efektif sebagai biokoagulan dan bioflokulan dalam menurunkan pH, kesadahan, kekeruhan dan total padatan tersuspensi, sehingga memungkinkan munculnya rekomendasi bahwa air hasil penjernihan dengan menggunakan karbon aktif dari berbagai bahan alami dan serbuk biji kelor dapat dijadikan air minum.
Persepsi Masyarakat Terhadap Lingkungan Pemeliharaan Ternak Babi yang Diumbar di Kampung Gaya Baru dan Sekitar Pasar Wosi, Manokwari Freddy Pattiselanno; Budi Santoso; Odiktur Marani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.115-124

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap dampak peternakan babi yang dipelihara secara umbar di Kampung Gaya Baru. Penelitian ini di lakukan pada bulan Mei-Juni 2018. Respon masyarakat diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuisioner berbasis skala Likert dan observasi langsung di lapangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung, wawancara dan studi kepustakaan dengan analisis data statistik deskriptif menggunakan skala likert serta perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil perhitungan selanjutnya ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik, serta dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian terhadap persepsi masyarakat di Kampung Gaya Baru dan wilayah sekitar Pasar Wosi berada pada kategori terganggu dengan total nilai persepsi 1529. Responden dapat bertahan sampai dengan saat ini karena mereka cepat beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada.
Potensi Kontaminasi Mikroplastik pada Kerang Konsumsi di Pulau Bangka Fika Dewi Pratiwi; Hartoyo Notonegoro; Dwi Rizka Zulkia; Sulastri Arsyad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.86-93

Abstract

Preferensi masyarakat Pulau Bangka terhadap berbagai jenis kerang konsumsi perlu mendapatkan perhatian, khususnya tingkat keamanan pangan, salah satunya dari ancaman mikroplastik. Permasalahan kontaminasi mikroplastik pada kerang, khususnya di Pulau Bangka perlu dikaji karena belum adanya penelitian terkait hal tersebut, padahal masyarakat sangat perlu mengetahui potensi kontaminasi mikroplastik yang dapat berdampak pada keamanan pangan dan kesehatan konsumen. Tujuan penelitian yaitu menganalisis karakteristik (jumlah dan jenis) mikroplastik pada tiga jenis kerang yang berasal dari perairan Pulau Bangka; menganalisis karakteristik mikroplastik pada air dan sedimen sebagai habitat kerang. Identifikasi dan kuantifikasi mikroplastik dilakukan secara visual dengan mikroskop pada bulan Maret-Mei 2022. Objek penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu kerang darah (Anadara granosa L) yang dibudidayakan di perairan desa Sukal, Kabupaten Bangka Barat, sedangkan kerang kepah (Geloina sp) berasal dari perairan desa Jada Bahrin, Kabupaten Bangka dan kerang lokan (Meretrix meretrix) dari pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan. Hasil penelitian, menunjukkan terdapat partikel mikroplastik pada sampel 3 jenis kerang, air dan sedimen yang termasuk jenis fiber, fragmen, granule, film dan foam. Mikroplastik yang ditemukan pada kerang Geloina sp berkisar antara 17-65 partikel/15 individu, sedangkan Meretrik meretrix 13-18 partikel/15 Individu, dan Anadara granosa L 26-42 partikel/15 individu, dengan jenis fiber yang mendominasi pada 3 jenis kerang tersebut.  Partikel mikroplastik juga ditemukan di perairan dan sedimen, dengan kisaran 18-91 partikel dalam 1,5liter sampel air, serta 14-37 partikel dalam 100gram sampel sedimen, dengan jenis partikel yang mendominasi adalah fiber. Hasil penelitian dapat menambah literasi keamanan pangan dari kerang-kerangan dari perairan Pulau Bangka. Penelitian lebih lanjut mengenai identifikasi karakteristik (kualitas dan kuantitas) mikroplastik secara kimiawi dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai potensi bahaya polimer serta bahan aditif dalam mikroplastik bagi konsumen.
Dampak Kegiatan Integrasi Pegaraman Terhadap Kegiatan Pegaraman di Kabupaten Pamekasan Rachmad Dian Kuncoro; Soemarno Soemarno; Andi Kurniawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.36-42

Abstract

Kuantitas dan kualitas garam menjadi permasalahan utama yang dihadapi pegaraman di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan Integrasi Pegaraman, menganalisa peningkatan produktivitas garam sebagai dampak implementasi kegiatan Integrasi Pegaraman, dan menganalisa dampak sosial dan ekonomi dalam penerapan kegiatan Integrasi Pegaraman di kabupaten Pamekasan. Penelitian ini dilaksanakan di desa Padelegan kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan pada bulan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data melalui wawancara terhadap pihak petambak, pendamping program PUGaR kabupaten Pamekasan dan Dinas Perikanan kabupaten Pamekasan. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder yang diolah secara kuantitatif. Data primer didapatkan melalui survei dan wawancara terhadap petambak garam dan pendamping PUGaR, sedangkan data sekunder didapat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Integrasi Pegaraman melakukan penyatuan sistem produksi dari beberapa lahan dalam satu kawasan yang berdekatan yang dilakukan pengelolaan menggunakan standart operasional prosedur (SOP) yang ada. Setelah dilakukan kegiatan Integrasi Pegaraman, terdapat kenaikan produktivitas sampai 100% dari sebelum dilakukan Integrasi Pegaraman. Selain peningkatan produktivitas, terdapat perbedaan kualitas garam dari yang semula berwarna putih kecoklatan dengan kandungan NaCl berkisar antara 85-90%, setelah dilakukan kegiatan Integrasi Pegaraman, garam menjadi berwarna putih bersih dengan kandungan NaCl minimal 90% dan maksimal bisa mencapai 97% dengan tekstur garam sangat padat tidak mudah rapuh dan berbentuk tak beraturan. Kegiatan Integrasi Pegaraman ini memberikan dampak sosial berupa perubahan menjadi berpola pikir kohesif. Selain itu dengan adanya kenaikan produktivitas dan kualitas, terjadi dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan petambak garam.
Pengaruh Emisi Kendaraan Terhadap Kandungan Logam Timbal (Pb) Tanah dan Bulir Padi pada Lahan Sawah di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Rinto Manurung; Shenny Oktoriana; Anita Suharyani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.1-7

Abstract

Lead (Pb) is one of most toxic pollutants. The main sources of Pb comes from industrial and vehicle gases. Lead contained in gas from vehicle will be absorbed and accumulated in the soil. Leads in the soil, especially in paddy soil alongside highway with many vehicles have a potential to be absorbed and accumulated in the grain. Solubility of Pb in the soil affecting the absorption of paddy is controlled by soil properties such as texture, organic matter, pH and cation exchange capacity. The research aims to study the effect of vehicle emission on Pb content in the soil, soil properties that influences the presences of Pb in the soil and its accumulation in grain. The research was conducted in paddy soil located alongside the highway of Sambas Regency as a rice producing center in West Kalimantan. Distance of soil and grain samplaing from the road will be used as a treatment to observe the effect of vehicle emission on Pb content, ie 0 – 50 meters, 50 – 100 meters and more than 100 meters. Soil samples were taken at 0-20 cm and 20-50 cm depth. Soil samples and grains are destracted by using nitric acid, hydrogen peroxide and perchloric acid. Furthermore, Pb content was measured using Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). The results showed that there is no effect of land distance from the road to the soil content.  The average Pb content at 0-50 m, 50-100 m and more than 100 m at a depth of 0-20 cm were 29,62 ppm, 31,57 ppm and 35,03 ppm, respectively. While the average Pb content at a depth of 20-50 cm, respectively, were 27,16 ppm, 32,53 ppm and 35,97 ppm. The presence of Pb in the soil is significantly correlated with sand and clay fraction. The content of Pb on grains is above the tolerance limit (0,5 ppm) of Pb content in food, fruits and vegetables. Pb content is from 2,07 ppm to 5,10 ppm.

Filter by Year

2011 2025