cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Pengaruh Paparan Pencemar Udara Terhadap Stres Oksidatif: Sistematik Review Kusmiyati Kusmiyati; Norma Tiku Kambuno; Pius Selasa; Ferry William Frangky Waangsir
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 3 (2022): July 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.3.628-636

Abstract

Pencemaran udara mempengaruhi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.  Pencemar udara dapat menyebabkan perubahan molekul dalam tubuh sebagai penanda dini gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang pengaruh pencemar udara terhadap stres oksidatif. Jenis penelitian adalah sistematik review dari artikel penelitian yang dilakukan sebelumnya. Penelitian dilaksanakan pada Apri-Mei 2021. Pencarian literature dilakukan melalui data base Science Direct pada periode publikasi 2017-2021.  Kata kunci yang digunakan adalah “air pollutant” OR “oxidative stress” AND “air pollution” OR “oxidative stress”.   Artikel yang diperoleh menggunakan kata kunci dan memenuhi kriteria inklusi selanjutnya dilakukan penilaian kelayakan menggunakan The JBI Critical Appraisal.  Dari menilaian kelayakan diperoleh 15 artikel dari data base Science Direct yang selanjutnya ditelaah. Hasil pdari penelusuran literature diketahui jenis pencemar udara antara lain PM2,5, NO2, Ozon, partikulat, PM10, PM2.5, NO2, dan CO, PM udara ambien, abu vulkanik, bahan bakar dan sebagainya. Paparan polutan udara dapat menyebabkan stress oksidatif dalam berbagai penanda antara lain peningkatan produksi spesies oksigen reaktif, penurunan antioksidan, 8-OHDG.  Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pajanan pencemar udara menyebabkan perubahan pada penanda biologis stress oksidatif yang merupakan indikasi dini adanya gangguan kesehatan sebagai dampak dari pencemar udara.  Perlu upaya pengendalian pencemaran udara agar tidak menimbulkan dampak negatif pada manusia.ABSTRACTAir pollution had an impact on environmental quality and public health. Air pollutants could cause molecular changes in the body as an early marker of health problems. The purpose of this study was to obtain an overview of the effect of air pollutants on oxidative stress. This study was a systematic review of previous research articles. The research was carried out in April-May 2021. The literature search was carried out through the Science Direct database in the 2017-2021 publication period. The keywords used were “air pollutant” OR “oxidative stress” AND “air pollution” OR “oxidative stress”. Articles obtained using keywords and meeting the inclusion criteria were then assessed for feasibility using The JBI Critical Appraisal. From the feasibility assessment, 15 articles were obtained which were then reviewed. The results of a literature search showed that the types of air pollutants include PM2.5, NO2, Ozone, particulates, PM10, PM2.5, NO2, and CO, ambient air PM, volcanic ash, fuel and so on. Exposure to air pollutants caused oxidative stress in various markers, including increased production of reactive oxygen species, decreased antioxidants, 8-OHDG. The conclusion of this study is that exposure to air pollutants causes changes in biological markers of oxidative stress which is an early indication of health problems as a result of air pollutants. Efforts are needed to control air pollution so that it does not have a negative impact on humans.
Evaluasi Aspek Teknis Operasional Pengelolaan Persampahan di Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu Meideristi Eka Suciutami; Arifin Arifin; Robby Irsan; Rizki Purnaini; Y. Fitrianingsih
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 3 (2022): July 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.3.588-596

Abstract

Pusat kota Putussibau terletak di Kecamatan Putussibau Utara yang memiliki aktivitas penduduk tertinggi diantara kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu dengan kepadatan penduduknya 5,07 jiwa/km2 dengan luas wilayah 5.204,8 km2. Penanganan sampah di Kecamatan Putussibau Utara dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju timbulan sampah serta komposisi sampah dan mengevaluasi aspek teknis operasional pengelolaan persampahan di Kecamatan Putussibau Utara. Metode yang digunakan untuk mengukur timbulan sampah adalah pengukuran langsung dari 25 sampel perumahan dan 13 sampel non-perumahan dan komposisi sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994 selama 8 hari, sedangkan evaluasi aspek teknis operasional dilakukan dengan observasi secara langsung serta wawancara pada key person di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu dan dianalisis menggunakan metode checklist pada tabel yang telah dibuat dan evaluasi mengacu pada Permen PU No. 3/PRT/M/2013. Hasil penelitian yang didapat timbulan sampah di Kecamatan Putussibau Utara dengan jumlah penduduk 26,388 Jiwa sebesar 1,57 l/orang/hari dan timbulan sampah total kecamatan yaitu 41.607 m3/hari, sedangkan komposisi sampah organik berupa sampah sisa makanan dan daun-daun sebanyak 48% dan total anorganik dari berbagai macam komposisi sebanyak 52% yang besaran sampahnya didominasi oleh sampah plastik dan kertas yang dihasilkan oleh sumber perkantoran, pasar, dan toko, berdasarkan komposisi sampah dapat dihitung analisis pewadahan sampah organik dan anorganik dengan kapasitas wadah yang didapatkan masing-masing 3 liter. Berdasarkan timbulan sampah yang telah dihitung dapat dilakukan analisis estimasti timbulan sampah pada tahun mendatang yaitu sebesar 46.987 m3/hari, analisis kebutuhan kontainer dengan jumlah kontainer yang dibutuhkan sebanyak 2 unit dan alat angkut sebanyak 1 unit dengan proyeksi 5 tahun yaitu selama tahun 2020-2024. Pengelolaan sampah yang dihadapi adalah tingkat pelayanan yang masih rendah, sarana prasarana teknis operasional yang kurang memadai serta rendahnya peran serta masyarakat dalam praktik minimasi dan pemanfaatan sampah.ABSTRACTPutussibau city center is located in North Putussibau District which has the highest population activity among other sub-districts in Kapuas Hulu Regency with a population density of 5.07 people/km2 with an area of 5,204.8 km2. The handling of waste in North Putussibau District is carried out by the Kapuas Hulu District Environmental Service. The purpose of this study was to determine the rate of waste generation and the composition of waste and to evaluate the operational technical aspects of solid waste management in Putussibau Utara District. The method used to measure waste generation is direct measurement of 25 housing samples and 13 non-residential samples and waste composition based on SNI 19-3964-1994 for 8 days, while evaluation of operational technical aspects is carried out by direct observation and interviews with key persons at The Environmental Service of Kapuas Hulu Regency and analyzed using the checklist method in the table that has been made and the evaluation refers to the Minister of Public Works No. 3/PRT/M/2013. The results of the study obtained that the waste generation in North Putussibau District with a population of 26,388 people was 1.57 l/person/day and the total waste generation in the sub-district was 41,607 m3/day, while the composition of organic waste in the form of food waste and leaves was 48%. and a total of 52% inorganic from various compositions, the amount of which is dominated by plastic and paper waste produced by office, market and shop sources. Based on the composition of the waste, an analysis of organic and inorganic waste containers can be calculated with the capacity of each container obtained 3 liter. Based on the calculated waste generation, an analysis of the estimated waste generation in the coming year, which is 46,987 m3/day, analysis of container needs with the number of containers required is 2 units and the means of transportation is 1 unit with a projection of 5 years, namely during the year 2020-2024. Waste management faced is a low level of service, inadequate operational technical infrastructure and low community participation in the practice of minimizing and utilizing waste
Pengukuran Tingkat Eko-Efisiensi Batik Cap Menggunakan Metode Life Cycle Analysis (Studi Kasus: Batik Encim pada Kampoeng Batik Kauman Pekalongan) Novie Susanto; Thomas Triadi Putranto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 3 (2022): July 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.3.654-664

Abstract

Batik merupakan budaya Indonesia yang unik dan harus dilestarikan, tak hanya itu, batik juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Dalam proses produksi batik tersebut terdapat berbagai dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh besarnya limbah cair yang dihasilkan, penggunaan zat pewarna sintesis, dan sebagainya. Hal tersebut juga terjadi pada Kampoeng Batik Kauman Pekalongan dalam memproduksi batik cap khas yang disebut batik encim. Kampoeng Batik Kauman Pekalongan merupakan kampung batik dengan jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) yang cukup besar yaitu sekitar 30 IKM berpotensi untuk menimbulkan dampak lingkungan yang besar pula. Demi menghasilkan produk yang efisien secara ekonomi dan ekologi, perlu dilakukan analisis eko-efisiensi dan besarnya biaya dampak lingkungan yang diperlukan atau eco-cost terkait proses produksi dimulai dari awal produksi hingga akhir produk jadi. Pengukuran eko-efisiensi dilakukan menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Pengukuran LCA dilakukan melalui perhitungan cost benefit analysis, eco-efficiency index, eco-cost value ratio, dan eco-efficiency ratio. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan pengurus Omah Kreatif Kampoeng Batik Kauman Pekalongan, pemilik dan pekerja IKM di Kampoeng Batik Kauman Pekalongan untuk mengetahui hal-hal terkait proses produksi, input, output, dan biaya-biaya yang terkait pada proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan nilai eco-cost Rp 69.937,365 untuk setiap lembar batik encim dan nilai eko-efisiensi 1,178 yang lebih dari 1 menandakan produk yang dihasilkan telah menguntungkan dalam aspek ekonomi dan juga sustainable. Hal tersebut menandakan bahwa Kampoeng Batik Kauman Pekalongan harus mempertahankan dan meningkatkan nilai eko-efisiensinya dengan melakukan perbaikan pada proses produksinya menjadi lebih efisien pada aspek ekonomi maupun ekologi.ABSTRACTBatik is a unique Indonesian culture and must be preserved, not only that, but batik has also been established as a world cultural heritage. However, the batik production process can cause various negative impacts on the environment caused by the amount of liquid waste produced, the use of synthetic dyes, etc. This also happened to Kampoeng Batik Kauman Pekalongan in producing its well-known batik cap called batik encim. Kampoeng Batik Kauman Pekalongan is a batik village with a fairly large number of Small and Medium-Sized Entrepreneurs (SMEs) which is around 30 IKM has the potential to cause a large environmental impact as well. For the sake of producing economically and ecologically efficient products, it is necessary to do an eco-efficiency analysis and the number of environmental impact costs required (eco-costs) related to the production process starting from the beginning of production to the end of each finished product. This eco-efficiency measurement is carried out using the Life Cycle Assessment (LCA) method. LCA measurement is performed through the calculation of cost benefit analysis, eco-efficiency index, eco-cost value ratio, and eco-efficiency ratio. The data collection technique was carried out through interviews with the management of Omah Kreatif Kampoeng Batik Kauman Pekalongan, owners and workers of IKM in Kampoeng Batik Kauman Pekalongan to find out things related to the production process, inputs, outputs, and costs related to the production process.The results showed the eco-cost value of Rp 69,937,365 was obtained for each encim batik and an eco-efficiency value of 1.178 which was more than 1 indicates that the product produced was profitable in economic terms and also sustainable. This indicates that Kampoeng Batik Kauman Pekalongan must maintain and increase its eco-efficiency value by making improvements in its production process to be more efficient in economic and ecological aspects.
Model Pengelolaan Banjir: Systematic Review dan Arahan untuk Masa Depan Veybi Djoharam; Widiatmaka Widiatmaka; Marimin Marimin; Dyah R Panuju; S.D. Tarigan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 3 (2022): July 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.3.524-545

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di seluruh dunia, menyebabkan kerugian ekonomi, rusaknya infrastruktur bahkan sering menimbulkan korban nyawa. Oleh karena itu, mengatasi permasalahan banjir sangat penting untuk dilakukan. Tujuan makalah ini adalah untuk mensintesis permasalahan banjir dan menyusun kerangka kerja pengelolaan banjir secara holistik. Makalah ini mengulas dan mensintesis 124 jurnal yang diterbitkan antara tahun 2011 – 2021. Artikel jurnal yang diulas dikategorikan ke dalam tema pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap hidrolgi (PL-H), perubahan penggunaan lahan (LULC), pengaruh klimatologi terhadap hidrologi (PK-H), mitigasi banjir (MB), ekonomi terkait banjir (Ek), evaluasi kejadian banjir (Ev), pengaruh perubahan lahan dan pengaruh klimatologi terhadap hidrologi (PL-PK-H), dan hidrologi (H). Tema hidrologi (H) merupakan topik dominan yang kami temukan dalam literatur sebanyak 30% selanjutnya 25% tema mitigasi banjir (MB) dan 17% tema pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap hidrolgi (PL-H). Kontribusi dari makalah ini adalah menghasilkan kerangka kerja komprehensif yang perlu dilakukan dalam melakukan pengelolaan banjir.ABSTRACTFloods are one of the natural disasters that often occur around the world, causing economic losses, damage to infrastructure and often cause casualties. Therefore, overcoming the problem of flooding is very important to do. The purpose of this paper is to analyze flood problems and develop new flood management frameworks. The paper reviews and synthesizes 124 journals published between 2011 and 2021. The journal article reviewed is categorized into the themes of the influence of land cover changes on hydrolgi (PL-H), land use change (LULC), climatology influence on hydrology (PK-H), flood mitigation (MB), flood-related economy (Ek), evaluation of flood events (Ev), influence of land change and climatology influence on hydrology (PL-PK-H), and hydrology (H). The theme of hydrology (H) is the dominant topic that we found in the literature as much as 30% of the theme of flood mitigation (MB) and 17% of the theme of the influence of land cover changes on hydrolgi (PL-H). The contribution of this paper is to develop a comprehensive framework that needs to be done in conducting flood management.
Analisis Kesejahteraan Masyarakat Petani Dataran Tinggi Dieng Menggunakan Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan Isna Rahmawati; Iwan Rudiarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 3 (2022): July 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.3.637-645

Abstract

Dataran Tinggi Dieng terletak di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo memiliki produksi pertanian kentang yang tinggi. Namun kondisi tersebut tidak lantas membuat masyarakat Kecamatan Kejajar dalam keadaan ekonomi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi kesejahteraan masyarakat petani Dataran Tinggi Dieng menggunakan pendekatan penghidupan berkelanjutan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif didukung dengan metode analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuisioner dengan menggunakan teknik simple random sampling kepada 67 rumah tangga petani. Lima aset penghidupan berkelanjutan menjadi variabel dalam penelitian ini diantaranya adalah manusia, finansial, sosial, fisik dan alam. Kelima variabel tersebut memiliki indikator yang mewakili kesejahteraan masyarakat petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan masyarakat petani Dataran Tinggi Dieng dalam kategori sedang (10,31). Aset yang berpengaruh dalam kesejahteraan masyarakat petani Dataran Tinggi Dieng adalah aset sosial diikuti aset fisik, aset manusia, aset alam dan aset finansial. Dari hasil penelitian yang didapatkan, diperlukan upaya lebih lanjut untuk penguatan aset fisik, manusia, alam dan finansial agar kehidupan masyarakat petani Dataran Tinggi Dieng lebih sejahtera dan terlindungi dari kemiskinan dan kerentanan.ABSTRACTDieng Plateau which is located in Kejajar Sub-District, Wonosobo Regency, has high agricultural productivity in potato as a main crop. However, the high agricultural productivity doesn’t make positive impact in economics to the community. This study aims to analyze the welfare of Dieng Plateau farmer community based on sustainable livelihood approach. The study uses quantitative approach supported by descriptive quantitative analysis. A household questionnaires were distributed with a random sampling technique to 67 farm household samples. Five capital assets of sustainable livelihood become variables in this study are human, financial, social, physical and natural. The five variables have indicators that represent walfare of farmer community. The finding reveal that welfare of Dieng Plateau farmer community in middle category (10,31). Social assets become the major assets that influence the welfare of Dieng Plateau farmer community with physical, human, natural and financial assets being the least. Therefore, efforts on strengthening human, natural and financial assets are necessary to be done to improve the welfare of Dieng Plateau farmer community and protect them from poverty and vulnerability.
Penilaian Daur Hidup Proses Distribusi BBM di PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Parepare Putri Alifa Kholil; Mochamad Arief Budihardjo; Fuad Muhammad; Ketut Karno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 3 (2022): July 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.3.685-695

Abstract

Pada tahun 2020, PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Parepare telah mendistribusikan BBM sebesar 498.270,317 kiloliter (KL). Proses distribusi BBM tersebut menghasilkan emisi dan limbah yang berpotensi berdampak pada lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi dampak lingkungan dari proses distribusi BBM di PT Pertamina (Persero)  Fuel Terminal Parepare dan mengetahui unit proses yang paling berdampak terhadap lingkungan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). LCA dilakukan dengan ruang lingkup gate-to-gate dimulai dari proses penerimaan BBM hingga pendistribusian BBM mengacu pada SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017. Perhitungan penilaian dampak dilakukan menggunakan software Microsoft Excel dengan metode CML IA Baseline dengan unit fungsi yang digunakan adalah 1 KL BBM. Kategori dampak potensi pemanasan global, potensi penipisan ozon, potensi hujan asam, dan potensi eutrofikasi dipilih berdasarkan relevansi dengan aktivitas perusahaan dan yang termasuk dampak kategori utama berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil interpretasi menunjukkan seluruh dampak yang dikaji memiliki isu penting (hotspot) pada unit proses distribusi yang disebabkan oleh penggunaan listrik untuk pompa elmot dengan nilai karakterisasi untuk potensi pemanasan global sebesar 3,01 x 10-1 kg CO2 ek/KL, potensi penipisan ozon sebesar 8,79 x 10-9 kg CFC-11 ek/KL, potensi hujan asam sebesar 1,34 x 10-3 kg SO2 ek/KL, dan potensi eutrofikasi sebesar 1,65 x 10-3 kg PO4 ek/KL. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah dengan melakukan efisiensi penggunaan listrik pompa atau dengan mengganti sumber energi listrik dari PLN menjadi energi terbarukan seperti menggunakan panel surya atau turbin angin.ABSTRACTIn 2020, PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Parepare has distributed fuel amounting to 498,270,317 kiloliters (KL). The fuel distribution process produces emissions and waste that have the potential to have an impact on the surrounding environment. The purpose of this study is to analyze the potential environmental impact of the fuel distribution process at PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Parepare and find out the process units that have the most impact on the environment using the Life Cycle Assessment (LCA) method. LCA is carried out with a gate-to-gate scope starting from the process of receiving fuel to distributing fuel referring to SNI ISO 14040: 2016 and SNI ISO 14044: 2017.  The calculation of impact assessment is carried out using Microsoft Excel software with the CML IA Baseline method with the function unit used is 1 KL BBM.  Categories including global warming potential, ozone depletion potential, acid rain potential, and eutrophication potential were selected based on relevance to the company's activities and which included the impact of the main categories based on the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 1 of 2021 concerning the Company Performance Rating Assessment Program and Environmental Management.  The results of the interpretation showed that all the impacts studied had important issues (hotspots) on the distribution process unit caused by the use of electricity for elmot pumps with  a characterization value of 3.01 x 10-1 kg of CO2 eq/KL, ozone depletion potential of 8.79 x 10 -9 kg CFC-11 eq/KL, acid rain potension of 1.34 x 10-3 kg SO2 eq/KL, and eutrophication potential of 1.65 x 10-3 kg PO4 eq/KL. Recommendations that can be given are to make efficiency of the use of pump electricity or by replacing the source of electrical energy from PLN to renewable energy such as using solar cells or wind turbines.
Kerentanan Nafkah Rumahtangga Nelayan dalam Tekanan Variabilitas Iklim: Studi Kasus Desa Dendun, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Winda Gustika; Arya Hadi Dharmawan; Melani Abdulkadir-sunito Abdulkadir-sunito
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.43-56

Abstract

ABSTRAKNelayan sangat bergantung pada sumberdaya laut sebagai sumber penghidupan. Faktor iklim dan perubahan cuaca sangat menentukan distribusi dan keberadaan ikan, yang selanjutnya menentukan jumlah tangkapan ikan atau pendapatan nelayan. Perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi serta variabilitas iklim, menimbulkan tekanan yang penting pada kemampuan nelayan kecil untuk melaut. Faktor iklim mengendala kemampuan menangkap ikan dan pendapatan nelayan. Artikel ini mengkaji seberapa rentan penghidupan nelayan kecil dan nelayan besar terdampak oleh tekanan variabilitas iklim dan perubahan cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana kerentanan rumahtangga nelayan dan upaya strategi nafkah yang dilakukan oleh rumahtangga nelayan. Studi kasus dilakukan di Desa Dendun, Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau Indonesia. Studi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung oleh pendekatan kualitatif. Sebanyak 40 rumahtangga nelayan kecil dan lima rumahtangga nelayan besar (pukat) diambil sebagai responden dalam sebuah survei. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian dengan kombinasi wawancara mendalam untuk mendapatkan data kualitatif. Studi ini menemukan fakta bahwa rumahtangga nelayan kecil lebih memiliki kerentanan nafkah yang mengkhawatirkan, utamanya bila dibandingkan dengan kerentanan nafkah rumahtangga nelayan besar. Peningkatan cuaca ekstrem, gelombang yang kuat mengancam keseluruhan sistem nafkah rumahtangga nelayan kecil. Hasil perhitungan Livelihood Vulnerability Index (LVI) menunjukkan nilai kerentanan rumahtangga nelayan kecil adalah 0,329 sementara nelayan besar adalah 0,145. Studi juga mengungkap bahwa nelayan kecil, sekalipun demikian memiliki strategi nafkah untuk tetap bertahan hidup di bawah tekanan cuaca ekstrem dan variabilitas iklim.ABSTRACTFishermen are very dependent on marine resources as a source of livelihood. Climatic factors and weather changes greatly determine the distribution and presence of fish, which in turn determines the number of fish catches or fishermen's income. Unpredictability of weather changes and climate variability put significant pressure on the ability of small fishermen to go to sea. Climatic factors constrain the ability to catch fish and fishermen's income. This article examines how vulnerable the livelihoods of small and large fishermen are affected by the pressures of climate variability and weather changes. The purpose of this study is to analyze the extent of the vulnerability of fishing households and the livelihood strategy efforts carried out by fishing households. The case study was conducted in Dendun Village, Bintan Regency, Riau Islands Province, Indonesia. This study uses quantitative research methods supported by a qualitative approach. A total of 40 small fishing households and five large fishing households (pukat) were taken as respondents in a survey. Questionnaires were used as research instruments with a combination of in-depth interviews to obtain qualitative data. This study found the fact that small fishing households have a worrying livelihood vulnerability, especially when compared to the livelihood vulnerability of large fishermen households. Increasing extreme weather, strong waves threaten the entire livelihood system of small fishermen's households. The results of the Livelihood Vulnerability Index (LVI) calculation show that the vulnerability value of small fishermen's households is 0.329 while that of large fishermen is 0.145. The study also revealed that small fishermen, however, have livelihood strategies to survive under the stress of extreme weather and climate.
Kontaminan Logam Berat (Pb, Cd, dan Cu) pada Tanah dari Pemupukan Berbasis Jerami Padi Yulis Hindarwati; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Munifatul Izzati; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.8-14

Abstract

ABSTRAKSuplemen unsur hara pada tanah untuk memperbaiki kualitas lahan dapat dilakukan dengan pemupukan baik organik maupun anorganik yang tidak terlepas dari bahan cemaran logam berat di dalamnya. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kontaminan logam berat Pb, Cd, dan Cu pada tanah dan gabah serta produktivitas padi dari berbagai pemupukan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari: Kontrol (tanpa perlakuan), Jerami segar, Jerami melapuk, Kompos jerami, Pupuk NPK, NPK+jerami segar, NPK+jerami melapuk, NPK+kompos jerami, NPK+Pupuk kandang, dan Pupuk kandang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat semua peningkatan kandungan logam berat Pb2+, Cd2+, dan Cu2+ pada tanah. Berbeda pada gabah yang serapan tertinggi logam berat Pb dan Cd tertinggi pada perlakuan NPK+Jerami Segar dan NPK+Jerami Melapuk pada logam berat Cu. Persentase penurunan serapan Pb dan Cd dari tanah ke gabah tertinggi dari pupuk Jerami Segar dan kompos jerami yaitu 14% dan 3%, tetapi kompos jerami meningkatkan serapan tertinggi terhadap logam berat Cu dari tanah ke gabah yaitu 94% dengan produktivitas padi tertinggi menggunakan pupuk NPK+Kompos Jerami.Kata kunci: Kontaminan Logam Berat, Pemupukan, Lahan SawahABSTRACTSupplementation of nutrients in the soil to improve land quality can be done by fertilizing both organic and inorganic which cannot be separated from the heavy metals in it. The aim of the study was to study the heavy metal contaminants Pb, Cd, and Cu in the soil and grain as well as the productivity of rice from various fertilizers. The study used a Randomized Block Design (RAK) with 10 treatments and 3 replications. The treatments consisted of: control (without treatment), fresh straw, rotted straw, straw compost, NPK fertilizer, NPK + fresh straw, NPK + weathered straw, NPK + straw compost, NPK + manure, and manure. The results showed all increases in the heavy metal content of Pb2+, Cd2+, and Cu2+ in the soil. In contrast to grain, the highest absorption of heavy metals Pb and Cd was highest in the treatment of NPK+Fresh Straw and NPK+Rotated Straw on Cu heavy metal. The highest percentage decrease in Pb and Cd absorption from soil to grain was from Fresh Straw and straw compost, namely 14% and 3%, but straw compost increased the highest absorption of Cu heavy metal from soil to grain, which was 94% with the highest rice productivity using NPK + Compost StrawKeywords:  Heavy metal contaminants, Fertilization, Rice field
Pengalaman Kultural Mahasiswa Asal Pesisir Sumenep Madura Mengenai Perilaku Membuang Sampah ke Pantai Habibi Habibi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.106-114

Abstract

Sampah yang mencemari lautan tetap menjadi permasalahan utama global saat ini, termasuk di Indonesia sebagai negara kepulauan. Salah satu akar permasalahannya adalah pada kebiasaan masayarakat, termasuk di Sumenep Madura, untuk membuang sampah ke pantai. Mahasiswa yang telah memiliki wawasan dan keilmuan di bidang lingkungan kenyataannya belum dapat mengubah kebiasaan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kultural mahasiswa asal pesisir Sumenep Madura mengenai perilaku membuang sampah ke pantai. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan paradigma interpretif peneliti melakukan wawancara dan observasi kepada tujuh partisipan yang dipilih secara purposif. Analisis penelitian yang diterapkan oleh peneliti mengacu pada teknik analisis spiral yang terdiri atas mengumpulkan dan mengorganisasi data, membaca dan membuat memo, menyusun deskripsi, menemukan tema dan melakukan interpretasi. Temuan penelian terdiri atas tiga tema utama yang menjelaskan pengalaman kultural mahasiswa tentang kebiasaan membuang sampah ke pantai yaitu 1) kebiasaan lama masyarakat, 2) pengetahuan dan kepercayaan masyarakat tentang sampah di pantai dan 3) resisten terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Temuan penelitian ini memberi kita pemahaman mengenai yang lebih mendalam permasalahan sampah di pantai dan dapat menjadi salah satu rekomendasi untuk penanganan permasalahan sampah secara lebih holistik.
Pemisahan Biosludge pada Proses Integrated Fixed Film Activated Sludge dengan Biofilter sebagai Pengganti Sedimentasi Ridwan Subrata; Sri Sumiyati; Sudarno Utomo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.57-67

Abstract

Pemisahan padatan mikroorganisme atau biosludge dari air hasil olahan di proses pengolahan air limbah sistem biologi aerobik biasanya menggunakan proses sedimentasi yang membutuhkan lahan yang luas. Saat ini dengan lahan terbatas dan mahal, pemisahan dengan proses sedimentasi telah menjadikan permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah mencari alternatif pengganti proses sedimentasi dengan kebutuhan lahan yang lebih kecil, yaitu dengan proses biofilter. Selama ini proses biofilter atau bak aerasi yang ditambahkan media bakteri, yang dikenal sebagai IFAS (Integrated Fixed Film Activated Sludge), sebagai tempat untuk mendegradasi kandungan organic biodegradable dan tempat proses nitrifikasi. Penerapan biofilter kedua pada rangkaian instalasi pengolahan air limbah, dirancang sebagai fungsi utama untuk pemisah mikroorganisme/biosludge. Penelitian menggunakan IPAL dengan unit proses Ekualisasi, IFAS dan Biofilter. Biofilter menggunakan bioball berbahan plastik yang terlekat bakteri dengan tinggi bed 1,3 m. Air limbah sebagai makanan mikroorganisme dibuat secara artifisial. Penelitian difokuskan pada dua variable yang berpengaruh yaitu nilai TSS inlet dan Filtration Rate. Sistem biofiltrasi dapat mensubstitusi metode sedimentasi bilamana nilai filtration rate diatas 1,0 m/jam dengan TSS inlet minimum 250 mg/l. Hasil percobaan menunjukan bahwa Pada Nilai TSS inlet 250 mg/l dengan filtration rate 1,19 m/jam menghasilkan TSS outlet 94 mg/l atau dengan efisiensi reduksi sebesar 62%.

Filter by Year

2011 2025