cover
Contact Name
Eko Sujadi
Contact Email
ekosujadi91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ekosujadi91@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 16938712     EISSN : 25027565     DOI : -
Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (e-ISSN 2502-7565, p-ISSN 1693-8712 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN PESANTREN mitra, oki
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17 No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip dan pembaharuan pesantren adalah al muhafazhoh „ala al qadim al shalih wa al akhzu bi al jadid al ashlah yaitu tetap memegang tradisi yang positif dan mengimbangi dengan mengambil hal hal baru yang positif. Persoalan persoalan yang berpautan dengan civic values akan bisa di benahi melalui prinsip prinsip yang di pegang pesantren selama ini dan tentunya dengan perombakan yang efektf, berdaya guna, serta mampu memberikan kesejajaran sebagai umat manusia. Pesantren yang akan mendatang di tuntut untuk berbenah diri dalam menghadapi persaingan bisnis pendidikan tapi perubahan dan pembenahan yang di maksud hanya sebatas menajmen dan bukan coraknya apalagi berganti baju dari salafiyah ke modren, karena hal ini hanya akan menghancurkan nilai nilai positif pesantren. Maka idealnya pesantren kedepan harus bisa mengimbangi tuntunan zaman dengan mempertahankan tradisi dan nilai nilai kesalafannya. Pemerintah di harapkan semakin serius dalam mendukung dan mengembangkan konsep pendidikan seperti ini sehingga pesantren menjadi lembaga pendidikan yang maju dan bersaing dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berbasis pada nilai nilai spiritual yang handal. Keberadaan pesantren merupakan partner yang ideal bagi institusi pemerintah untuk bersama sama meningkatkan mutu pendidikan yang ada di daerah sebagai basis bagi pelaksanaan transformasi sosial melalui penyediaan sumber daya manusia yang qualified dan berakhlakul karimah. Terlebih lagi proses transformasi sosial di era otonomi masyarakat sehingga kemampuan yang ada dalam masyarakat dapat di optimalkan.  Gagasan tentang pembaharuan pesantren merupakan bagian dari cita cita modernisasi pendidikan islam. Perspektif historis menempatkan pesantren pada posisi yang cukup istimewa dalam hasanah perkembangan sosial budaya dan agama masyarakat indonesia. Tidak berlebihan apabila pesantren diposisikan sebagai satu elemen determinam dalam struktur piramida sosial masyarakat indonesia. Adanya posisi penting yang di sandang pesantren menuntutnya untuk mengaminkan peran penting dalam setiap proses pembangunan sosial baik melalui potensi pendidikan maupun pengembangan masyarakat.
PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SD ISLAM MUTIARA AL-MADANI SUNGAI PENUH Candra, Hadi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on a preliminary study that the ultimate purpose of Civic Education in primary schools should not only expected to shape the mora lcharacter of students, SD Islam Mutiara Al-Madani Sungai Penuh, should shape both its students’ cognitive and affective aspect, such as faith and piety. This is a qualitative study, in which the data is collected through interviews and observations. The participants of this study are fifth grade students of Al- Madani Elementary School. Berdasarkan studi pendahuluan bahwa tujuan akhir dari Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar tidak hanya responsif, kritik, dan kreativitas sosial tetapi penanaman diharapkan untuk membentuk bangunan karakter moral siswa, pengembangan karakter di SD Islam Al Madani di kota Sungai Penuh, tidak hanya pada aspek proses belajar wawasan memiliki tetapi diimbangi dengan iman dan takwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan instrumen pengumpulan data melalui wawancara dan observasi dengan subjek siswa kelas lima SD studi Islam di Kota Sungai Penuh Penuh Al Madani. Hasil penekanan; pendidikan karakter acara itian memiliki visi terus disetel untuk pembentukan moral individu, yang dilakukan cakap mengambil keputusan dalam perilaku mereka, dan mampu berperan aktif dalam membangun kehidupan bersama dalam tantangan global.
Kebijakan Industri Malaysia Ahmad, Jafar
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15 No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan kebijakan ekonomi Malaysia, khususnya kebijakan industri pada pemerintahan Mahatir bin Mohamad dalam periode 1983-1990 dalam bidang otomotif. Tujuan lain dalam penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan Mahatir, sebagai Perdana Menteri Malaysia, dalam menjalankan tujuan industrialisasi. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif-analitis, yaitu pemaparan data-data yang ada dalam proses industrialisasi Malaysia serta menganalisa agar hasilnya bisa dipahami. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan industri yang dijalankan di Malaysia pada masa Pemerintahan Mahatir memperlihatkan campur tangan negara yang tinggi dalam bidang industri bisa memberi hasil yang paling tidak mendekati taget yang talah ditetapkan dalam the New Economic Policy.
METODE ILMIAH DALAM ISLAM dkk, Junaidi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scientific method in Islam is a certain way to be able to know the objects of physical and non-physical as it is, at least the closest way to the truth. In the Islamic tradition, it is known for some of scientific methods such as method of observation or experiment (tajribi) for physical objects, logical method (burhani), and intuitive method (irfani) for non physical objects, also including the more direct way, the method of bayani. Metode Ilmiah dalam Islam merupakan cara-cara tertentu untuk bisa mengetahuiobjek-objek fisik dan non fisik sebagaimana adanya, paling tidak mendekati kebenaran.Dalam tradisi Islam, dikenal beberapa metode ilmiah, yaitu metode observasi ataueksperimen (tajribi) untuk objek-objek fisik, metode logis (burhani) dan metode intuitif(irfani) untuk non fisik, juga termasuk dengan cara yang lebih langsung yakni metodebayani.
THE DYNAMICS OF MENTAWAI ISLAND CHILDREN: REFERRING ON CLASSICAL CURRICULUM DEVELOPMENT AS CHARACTER TRANSFORMATION EFFORTS Ahmad, Aprizal Ahmad; Mustaqim, Mujahidil
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Mentawai dikenal memiliki budaya yang bebas tidak seperti nilai-nilai dan norma-norma masyarakat di daerah lain umumnya di Sumatera Barat. Penelitian ini mengungkapkan apa saja tahap perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari referensi pengembangan kurikulum klasik sebagai upaya transformasi karakter anak-anak Pulau Mentawai. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat dinyatakan sebagai berikut: Pertama, tujuan untuk tahap perencanaan pengembangan kurikulum anak KP mengacu pada teori pendidikan perennialism. Hal ini dapat dilihat dari konsep kegiatan sehari-hari  anak khusus panti asuhan yang cenderung secara  umum kegiatannya untuk memperkenalkan dan menerapkan prinsip-prinsip karakter kehidupan Islami. Kedua, pelaksanaan kurikulum pada anak-anak Pulau Mentawai Dilakukan secara terus menerus. Pelaksanaan Kurikulum anak yang keberlanjutan di Pulau Mentawai ditentukan oleh pembangun khusus panti asuhan. Ketiga, hasil pengembangan kurikulum dapat dianggap memuaskan  anak-anak Pulau Mentawai dalam ukuran keagamaan.
MEMBANGUN PERADABAN ZAKAT (Studi Terhadap Ayat, Hadis dan Regulasi Negara tentang Zakat, Infak dan Sedekah) Repelita, Repelita
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 13 No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In language, zakat means sacred, grow and develop. While the definition of zakat means "growth resulting from Allah blessed for the life here after. charity, donation or charity is an important instrument tin poverty reduction which would give further effect is very great improvement in welfare. Zakat command is deployed in Mecca, but details about the type of wealth that must be given as well as the kind of society who deserve it. Command charity Is revealed in Madinah in the second year after the Hijra of the Prophet shape society and the state. The recipient as the right (al-ashnaf) of zakat is determined by religious texts. He used to meet eight types of needs: indigent, poor, ibn sabil, the bank rupt, converts the needy, prisoners, amy land sabilillah.Secara bahasa, zakat berarti suci, tumbuh dan berkembang. Sedangkan secara definisi, zakat berarti pertumbuhan yang dihasilkan dari keberkatan Allah SWT untuk kehidupan dunia akhirat. Zakat, infak maupun sedekah adalah instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan yang akan memberikan efek lanjutan sangat besar dalam peningkatan kesejahteraan. Perintah zakat diturunkan di Mekkah, tetapi rincian tentang jenis kekayaan yang wajib diberikan serta jenis kelompok masyarakat yang berhak menerimanya diturunkan di Madinah pada tahun kedua hijriah setelah Nabi membentuk masyarakat dan negara. Adapun penerima yang berhak (al-ashnaf) dari zakat ditentukan oleh teks-teks agama. Ia digunakan untuk memenuhi delapan jenis kebutuhan: fakir, miskin, ibnu sabil, orang bangkrut, muallaf yang membutuhkan, tawanan, amil dan sabilillah. 
HUKUM PERCERAIAN DISEBABKAN OLEH LI’AN Faizin, Faizin
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Islamic law, the despair and the end of a marriage in a conjugal situation can occur at the instance of her husband through divorce. While the conclusion of a marriage is the will of the husband and wife can occur through curses, that the oath taken spouses in which there is the curse of God if the statement is not true with respect to his vow husband alleged that his wife had committed adultery with another man. The allegations in the absence of witnesses, as required for the issue of adultery four witnesses. My husband Saw his wife admitted having sexual relations with another person, whereas witness Saw the act of adultery, the wife or husband denies and says that for several months did not have sexual relations with a variety of reasons. Under the provisions of article 162 is a common thread that can be taken by the husband and wife do lian each other, then there was a break between them for ever. Children conceived following his mother.Menurut syari’at Islam, putus asa dan berakhirnya suatu perkahwinan dalam keadaan suami-istri dapat terjadi atas kehendak suami melalui talak. Sedangkan berakhirnya suatu perkawinan atas kehendak suami juga isteri dapat terjadi melalui li’an, yaitu sumpah yang dilakukan suami atau isteri yang didalamnya terdapat pernyataan sikap dilaknat Allah jika sumpahnya tidak benar sehubungan dengan tuduhan suami bahwa isterinya telah berbuat zina dengan laki-laki lain.Tuduhan itu tanpa kehadiran saksi, seperti disyaratkan untuk masalah perzinaan yaitu empat orang saksi. Suami mengaku menyaksikan isterinya melakukan hubungan seksual dengan orang lain, sebagailayaknya saksi menyaksikan perbuatan zina, atau suami mengingkari kandungan isterinya dan mengatakan bahwa selama sekian bulan tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan berbagai alasan. Berdasarkan ketentuan pasal 162 tersebut dapat diambil benang merah bahwa suami-isteri saling melakukan li’an, maka terjadilah perpisahan antara keduanya untuk selama-lamanya.  Anak yang dikandung dimasabkan kepada ibunya
KONTROVERSI PENERAPAN KHILAFAH DI INDONESIA Yustika, Gaung Perwira; M. Bagus Kurnia PS, Alaika; Wahid, Abdurrohman
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.453 KB) | DOI: 10.32939/islamika.v18i1.241

Abstract

Permasalahan yang pertama kali muncul ketika Nabi Muhammad wafat adalah masalah khilafah/kepemimpinan, mengenai siapa yang cocok menggantikan kedudukannya sebagai kepala negara. Islam tidak memberikan sistem kepemimpinan dan ketatanegaraan yang paten untuk umat Islam. Hal ini tidak sulit dipahami, karena sistem bukanlah jaminan yang dapat mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat, selain sebagai sesuatu yang relatif dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Sementara tujuan pendirian Negara adalah mewujudkan kemakmuran. Oleh karena itu, yang dapat menjamin tujuan Negara, dengan kata lain terwujudnya kemaslahatan dan kesejahteraan atau kemakmuran adalah berlakunya prinsip-prinsip universal sebagaimana yang diajarkan Islam yaitu prinsip keadilan dalam penegakan hukum, prinsip amanah dalam menjalankan tugas, tanggungjawab, dan professional. Indonesia merupakan negara yang mayoritas  masyarakatnya adalah muslim, sehingga sebagian kelompok menganggap khilafah cocok untuk didirikan di Indonesia. Akan tetapi, wacana pendirian khilafah di Indonesia mengalami banyak penolakan dari berbagai pihak, karena sistem khilafah dinilai tidak relevan dengan keadaan bangsa Indonesia saat ini yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Tulisan ini akan menjelaskan tentang konsep khilafah dan kontroversinya di Indonesia. Kata Kunci : Kontroversi, Khilafah, Indonesia
TRANFORMASI PERADILAN PADA MASA UMAR BIN ABDUL AZIZ asaari, asaari
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17 No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembaharuan yang dilaksanakan oleh Umar bin Abdul Aziz dalam Peradilan adalah peradilan Mazhalim, yang objeknya adalah para penguasa, keluarganya dan dirinya sendiri. Dengan cara seperti ini yang diprakarsai oleh Abdul Malik Bin Marwan makin berjalan dengan sangat efektif. Umar bin Abdul Aziz mengatakan”pelaksanaan hudud sama dengan pelaksanaan syari‟at lainnya tanpa kecuali,akan tetapi   Umar bin Abdul Aziz memerintahkan para Gubernur di seluruh wilayah untuk meminta persetujuannya terlebih dahulu.  Pelaksanaan peradilan tipikor pun dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz dalam praktek yang uniq dan ijtihad yang teristimewa. Tindakan tipikor yang dilakukan olehYazid bin Muhallab tidak dianggap sebagai pencuri karena harta yang diambil merupakan   yang sebenarnya juga miliknya (شبَ الولك) maka tangannya Yazid bin Muhalab tidak dipotong akan tetapi dipenjarakan sampai ia bias mengembalikan harta yang digelapkannya itu.  Di Bidang peradilan Hisbah, Umar bin Abdul Aziz telah memberikan batasangkut bagi binatang-binatang seperti keledai dan onta, yang tidak boleh melebih 600 Ritl (272,15542 Kg).  Umar bin Abdul Aziz juga menyediakan dana dari Baitul Mal untuk pernikahan pemuda-pemuda yang berniat menikah yang diumumkan di keramaian seperti di pasar demi membina akhlak muslimin.
URGENSI MEMPELAJARI PSIKOLINGUISTIK TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA Wahyudi, Wahyudi; Ridha DS, Muhammad
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17 No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan medium paling penting bagi semua intekrasi manusia dan dalam banyak hal bahasa dapat disebut sebagai intisari dari fenomena social. Bahasa sebagaimana yang dikatakan oleh ahli psikolinguistik, bahwa tanpa adanya bahasa, tidak akan ada kegiatan dalam masyarakat selain dari kegiatan yang didorong oleh naruni saja. Sehingga bahasa merupakan pranata social yang setiap orang menguasai, agar dapat berfungsi dalam daerah yang bersifat kelembagaan dari kehidupan social. Berangkat dari hal diatas, bahwa psikolingguistik adalah sebagai sesuatu  bidang ilmu yang luas yang turut berperan dalam memberikan berbagai pertimbangan khususnya dalam proses pembelajaran bahasa.  

Page 4 of 31 | Total Record : 305


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 25 No. 1 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 2 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 1 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 2 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 1 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 01 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 2 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 19 No 02 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 02 Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 01 Vol. 19 No. 02 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 19 No. 01 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 18 No 02 (2018): Jurnal Islamika Volume 18 No 02 Vol. 18 No. 02 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 18 No. 01 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 17 No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Vol 17 No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 15 No. 2 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 13 No. 1 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 1 (2013) More Issue