Articles
Pendidikan Karakter dan Perilaku Memilih Warga Kota Sungai Penuh
Ahmad, Jafar
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.458 KB)
Di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, keterlibatan langsung warga dalam setiap pemilihan politik telah membawa perubahan besar. Tidak saja bagi meningkatnya partisipasi warga secara langsung dalam politik, namun juga beberapa ekses negatif terhadap prilaku memilih warga. Di antara yang paling menonjol adalah pola pilihan yang sangat dipengaruhi oleh unsur primordialisme dan penggunaan uang sebagai imbalan dalam pemilihan. Prilaku politik warga dalam melakukan pilihan seperti yang tersebut di atas, alih-alih mendukung berkembangnya demokrasi ke arah yang lebih baik, justeru menghancurkan nilai-nilai yang ingin dicapai oleh demokrasi. Sehingga perlu upaya yang cukup serius untuk mengantisipasi berkembangnya prilaku politik yang telah berkembangan, paling tidak sejak proses pemilihan langsung, tahun 2004, dimulai. Namun, di tengah-tengah masalah yang ditemui di atas, tetap ada peluang bagi pihak yang ingin memperbaiki kualitas prilaku memilih warga. Responden meyakini bahwa himbauan para tokoh masyarakat di masing-masing daerah tetap bisa memberi pengaruh positif bagi prilaku memilih warga. Bahkan, media komunikasi melalui tempat-tempat ibadah dan acara-acara keagamaan dianggap efektif untuk memperbaiki prilaku memilih warga di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh
Kebijakan Industri Malaysia
Ahmad, Jafar
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15 No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan kebijakan ekonomi Malaysia, khususnya kebijakan industri pada pemerintahan Mahatir bin Mohamad dalam periode 1983-1990 dalam bidang otomotif. Tujuan lain dalam penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan Mahatir, sebagai Perdana Menteri Malaysia, dalam menjalankan tujuan industrialisasi. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif-analitis, yaitu pemaparan data-data yang ada dalam proses industrialisasi Malaysia serta menganalisa agar hasilnya bisa dipahami.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan industri yang dijalankan di Malaysia pada masa Pemerintahan Mahatir memperlihatkan campur tangan negara yang tinggi dalam bidang industri bisa memberi hasil yang paling tidak mendekati taget yang talah ditetapkan dalam the New Economic Policy.
Sejarah Jambi
Ahmad, Jafar
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebijakan Industri Malaysia: Kebijakan Industri Mahatir 1988-1985
Jafar Ahmad
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v15i1.134
ABSTRACT This study aims to understand and explain the policy of the Malaysian economy, particularly industrial policy on bin Mohamad Mahathir administration in the period 1983-1990 in the automotive field. Another objective of this research was to determine and explain the efforts made Mahathir, as Prime Minister of Malaysia, in the run goal of industrialization. The type of this research is descriptive-analytical, ie exposure data that is in the process of industrialization of Malaysia as well as analyze the results in order to be understood. Based on the results of the study show that industrial policy is implemented in Malaysia during the Mahathir administration showed a high state intervention in the industry can give results at least talah taget approach set out in the New Economic Policy. KEYWORDS: Policy of industrial, automotive and Industrial Capital Japan
Sejarah Jambi: Sejarah Jambi
Jafar Ahmad
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 15 No. 2 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v15i2.147
Dinamika dan Problematika Perkembangan Pemikiran Islam Moderat di Kalangan Perguruan Tinggi Umum di Indonesia
Jafar Ahmad
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini memotret bagaimana konsepsi pemikiran Islam Moderat kurang berkembang di perguruan tinggi umum. Padahal, paham Islam Moderat adalah obat penawar mujarab bagi penyebaran paham radikalisme di kampus-kampus, yang kini pertumbuhannya sudah sangat mengkhawatirkan. Bagaimana itu bisa terjadi dan faktor apa saja yang menjadi penyebabnya? Penelitian ini secara spesifik menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tersebut. Peneliti memperoleh data melalui kajian literatur, baik melalui buku, jurnal maupun artikel di media massa. Peneliti juga memperkuat data kajian melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurang berkembangnya pemikiran Islam Moderat di kalangan universitas umum disebabkan karena tidak adanya proses pelembagaan paham moderatisme Islam di kampus-kampus umum tersebut. Sementara paham fundamentalis yang berujung pada konsepsi radikalisme, justru perkembangannya berlangsung massif melalui lembaga resmi kampus seperti Lembaga Dakwah Kampus (LDK).
Pendidikan Karakter dan Perilaku Memilih Warga Kota Sungai Penuh: Pendidikan Karakter dan Perilaku Memilih Warga Kota Sungai Penuh
Jafar Ahmad
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, keterlibatan langsung warga dalam setiap pemilihan politik telah membawa perubahan besar. Tidak saja bagi meningkatnya partisipasi warga secara langsung dalam politik, namun juga beberapa ekses negatif terhadap prilaku memilih warga. Di antara yang paling menonjol adalah pola pilihan yang sangat dipengaruhi oleh unsur primordialisme dan penggunaan uang sebagai imbalan dalam pemilihan. Prilaku politik warga dalam melakukan pilihan seperti yang tersebut di atas, alih-alih mendukung berkembangnya demokrasi ke arah yang lebih baik, justeru menghancurkan nilai-nilai yang ingin dicapai oleh demokrasi. Sehingga perlu upaya yang cukup serius untuk mengantisipasi berkembangnya prilaku politik yang telah berkembangan, paling tidak sejak proses pemilihan langsung, tahun 2004, dimulai. Namun, di tengah-tengah masalah yang ditemui di atas, tetap ada peluang bagi pihak yang ingin memperbaiki kualitas prilaku memilih warga. Responden meyakini bahwa himbauan para tokoh masyarakat di masing-masing daerah tetap bisa memberi pengaruh positif bagi prilaku memilih warga. Bahkan, media komunikasi melalui tempat-tempat ibadah dan acara-acara keagamaan dianggap efektif untuk memperbaiki prilaku memilih warga di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh
KONFLIK POLITIK DESA PEREBUTAN SUMBER DAYA EKONOMI (STUDI KASUS KONFLIK MASYARAKAT DESA PULAU PANDAN VERSUS PLTA PT KERINCI MERANGIN HIDRO DI KABUPATEN KERINCI)
Jafar Ahmad
Al Dzahab: Journal of Economics, Management, Business and Accounting Vol. 2 No. 2 (2021): Al-Dzahab: Journal of Economics, Management, Business, and Accounting
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.03 KB)
|
DOI: 10.32939/dhb.v2i2.1153
Tujuan Penelitian: Penelitian ini memotret secara gamblang bagaimana model konflik sosial terjadi antara korporasi besar dengan masyarakat yang relasi sosialnya sangat solid, kuat dalam memegang teguh adat istiadat. Konflik ini dimulai pada perebutan sumber daya ekonomi berupa tanah masyarakat/adat yang akan dijadikan lahan untuk pembangunan perusahaan yang terletak di bagian selatan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Di tempat lain, konflik selalu saja melibatkan masyarakat dan korporasi secara langsung. Konflik terjadi head to head. Berbeda yang terjadi di Kerinci, PT Kerinci Merangin Hidro di Desa Pulau Pandan tidak lagi berhadap-hadapan atau berkonfrontasi langsung ketika menguasai tanah untuk kepentingan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Desain/Metodologi/Pendekatan Penelitian: Penulis mengumpulkan data riset ini melalui proses wawancara mendalam, kajian literatur, analisis dokumen termasuk informasi di surat kabar. Untuk menganalisis temuan ini penulis menggunakan teori konflik dan konsensus Maswadi Rauf. Hasil Penelitian: Temuan riset ini menunjukkan kehadiran dan penguasaan lahan oleh PT Kerinci Merangin Hidro telah memantik konflik sosial yang sangat meluas di tengah masyarakat Desa Pulau Pandan. Perusahaan di bawah bendera grup Bukaka (milik mantan Wapres Jusuf Kalla) itu memahami struktur sosial masyarakat yang sangat solid sehingga tak mau ambil resiko dengan melakukan konfrontasi secara langsung. Implikasi Hasil Penelitian: Dalam penguasaan sumber daya ekonomi masyarakat diperlukan beberapa strategi yang humanis dan persuasif sehingga tidak terjadi bentrokan antara perusahaan dengan masyarakat.
Analisis Keberhasilan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) Dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia
Jafar Ahmad
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 4 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/ishlah.v4i1.176
The jihad resolution initiated by the founder of Nahdlatul Ulama( NU), Haddratus Shaykh Hashim Asyari, at the beginning of the independence of the Republic of Indonesia (October 1945), proved successful in moving the Islamic masses to fight the Dutch invaders who tried to return to ride the allies in Surabaya. An unequal battle against a heavily armed foreign army The question is, why did the resolution of jihad work? What factors can mobilize the Muslim masses so as to welcome the resolution of jihad? Will the resolution of jihad remain relevant if it is implemented in the present or in the future? The data in this research was obtained through literature reviews, both in indexed journals and book reviews, and by analyzing information in a number of mass media. The findings of this research indicate the success of the resolution of jihad in mobilizing the Islamic masses during the independence period because of a number of things. First, the momentum of the proclamation of August 17, 1945. The moment made all Indonesian people solid, especially Islam. Second, the massive mobilization of resources among Islamic boarding schools, especially the formation of militant masses due to the growth of a kind of belief that welcoming the resolution of jihad is mandatory and when syahid will be rewarded with Paradise. Third, the success of the framing of the fatwa of jihad was because it was initiated by high-reputed scholars and then spread massively by scholars through boarding schools so as to stimulate collective action.
Krisis Akulturasi dan Komodifikasi Agama dalam Konflik Adat Rencong Telang Kerinci
Jafar Ahmad;
Nuzul Iskandar
Jurnal Penelitian Volume 19 Nomor 1 2022
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/jupe.v19i1.5114
This article is intended to analyze the role and position of religion in the Rencong Telang customary conflict in Kerinci Regency, Jambi, which has given rise to the dualism of customary institutions. There are two points of concern that will be highlighted in this article. First, religion and customs are facing an acculturation crisis. Second, efforts to commodify religion in winning the contestation. This study uses qualitative data obtained through interviews, observations, and document studies and then analyzed descriptively. The results showed that the Rencong Telang customary conflict took place when the role and position of religion weakened in the social order so that religion was unable to build reconciliation when adat was in conflict. This condition threatens the acculturation of religion and customs of Rencong Telang, which has been created for a long time and is reflected in the philosophy of “adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah.” Furthermore, religion in a vacuum is also vulnerable to being used as a commodity to seize influence and win conflicts by one or both parties.