cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Community Perceptions Towards Temporary Waste Storage Place and the Effectiveness of Waste Management in Malang City Samin Samin; Sunarto Sunarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1364-1376

Abstract

Waste generated due to population density in Malang City causes the need for optimal and planned temporary waste storage place (TWSP) that can reduce waste properly so as not to endanger health. This qualitative research aimed to find out and analyze people's perceptions of TWSP and the effectiveness of TWSP management in Malang City. The subjects of this study were the community and officers from 15 polling stations in Malang City. Data analysis used quantitative descriptive analysis. The results showed that the community had a positive perception of TWSP in Malang City and had knowledge regarding TWSP technical criteria such as location, TWSP capacity, equipment and ease of access, and aesthetics of the place. Regarding TWSP management effectiveness, Malang City is not yet optimal and not effective in waste management at TWSP. Inadequate location, lack of waste grouping, inadequate equipment, and the absence of waste processing into other materials such as compost are obstacles to the absence of waste processing and inefficient waste transportation in almost all TWSP.
Manfaat Ekonomi Wisata Alam Pantai Goa Cemara, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Listianova Devi Nurrochmah; A Faroby Falatehan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1263-1268

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian bagi masyarakat sekitar kawasan wisata. Suatu kawasan wisata dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi manfaat ekonomi dari keberadaan wisata alam Pantai Goa Cemara Metode yang digunakan yakni analisis pendapatan yang mencakup share pendapatan wisata pada pendapatan total serta seberapa besar pendapatan wisata dapat memenuhi pengeluaran rumah tangga pelaku usaha dan tenaga kerja di wisata alam Pantai Goa Cemara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat ekonomi yang diperoleh pelaku usaha berupa share pendapatan sebesar 83,58% pada total pendapatan dengan rataan pendapatan dari sektor wisata sebesar Rp48.156.000 per tahun dan pendapatan tersebut dapat memenuhi sebesar 164,15% dari pengeluaran rumah tangga. Tenaga kerja memperoleh manfaat ekonomi berupa share pendapatan sebesar 49,50% pada total pendapatan dengan rataan pendapatan dari sektor wisata sebesar Rp12.448.000 per tahun dan pendapatan tersebut dapat memenuhi sebesar 78,47% dari pengeluaran rumah tangga.
Status Keberlanjutan Taman Wisata Alam Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota Putri Yolanda; Rinekso Soekmadi; Nandang Prihadi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1316-1325

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Lembah Harau merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas 27,5 Ha. Berdasarkan data statisik tahun 2022 terjadi peningkatan wisatawan TWA Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, tercatat kenaikan wisatawan mencapai 14% dengan jumlah kunjungan tahun 2022 sebesar 270.790 pengunjung. Peningkatan kunjungan TWA Lembah Harau dapat menimbulkan dampak positif bagi peningkatan pendapatan baik masyarakat maupun pemerintah, namun apabila telah melampaui daya dukung kawasan dapat menyebabkan terjadinya dampak negatif terhadap aspek ekologi kawasan sekitar. Penelitian ini dilakukan dari bulan November hingga Desember 2022, Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis status keberlanjutan TWALH. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei yaitu observasi lapangan dan studi literatur, kemudian di analisis menggunakan MDS (Multi Dimensional Scaling). Hasil analisis keberlanjutan menggunakan analisis MDS secara multidimensi mengindikasikan bahwa TWA Lembah Harau masuk kategori cukup berlanjutan. Dalam analisis leverage dari empat dimensi, dimensi ekologi dari atribut daya dukung tampaknya merupakan atribut yang paling sensitif. Karakteristik daya dukung dapat diartikan memiliki dampak yang sangat besar terhadap dimensi ekologi. Sementara itu, analisis Monte Carlo merupakan rangkaian pengujian berkelanjutan untuk menguji dampak dari berbagai kesalahan (ketidakpastian) baik terkait penilaian maupun dalam proses penentuan status keberlanjutan TWA Lembah Harau.
Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Pantai Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat Mohamad Jakaria; Mirza Dikari Kusrini; Mohammad Mukhlis Kamal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1209-1223

Abstract

Keberadaan penting penyu dalam menjaga keseimbagan ekosistem laut dan potensi ekowisata pantai peneluran penyu perlu dijamin keberlanjutannya. Penurunan populasi penyu beberapa tahun tarakhir yang di akibatkan oleh kerusakan habitat pantai peneluran akibat abrasi pantai dan gangguan habitat penyu bertelur oleh kegiatan antropogenik telah terjadi di Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Agar pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan paloh dapat berlangsung secara berkelanjutan, maka perlu mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian habitat pantai peneluran penyu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat, dan menganalisis faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan Kawasan Konservasi Penyu Di Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Metode analisis yang digunakan ialah Multiaspect Sustainability Analysis (MSA). Hasil yang didapatkan dalam bentuk indeks dan status keberlajutan. Hasil analisis terhadap empat dimensi menunjukan bahwa dimensi usaha konservasi sangat berkelanjutan (95.29), dimensi sosial berkelanjutan (75.17), dimensi ekonomi kurang berkelanjutan (49), dan dimensi hukum dan kelembagaan berkelanjutan (68.67). Terdapat empat atribut/faktor yang perlu segera ditangani dan perlu diintervensi karena berpengaruh sensitif terhadap peninkatan indeks dan status keberlanjutan yaitu fasilitas hatchery, sikap dan perliku masyarakat terhadap pengelolaan konservasi penyu, tingkat pendapatan masyarakat disekitar kawasan konservasi penyu serta penyuluhan oleh balai penyuluh.
Respon Anatomi Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) dan Pucuk Merah (Syzygium oleana) terhadap Polutan CO di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik Kota Semarang Monika Heti Nuryana; Sri Darmanti; Erma Prihastanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1184-1193

Abstract

Sebagai organisme yang bersifat sessile, tumbuhan dapat merespon perubahan lingkungan, salah satunya adalah pencemaran udara. Pencemaran udara dihasilkan dari kendaraan bermotor berupa gas karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOx), dan volatile organic compounds (VOCs). Kontak polutan dengan daun menyebabkan akumulasi polutan pada jaringan mesofil daun. Selanjutnya akan terjadi respon anatomi daun, antara lain adalah peningkatan jumlah sel stomata, penurunan panjang dan lebar celah stomata, penurunan lapisan kutikula serta penurunan tebal mesofil daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon anatomi daun adam hawa (Rhoeo discolor) dan pucuk merah (Syzygium oleana) terhadap polutan CO di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik Kota Semarang. Tanaman diletakkan pada lokasi dengan kadar polutan CO yang termasuk dalam kategori baik, sedang, dan tidak sehat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu kategori kadar CO dan jenis tanaman. Data kuantitatif dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjutan DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Parameter yang diamati untuk menunjukkan respon tanamaan terhadap kategori kadar CO yang berbeda adalah kerapatan stomata, lebar celah dan panjang stomata, tebal kutikula, dan tebal mesofil daun. Respon anatomi daun tanaman R. discolor maupun S. oleana terhadap polutan CO dapat ditunjukkan melalui penurunan lebar celah stomata dan penipisan lapisan kutikula daun.
Strategi Perbaikan Kinerja Pengelolaan Lingkungan untuk Keberlanjutan TPS-3R Perkotaan (Studi Kasus di TPS-3R Kenanga, Kabupaten Sleman, DIY) Ribut Lupiyanto; Nurhasanah Nurhasanah; Hadian Pratama Hamzah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1135-1142

Abstract

TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce Recycle) memiliki peran strategis dalam upaya reduksi sampah yang masuk ke TPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model, alternatif dan prioritas strategi perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan TPS-3R Kenanga. Metode analisis yang digunakan antara lain matriks SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results) dan matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian memberikan rekomendasi strategi bagi TPS-3R Kenanga dalam memperbaiki kinerja pengelolaan lingkungannya dengan model strategi pertumbuhan, khususnya konsentrasi melalui integrasi vertikal. Alternatif strategi terincikan berdasarkan urutan prioritas antara lain marketing door to door; sosialisasi dan penguatan partisipasi pelanggan; penjaringan aspirasi masyarakat umum dan lembaga lain; sosialisasi profil dan marketing berbasis media; dokumentasi kinerja, perencanaan program  dan pembukaan saran masukan; monitoring dan evaluasi 3R dan PHBS tingkat rumah tangga; penguatan kerjasama dengan lembaga kemasyarakatan lain; optimalisasi program peningkatan reduksi sampah; publikasi kepuasan pelanggan, anggaran, dan program kerja; implementasi CSR  kepada masyakarat atau wilayah setempat; optimalisasi peralatan eksisting; penambahan peralatan pendukung reduksi sampah; pencatatan volume sampah harian dan evaluasi reduksi sampah bulanan; serta survey kepuasan pelanggan. Implementasi urutan prioritas tersebut terbagi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Hasil penelitian ini dapat diadopsi sebagai bahan kebijakan untuk TPS-3R lain yang memiliki karakteristik sama dengan lokasi penelitian.
Development of Ecotourism Scenario Based on Seawater Quality Evaluation La Harudu; La Ode Nursalam; Nurlansi Nurlansi; Agus Sugiarto; Ahmad Tarmizi Abdul Karim; Fahrudi Ahwan Ikhsan; Andri Estining Sejati; Masri Ridwan; Liyushiana Liyushiana; Feri Fadlin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1377-1387

Abstract

There were various activities in the Bungkutoko Island Kali Biru Bathing area by PT. Pelindo Nusantara and community settlements can unwittingly impact the quality of the water environment. This study aimed to determine the quality of seawater in the Kali Biru bathing area and develop a sustainable tourism-based environmental engineering concept. This research method uses surveys and laboratory analysis. Examination of water samples is carried out directly. Seawater analysis is descriptive with quality data from the results of water quality tests in testing laboratories whose feasibility levels were determined based on Indonesia's government rule number 22 of 2012. The results showed that three elements had laboratory test values exceeding the threshold value, namely: nitrite (NO2-N), sulfate (SO4), and iron (Fe), which should not be present, but during the study, there were already values for nitrite (NO2-N) of 0.12, 0.006, and 0.0006, sulfate (SO4) of 2.3, 1.4, and 4.8 and iron (Fe) of 0.0012, 0.0019, and 0.001 while the other six elements starting from pH (degree of acidity), salinity (%), nitrate (NO3-N), oil and grease, arsenic (As), and total coliform were within the regional quality threshold sea tourism. Scenarios for developing tourism activities through ecotourism activities.
Strategi Restorasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari; Adi Wijaya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1455-1465

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem produktif di wilayah pesisir. Sebagai sumberdaya alam yang memiliki potensi yang tinggi, keberadaannya saat ini semakin kritis baik secara luas, sebaran, populasi dan keanekaragaman spesiesnya semakin berkurang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan rencana strategi alternatif restorasi ekosistem mangrove secara lestari di kawasan Desa Lembar Lombok barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang terdiri atas metode survey dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan pembobotan dan pemberian rating, sedangkan analisis secara kualitatif adalah analisis yang dilakukan terhadap faktor-faktor internal dan faktor eksternal dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT didapatkan beberapa strategi alternatif dalam upaya pengelolaan dan upaya restorasi ekosistem mangrove di Desa Lembar Lombok Barat yaitu diperlukan adanya peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan melibatkan masyarakat dalam upaya restorasi dan pengelolaan, diperlukan inisiasi pembentukan POKMASWAS, dan diperlukan adanya upaya sinergisitas antar seluruh stakeholder sebagai upaya mewujudkan pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat mewujudkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam pesisir sehingga dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan terhadap aspek ekologi maupun ekonomi masyarakat pesisir.
Perencanaan Sistem Drainase Berkelanjutan di Daerah Aliran Sungai Cinambo dengan Konsep Low Impact Development Mohamad Rangga Sururi; Fauzi Fadlurrohman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1626-1636

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Cinambo terletak di bagian timur Kota Bandung, dengan luas wilayah 17,64 km2. Perkembangan kota telah menyebabkan perubahan tata guna lahan di DAS Cinambo, yang mengakibatkan terjadinya banjir akibat peningkatan limpasan air. Perencanaan sistem drainase model low impact development (LID) dilakukan untuk mengurangi potensi banjir dengan cara menampung dan memanfaatkan air hujan. Tujuan studi ini adalah untuk merencanakan sistem drainase dengan model LID dengan simulasi storm water management model (SWMM) 5.2 menggunakan tiga skenario pengurangan limpasan air, yaitu: (1) sistem drainase tanpa model LID, (2) sistem drainase dengan sistem pemanenan air hujan (PAH), dan (3) sistem drainase dengan sistem PAH dan kolam retensi. Setiap skenario akan dibandingkan dan skenario dengan pengurangan limpasan tertinggi digunakan dalam perencanaan sistem drainase. Berdasarkan hasil kajian, DAS Cinambo menghasilkan rata-rata limpasan sebesar 24.126,85 m3. Hasil simulasi menunjukkan skenario ketiga mengurangi 72% limpasan air yang masuk ke saluran drainase menjadi 6.541,48 m3. Perencanaan skenario ketiga terdiri dari saluran drainase terbuka dengan dengan dimensi 0,4x0,5 meter di jalan lokal dan 1 x1 meter di jalan arteri, disertai PAH sebanyak 10.605 buah berkapasitas 1 m3, dan tiga buah kolam retensi di Kecamatan Gedebage berdimensi 40x30x3 meter berkapasitas 3.600 m3.
Semi-Aerobic Landfill System as Alternative Solution for Indonesian Landfill Khaira Misrawati; Zaflis Zaim
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1400-1411

Abstract

Indonesia has been encountering pressing problems in managing municipal solid waste (MSW). According to data from the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), up to 35.46% of landfills were run as open-dumping landfills until May 2022 because proper sanitary landfill concepts were not fully implemented and the condition of landfills in Indonesia is on the point of being overcapacity. With the development of landfill technology, the Ministry of Public Works is currently starting to develop other alternative landfill systems. From the general findings of this study, it can be concluded that the semi-aerobic landfill system is an available method to be used as an alternative solution for Indonesian landfills. This is based on the results of the SWOT matrix, which shows strategic factors derived from internal and external factors originating from previous studies and issues regarding landfills in Indonesia. The analysis of these factors shows that the semi-aerobic landfill system produces better performance by reducing the potential for environmental pollution of water and air and greenhouse gas emissions. The implementation of a semi-aerobic landfill system is a viable method to be used in developing countries.

Filter by Year

2011 2025