cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Strategi Pengelolaan Sampah Terintegrasi Menuju Kampus yang Berkelanjutan di Universitas Bakrie Prismita Nursetyowati; Safrilah Safrilah; Ninda Zahra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1424-1434

Abstract

Universitas Bakrie adalah salah satu Universitas swasta di Jakarta Selatan yang mengintegrasikan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke dalam rencana strategis universitas untuk menuju kampus yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dilakukan analisis karakterisasi sampah, mencakup timbulan dan komposisi, penyusunan diagram kesetimbangan massa untuk melihat potensi pemanfaatan sampah serta perancangan strategi pengelolaan sampah. Sampah yang dihasilkan mencapai 35,65 kg/hari, dengan mayoritas plastik, kertas, dan sisa makanan masing-masing sebesar 36%, 33%, dan 25%. Namun, tidak semua sampah dapat dimanfaatkan, sehingga perlu mempertimbangkan kategori pemilahan berasaskan pemanfaatan. Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 102 Tahun 2021, di Universitas Bakrie, sampah anorganik yang berpotensi didaur ulang sebesar 36%, sampah organik mudah terurai yang berpotensi dikompos sebesar 25%, sampah residu untuk diangkut ke TPST Bantargebang sebesar 35%, dan sampah B3 sebesar 4%, yang memerlukan pengelolaan khusus oleh pihak ketiga. Dari analisis kesetimbangan massa, dengan mempertimbangkan informasi timbulan dan komposisi, ditemukan sampah sisa makanan dan sampah kaca memiliki recovery factor tertinggi, yakni 100%, diikuti oleh sampah plastik sebesar 67%. Pemilahan sampah di sumber yang efektif dapat meningkatkan nilai ini dengan memastikan sampah tidak tercampur dan kurang terkontaminasi, sehingga dapat meningkatkan recovery factor dan nilai ekonomis. Strategi pengelolaan sampah terintegrasi di Universitas Bakrie mempertimbangkan potensi pemanfaatan sampah, analisis kesetimbangan massa, dan kondisi eksisting di kampus dan diformulasikan dengan langkah-langkah terukur melalui: edukasi seluruh civitas akademika tentang pentingnya mengurangi timbulan sampah, penyediaan wadah sampah terpilah, penyusunan program pemanfaatan sampah, penjalinan kerja sama dengan pihak pengelola sampah, serta analisis dan pelaporan berkala untuk evaluasi pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Analisis Kemampuan Resapan Air pada Perubahan Tata Guna Lahan di DAS Melawi Kabupaten Melawi Yuni Arinata Putri Kelana; Muhammad Pramulya; Ochih Saziati; Jumiati Jumiati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1594-1601

Abstract

Sub DAS Melawi mengalami peningkatan banjir setiap tahun akibat penurunan daerah resapan air yang disebabkan oleh perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tata guna lahan dan kemampuan resapan air di sub DAS Melawi menggunakan parameter penggunaan lahan, curah hujan, kemiringan lereng, tekstur tanah, geohidrologi, dan gambut. Analisa data dilakukan untuk menghasilkan peta kondisi resapan air. Tata guna lahan sub DAS Melawi menggunakan periode tahun 1990 dan tahun 2020 untuk dibandingkan sehingga terlihat perubahan tata guna lahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan tidak terlalu banyak mengalami perubahan. Penggunaan lahan terbesar yaitu pertanian lahan kering campur dan kawasan hutan. Perubahan kondisi daerah resapan air tidak terlalu terlihat namun cukup mengalami peningkatan dan penurunan luasan, yang didominasi oleh kondisi cukup kritis dengan peningkatan dari 50% menjadi 62% di tahun 2020. Sementara itu penurunan signifikan terjadi pada kondisi kritis yang mengalami penurunan sebesar 12% dengan luas mencapai 15% menjadi 3%. Kondisi daerah resapan air cukup kritis dengan persentase mencapai 62% melebihi dari setengah luas sub DAS menunjukkan bahwa kemampuan resapan air buruk.
Pemantauan Kualitas Air dan Kontaminasi Vibrio spp. pada Udang Putih Pasifik (Litopenaeus vannamei) yang Dibudidayakan dengan Sistem Super – Intensif: Studi Kasus di Situbondo, Jawa Timur, Indonesia Putu Angga Wiradana; Mayadita Dwi Sani; Putu Eka Sudaryatma; I Made Gde Sudyadnyana Sandhika; I Gede Widhiantara; I Wayan Rosiana; Arif Nur Muhammad Ansori; Ummul Firmani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1545-1553

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh kelompok Vibrio spp. selama program budidaya Litopenaeus vannamei berpotensi menyebar ke perairan melalui perpindahan larva, kontaminasi silang, hingga tingginya padat tebar. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kualitas air dan kelimpahan Vibrio spp. pada L. vannamei yang dibudidayakan menggunakan sistem super-intensif. Evaluasi fluktuasi kualitas air dan bakteri Vibrio spp. dilakukan dengan pengukuran parameter kualitas air (suhu, oksigen terlarut, salinitas, nilai pH, dan amoniak) pada media pemeliharaan L. vannamei. Pemeriksaan Vibrio spp. dilakukan pada air pemeliaraan dan tubuh udang L. vannamei dengan mengkultur pada media selektif CHROMAgar serta identifikasi pada kenampakan hepatopankreas. Pemantauan dilakukan mulai dari Days of Culture (DOC) 30 – 150. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai DO pada pemeliharaan hari ke-150 cenderung mengalami peningkatan, yang diikuti dengan peningkatan nilai suhu dan kadar amoniak secara signifikan dibandingkan dengan usia pemeliharaan 30 hari (p≤0.05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai pH dan salinitas pada DOC 30 dan 150. Cemaran Vibrio spp. pada media pemeliharaan cenderung tinggi pada DOC 30, sedangkan cemaran V. parahaemolyticus dan V. cholera cenderung tinggi pada DOC 90 dan 60 pada tubuh L. vannamei. Cemaran Vibrio spp., pada L. vannamei dapat dikaitkan dengan tingginya padat penebaran, berdampak pada penurunan DO dan peningkatan suhu dan amoniak pada system budidaya super-intensif.
Carrying Capacity Analysis of Batu Belimbing Nature Tourism in East Singkawang District Singkawang City West Kalimantan Slamet Rifanjani; Viona Aprinanda Ahie; Muflihati Muflihati; Marwanto Marwanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1486-1493

Abstract

Batu Belimbing Natural Tourism (BBNT) is located in Nyarumkop Village, East Singkawang District, Singkawang City, and is one of the natural tourist attractions that has the potential to be developed. The number of visitors continues to increase, but the carrying capacity of the tourist area is still unknown. The carrying capacity value of BBNT needs to be analyzed to determine its ability to remain sustainable and accommodate visitors optimally so that visitor satisfaction can be achieved without environmental damage. The purpose of this research is to analyze the carrying capacity of BBNT as a natural tourist attraction based on three factors: physical (PCC), real (RCC), and effective (ECC) carrying capacity. This research used observation and interview methods. Qualitative descriptive analysis was used in this research. The calculation results show that the PCC value is 5,211 people/day, the RCC value is 1,637 people/day, and the ECC value is 1,637 people/day. The carrying capacity value of BBNT has the equation PCC > RCC = ECC; this means that the carrying capacity of BBNT is large and can still accommodate its visitors with all activities if its RCC and ECC values are lower than its PCC value (5,211 people/day).
Analisis Tingkat Pencemaran Air Sungai Rangkui Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung Berdasarkan Status Mutu Air Rizka Azzahra Natasha; Ratih Adharini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1652-1662

Abstract

Sungai Rangkui merupakan sungai yang melintasi Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Rangkui yang berada di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sungai Rangkui memiliki peran penting bagi masyarakat yang bermukim di sekitar pusat kota Pangkalpinang diantaranya sebagai jalur transportasi dan kegiatan perekonomian masyarakat. Kegiatan masyarakat yang sangat masiv tersebut dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan berdampak (antropogenik) pada kondisi ekologis dan kualitas perairan Sungai Rangkui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran air di Sungai Rangkui berdasarkan status mutu air yang khususnya yang melintasi kawasan permukiman dan industri menggunakan metode STORET. Penelitian dilaksanakan pada bulan JanuariFebruari 2023 di Sungai Rangkui, Kepulauan Bangka Belitung. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali pada 4 titik stasiun pengamatan. Data kualitas air yang diambil terdiri dari parameter fisika, kimia, dan biologi. Parameter fisika yang diambil meliputi suhu air, Total Suspended Solid (TSS), bau, dan warna. Parameter kimia yang diambil meliputi pH, Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), amonia, fosfat, dan nitrat. Parameter biologi yang diambil meliputi kandungan fecal coliform. Data kualitas air Sungai Rangkui yang didapatkan adalah suhu air 29,7-31,7oC; TSS 2,3-11 mg/L; pH 6,5-7,8; DO 3,2-4,1 mg/L; BOD 2,9-6,3 mg/L; COD 17,5- 42,5 mg/L; amonia 0,2-0,4 mg/L; fosfat 0,05-0,2 mg/L; nitrat 36,7-53,3 mg/L; fecal coliform 210,9-553,3 MPN/100 mL. Penilaian status mutu air Sungai Rangkui dengan menggunakan metode STORET memiliki skor berkisar antara (- 120) – (-64) yang dikategorikan dalam kelas D, yaitu tercemar berat dengan parameter yang paling mempengaruhi adalah kandungan ammonia.
Pendugaan PM2.5 Menggunakan Metode Geographically Temporally Weighted Regression di DKI Jakarta Ilil Firrizqi Nur Ilahi; Ervan Ferdiansyah; Fendy Arifianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1435-1440

Abstract

Pencemaran udara telah menjadi suatu permasalahan lingkungan serius yang sering dihadapi oleh kota-kota besar termasuk DKI Jakarta. Salah satu partikel pencemar udara yang diyakini berbahaya dan memiliki dampak serius pada gangguan pernapasan manusia karena ukurannya yang sangat kecil adalah PM2.5. Beberapa penelitian telah mengambil kesimpulan bahwa parameter meteorologi memiliki peran penting dalam penyebaran, peningkatan dan pengurangan konsentrasi PM2.5. Namun, konsentrasi PM2.5 akan berbeda bergantung pada topografi dan kondisi suatu wilayah. Sehingga, dalam melakukan pendugaannya dibutuhkan metode yang dapat memperhitungkan keragaman data secara spasial temporal dan menghasilkan nilai dugaan yang bersifat lokal yaitu metode Geographically Temporally Weighted Regression. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi atau pengaruh parameter meteorologi terhadap PM2.5 serta melakukan pendugaan nilai konsentrasi PM2.5 menggunakan metode GTWR di wilayah DKI Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa parameter meteorologi berkorelasi atau memiliki pengaruh terhadap konsentrasi PM2.5 khususnya parameter suhu dan kelembaban. Pada perbandingan model terbaik menunjukkan bahwa metode GTWR merupakan metode pendugaan yang menghasilkan hasil yang lebih baik dari metode regresi linear berganda dengan nilai R2 sebesar 0,4156, RSS sebesar 844301,3 dan AIC sebesar 0,3410. Nilai R2 yang kecil dapat diakibatkan oleh faktor-faktor kompleks yang tidak dapat dipertimbangkan sepenuhnya, seperti aktivitas industri, transportasi, dan perubahan kebijakan lingkungan.
Tinjauan Literatur Pengelolaan Penutupan Lahan di Kawasan Konservasi Astekita Ardiaristo; Lilik Budi Prasetyo; Lailan Syaufina; Nandi Kosmaryandi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1602-1614

Abstract

Kawasan konservasi saat ini menjadi salah satu benteng terakhir pelestarian keanekaragaman hayati tanpa melupakan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Memahami perubahan tutupan lahan secara spasial dan temporal di suatu kawasan merupakan hal mendasar dalam pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis penelitian-penelitian terdahulu di berbagai jurnal bereputasi untuk menemukan kerangka baru dalam pengelolaan kawasan konservasi. Tinjauan sistematik ini menggunakan 117 jurnal bereputasi yang terindeks Scopus, yang mengikuti uraian awal sebelumnya mengenai perubahan tutupan lahan di kawasan konservasi. Dinamika perubahan tutupan lahan merupakan topik yang dominan, mencakup 58% dari total jurnal. Berikutnya topik perubahan tutupan lahan dan perubahan iklim sebesar 13%. Topik penelitian berubah setiap tahunnya, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mengeksplorasi topik-topik baru dalam penelitian terkait kawasan konservasi. Dari makalah ini diperoleh bahwa metode secara spasiotemporal masih sangat dimungkinkan untuk dikembangkan untuk penelitian selanjutnya dengan menggunakan kata kunci pengaruh antropogenik, kebijakan pengelolaan konservasi, faktor gangguan, konservasi biodiversitas dan kondisi sosioekonomi di kawasan konservasi.
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Semak di KHDTK Wanadipa Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Bunga Marsely; Sri Utami; Murningsih Murningsih
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1388-1393

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, baik flora maupun fauna nya. KHDTK Wanadipa merupakan bagian dari hutan Penggaron yang secara khusus diperuntukkan untuk penelitian dan pengembangan kehutanan di Kabupaten Semarang. KHDTK Wanadipa banyak ditumbuhi berbagai jenis vegetasi tumbuhan, salah satunya adalah tumbuhan semak yang memiliki peran penting dalam ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaneakaragaman jenis tumbuhan semak di KHDTK Wanadipa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode plot dengan ukuran plot 5m x 5m. Penelitian dilakukan di 3 stasiun yaitu stasiun 1 (kawasan konservasi), stasiun 2 (kawasan kemitraan) dan stasiun 3 (kawasan rehabilitasi agroforestry). Masingmasing stasiun diambil 5 plot ulangan. Hasil penelitian didapatkan 15 jenis tumbuhan semak yang terdiri dari 12 famili. Jenis tumbuhan semak yang paling banyak ditemukan yaitu kirinyuh (Chromolaena odorata) sebesar 51.600 individu/Ha dengan dominansi 21,14%, dan singkong (Manihot utilisima) sebesar 41.600 individu/Ha, dengan nilai dominansi 13%. Ada beberapa jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat antara lain tumbuhan widuri (Calotropis gigantea), kirinyuh (Chromolaena odorata), singkong (Manihot utilisima), sentro (Centrosema pubescens), murbei (Morus alba), katuk (Sauropus androgynus), sirih hutan (Piper aduncum), dan takokak (Solanum torvum). Kirinyuh (Chromolaena odorata), tembelekan (Lantana camara) dan Lantana trifolia merupakan jenis tumbuhan yang memiliki sifat allelopati dan dapat digunakan sebagai herbisida alami.
Adsorpsi Warna Air PDAM secara Kontinu Menggunakan Metakaolin Thamrin Usman; Nelly Wahyuni; M. Ilham Ramadani; Devina Dwi Julianty Nainggolan; Ismail Astar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1554-1561

Abstract

Pasokan air gambut ke Sungai Kapuas dan Sungai Landak dapat berimplikasi signifikan terhadap kualitas air baku seperti kekeruhan, warna dan pH air yang tidak memenuhi standar. PDAM Khatulistiwa Pontianak memanfaatkan air Sungai Kapuas dan Sungai Landak sebagai air baku sehingga menyebabkan kualitas air yang dihasilkan seperti nilai warna sebesar 315-790 TCU, kekeruhan 34-86 NTU dan pH 6,09 -6,45 tidak memenuhi standar PERMENKES No.492/MENKES/X/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan nilai kekeruhan, warna dan pH dari air baku PDAM Pontianak menggunakan metakaolin. Metakaolin tersusun oleh silika sebesar 56,405% dan alumina sebesar 31,569%. Hasil analisis GSA menunjukkan bahwa metakaolin memiliki luas permukaan sebesar 22,38 m2/g; total volume pori sebesar 0,079 cm3/g dan ukuran rata-rata pori sebesar 7,12 nm, dan ketika telah jenuh digunakan luas permukaan kaolin akan berubah menjadi 34,56 m2/g; total volume pori sebesar 0,090 cm3/g dan ukuran rata-rata pori sebesar 5,24 nm. Metakaolin dapat menghilangkan warna air gambut dengan penggunaan metakaolin sebesar 0,090g dan hasil warna air 1 TCU, turbidity 0,6 NTU dan pH 4-5, serta penggunaan metakaolin pada sistem kontinu dengan debit air 1 liter/90 detik dengan waktu kontak 1 menit efektif digunakan hingga 24 jam dalam meningkatkan kualitas air PDAM hingga memenuhi baku mutu.
Analisis Emisi Gas Rumah Kaca dengan Life Cycle Assessment (LCA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) Industri Tahu Mochamad Erwantyo Nugroho; Prabang Setyono; Siti Rachmawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1504-1512

Abstract

Industri tahu dapat membawa dampak negatif karena berpotensi mencemari lingkungan. Permasalahan industri ini yaitu penggunaan kayu bakar, solar, listrik pompa air dan respirasi manusia yang menyumbang terhadap emisi gas rumah kaca. Tujuan penelitian mengidentifikasi dampak emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan pada proses produksi tahu dan menentukan alternatif pengendalian yang menjadi prioritas dalam mereduksi dampak emisi GRK di industri tahu. Analisis data emisi gas rumah kaca menggunakan metode Life Cycle Assesment (LCA) dengan software OpenLCA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Database yang digunakan Agribalyse, Ecoinvent dan ELCD. Metode penilaian dampak yaitu IPCC 2021 terdapat pada database ELCD. analisis data Analytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan software Expert Choice untuk mendapatkan alternatif pengendalian emisi gas rumah kaca. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Industri tahu memiliki dua produk yaitu tahu putih dan tahu goreng bahan tahu bakso. Produk tahu putih memberikan dampak terhadap pemanasan global atau Global Warming Potential (GWP) sebesar 0,0704 kg CO2 eq/kg dan Produk tahu goreng bahan tahu bakso sebesar 0,1346 kg CO2 eq/kg. Kegiatan penggorengan memberikan kontributor utama dampak GWP sebesar 0,0501 kg CO2 eq/kg dikarenakan penggunaan kayu bakar sebagai bahan bakar. Alternatif pengendalian menunjukkan pilihan terbanyak yaitu kriteria lingkungan sebesar 65,4% dan alternatif biogas sebesar 58,2%.

Filter by Year

2011 2025