cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Evaluation and Implementation of Green Building in Office Building (Case Study: Munara 99 Sabilulungan Building) Rina Marina Masri; Iskandar Muda Purwaamijaya; Veily Vitada; Alya Sekar Hapsari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1573-1580

Abstract

Green Building concept is the concept of building planning to fulfill a better life for the next generation. A building can be classified as a green building if it meets the requirements and has green building certification. The purpose of this research is to analyze and evaluate the existing building criteria, namely the Munara 99 Sabilulungan building through the calculation of Greenship GBCI v1.2 assessment points because there is no green building assessment and rating from GBCI so that an evaluation of green building assessment is needed. A descriptive method with an evaluative approach was chosen to describe and compare the existing condition of the building with the greenship assessment tool for new buildings v1.2. The GBCI greenship assessment for new buildings v1.2 consists of 6 categories, namely land use suitability, energy efficiency and conservation, water conservation, material sources and cycles, space health and comfort, and building environmental management. To support the GBCI greenship assessment, the data used are building shop drawings, Bill of Quantity (Boq), interview results and field observations. Based on the results of the green building assessment, the Munara 99 Sabilulungan building received a GBCI bronze rating with a score of 44 points. To improve the green building rating to a gold rating, the Munara 99 Sabilulungan building is recommended to improve several categories so that it can get a gold rating with a value of 67 points and for improvements to increase the rating requires a cost of Rp 1,790,085,000, -.
Kandungan Logam Berat pada Tanaman Kentang Dampak Iplementasi Sistem LEISA I Gusti Ayu Lani Triani; Yohanes Setiyo; Victor Manuntun Manurung; Ketut Budi Susrusa; I Putu Surya Wirawan; I Nyoman Rai; I Made Sugitha
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1526-1536

Abstract

Petani kentang di Bali sudah menerapkan sistem Low External Input on Sustainable Agriculture (LEISA) mempergunakan pupuk dasar kompos dan pupuk susulan biourine, namun mereka tetap menggunakan insektisida dan fungisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Penelitian mengkaji dampak budidaya sistem LEISA dan NONLEISA terhadap kandungan logam Fe, Pb, Cd, Cr di umbi kentang, serta menilai kandungan logam tersebut berdasarkan Standar Nasional Indonesia 2009. Penelitian menggunakan perlakuan: (1) pemupukan dasar menggunakan kompos dan pemupukan susulan menggunakan biourine (LEISAKU), (2) pemupukan dasar menggunakan kompos dan pemupukan susulan menggunakan NPK (LEISANPK), (3) pemupukan dasar menggunakan NPK dan pemupukan susulan menggunakan biourie (NPKLEISA), dan (4) pemupukan dasar menggunakan NPK dan pemupukan susulan menggunakan NPK (NONLEISA). Parameter diamati adalah populasi mikroba dan kandungan logam Fe, Pb, Cd, Cr. Populasi mikroba untuk sistem LEISA dan NONLEISA masing-masing 5,2-6,5 log cfu, dan 3,2-5,3 log cfu. Kandungan logam Fe, Pb, Cd, Cr pada umbi kentang untuk sistem LEISA berturut-turut 3,6- 5,4 ppm, 0,031- 0,05 ppm, 0,03-0,04 ppm, dan 0,04-0,05 ppm, sedangkan untuk sistem NONLEISA berturut-turut 12,0-13,2 ppm, 0,07- 0,09 ppm, 0,04-0,05 ppm, dan 0,03-0,04 ppm. Kandungan logam Fe, Pb, Cd, Cr sistem LEISA di bawah SNI, namun untuk sistem NONLEISA tidak memenuhi standar SNI.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Indonesia Riza Aldilla; Restiatun Restiatun; Afrizal Afrizal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1494-1503

Abstract

Terdapat hubungan timbal balik antara kualitas lingkungan hidup dan aktivitas manusia yang tinggal di dalamnya. Ketika kualitas lingkungan baik maka tercipta kualitas kehidupan makhluk yang tinggal di dalamnya juga baik, hal ini berlaku sebaliknya. Terdapat permasalahan yang terjadi pada kualitas lingkungan hidup di Indonesia, hal ini yang dibuktikan dengan nilai IKLH Indonesia sepanjang 2019 -2022 hanya sebesar 70,17 dari titik referensi 100. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi sifat hubungan pengaruh variabel timbulan sampah, sanitasi dan kepadatan penduduk terhadap IKLH, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data panel dengan cross section yang terdiri atas 34 provinsi di Indonesia dan time series selama periode tahun 2019 – 2022. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek tidak terdapat variabel yang berpengaruh terhadap IKLH di Indonesia. Tetapi dalam jangka panjang ditemukan bahwa sanitasi berpengaruh secara signifikan dan positif, sedangkan timbulan sampah dan kepadatan penduduk berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap IKLH di Indonesia.
Strategi Pengelolaan Limbah Domestik Berbasis Masyarakat pada IPAL Komunal Guyub Rukun di Kota Salatiga Siti Siwi Wulandari; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Kismartini Kismartini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1466-1476

Abstract

Pembangunan Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal Guyub Rukun Kota Salatiga diharapkan mampu meningkatkan taraf sanitasi layak di kawasan tersebut. Namun, temuan lapangan menunjukkan adanya pembuangan effluent dari pipa outlet menuju Sungai Cengek yang belum mendapat pemantauan kualitas air berdasarkan PP No. 22/2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengelolaan limbah cair domestik berbasis masyarakat pada IPAL Komunal Guyub Rukun. Responden penelitian adalah 6 orang key informan dari masyarakat dan 1 staff DPUPR Kota Salatiga yang ditentukan berdasarkan prinsip qualitative sampling menggunakan metode purposive approach. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT dan diperoleh hasil perhitungan matriks IFAS dan EFAS pada kuadran I (x,y; 1,01, 0,68) dengan karakteristik strategi agresif. Pemetaan strategi menunjukkan skor kombinasi strategi SO sebesar 3,36, strategi WO sebesar 2,68, strategi ST sebesar 2,35, serta strategi WT sebesar 1,67. Kombinasi strategi SO (Strength + Opportunity) dengan skor tertinggi, yaitu 3,36 menjadi prioritas strategi yang dipilih dan dilaksanakan dengan menggunakan kekuatan yang tersedia untuk memanfaatkan peluang yang ada. Alternatif strategi yang dapat diterapkan berdasarkan analisis SWOT yaitu edukasi masyarakat mengenai manfaat pengelolaan lingkungan, peningkatan sanitasi aman di Kota Salatiga dengan melibatkan stakeholder dan pemerintah, serta inisiasi penerapan strategi pemulihan lingkungan.
Analysis of Sustainability Variables in Revegetation of Ex-Oil and Gas Mining Operation Abdillah Lbs; Suwondo Suwondo; Nurhasanah Nurhasanah; Nurhayati Nurhayati; Anita Pramawanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1637-1643

Abstract

Revegetation after petroleum mining operations is a complex and multifaceted issue that requires careful consideration of sustainability factors to ensure long-term success. PT Pertamina Hulu Rokan has taken its environmental responsibilities seriously and has restored ex-mining land through replanting efforts at ex-well sites, ex-production facilities, and ex-borrow pits. This is important for environmental sustainability, especially after mining oil and gas. This study aims to identify important variables in maintaining the sustainability of revegetation activities at PT Pertamina Hulu Rokan by describing the intensity of influence and interdependence between variables and grouping them from the most influential to the least influential.    Focus group discussions (FGDs) were used to collect data, and the MICMAC approach was used to analyze the relationships between variables. This research has identified 13 ecological, socioeconomic, and conflict mitigation variables that are important in land revegetation activities. Based on the results, the relationships between these variables have been derived by highlighting the key indicators that trigger sustainable revegetation efforts, namely variables such as envreg, amdal, local business development (lbd), and relationship. The lbd variable strongly influences the welfare variable, amdal, and the other variables strongly influence the company's image. Post-mining land revegetation efforts at PT Pertamina Hulu Rokan demonstrate the company's commitment to environmental sustainability. By considering sustainability variables in the revegetation process after petroleum mining operations, PT PHR ensures that its rehabilitation efforts can restore land while promoting sustainable practices and providing benefits to local communities.
Prediksi Potensi Timbulan Limbah Ampas Kopi sebagai Sumber Penghasil Senyawa Bioaktif di Kota Pekanbaru Sri Mulyani; Yulia Fitri; Selvia Selvia; Nofia Rahmadani; Dinda Lestari; Wahyu Meka
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1412-1423

Abstract

Prediksi yang akurat dari jumlah timbulan limbah ampas kopi sangat penting untuk pemanfaatan dan pengelolaannya. Metode pemodelan sering digunakan untuk memprediksi timbulan sampah, akan tetapi belum ada penelitian yang membuat suatu model untuk memprediksi timbulan limbah ampas kopi, khususnya di kota Pekanbaru. Model dalam penelitian ini diusulkan untuk membangun pengaruh antara timbulan limbah ampas kopi dan parameter meteorologi (suhu, curah hujan dan kelembaban), jumlah cup terjual per hari, ukuran cup yang digunakan, jenis dan merek kopi, serta metode penyeduhan kopi. Multiple Linear Regression (MLR) metode stepwise digunakan untuk mengembangkan model prediksi timbulan limbah ampas kopi di kota Pekanbaru. Survei kuisioner dan wawancara dilakukan terhadap 90 gerai kopi yang ada di sejumlah lokasi di kecamatan kota Pekanbaru. Pengambilan sampel dilaksanakan berturut-turut selama 8 hari berdasarkan SNI 19-3964-1994. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampah yang dihasilkan oleh gerai kopi bervariasi. Rata-rata limbah ampas kopi yang dihasilkan gerai kopi adalah 585,71% gram/hari. Model prediksi yang digunakan menghasilkan nilai rata-rata yang sama dengan rata-rata timbulan limbah ampas kopi hasil observasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh model layak digunakan untuk prediksi timbulan limbah ampas kopi. Keakuratan hasil prediksi di uji dengan menggunakan nilai MAPE, MAD dan RMSE yang menunjukkan bahwa model D merupakan model terbaik. Koefisien determinasi (R2) dari model D sebesar 0,836 untuk timbulan limbah ampas kopi dengan menggunakan variabel bebas yang dipilih (ukuran cup, jumlah cup, curah hujan dan kelembaban).
Phytoremediation of Mercury and Cyanide Contaminated Soils by Physic Nut (Jatropha curcas L.) and Citronella Grass (Cymbopogon nardus) A. Silvan Erusani; Nurmaya Arofah; Fabika Azahra; Nurhasni Nurhasni; Titik Inayah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1581-1593

Abstract

Mercury and cyanide are compounds that have the potential to pollute the environment, both of which are found in the tailing waste of artisanal and small-scale gold mining (ASGM). The purpose of this study was to determine the ability of physic nut (Jatropha curcas L.) and citronella grass (Cymbopogon nardus) to absorb mercury and cyanide in soils polluted with tailings waste based on the value of transfer factors. During this research stage, the remediation of soil polluted with amalgamation tailings and cyanide tailings was carried out for 28 days. Soil sampling was carried out every seven days for 28 days, while root and leaf sampling was carried out on day 28, analysis of mercury and cyanide content in soil and plants using atomic absorption spectroscopy (AAS) and UV-visible spectrophotometer. After 28 days of remediation, mercury and cyanide levels may decrease in soil by 93.7% for mercury and 81.8% for cyanide. The decrease can be caused by absorption and accumulation in plants, where mercury and cyanide accumulate more in physic nut than citronella grass. Physic nut and citronella grass have a transfer factor value of <1 for mercury and cyanide, so they are an excluder plant, except for the accumulation of mercury in physic nut from cyanide tailings soil, which has a transfer factor value of >1, which is an accumulator plant.
Potensi Hilirisasi Instalasi Pengolahan Air dengan Unit Sedimentasi Metode Continous Discharges Flow Ridwan Ridwan; Reri Afrianita; Reski Anggika; Fajri Dwi Arya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1537-1544

Abstract

Inovasi teknologi pengolahan air yang menjamin tercapainya kualitas baku mutu air minum sangat dibutuhkan guna keberlanjutan peningkatan layanan sistem penyediaan air minum sebuah kota. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instalasi pengolahan air menggunakan bak sedimentasi dengan continuous discharges flow method (CDF) yang merupakan inovasi baru dalam menyisihkan kekeruhan air. Teknologi pengolahan air dirancang pada kapasitas desain 240 L/Jam dengan rangkaian proses koagulasi berupa terjunan air, proses flokulasi dengan sistem sekat sebanyak 6 kompartemen, bak sedimentasi metode CDF dengan variasi nilai CDF 10%, 11%, 12%, dan 13% dari kapasitas inlet, besaran resirkulasi aliran buang CDF 100% ke proses flokulasi, perbandingan luas cone terhadap luas permukaan bak sedimentasi adalah 13%, dan ketinggian cone dari dasar zona pengendapan sebesar 66%, dan unit filtrasi dengan media pasir kuarsa. Penelitian dilakukan dua kali pengulangan dengan kekeruhan air baku artifisial 115,686 NTU. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan parameter kekeruhan rata-rata pada unit sedimentasi dengan metode CDF pada variasi nilai CDF 10%, 11%, 12%, dan 13% secara berturut adalah 94,00%, 94,84%, 95,51% dan 96,28% dengan nilai kekeruhan secara berturut adalah 6,936 NTU, 5,967 NTU, 5,192 NTU dan 4,302 NTU. Semakin besar nilai CDF, maka semakin besar efisiensi penyisihan kekeruhan. Efisiensi penyisihan kekeruhan rata-rata secara keseluruhan teknologi pengolahan air dengan unit sedimentasi metode CDF pada variasi nilai CDF 10%, 11%, 12%, dan 13% secara berturut adalah 97,86%, 98,17%, 98,70% dan 98,75% dan nilai kekeruhan akhir hasil pengolahan secara berturut adalah 2,613 NTU, 1,997 NTU, 1,531 NTU dan 1,290 NTU yang memenuhi baku mutu air minum, yaitu kurang dari 5 NTU dan memiliki potensi untuk dihilirisasi dalam skala lapangan.
Analisis Indeks Kesesuaian dan Potensi Ekowisata Mangrove di Gampong Baro Sayeung, Aceh Jaya Taufiq Nurcholisudin; Sri Utami; Fuad Muhammad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1477-1485

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem yang memiliki nilai penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Ekowisata mangrove di Gampong Baro Sayeung, Aceh Jaya, merupakan destinasi baru yang memiliki potensi besar dengan berbagai jenis mangrove dan fauna unik yang berasosiasi. Potensi ekowisata yang besar ini memerlukan evaluasi kesesuaian dan potensi pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kesesuaian kawasan mangrove sebagai daya tarik ekowisata, dengan fokus pada ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, fauna yang berasosiasi, dan pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan survei lapangan. Analisis data menggunakan matriks indeks kesesuaian ekowisata (IKW) dengan menggunakan parameter kerapatan mangrove, ketebalan mangrove, jenis mangrove, pasang surut air laut, dan objek biota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata mangrove di Gampong Baro Sayeung sangat sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari berdasarkan indeks kesesuaian wisata sebesar 85%. Potensi ekowisata mangrove meliputi asosiasi fauna yang beragam dan pemandangan alam yang memukau. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengelolaan dan pengembangan ekowisata mangrove di masa yang akan datang.
Analisa Kesesuaian Bintan Mangrove sebagai Obyek Wisata dan Model Tata Kelola Ekowisata Mangrove Berkelanjutan Hary Jocom; Minarni Anita Gultom
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 6 (2024): November 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.6.1644-1651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesesuaian sumber daya yang ada di Bintan Mangrove yang dikelola oleh perusahaan swasta, untuk tujuan ekowisata mangrove, dan identifikasi model pengelolaan hutan mangrove berkelanjutan dengan mendasarkan pada kelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran indeks kesesuaian wisata dengan lima parameter yaitu ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan biota. Tahap selanjutnya melakukan wawancara mendalam terhadap narasumber kunci dari stakeholders. Hasil pengukuran IKW menunjukkan angka 2,88 dari total skor 3,0 yang berarti Bintan Mangrove sangat sesuai dimanfaatkan sebagai obyek ekowisata. Dari lima parameter tersebut, pasang surut air laut memiliki skor terendah yaitu 2 dengan rata-rata 1,5 meter. Capaian ini tidak terlepas dari tata kelola dan kebijakan dari perusahaan yang menaruh salah satu prioritas pada isu lingkungan hidup, tidak sekedar berorientasi pada keuntungan semata. Pengelola kawasan Bintan Mangrove secara sistematis dan terencana menetapkan kebijakan operasional ekowisata mangrove secara detail, dengan memperhatikan seluruh aspek bagi keberlangsungan masa mendatang. Inilah bentuk komitmen, tanggungjawab serta kontribusi perusahaan swasta bagi pelestarian lingkungan hidup yang terinternalisasi dalam prioritas dan program kerja. Praktek ini dapat menjadi model bagaimana peran sektor bisnis mampu menjadi bagian dalam pariwisata berkelanjutan.

Filter by Year

2011 2025