cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Strategi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kabupaten Kuningan Berdasarkan Tingkat Kesehatan Pohon Ika Karyaningsih; Desti Siti Alfiyah; Diyanah Atsilah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1663-1669

Abstract

Upaya peningkatan fungsi RTH dapat dilakukan dengan meningkatkan pengelolaan lahan dan pohon penyusunnya. Individu pohon yang sehat sebagai bagian utama dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi yang sangat penting. Pohon merupakan penetralisir sumber pencemar gas buangan kendaraan bermotor, tajuknya yang rindang memberikan keteduhan, sistem perakarannya dapat meningkatkan infiltrasi air permukaan dan mengurangi air limpasan sehingga meningkatkan jumlah air di dalam tanah/serapan air tanah. maka penilaian kesehatan pohon penyusun RTH public di wilayah kabupaten kuningan perlu untuk dilakukan agar fungsi RTH secara ekologis dapat semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan yang terjadi pada pohon di 15 RTH public yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan adalah metode scoring dengan 3 (tiga) kriteria scoring berdasar Forest Healht Monitoring (FHM) yaitu lokasi kerusakan pohon, tipe kerusakan, penyebab kerusakan dan tingkat keparahan. 6 tipe kerusakan yaitu kangker, jamur, luka terbuka, akar patah dahan patah atau mati dan juga disebabkan kerusakan lain. Lokasi kerusakan ditemukan pada batang utama pohon baik batang bagian bawah, bagian atas dan ranting pohon, dengan tingkat keparahan kerusakan yang rendah antara 20% - 39%. Berbagai stategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan fungsi RTH kabupaten kuningan berdasar kondisi pohon penyusunnya antara lain dengan penataan landscape areal RTH, pengayaan dan peremajaan berbagai jenisjenis tanaman, penjarangan, pemeliharaan.
Harmoni Mangrove : Wanamina sebagai Inovasi Kesimbangan Ekosistem di Kota Sorong Ahmad Fahrizal; Ratna Ratna; Melkias M Wawiyai; Nela B Ayomi; Paskalis B Sambi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1441-1454

Abstract

Luasan kawasan mangrove di Distrik Sorong Barat, Sorong Kepulauan, hingga Sorong Timur, kota Sorong terus menerus mengalami penurunan karena konversi lahan oleh pemerintah maupun swasta dalam pembangunan, perumahan, industri, dan aktivitas lainnya. Kawasan Hutan mangrove Kelurahan Klamana dan Klawalu, Distrik Sorong Timur. Termasuk yang mengalami perubahan tersebut karena aktivitas Masyarakat Asli Papua (Orang Asli Papua / OAP) seperti masyarakat Kokoda di Kawasan kanal Victory yang memanfaatkan secara langsung, konversi lahan menjadi pemukiman oleh Pengembang, menyebabkan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon, penjaga kelembaban dan penjaga curah hujan menjadi berkurang. Wanamina sebagai model pengelolaan diharapkan dapat menyeimbangkan keduanya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian untuk pengembangan Wanamina di Kawasan mangrove Distrik Sorong Timur, kota Sorong. Metode yang digunakan adalah metode pembobotan dengan matriks kesesuaian kawasan dengan terlebih dahulu dilakukan uji kualitas air dan tanah baik secara insitu maupun melalui uji laboratorium. Pembobotan sesuai matriks kesesuaian Kawasan, dilanjutkan dengan Analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh kemudian diolah menjadi peta tematik, kemudian beberapa peta tematik yang dihasilkan di tumpeng susun menjadi peta kesesuaian Kawasan wanamina. Hasil analysis kesesuaian Kawasan wanamina di Distrik Sorong Timur menunjukkan kelas “Sesuai – S2” dengan kisaran nilai 35,5 – 43.
Efisiensi Penghilangan Polutan Air Limbah dari Kegiatan Pewarnaan di Industri Tekstil Studi Kasus PT ABC Nendia Nurisni; Etty Riani; Syaiful Anwar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1615-1625

Abstract

PT ABC tergolong pada sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) khususnya pada kelompok produk tekstil lainya yang memproduksi produk ritsleting dan komponennya. PT ABC telah memproduksi ±153 juta meter produk ritsleting pada tahun 2022, dengan menggunakan ± 250 jenis bahan kimia dan rata-rata 500 L air bersih per harinya dalam proses memproduksi barang jadi. Proses utama PT ABC adalah pewarnaan, dengan air limbah yang dihasilkan memiliki karakteristik warna yang kuat, alkalinitas, konsentrasi COD, BOD, TDS dan TSS yang tinggi serta warna yang kuat. PT ABC saat ini berhadapan dengan persoalan lingkungan yang mendorong diterapkannya ekonomi sirkular melalui konsep sustainable textile and fashion dengan sistem pengolahan air limbah yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan agar proses pengolahan air limbah dapat berkelanjutan adalah dengan memastikan air limbah yang dibuang ke badan air penerima sudah sesuai baku mutu yang dipersyaratkan, sehingga perlu adanya evaluasi terhadap kinerja sistem pengolahan air limbah di PT ABC . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai penyisihan polutan pada air limbah, sehingga dapat digunakan sebagai evaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah dan hasil analisis digunakan sebagai salah satu acuan dalam menilai kesiapan PT ABC dalam mencapai target jangka panjang aspek keberlanjutan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat penyisihan polutan parameter TDS tergolong tidak efektif, parameter fenol, TSS dan ammonia tergolong kurang efektif, parameter MBAS tegolong cukup efektif serta parameter BOD dan COD tergolong efektif. Parameter TDS tergolong pada kategori tidak efektif salah satu faktornya karena PT ABC belum mengimplementasikan metode khusus yang dianggap efektif untuk menurunkan konsentrasi TDS.
Analisis Daya Tampung Beban Pencemaran Perairan Sungai Baturusa Fika Dewi Pratiwi; Andi Gustomi; Fahri Setiawan; Mohammad Agung Nugraha; Sulastri Arsad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1394-1399

Abstract

Evaluasi kondisi eksisting perairan sungai Baturusa terkait dengan banyaknya aktivitas manusia di sekitar wilayah sungai sangat penting dilakukan. Hal tersebut terkait dengan beban pencemaran perairan, sebagai dampak aktivitas manusia yang menyumbang limbah dan berpotensi mendegradasi kualitas perairan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perairan sungai Baturusa serta menganalisis daya tampung beban pencemaran perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023, pada 6 titik sampling yang ditetapkan secara purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan secara komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan suhu, DO, pH, total fosfat dan amonia masih memenuhi batas baku mutu kelas air sesuai peruntukannya kelas II. Selain itu, secara umum, sungai Baturusa masih memiliki daya tampung terhadap total fosfat dan amonia. Permodelan Qual2Kw dapat digunakan dalam penelitian lanjutan untuk menganalisis daya tampung beban pencemaran perairan DAS Baturusa.
Optimalisasi Reduksi Sampah dengan Keterlibatan Masyarakat Melalui Pengolahan Sampah Perkotaan di TPS-3R Janti Berseri Waru-Sidoarjo Muhamad Khafid Rifai; Hartati Kartikaningsih; Agus Susilo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1562-1572

Abstract

Laju urbanisasi, pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan perilaku tidak ramah lingkungan mengakibatkan timbulan sampah semakin meningkat. Maka dari itu, diperlukan optimalisasi dalam upaya penanganan sampah pada kawasan urban untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan. Diantaranya dengan melakukan pengolahan sampah secara 3R (reduce, reuse, recycle) di unit TPS-3R dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber. Hal ini didasarkan pada Jakstrada Kabupaten Sidoarjo yaitu target pengurangan hingga 30% dan penanganan 70% sampah pada tahun 2025 sebelum masuk ke TPA Jabon. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi potensi reduksi sampah pada TPS-3R dan rumah tangga di Desa Janti serta potensi daur ulangnya. Penelitian ini menggunakan analisis mass balance dengan pendekatan observasi dan penyebaran kuesioner ke 190 responden rumah tangga secara propotional random sampling. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa skenario 1 menunjukan dengan adanya unit TPS-3R dapat mereduksi sampah Desa janti ke TPA Jabon sebesar 2035.1 kg/hari (743.4 ton/tahun) atau dengan recovery factor 55.1%. Sedangkan hasil pada skenario 2, unit TPS-3R dengan melibatkan partisipasi masyarakat memilah dari sumbernya dapat mereduksi sampah sebesar 2624.7 kg/hari (958.7 ton/tahun) dengan recovery factor 78.0%. Hal ini menunjukan bahwa skenario 2 dapat mengoptimalisasi reduksi sampah dari Desa Janti ke TPA Jabon, Sidoarjo secara signifikan. Dengan menggunakan skenario 2 dapat menjadi landasan dalam menentukan kebijakan di tingkat pengelolaan sampah kota dan pengembangan penanganan sampah di TPS-3R lainnya di Kabupaten Sidoarjo. 
Institutional Challenges and Continuous Pending on Levying Excise on the Use of Plastics in Indonesia Irmadra Fransiska Ginting; Maria R.U.D. Tambunan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1513-1525

Abstract

In response to the mounting plastic waste issue, the Indonesian government has introduced various measures aimed at curbing plastic usage, but these initiatives have fallen short in altering public behavior. A more impactful strategy would involve implementing a disincentive by levying additional fees on plastic use, effectively increasing its cost. Discussions on a plastic excise were initiated between the Indonesian government and the House of Representatives but have since stalled. This study aims to higlight the necessity of a plastic excise in regulating the behavior of Indonesian citizens and explores the appropriate methods for the government to formulate such an excise policy. A qualitative research method was employed, utilizing thorough interviews and extensive literature review. Findings suggest that the environmental damage inflicted by plastic waste justifies its classification as taxable goods, warranting regulatory control over its consumption due to the adverse effects on society and ecology. These findings serve as the foundation for the government to consider a plastic excise. The challenge lies in identifying the specific plastic types to be taxed, necessitating renewed coordination and dialogue with the pertinent Ministries and Agencies within the Inter-Ministerial Committee. This is essential to gain the Indonesian House of Representatives' approval and to address the complexities in policy formulation, considering that state levies shall be approved by the parliement. A possible solution to this challenge is to synchronize the taxable goods' plastic types with those outlined in the existing regulations of the Waste Reduction Roadmap by Producers, ensuring consistency and regulatory alignment.
NH4 Modelling with ARIMA and LSTM Hanna Arini Parhusip; Suryasatriya Trihandaru; Johanes Dian Kurniawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1670-1678

Abstract

AI-Mining is a prototype designed to detect various environmental gases, including CO2, NH3, NH4, and hydrogen, alongside temperature, pressure, and humidity. This study emphasizes the importance of modeling NH4 time series data due to its critical role in environmental and health monitoring. Accurate NH4 predictions facilitate early pollution detection and timely greenhouse gas control interventions. The study investigates the effectiveness of AI-Mining in detecting and predicting gas levels, focusing on data collection and analysis. Initial data analysis employed the Autoregressive Moving Average (ARIMA) model, specifically ARIMA (1,1,1), described by the equation yt = 0.0311 - 0.0750yt-1 + 0.3842εt-1. Despite its use, ARIMA's Root Mean Square Error (RMSE) performance was found lacking compared to more advanced methods. Given the classification of the obtained data as big data and time series, the Long Short-Term Memory (LSTM) method was also applied. The LSTM model initially used two layers with tanh and relu activation functions, and its performance was further explored by adding a third layer and varying the number of neurons (64, 128, and 256). The Adam optimizer was consistently used across all LSTM variations. Results indicated that increasing layers and neurons did not significantly impact LSTM's performance, with RMSE values around 0.023. However, LSTM consistently outperformed ARIMA in prediction accuracy, highlighting its robustness and reliability. Consequently, the study recommends using LSTM for predicting other recorded data in AI-Mining, underscoring its superiority in handling complex environmental datasets.
Struktur Komunitas Invertebrata Asosiasi Sampah Laut Organik di Pesisir Kabupaten Malang, Jawa Timur Tiwi, Ayu Laksmi Tita Cindar; Aliviyanti, Dian; Syananta, Citra; Yona, Defri; Dewi, Citra Satrya Utama; Yamindago, Ade
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 1 (2025): January 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.1.113-123

Abstract

Invertebrata laut umumnya ditemukan di wilayah perairan laut terutama area intertidal. Namun, seiring dengan kebutuhan akan makanan dan tempat berlindung, invertebrata laut juga dapat ditemukan di sampah laut organik di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis invertebrata yang berasosiasi dengan sampah laut organik dan struktur komunitasnya. Penelitian ini dilakukan di Pesisir Kabupaten Malang khususnya Pantai Sendang Biru dan Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap. Sampah organik laut dikumpulkan dari transek garis yang telah ditentukan dengan pengulangan waktu, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis komposisi jenis sampah dan invertebrata laut asosiasinya. Komposisi jenis tertinggi sampah organik laut yaitu daun sebesar 67,80% di Pantai Sendang Biru dan 48,29% di Pelabuhan Pondokdadap. Komposisi berat tertinggi sampah organik laut yaitu sabut kelapa sebesar 46,02% di Pantai Sendang Biru dan 68,08% di Pelabuhan Pondokdadap. Sebanyak empat genus invertebrata laut (Melampus, Littoraria, Ligia, dan Platorchestia) ditemukan berasoasi dengan sampah laut organik di Pantai Sendang Biru, sedangkan sebanyak enam genus (Melampus, Ellobium, Littoraria, Nerita, Ligia, dan Platorchestia) ditemukan berasosiasi dengan sampah laut organik di Pelabuhan Pondokdadap. Indeks keanekaragaman invertebrata yang ditemukan pada kedua wilayah bernilai sedang, komunitas dalam kondisi stabil, dan tidak terdapat spesies yang mendominasi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang positif antara kepadatan jenis sampah organik laut dengan kelimpahan invertebrata laut. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah organik di daerah pesisir untuk kelangsungan hidup invertebrata laut. 
Strategi Mitigasi Risiko Pengelolaan Mangrove pada Kelompok Usaha Karya Makmur Jaya Hindrayani, Lilik; Arifiyanti, Nurul; Sugiarti, Teti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 1 (2025): January 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.1.258-265

Abstract

Luasan hutan mangrove di Indonesia mengalami degradasi yang disebabkan oleh berbagai kerusakan sehingga rehabilitasi menjadi salah satu upaya penanganan pemulihan ekosistem. Proses pengelolaan mangrove tidak terlepas dari adanya risiko internal operasional maupun eksternal yang dapat menyebabkan kegagalan tanam. Karya Makmur merupakan kelompok usaha yang peduli terhadap keberlanjutan hutan mangrove dan focus pada penyediaan pasokan bibit di daerah pantai utara Kabupaten Bangkalan Madura. Pada area pengelolaan Kelompok Usaha Karya Makmur menunjukkan adanya risiko kegagalan seperti tidak berkembangnya bibit dengan sempurna sehingga berdampak pada kerugian produksi dan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi mitigasi risiko pengelolaan mangrove pada kelompok usaha Karya Makmur. Cakupan penelitian berfokus pada usaha pembibitan mangrove dengan menggunakan metode analisis House of Risk (HOR). Teridentifikasi alur proses bisnis pada pembibitan mangrove diawali dengan persiapan lahan, persiapan media tanam, persiapan benih, penanaman benih, dan perawatan bibit.  Hasil menunjukkan terdapat risk event dan risk agent pada kelompok usaha Karya Makmur Jaya dengan urutan prioritas yakni benih yang bagus sulit didapat, adanya penyakit, terdapat hama pengganggu, kelalaian dalam penyiraman, kurangnya modal, dan perubahan cuaca dan iklim tidak menentu. Strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan utamanya yakni penyortiran benih mangrove dan diikuti dengan pengawasan pekerjaan karyawan, pemberian pestisida, bekerjasama dengan masyarakat dalam pengendalian kepiting, pelatihan tenaga kerja, dan pemberian teduhan.
Analisis Multikriteria dalam Pemilihan Teknologi Pengolahan Sampah Plastik untuk Skala Bank Sampah di Jakarta Pusat Rahdhani, Amadira; Frimawaty, Evi; Astuti, Lina Tri Mugi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 1 (2025): January 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.1.62-72

Abstract

Sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, Jakarta Pusat mengumpulkan jumlah sampah plastik terbanyak di bank sampah dibandingkan dengan kota administrasi DKI Jakarta lainnya, yaitu mencapai 95.760 kg/bulan pada tahun 2021. Jumlah ini meningkat dari tahun 2020 yang mencapai sekitar 76.471 kg/bulan. Meskipun demikian, pada praktik sebagian besar bank sampah di Jakarta Pusat belum menerapkan teknologi yang dapat menunjang keberlanjutan pengelolaan sampah plastik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sampah plastik yang dikumpulkan di bank sampah dan memilih teknologi pengolahan sampah plastik yang ideal dengan mempertimbangkan 4 (empat) kriteria. Metode analisis yang digunakan adalah kombinasi AHP dan TOPSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah sampah plastik yang dikumpulkan di bank sampah adalah 60-250 kg/hari yang didominasi oleh jenis botol plastik. Hasil perhitungan nilai bobot menunjukkan bahwa kriteria yang dianggap penting secara berurutan adalah lingkungan (0,56), ekonomi (0,21), sosial (0,16), dan teknis (0,07). Berdasarkan nilai tersebut diperoleh alternatif teknologi pengolahan sampah plastik yang ideal untuk skala bank sampah adalah mesin press hidraulik (C*=0,648). Melalui hasil ini, diharapkan pemilihan teknologi pengolahan sampah plastik di bank sampah dapat mempertimbangkan berbagai kriteria yang memberikan manfaat, baik secara praktis maupun ekonomis.

Filter by Year

2011 2025