cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Penentuan Unit Operasi dan Proses Berdasarkan Kualitas Air Baku di Sungai Landak Kecamatan Kuala Behe Fenny Anita Pasaribu; Isna Apriani; Kiki Prio Utomo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.187-199

Abstract

Pengolahan air sering dibuat seragam, tanpa memperhatikan kondisi kualitas air baku, sehingga menyebabkan tidak terpenuhinya efisiensi pengolahan karena kualitas air di setiap lokasi tidak selalu sama. Penelitian ini akan melakukan penentuan unit operasi dan proses pengolahan air bersih berdasarkan kualitas air baku dan menerapkan prinsip tersebut pada Sungai Landak, serta anak sungainya yaitu Sungai Behe dan Sungai Dait. Data kualitas air didapatkan dari beberapa data sekunder. Data sekunder dianalisis dan ditentukan parameter yang melebihi baku mutu air sungai. Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 dan Permenkes No. 32 Tahun 2017, parameter yang melebihi baku mutu di ketiga sungai tersebut adalah pH, besi, mangan, kadmium, timbal, seng, E.Coli, dan TSS. Dari parameter tersebut, selanjutnya akan dibuat sebuah tabel penyisihan untuk mengeliminasi unit pengolahan berdasarkan pada Tabel Alternatif Pengolahan Air oleh SNI 7508: 2011 dan literatur tambahan yaitu Teknologi Pengolahan Terbaik (Best Available Technology) oleh US EPA. Ada tiga alternatif yang diusulkan yaitu alternatif pertama yang terdiri dari intake, penambahan basa, khlorinasi, sedimentasi, filtrasi, ion exchange, dan reservoir; Alternatif kedua yang terdiri dari intake, penambahan basa, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, khlorinasi, dan reservoir; Serta alternatif ketiga yang terdiri dari intake, penambahan basa, adsorpsi, khlorinasi, sedimentasi, filtrasi, dan reservoir. Alternatif unit operasi dan proses kemudian dianalisis untuk menentukan alternatif yang paling efektif dan efisien menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Berdasarkan hasil penilaian dengan metode SAW, didapatkan bahwa alternatif kedua merupakan kombinasi unit operasi dan proses yang paling sesuai untuk diterapkan pada air baku yang bersumber dari Sungai Landak, Sungai Behe, dan Sungai Dait.
Daya Dukung Lingkungan berdasarkan Ketersediaan Air dan Produktivitas Lahan di Daerah Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu Devi Nurahmawaty; Henny Herawati; Ochih Saziati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.257-268

Abstract

Kecamatan Putussibau Utara merupakan ibu kota Kabupaten yang terus mengalami peningkatan jumlah penduduk sekaligus pusat perkantoran dan perekonomian di Kabupaten Kapuas Hulu, sehingga adanya kegiatan tersebut sangat mempengaruhi air yang tersedia, meningkatnya penduduk maka kebutuhan lahan untuk lahan terbangun juga akan meningkat. Oleh karena itu, perlu diketahui daya dukung air maupun daya dukung lahan. adapun tujuan dari penelitian ini mengetahui nilai surplus/defisit dengan membandingkan ketersediaan air dengan kebutuhan air maupun lahan pada tahun 2019 dan memperdiksi kebutuhan air maupun lahan 20 tahun ke depan (2039). Metode penelitian yang digunakan mengacu pada Permen LH No. 17 Tahun 2009. Berdasarkan hasil penelitian ketersediaan air pada tahun 2006 sebesar 767.960.195 m3/tahun, pada tahun 2013 sebesar 738.757.110 m3/tahun, dan pada tahun 2019 sebesar 610.680.859 m3/tahun, sedangkan untuk kebutuhan air pada tahun 2019 sebesar 41.809.600 m3/tahun dan tahun 2039 mengalami peningkatan sebesar 64.609.135 m3/tahun, maka daya dukung dinyatakan surplus. Kemudian untuk ketersediaan dan kebutuhan lahan di Kecamatan Putussibau Utara yang di mana memiliki 19 kelurahan/desa. Ketersediaan lahan terbesar yaitu di desa Nanga Awin yaitu 312,7 Ha dan terkecil yaitu di kelurahan Putussibau Kota yaitu 37,98 Ha, sedangkan kebutuhan lahan terbesar pada tahun 2020 adalah di kelurahan Putussibau Kota 4.172 Ha dan terkecil di desa Tanjung Beruang sebesar 139,9 Ha. Untuk kebutuhan lahan terbesar tahun 2039 adalah di kelurahan Putussibau Kota sebesar 4.565 Ha dan terkecil terdapat di desa Tanjung Beruang sebesar 176,6. Dalam hal ini kebutuhan lahan di setiap kelurahan/desa Kecamatan Putussibau Utara lebih besar dari ketersediaan lahan di Kecamatan Putussibau Utara. Berdasarkan hasil tersebut ketersediaan lahan di Kecamatan Putussibau Utara dinyatakan defisit.
Potensi Pemanfaatan Limbah Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) untuk Budidaya Kerang Darah (Anadara granosa, Linneus 1758) Eva Prasetiyono; Kukuh Nirmala; Eddy Supriyono; Sukenda Sukenda; Yuni Puji Hastuti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.420-430

Abstract

Budidaya udang vaname di tambak dilakukan semakin intensif untuk memenuhi tingginya permintaan. Intensifitas kegiatan budidaya menyebabkan peningkatan beban limbah yang dihasilkan. Limbah tambak udang berupa dalam bentuk padatan lumpur organik dan senyawa-senyawa nutrien terutama nitrogen dan fosfor dalam jumlah yang tinggi. Tingginya kandungan limbah ini menyebabkan permasalahan bagi lingkungan perairan diantaranya yaitu pertumbuhan pesat mikroalga. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan budidaya udang di tambak perlu diatasi diantaranya dengan memanfaatkan limbah tersebut untuk budidaya kerang darah. Kerang darah merupakan organisme filter feeder dan detritus feeder yang hidup pada substrat lumpur dengan pakan utamanya yaitu mikroalga. Kerang darah juga menyerap detritus yang mengandung senyawa nutrien untuk pertumbuhan. Limbah tambak udang yang mengandung lumpur dan senyawa nutrien berpotensi digunakan untuk budidaya kerang darah. Budidaya kerang darah dapat dlakukan dengan cara co-culture dengan udang vaname pada tambak produksi udang, pemeliharaan kerang darah pada tambak IPAL udang atau menempatkan limbah tambak udang pada tambak budidaya kerang darah. Upaya pemanfaatan limbah tambak ini selain untuk meminimalisasi dampak limbah bagi lingkungan juga meningkatkan produktivitas kerang darah.
Tingkat Ketaatan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup pada Industri Manufaktur di Kota Salatiga Merry Yohana Panjaitan; Purwanto Purwanto; Budi Warsito
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.329-340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketaatan pelaku usaha dalam upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terhadap peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup serta mengetahui pembinaan dan pengawasan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap pelaku usaha industri manufaktur di Kota Salatiga. Metode yang digunakan adalah analisa deskriptif terhadap data primer dan data sekunder yang telah dikumpulkan dari 5 (lima) industri manufaktur berskala besar di Kota Salatiga. Hasil penelitian tingkat ketaatan pelaku usaha industri manufaktur terhadap pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan dokumen lingkungan masih kurangnya ketaatan dalam kesesuaian substansi laporan pelaksanaan RKL-RPL/UKL-UPL dengan petunjuk teknis, pada aspek pengendalian pencemaran air masih kurangnya ketaatan terhadap baku mutu, serta kurangnya ketaatan pemenuhan standart teknis pemenuhan Baku Mutu Air Limbah dan standart kompetensi SDM, dalam aspek pengendalian pencemaran udara kurangnya ketaatan dalam pemenuhan standart kompetensi SDM, kurangnya ketaatan dalam standart teknis pemenuhan Baku Mutu Emisi, pada aspek pengelolaan limbah B3 masih kurangnya ketaatan dalam pemenuhan standart kompetensi SDM dan ketentuan teknis penyimpanan Limbah B3. Kendala yang dihadapi dalam pengawasan lingkungan hidup adalah kurangnya kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia, kurangnya koordinasi dengan instansi terkait, masih lemahnya penegakan hukum lingkungan dan pemberian sanksi administratif. Oleh karena itu Pemerintah Daerah diharapkan dapat melakukan penyusunan Standart Operating Procedure Pengawasan Lingkungan, meningkatkan kapasitas dan kompetensi personil Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD), penegakan hukum lingkungan dengan pemberian sanksi administratif,  melakukan pemetaan sebaran industri beserta publikasi hasil uji kualitas lingkungannya. Hal ini dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan bagi pengelolaan lingkungan hidup di Kota Salatiga.
Analisis Kualitas Udara Pada Kawasan Transportasi, Industri, Perkotaan, Permukiman, dan Perdagangan di Kota Tegal Derystanto Winatama; Widayat Widayat; Syafrudin Syafrudin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.381-386

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu kota berkembang di Provinsi Jawa Tengah. Menurut Perda RTRW, kebijakan strategis Kota Tegal diantaranya adalah peningkatan pusat pelayanan kota untuk memperkuat kegiatan perdagangan, jasa, dan industri, serta peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem jaringan prasarana dan infrastruktur perkotaan. Peningkatan infrastruktur akan menimbulkan dampak bagi lingkungan, salah satunya adalah pencemaran udara ambien. Pencemaran udara berpengaruh negative bagi makhluk hidup dan dapat mengganggu keseimbangan ekologi.Penyusunan studi kasus ini memiliki tujuan untuk mengetahui kualitas udara ambien dan mengetahui tingkat pencemaran udara melalui perhitungan indeks kualitas udara pada wilayah administratif Kota Tegal. Metode pemantauan kualitas udara ini dilakukan melalui 2 cara, yaitu metode aktif dan metode pasif. Hasil analisis secara umum menunjukkan bahwa kualitas udara ambien di lokasi-lokasi sampling terbilang masih baik dan berada di bawah baku mutu pencemar udara ambien berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.8 Tahun 2001. Sedangkan Indeks Kualitas Udara Kota Tegal untuk tahun 2021 diperoleh nilai 73,47 (Baik). Tegal is one of developing city in Central Java. According to the Spatial Plan Regulation (RTRW), among the strategic policy of Tegal are increasing service function of the city to intensify commercial and industry activity, as well as increasing the quality and quantity of transportation facilities and infrastructure. The enhancement of infrastructure will have an impact for the environment, among of them is ambient air pollution. Air pollution has negative effect for living things and it may be harmful for ecology.This study has purpose to find out the pollution level through air quality index calculation and to conceive the air quality in administrative region of Tegal. The air quality monitoring is conducted in 2 (two) methods, namely active method and passive method. General analysis result is showing the air quality at the sampling point is quite healthy and all of the parameters are below the pollution quality standard based on Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 8 Tahun 2001. Whilst air quality index (IKU) calculation of Tegal is shown the score 73.47, this is indicated the good quality out of the excellent range.
Dampak Tingkat Cemaran Sungai Jenes Terhadap Kualitas Air Tanah Warga di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Surakarta Fauziana Erlis Safitri; Auriga Wahyu Widyadana Ramadhan; Hasna Khairunnisa; Thalita Aldila Pramitasari; Siti Rachmawati; Muchammad Sholiqin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.318-328

Abstract

Sungai Jenes merupakan salah satu sungai di Kota Surakarta yang perairannya tercemar akibat buangan limbah industri yang dibuang begitu saja tanpa dilakukan pengelolaan. Hal tersebut salah satunya dikarenakan biaya penanganan limbah cair dari industri batik yang cukup tinggi, sehingga masih menjadi kendala terbesar bagi usaha kecil menengah untuk mengelola hasil produksi limbah cair tersebut. Kondisi perairan Sungai Jenes yang tercemar dapat berdampak pada ekosistem sungai dan masyarakat sekitar. Selain itu juga dikhawatirkan akan memberikan pengaruh terhadap sumur udara warga yang letaknya berdekatan dengan sungai tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di Sungai Jenes dan pengaruhnya terhadap kualitas air tanah warga di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Surakarta. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung ke lapangan. Sementara itu, metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Sungai Jenes telah mengalami pencemaran dengan kategori tercemar berat dan nilai dari parameter yang diambil menunjukkan telah melebihi standar mutu baku. Sementara itu, pada hasil analisis parameter kualitas air tanah seperti suhu, kekeruhan, Total Padatan Terlarut (TDS), pH dan Oksigen Terlarut(DO) masih memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan pada PERMENKES No 32 Tahun 2017, sehingga pencemaran pada Sungai Jenes tidak memberikan pengaruh pada kualitas air tanah sekitarnya.
Analisis Efektivitas Penggunaan Elektroklorinasi dan Gas Klor Pada Proses Disinfeksi Air Minum (Studi Kasus: PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa) Vira Kallista; Winardi Winardi; Govira Christiadora Asbanu
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.269-278

Abstract

PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa adalah badan usaha milik daerah yang bergerak dalam penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pontianak. Air olahan PDAM umumnya melalui proses disinfeksi. Disinfektan yang digunakan oleh PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa adalah natrium hipoklorit dan gas klor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sisa klor pada air hasil olahan di reservoir dan sambungan rumah pelanggan IPA (Instalasi Pengolahan Air) Imam Bonjol, menganalisis parameter warna, kekeruhan, pH, suhu, jarak, dan total coliform terhadap sisa klor dan mengetahui efektivitas penggunaan elektroklorinasi dan gas klor pada proses disinfeksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling pada 6 outlet reservoir dimulai pada jarak 0 m, 300 m, 600 m, 900 m, 1200 m dan 1500 m dari unit pengolahan air. Penelitian ini dilakukan simulasi data eksisting menggunakan data eksisting dengan program EPANET 2.0. Analisis data juga dilakukan dengan cara univariat dan bivariat, menunjukkan bahwa sisa klor pada jaringan distribusi IPA 1 dan IPA 3 terendah 0,02 mg/l pada titik sampling terjauh dan tertinggi 0,41 mg/l pada titik sampling terdekat dari IPA. Sedangkan pada jaringan distribusi IPA 2 terendah 0,02 mg/l pada titik terjauh sampling dan tertinggi 0,33 mg/l pada titik sampling terdekat dari unit pengolahan. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan sisa klor terhadap warna, kekeruhan, pH, suhu, jarak dan total coliform jaringan distribusi IPA Imam Bonjol. Penggunaan disinfektan yang efektif terhadap penurunan jumlah total coliform dan sisa klor adalah gas klor, dengan jumlah total coliform 0 MPN/100 ml dan sisa klor 0,02 mg/l.Kata kunci: Disinfektan, Elektroklorinasi, EPANET 2,0, Gas Klor, Sisa Klor
Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Embung Bowong di Tlogosari, Giritontro, Wonogiri Yudi Lastiantoro; Sigit Andy Cahyono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.431-443

Abstract

ABSTRAKEmbung merupakan bangunan penampung air hujan dan air limpasan yang dibangun oleh pemerintah dan masyarakat. Embung Bowong merupakan salah satu waduk yang terletak di Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pelestarian Embung Bowong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – Desember 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui: wawancara, survei, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara terstruktur kepada 40 responden. Analisis data menggunakan skala Likert dan delapan tangga partisipasi Arnstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi masyarakat terhadap pelestarian Embung Bowong dikategorikan: baik (baik). Mereka memanfaatkan reservoir air tanpa mencemari air. Hal ini karena telah dibangun: kolam penjernihan air, kamar mandi dan toilet untuk umum di sekitar Embung Bowong. Tingkat partisipasi masih dalam kategori manipulasi partisipatif yang dapat digolongkan pada tingkat partisipasi yang rendah. Untuk meningkatkan tingkat partisipasi dalam melestarikan Embung Bowong dan lingkungannya, disarankan agar sering dilakukan sosialisasi pelestarian waduk dan lingkungannya kepada masyarakat sekitar.Kata kunci: evaluasi, embung, persepsi, partisipasi, masyarakat
Kemampuan Ampas Tahu dalam Proses Koagulasi Logam Berat Krom (Cr) pada Limbah Cair Pabrik Penyamakan Kulit Indah Murwani Yulianti; Junina Yulianti Baun; Fransiscus Sinung Pranata
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.228-237

Abstract

AbstractLeather tannery wastewater is a waste from the production of raw leather into leather that has been tanned using chrome tanning material. In the production process, the liquid waste still contains around 20-40% chromium because during the production, not all of the chromium material is bound to the skin when discharged into the environment and because of that, it can cause lung cancer, skin cancer, renal tubular necrosis, skin hyperpigmentation even death. Based on the results of the characteristics of the tannery liquid waste using AAS (Atomic Absorption Spectrometry), it can be seen that the content of heavy metal chromium (Cr) is 501 mg / l. Tofu dregs is a biosorbent material because it contains protein which can bind heavy metals. The protein content in tofu dregs was 20.63%. The experimental design used in this study was factorial completely randomized design (RALF) with 2 factors, namely variations in tofu pulp weight (100 mg, 300 mg and 500 mg) and variations in contact time (60 minutes, 90 minutes and 120 minutes). Tofu dregs have the ability to reduce levels of heavy metal chromium (Cr) from 35.97% to 66.43% which means they have the same ability as alum on the market. The optimum weight of tofu dregs to reduce heavy metal chromium (Cr) is a variation of 100mg. The optimum contact time of the heavy metal chrome (Cr)  to bind tofu dregs is 90 minutes.
Distribusi dan Sebaran Mikroplastik di Sedimen Perairan Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu Eka Rizki Meiwinda; Lucyana Lucyana; Destiarini Destiarini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.387-392

Abstract

Sampah plastik yang dibuang ke lingkungan pada akhirnya akan masuk ke wilayah perairan.Mirkoplastik yang terdegradasi dapat ditemukan di sedimen perairan. Mikroplastik pada sedimen perairan berbahaya bagi organisme perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mikroplastik pada sedimen, jumlah, berat, distribusi dan sebaran mikroplastik di sedimen perairan Sungai Ogan. Metode Penelitian dilakukan dengan metode survey untuk mendapatkan data primer. Berdasarkan metode tersebut ditentukan 5 stasiun yang masing-masing mewakili daerah yang potensial tercemar mikroplastik pada sedimen untuk diambil sampel sedimen pada perairan. Sampel dan metode yang dipilih berdasarkan daerah yang potensial terkontaminasi mikroplastik yaitu daerah yang diduga memiliki potensi paling banyak terdapat sampah plastik. Penelitian ini akan dilaksanakan di sedimen perairan Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pengamatan Mikroplastik pada sedimen di lakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap pegeringan, pengurangan volume, pemisahan densitas dan penghitungan dengan menggunakan mikroskop. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pencemaran, distribusi dan jenis mikroplastik yang terkandung di sedimen perairan Sungai Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jenis mikroplastik yang ditemukan di Sungai Ogan yaitu fiber dan film, dengan kelimpahan tertinggi di stasiun 4 dengan nilai 67 partikel/100g

Filter by Year

2011 2025