cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
The Social Life Cycle Assessment in Traditional Brick Production to Formulate Recommendation and Improve Environmental Working Condition Faradhina Azzahra; Ratna Purwaningsih; Ulkhaq M. Mujiya; Arindyaningrum Rachma Khairunnisa; Jaysyu Muhammad Dzaky; Shania Kamalia
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.341-349

Abstract

Achieving sustainable manufacturing has been recognized as a critical need due to the decrease in non-renewable natural resources, strict regulations related to the environment, and occupational health and safety. The brick industry is favored because it has a wide market and requires simple equipment and manufacturing processes. However, there are complaints from residents regarding the smoke from the production process which is considered disturbing to residents. Therefore, the study is aimed to assess the life cycle of bricks from the social aspect of the stakeholders involved. Data is collected with the questionnaire and scored from three different stakeholders Workers, the Local Community, and Society. The method used in this study is Social Life Cycle Assessment (S-LCA) using UNEP-SETAC 2009 guidelines. From the seven social impact categories used in the study, it is found that the average score of seven subcategories is 3,53 which means that the brick factory has a positive social impact on the stakeholders. The category with the lowest score is Socio-Economic followed by Health and Safety. Both lied in the neutral area indicating the brick factory can improve its production process especially in managing the carbon emission that could affect workers and the local community.
Ketahanan Air Indonesia dalam Perspektif Ilmu Lingkungan dan Paradigma Nexus Pangan-Energi-Air Berkelanjutan M. Bayu Rizky Prayoga; Fatmah Fatmah; Budi Harsoyo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.279-288

Abstract

Sumberdaya air merupakan salah satu elemen vital dalam menunjang kelangsungan hidup di bumi ini. Semakin tingginya kebutuhan terhadap sumberdaya air menjadikan kajian seputar ketersediaan air dan ketahanan air di suatu wilayah menjadi penting. Hal itu menjadikan ketahanan air memegang peranan vital dalam konsep keberlanjutan. Ketahanan air penting untuk dapat dicapai karena memiliki implikasi terhadap pencapaian ketahanan sektor-sektor lainnya, seperti energi dan pangan, secara nasional. Saat ini, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan yang mesti segera diselesaikan melalui kebijakan dan program yang berorientasi pada tercapainya ketahanan air. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan kajian dan analisis terhadap ketahanan air di Indonesia dalam perspektif Ilmu Lingkungan dan Nexus Pangan-Energi-Air Berkelanjutan. Melalui studi literatur yang dilakukan terhadap berbagai sumber yang relevan, tulisan ini juga berupaya memberikan pandangan terhadap arah kebijakan pengelolaan sumberdaya air di Indonesia. Hasil penelitian ini menjelaskan beberapa tantangan utama dalam ketahanan air di Indonesia merupakan persoalan yang belakangan semakin terasa dampaknya bagi keberlanjutan hidup penduduk Indonesia. Dari hasil identifikasi tantangan dalam ketahanan air di Indonesia, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi arah kebijakan pengelolaan sumber daya air di Indonesia.
Variasi Suhu Pirolisis Biochar Jerami Padi dalam Penyisihan Fosfat dan Amonium pada Air Limpasan Pertanian Tivany Edwin; Alqadri Asri Putra; Danti Olivia
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.444-448

Abstract

Penggunaan pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan eutrofikasi sehingga diperlukan sebuah metode pengolahan air limbah pertanian sebelum dibuang ke badan air, salah satunya dengan metode adsorpsi dengan media yang berasal dari limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu pirolisis biochar jerami padi terhadap pernyisihan fosfat dari air limpasan pertanian. Biochar jerami padi dipirolisis pada suhu 300°C, 450°C, dan 600°C. Penelitian dilakukan secara batch menggunakan larutan artifisial fosfat dan amonium untuk mendapatkan kondisi optimum suhu pembakaran biochar dan waktu kontak adsorpsi. Konsentrasi fosfat dan amonium dianalisis dengan metode spektrofotometri. Kondisi optimum yang diperoleh dari penyisihan fosfat pada larutan artifisial menggunakan biochar dengan suhu pirolisis 600°C dengan efisiensi penyisihan sebesar 87,02% dan kapasitas adsorpsi 3,48 mg/g. Sedangkan penyisihan amonium optimum menggunakan biochar yang dipirolisis pada suhu 300C dengan kapasitas adsorpsi 2,916 mg/g dan efisiensi penyisihan sebesar 72,89%. Model kinetika adsorpsi yang paling mendekati untuk semua percobaan ada model difusi intra partikel. Kondisi optimum pada percobaan optimasi diaplikasikan pada sampel limpasan pertanian lebih rendah dibandingkan dengan percobaan menggunakan larutan artifisial. 
Pemetaan Sebaran Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di Kecamatan Sintang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Yunita Saraswati; Arifin Arifin; Robby Irsan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.238-244

Abstract

Konsekuensi dari pertumbuhan penduduk dan aktivitas manusia adalah peningkatan jumlah sampah. Kesadaran masyarakat yang cenderung masih kurang untuk membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan menyebabkan munculnya TPS ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran lokasi TPS legal dan ilegal menggunakan SIG dan menganalisis kesesuaian lahan yang digunakan sebagai lahan TPS legal di Kecamatan Sintang. Merupakan penelitian observasi deskriptif, dimana dilakukan survey untuk mengambil titik koordinat TPS legal dan ilegal menggunakan GPS, menentukan pola persebarannya menggunakan metode Analisis Tetangga Terdekat, dan menganalisis kesesuaian lahan yang digunakan untuk lokasi TPS legal menggunakan metode skoring. Hasil dari penelitian ini didapatkan jumlah TPS legal adalah 15 TPS yang tersebar di beberapa titik di Kecamatan Sintang dengan nilai indeks analisis tetangga terdekatnya 1,54 dan pola persebarannya menyebar (dispersed). Sementara jumlah TPS ilegal ada 8 titik dengan nilai indeks analisis tetangga terdekatnya 1,79 dan pola persebarannya menyebar (dispersed). Untuk kesesuaian lahan TPS legal didapatkan hasil 1 lokasi TPS legal termasuk dalam kelas 1 yang berkategori sangat sesuai, 6 lokasi TPS legal termasuk dalam kelas 3 yang berkategori kurang sesuai, dan 8 lokasi TPS legal termasuk dalam kelas 4 yang berkategori tidak sesuai.
Dampak Sekat Kanal Terhadap Fluktuasi Muka Air Tanah Pada Lahan Gambut di Kabupaten Kubu Raya – Provinsi Kalimantan Barat Rossie Wiedya Nusantara; Rinto Manurung; Ismahan Umran; Stella Padagi; Umi Lestari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.393-402

Abstract

Dalam pengelolaan lahan gambut, muka air tanah harus menjadi perhatian utama, baik dalam kondisi alami maupun terdegradasi. Upaya pemulihan lahan gambut terdegradasi yaitu melakukan pembasahan kembali dengan pembangunan sekat kanal. Pembasahan kembali lahan gambut terdegradasi diharapkan dapat mempertahankan muka air tanah pada lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fluktuasi kedalaman muka air pada lahan gambut dengan sekat kanal yang dibangun pada tahun 2019 dan 2020 (SK19 dan SK20), tanpa sekat kanal (TSK) dan hutan sekunder (HS) di Desa Kubu Padi Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Metode pengambilan sampel menggunakan metode boring dan pengukuran lapangan untuk pengamatan kedalaman muka air tanah menggunakan piezometer. Penentuan titik pengamatan 4 lokasi penelitian yaitu SK19, SK20, TSK, dan HS berjumlah 24 titik (4 lokasi x 6 ulangan). Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu kedalaman muka air tanah, kedalaman muka air saluran, bobot isi, kadar air tanah dan porositas total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman muka air tanah paling dangkal yaitu 12,19 cm terdapat di SK20 dan kedalaman muka air tanah paling dalam yaitu 52,61 cm terdapat di TSK, sedangkan di SK19 kedalaman muka air tanahnya yaitu 30,38 cm dan di HS kedalaman muka air tanahnya 31,61 cm. Kedalaman gambut di lokasi penelitian tergolong sangat dalam yaitu >300 cm. Rata – rata kedalaman muka air saluran di SK19 yaitu 24,33 cm, di SK20 yaitu 6,17 cm dan di TSK yaitu 47,49 cm. Bobot isi TSK (0,12 g/cm3) lebih tinggi dari SK19 (0,11 g/cm3), SK20 (0,11 g/cm3), dan HS (0,10 g/cm3). Porositas total HS (93,45%) lebih tinggi dari SK19 (91,07%), TSK (92,06%) dan SK20 (92,63%). Kadar air tanah tertinggi pada SK20 yaitu 744, 43% dan terendah yaitu 532,95% di TSK, sedangkan kadar air di SK19 dan HS yaitu 646,08% dan 622,14%.
Praktik Pencegahan dan Pengurangan Sampah Sisa Makanan di Sektor Pengecer di Beberapa Negara (Tinjauan Literatur) Waode Dea Astria; Herdis Herdiansyah; Sri Setiawati Tumuyu
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.350-360

Abstract

Permasalahan sampah sisa makanan menjadi isu yang sangat penting bagi dunia yang mengakibatkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Meskipun sampah sisa makanan dapat terjadi di setiap tingkat rantai pasokan makanan, pengecer yang menghubungkan distributor dan konsumen bertanggungjawab memegang peranan penting dalam masalah ini. Berbagai upaya publik yang ditujukan untuk memerangi sampah sisa makanan dan menentukan tujuan alternatif telah diterapkan di seluruh dunia. Langkah-langkah ini telah membuat pihak pengecer mencari cara untuk mencegah dan mengurangi sampah sisa makanan. Paper ini bertujuan untuk menyusun dan mengumpulkan metode pencegahan dan pengurangan sampah sisa makanan untuk mendukung pengambil keputusan dan pemangku kepentingan lainnya di sektor pengecer. Melalui tinjauan literatur yang sistematis, sebanyak 33 artikel jurnal internasional yang diterbitkan dari tahun 2013 hingga 2022 tentang pencegahan dan pengurangan sampah sisa makanan di beberapa negara dipelajari, dikelompokkan sesuai kategorinya dan dibahas. Berdasarkan hasil tinjauan literatur melaporkan bahwa praktik pencegahan dan pengurangan sampah sisa makanan dapat dikategorikan menjadi empat bagian, yaitu kebijakan (menyumbangkan makanan, mengalihkan ke ternak, pengurangan harga, dan perjanjian kembali ke pemasok), pendidikan (pelatihan karyawan dan staff, kampanye pencegahan, dan komunikasi internal), logistik atau manajemen (penempatan/pengemasan/pengisian produk, transportasi/pengangkutan, dan pengoptimalan penyimpanan dan umur simpan) dan dukungan atau support (pencatatan, memprediksi permintaan, dan kolaborasi dan kerjasama antara rantai pasok). Hasil ini dapat dijadikan acuan bagi pihak pemangku kepentingan (lembaga non pemerintah, pemeritah, pihak manajerial, peneliti, produsen, dan masyarakat) untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan tindakan dalam mengurangi dan mencegah sampah sisa makanan khususnya di tingkat pengecer. Kontribusi dari paper ini adalah mengembangkan praktik untuk mencegah dan mengurangi sampah sisa makanan di pengecer.
Fenomena Ketidakamanan Pangan di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit: Kasus Desa Pedalaman Kalimantan Barat Pipian Pipian; Jajat Sudrajat; Anita Suharyani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.289-298

Abstract

Kehadiran kelapa sawit telah menimbulkan tekanan terhadap peluang budidaya komoditas tanaman pangan utama di tingkat desa. Hal ini menimbulkan konsekuensi merosotnya ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga tani. Studi ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas ketersediaan pangan rumah tangga tani dan proporsi rumah tangga terindikasi miskin berdasarkan proporsi pengeluaran pangan di sekitar perkebunan kelapa sawit. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penentuan sampel rumah tangga tani dilakukan berdasarkan metode simple random sampling, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil studi menunjukkan bahwa rumah tangga tani yang masih memiliki persediaan pangan stabil hanya sekitar 51%, sisanya memiliki persediaan pangan tidak stabil dengan indikasi menggantungkan pasokan pangan dari luar desa. Rata-rata konsumsi beras rumah tangga tani dengan persediaan pangan yang stabil mencapai kurang lebih 1,33 kg/hari dan memiliki persediaan pangan rata-rata selama 324 hari. Adapun berdasarkan pengeluaran pangannya, sekitar 39% rumah tangga tani memiliki proporsi pengeluaran pangan ≥ 60% yang mengindikasikan kecenderungan sebagai rumah tangga miskin. Hasil ini memberi informasi bahwa kehadiran komoditas kelapa sawit meskipun secara makro ekonomi dalam jangka pendek mampu meningkatkan perekonomian nasional dan daerah, namun di tingkat desa terbukti telah menimbulkan ketidakamanan pangan.
Pemanfaatan Limbah Claybath Pabrik Kelapa Sawit sebagai Katalis dalam Produksi Biodiesel Rezi Miravion; Widayat Widayat
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.449-452

Abstract

Limbah CaCO3 merupakan limbah yang berasal dari proses pemisahan cangkang dan kernel di claybath pada pabrik kelapa sawit. Sedikitnya penelitian mengenai pengolahan limbah ini menyebabkan kurangnya informasi dalam pengolahan limbah tersebut. Hal ini menyebabkan limbah CaCO3 yang tidak dipakai dibuang begitu saja di area pabrik dan tidak dimanfaatkan kembali. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan dan pemanfaatan kembali limbah CaCO3 sebagai katalis untuk produksi biodiesel. Metode yang digunakan adalah ekstraksi pelarut dengan memvariasikan temperatur ( 30, 40, 50, 60, 70 0C ) dan rasio limbah CaCO3 dengan pelarut ( 1 : 6, 1 : 8, 1: 10, 1: 12, 1 : 14 ). Pengujian karakteristik limbah CaCO3 dilakukan menggunakan XRD dan SEM. Kondisi optimum pada penelitian ini didapatkan pada temperatur 60 0C dengan rasio limbah dan pelarut 1 : 10, dimana kondisi ini dapat mengekstrak minyak sebesar 0,31 %. Pemanfaatan limbah CaCO3 sebagai katalis dalam produksi biodiesel bisa dilakukan. Hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya beberapa parameter uji biodiesel ( densitas, viskositas, angka asam dan kandungan metil ester ) dengan yield yang didapatkan sebesar 92,3 %.
Pengaruh Gas CO2 Terhadap Pertumbuhan, Kandungan asam lemak, lipid dan Karotenoid Total Chlorella emersonii Rahmatika Yani; Abdi Dharma; Yetria Rilda
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.245-250

Abstract

Karbon dioksida (CO2) yang berasal dari kegiatan industri, merupakan salah satu penyebab gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Belakangan ini mikroalga banyak diminati karena kemampuannya dalam biofiksasi CO2, sebagai sumber karbon pada proses fotosintesis. Mikroalga memiliki potensi untuk mengurangi emisi CO2, serta biomassa yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, maupun bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikroalga Chlorella emersonii dalam menghasilkan karotenoid dan lipid akibat pengaruh paparan gas CO2 tinggi. Waktu pemaparan CO2 99,90% dilakukan setiap 5; 10; 15; 20 menit per hari selama 28 hari. Biomassa yang dihasilkan, diekstrak karotenoid total dan lipid total yang diukur menggunakan analisis spektrofotometri dan gravimetri. Lipid diesterifikasi dengan metode modifikasi metanol-HCl-transesterifikasi dan dikarakterisasi menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, stres lingkungan yang disebabkan paparan gas CO2 selama 10 menit, menurunkan biomassa sebesar 45,17%, disertai peningkatan lipid dan kandungan asam lemak sebesar 52,31% dan 73,42%, dengan kandungan karotenoid total optimal 8,54 µg/mL. Budidaya Chlorella emersonii merupakan solusi yang efisien dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah cemaran gas CO2, efek stres yang dihasilkan dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kandungan karotenoid, lipid dan asam lemak yang berpotensi untuk biodiesel.
Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Teknologi Hybrid Bioreaktor Biofilm – Fitoremediasi Sri Sumiyati; Endro Sutrisno; Sudarno Sudarno; Fadhil Wicaksono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.403-407

Abstract

Pengelolaan air limbah domestik masih menjadi permasalahan yang cukup serius hingga kini di Indonesia. Pencemaran air limbah domestik diperlukan pengolahan lebih lanjut hingga baku mutu dapat dipenuhi sebelum kemudian dialirkan menuju badan air. Terdapat beberapa alternatif teknologi dalam pengolahan air limbah domestik yaitu dengan biofilm dan fitoremediasi. Selama ini penggunaan teknologi biofilm dan fitoremediasi dilakukan secara sendiri-sendiri. Penerapan pengolahan air limbah dengan teknologi biofilm dan fitoremediasi secara satu kesatuan diharap dapat menjadi suatu alternatif baru yang unggul dengan beberapa keunggulan yaitu perawatan dan operasional yang mudah dengan biayaa yang murah, penggunaan energi yang kecil, dan juga tidak menimbulkan masalah lumpu.

Filter by Year

2011 2025