cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Analisis Pembiayaan Pengelolaan Sampah Perdesaan Jawa Barat Yudha Hadian Nur; David Sutasurya; Arief Dhany Sutadian; Ricky Alamsyah; Muthya Diana; Anita Vitriana; Isma Hanifa Ma’ruf; Saniar Rabithoh Wijaya; Windi Indranoviyanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.361-375

Abstract

Rural development is an important part of national development considering that 82% of Indonesia's territory is rural. The rural waste management has not received the same attention as those in urban areas. This can be seen from the high gap between urban and rural areas, which is also found in West Java Province. Through this study, nine waste management scenarios of rural areas for a 20 year planning (S1-S9), which were divided based on rural and peri-urban, has been developed. The aim of the study was to find the best model of rural waste management from a financial perspective that can be applied in West Java, especially in the rural’s Citarum watershed area. Analysis on the financial provided two types of costs, namely capital expenditures (CAPEX) and operational expenditures (OPEX) in rupiah per ton. The results of the study showed that home composting (S9) for both peri-urban and rural areas is the most efficient. Meanwhile, the mixed-based scenario with landfill-based residue handling (S2) in both peri-urban and rural areas was the one that requires the highest cost. The accumulation of waste management costs was dominated OPEX, so an investment policy with a long-term perspective is needed to reduce that OPEX.
Tingkat Kenyamanan Termal Lingkungan Kampus IPB Dramaga Menggunakan Pendekatan Physiological Equivalent Temperature (PET) Hutami Nur Saputri; Bambang Dwi Dasanto; Rini Hidayati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.299-307

Abstract

Pembangunan kampus IPB di Dramaga telah menimbulkan dampak fisik maupun non-fisik, seperti peningkatan jumlah penduduk dan perubahan kepadatan bangunan permukiman. Dampak pembangunan wilayah tersebut akan mendorong terbentuknya kondisi iklim artifisial yang memengaruhi kenyamanan termal terhadap penduduk yang tinggal di wilayah itu. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik termal lingkungan sekitar kampus IPB Dramaga dengan menggunakan pendekatan indeks termal, yaitu Physiological Equivalent Temperature (PET). Karakteristik termal wilayah studi dapat diidentifikasi berdasarkan tiga tahapan. Pertama mengidentifikasi nilai indeks termal PET dengan menggunakan model RayMan pada tutupan lahan bervegetasi dan penggunaan lahan permukiman. Tahap kedua menentukan tingkat kenyamanan termal berdasarkan hasil survei kuesioner; dan ketiga memetakan hubungan antara indeks termal PET dan tingkat kenyamanan termal  menggunakan teknik GIS untuk mengidentifikasi karakteristik termal wilayah studi secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks termal PET dipengaruhi oleh tingkat kerapatan naungan vegetasi dan rasio antara tinggi bangunan dan jarak antar bangunan (height/width atau H/W). Nilai indeks termal PET semakin meningkat dengan berkurangnya kerapatan naungan vegetasi dan turunnya nilai rasio bangunan baik pada waktu pagi, siang maupun sore hari. Karakteristik termal lingkungan sekitar kampus IPB Dramaga secara keseluruhan memiliki tingkatan persepsi ‘nyaman’ yaitu pukul 7.00 hingga pukul 9.00 dengan nilai PET antara 27 ºC dan 30 ºC. Persepsi sangat tidak nyaman terjadi pada pukul 12.00 hingga 13.00 dengan nilai PET antara 38 ºC dan 42 ºC. Tingginya tekanan termal yang berupa peningkatan nilai indeks termal PET dapat dikurangi  dengan menambah kerapatan naungan vegetasi. Naungan vegetasi terbukti mampu mengurangi rentang nilai PET dan meningkatkan kenyamanan termal di wilayah studi.
Identification of the Distribution of Leachate in the TPA Terjun, Medan Marelan District, Medan City using the Resistivity 2D Method Said Muzambiq; Amir Husin; Meutia Nurfahasdi; Roy Monald Dongoran
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.251-256

Abstract

The 2D resistivity method can provide a more detailed subsurface picture, including the distribution of resistivity values in both vertical and horizontal sections. The results of the geoelectric test show that the leachate distribution in Track I (First) is at a track length of 28 meters – 84 meters, a depth of 13 meteras – 17.4 meters with a resistivity value of 2.18 m, Track II (Scond) is at a track length of 7 meters. – 140 meters, 8.93 meters deep – 13.4 meters with a resistivity value of 2.95 m, and Track III (Third) along 80 meters – 110 meters, the depth of The Wenner configuration uses the geoelectrical resistivity method, with a leachate resistivity value of 0, 5 – 5 m is expected to identify the distribution of leachate in the measurement path. The results of the geoelectric test show that the leachate distribution in Track I is at a track length of 28 meters – 84 meters, a depth of 13 meters – 17.4 meters with a resistivity value of 2.18 m, Track II is at a track length of 7 meters. – 140 meters, a depth of 8.93 meters – 13.4 meters with a resistivity value of 2.95 m, and Track III at a length of 80 meters – 110 meters, a depth of 13 meters – 17.4 meters with a resistivity value of 0.807 m. This distribution is also influenced by drainage, soil elevation, soil type, and landfill management in sites city of Medan is the TPA Terjun.
Mekanisme Biosorpsi Senyawa Polutan Organik Persisten (POPs) dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi: Suatu Review Nisa Nurhidayanti; Mindriany Syafila; Agus Jatnika Effendi; Dyah Wulandari Putri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.408-419

Abstract

Industri farmasi menghasilkan senyawa aktif farmasi yang bersifat persisten dan berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup jika memasuki badan air. Pengolahan air limbah secara konvensional belum mampu menyisihkan senyawa aktif farmasi dengan baik. Review artikel ini dilakukan karena semakin meningkatnya populasi penduduk di Indonesia maka semakin meningkat pula produksi dan penggunaan produk obat-obatan dari industri farmasi. Pelepasan kandungan mikropolutan obat-obatan yang bersifat persisten ke dalam saluran pembuangan air adalah sekitar ng ~ µg/L secara terus menerus mengalir ke lingkungan dan air limbah akan membahayakan kesehatan makhluk hidup dan lingkungan. Senyawa aktif farmasi yang bersifat persisten terdiri dari analgesik dan antiinflamasi, antibiotik, antidiabetik, antihipertensi, beta-blocker, diuretik, lipid regulator, obat psikiatri, reseptor antagonis, hormon, beta-agonis, antineoplastik, produk topikal, antiseptik, agen kontras dan agen anti kanker. Artikel ini mereview mekanisme biosorpsi beberapa biosorben yang digunakan dalam menurunkan senyawa POPs dalam pengolahan limbah cair industri farmasi yang terdiri dari biomassa dari limbah pertanian dan limbah industri. Mekanisme biosorpsi senyawa POPs dalam pengolahan limbah cair industri farmasi meliputi interaksi elektrostatik, interaksi ikatan π-π elektron donor akseptor, ikatan hidrogen, pengisian pori, interaksi hidrofobik, atraksi dipol permanen, pertukaran ion, interaksi asam basa Lewis, gaya Van der Waals, dan fotodegradasi. Arah pengembangan penelitian berikutnya yaitu pengembangan biosorben dari limbah yang dimodifikasi kimia untuk mengoptimalkan kapasitas biosorpsi senyawa POPs dalam pengolahan limbah cair industri farmasi.
Identifikasi Kelimpahan dan Bentuk Mikroplastik Pada Sedimen Pantai Kalimantan Barat Aini Sulastri; Kiki Prio Utomo; Shafira Viana Febriyanti; Dita Fakhrana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.376-380

Abstract

Degradasi sampah plastik di pantai menghasilkan mikropartikel yang dibawa oleh arus air, gelombang dan pasang surut dalam sedimen pantai. Mikroplastik dengan rentang ukuran 0,3 - <5 mm terdeteksi di dua lokasi penelitian yaitu Pantai Pasir Panjang Kota Singkawang dan dan Pantai Batu Payung Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Mengetahui bentuk dan kelimpahan mikroplastik di sedimen pantai menjadi tujuan utama dalam penelitian ini. Sebanyak 5 titik penelitian dalam satu lokasi, diambil sampel sedimen menggunakan transek berukuran 1x1 meter sebanyak 1 kg dengan memperhatikan faktor lingkungan untuk kemudian dilakukan analisis laboratorium. Kedua lokasi ini merupakan tempat wisata yang menjadi daya tarik pengunjung dan menjadi kegiatan para nelayan yang mampu menyumbang sisa buangan sampah cukup besar. Terdapat beberapa proses perlakuan sampel meliputi penyaringan, preparasi, penghancuran bahan organik, pemisahan densitas dan filtrasi. Teridentifikasi secara mikroskopik beberapa bentuk yaitu fiber, fragmen, foam, pellet dan film. Jumlah partikel mikroplastik paling banyak berada pada lokasi Pantai Batu Payung dengan rentang 173-344 partikel mikroplastik. Sedangkan kelimpahan tertinggi juga di Pantai Batu Payung yaitu 136,2 x102 partikel/gr. Tingginya kelimpahan mikroplastik berpengaruh pada sumber sampah yang dekat dengan lokasi pengambilan sampel, pasang surut air laut, kuat arus dan intensitas matahari tinggi.
Investigasi Pengelolaan Sampah Berbasis Twitter di Daerah Istimewa Yogyakarta Utma Rosseta Mukti; Nursida Arif
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.308-317

Abstract

Yogyakarta merupakan kota tujuan wisata yang memperlukan lingkungan yang nyaman, meskipun demikian kota ini tidak terhindar dari permasalahan lingkungan berupa sampah. Yogyakarta mengalami darurat sampah setelah pelonggaran kembali aktifitas penduduk karena pandemi. Kejadian darurat sampah terjadi setelah lebaran 2022 memunculkan berbagai respon di media massa. Salah satu respon yang viral adalah munculnya taggar jogjatadaruratsampah pada media sosial twitter. Informasi tagar dimedia sosial twitter berupa big data dapat dimanfaatkan untuk mengetahui korelasi persebaran informasi dengan penaganan sampah di Yogyakarta.  Meskpun demikian pemanfaatan big data twitter dalam menganalisis isu sampah di yogjakarta masih kurang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi persebaran tagar jogjadaruratsampah dengan penanganan sampah di Yogyakarta. Dengan mengetahui korelasi tersebut dapat meningkatkan penangganan sampah yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan social network analysis (SNA) dari situs web Netlytic.org dengan data beradius 30Km dari lokasi kejadian dan tanpa batasan radius lokasi. Kedua informasi analisis data tersebut dipadukan dengan informasi dari berbagai media yang berkaitan tagar jogjdaruratsampah. Berbagai informasi tersebut di padukan dan di analisis guna mendapatkan korelasi antara perkembangan persebaran informasi dengan penanganan permasalahan sampah di Provinsi Yogyakarta. Hasil dari penelitian didapati bahwa: Berdasarkan analisis big data dari situs netlytic.org perkembangan tagar jogjadaruratsampah dimulai tanggal 09/5/2022, setelah peristiwa penutupan TPST Piyungan tanggal 07/5/2022 yang berdampak penumpukan sampah di yogyakarta. Gerafik postingan jogjadaruratsampah menurun setelah tanggal 11/5/2022.  Berdasarkan informasi yang didapat telah terjadi pembukaan kembali TPST Piyungan pada tanggal 12/5/2022. Penanganan permasalahan penumpukan sampah tersebut di barengi dengan penurunan gerafik postingan tagar jogjadaruratsampah, hal ini mengindikasikan bahwa penurunan postingan tagar jogjadaruratsampah memiliki korelasi dengan penanganan tumpukan sampah yang berada diberbagai wilayah yogyakarta.  Dalam peristiwa ini pemerintah daerah dan lembaga terkait belom memiliki alternatif penangan sampah yang signifikan tanpa keberadaan TPST Piyungan. Agar permasalahan ini tidak kembali lagi terjadi hendaknya dilakukan pengelolaan sampah yang lebih terpadu tanpa mengandalkan suatu lokasi.
Valuasi Lingkungan TPA Batu Layang Pontianak Mohammad Aji Diantoro; Aji Ali Akbar; Hendri Sutrisno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.472-486

Abstract

Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang selain memberikan nilai manfaat bagi masyarakat sekitar juga mengakibatkan pencemaran terhadap air sungai sahang dan air sumur. Pencemaran yang terjadi menyebabkan fungsi dari sumber daya air tersebut terganggu, sehingga perlu dilakukannya upaya optimalisasi pengelolaan dan pengolahan sampah di TPA untuk mencegah atau meminimalisir potensi kerugian ekonomi yang diderita sumber daya air tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat terdampak, mengestimasi nilai kerugian dan manfaat ekonomi dari keberadaan TPA, serta merumuskan alternatif kebijakan yang tepat untuk mengoptimalisasi pengelolaan dan pengolahan sampah di TPA Batu Layang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 200 responden secara purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis indeks variabel, valuasi ekonomi dan analisis Strenght, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT). Responden menyatakan bahwa, keberadaan TPA Batu Layang setelah 5 tahun beroperasi cukup mempengaruhi penurunan kualitas dan manfaat air sumur dengan nilai indeks 68,85 dan sangat mempengaruhi penurunan kualitas dan manfaat air sungai sahang dengan nilai indeks sebesar 35,15. Kerugian Nilai Ekonomi Total (NET) sumber daya air tercemar sebesar Rp 5.183.666.040 per tahun dan nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat terdampak sebesar Rp 12.016.135.472 per tahun. Strategi dalam jangka panjang yang dapat diterapkan TPA Batu Layang ialah membangun TPS3R disetiap Rukun Warga (RW) dan membangun Bank Sampah disetiap kelurahan di Kota Pontianak, membuat program yang mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan 3R (Reuse, Reduce, Recycle), membangun tempat pembuatan kompos yang lebih luas di area TPA serta perencanaan saluran drainase pada daerah non landfill.
Traditional Forests Create Government Ecology in Jambi Province Cici Sundari; Elyta Elyta; Isdairi Isdairi; Yulius Yohanes
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.487-494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar peran Masyarakat dan Pemerintah dalam mewujudkan Ekologi Pemerintahan di Provinsi Jambi dan sistem pengelolaan hutan secara tradisional. Penelitian ini berfokus pada Provinsi Jambi, salah satu daerah yang kaya akan hutan, dan pemanfaatan kayu yang mendukung perekonomian masyarakat di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan sumber data yang diperoleh melalui media online, data, dan jurnal terkait penelitian dan analisis data menggunakan aplikasi pengolahan data NVivo 12 plus, alat analisis kualitatif dengan bantuan perangkat komputer.Mereka mudah digunakan dan dapat mengolah kata dan deteksi frekuensi kata, atribut, dan kasus dari data besar, menghasilkan faktor kategori atau sub-faktor dalam aplikasi dan penelitian jurnalistik yang terkait dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan peran dan strategi Pemerintah dalam mewujudkan tata kelola ekologi di Provinsi Jambi yaitu dengan meningkatkan, mengembangkan, mengembangkan, dan mengembangkan sumber daya manusia, serta meningkatkan produktivitas hutan dan memusnahkan bahan baku industri pengolahan hasil hutan, serta menyusun rencana berbasis pemberdayaan hutan, berupa kerjasama masyarakat. Dalam pengelolaan hutan adat dengan memanfaatkan pengawasan dalam menjaga hutan. serta menyusun rencana pembangunan pembangunan berbasis pemberdayaan, berupa kerjasama masyarakat.Dalam pengelolaan hutan adat dengan memanfaatkan pengawasan dalam menjaga hutan. serta menyusun rencana pembangunan pembangunan berbasis pemberdayaan, berupa kerjasama masyarakat. Dalam pengelolaan hutan adat dengan memanfaatkan pengawasan dalam menjaga hutan.
City Branding Againts Climate Change and Health Disruption in Prone Region: Initial Study From Semarang Citizen’s Dealing With Specific Waste Management on Pandemic Covid-19. Maryono Maryono; Hartuti Purnaweni; Agus Junaedi; Glory Nasarani; Lintang Noor Prassanty; Handri Setiawan; Moch Rifky Pradita; Diana Rizky; Muhammad Dzaky Tagyuddin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.503-514

Abstract

City branding has been explored worldwide, in both academic reserch and policy practis of   regional and urban development. It is not only for attract invesment, toursm, sport but it is also to addresing identity and culturism. However, post pandemic-covid -19, and facing the climate hazard, resilience combining with healty cities need reshaping. For those, in the digital era, it is need a simple but fundamental incicators. This study examine citizen’s understanding, attitude and behavioral on the spesific waste management to deal with, as the entry point to analysis citizen capacity to participate on more complex action againts climate  adaptation and building healty life. Four component citizen action is measured; 1) creativities in regulation,3) citizen understanding, attitude on covid-19 waste daily handling and 4) potensial environmental risk. The area of study selected in Semarang as of 100RC network. Result of study show that event the performance of indicator is not so high level, the importance founding is that the component measured is suitable for developing brand.
Penentuan Indeks Kualitas Air Sungai Bedadung Kabupaten Jember Menggunakan Metode IP dan NSF-WQI Elida Novita; Jefri Wahyudi Firmansyah; Hendra Andiananta Pradana
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.495-502

Abstract

Good water quality is a support in the sustainability of living things. Monitoring the status of water needs to be done to determine the quality of water and make a basic reference in making decisions for Water Quality Management. The research is aimed to assess the water quality status of the Bedadung River in Rambipuji, Balung and Puger districts using IP and NSF-WQI methods. Sampling was carried out in August 2021 at 4 points using primary data. The results showed that the parameters exceeded the quality standard, namely total phosphate, TSS and fecal coliform. Pollution index calculation shows Bedadung waters classified as Grade 3 quality standard. Based on the NSF - WQI method, the status of Bedadung River is classified as medium category

Filter by Year

2011 2025