cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN EKONOMI AGRIBISNIS KOPI SECARA INTEGRATIF DI KECAMATAN SUMBER WRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO Diah Ayu Warista Rizki; Soetrisno Soetrisno; Jani Januar
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i1.406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penguatan kelembagaan ekonomi agribisnis kopi  secara integratif. Penentuan daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive method) . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penelitian ini dianalisis menggunakan alat analisis medan kekuatan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategipenguatan kelembagaan ekonomi agribisnis kopi secara integrative adalah dengan perumusan model strategi penguatan kelembagaan ekonomi pada agribisnis kopi berupa sinergitas pola komunikasi antar kelembagaan ekonomi dan stakeholder yang terlibat dalam agribisnis kopi di Kecamatan Sumber Wringin.
MODEL SPASIAL PERUBAHAN LAHAN SAWAH UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) DI KABUPATEN SELUMA Mujiono M; Indah Fitria
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2193

Abstract

Penelitian dilakukan untuk : (1) membuat model spasial perubahan lahan sawah di kabupaten Seluma antara tahun 2000 - 2010, 2010 - 2019, dan 2000 – 2019, (2) membuat model spasial prediksi perubahan lahan sawah kabupaten Seluma tahun 2032. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif serta analisis menggunakan ArcGIS 10. 2, Envi 5. 1 dan IDRISI Selva 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2000 – 2010 sawah berkurang seluas 765 ha sedangkan perkebunan dan lahan terbangun justru bertambah, masing-masing menjadi 15.871 ha dan 537 hektar. Kemudian, periode 2010 hingga 2019 perubahan lahan sawah menjadi penggunaan lainnya meningkat 100 persen (1.645 hektar). Sedangkan perkebunan bertambah sekitar 35 persen atau 5.609 hektar. Jadi, dalam kurun waktu 19 tahun kabupaten Seluma telah kehilangan 2.410 ha sawah, sementara di saat yang sama perkebunan mengalami peningkatan luas lahan sebesar 21.479 hektar. Perubahan banyak terjadi di bagian Selatan, sebab wilayah ini memiliki karakteristik fisik lereng 0 – 2 % atau terkategori datar sehingga mudah dibudidayakan. Hasil model spasial prediksi perubahan lahan sawah antara tahun 2019 hingga 2032 menunjukkan adanya penambahan lahan sawah seluas 557 hektar. Namun lahan perkebunan justru berkurang cukup signifikan yakni seluas 4.156 ha, sedangkan lahan terbuka justru bertambah 3.274 hektar.
RESPONSIBILITAS JUMLAH BUAH PER MALAI TERHADAP UKURAN DAN KUALITAS BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) VARIETAS ARUMANIS Muhammad Chabib IS
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v11i1.666

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh jumlah buah per malai yang tepat untuk mempertahankan kualitas buah dengan produksi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jumlah buah per malai terhadap produksi dan kualitas buah mangga. Penelitian dilaksanakan di kebun  milik pribadi di Desa Maron, Kecamatan Patemon, Kabupaten Probolinggo pada tanggal 20 Juli sampai 24 Nopember 2000. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa jumlah buah per malai berpengaruh terhadap ukuran buah dan produksi, tetapi tidak berpengaruh terhadap kualitas buah mangga Arumanis. Perlakuan tiga buah  per malai dapat  meningkatkan  produksi sebesar 36% dibandingkan dengan satu buah per malai dan 28% dibandingkan dengan dua buah per malainya. Kata Kunci: Mangga Arumanis, jumlah buah, ukuran buah, kualitas mangga, dan produktivitas.
Invigorasi Mutu Fisiologis Benih Terung Ungu (Solanum melongena L.) Kadaluarsa dengan Beberapa Teknik Osmoconditioning Pitri Ratna Asih
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.3905

Abstract

Invigorasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi benih yang telah mengalami deteriorasi. Osmoconditioning adalah teknik invigorasi dengan perlakuan hidrasi benih terkontrol dengan tujuan mempercepat proses imbibisi dan aktivasi enzim sehingga perkecambahan terjadi lebih cepat dan serempak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik osmoconditioning yang mampu meningkatkan mutu fisiologis benih terung yang telah lewat masa edar/kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakan secara acak lengkap faktor tunggal yaitu perlakuan osmoconditioning yang terdiri dari 9 (sembilan) perlakuan yaitu kontrol, air hangat, ekstrak bawang merah, Poli Etilen Glikol (PEG) 1%, PEG 3%, PEG 5%, KNO3 2 gr/L, KNO3 4 gr/L, dan KNO3 6 gr/L. Masing-masing perlakuan terdiri dari 25 butir benih dan diulang 3 kali. Benih terung kadaluarsa 2 tahun 10 bulan telah mengalami deteriorasi dengan viabilitas 80%. Perlakuan osmoconditioning menggunakan KNO3 mampu meningkatkan viabilitas maupun vigor benih terung kadaluarsa nyata lebih baik dibandingkan kontrol dari pengamatan daya berkecambah, indeks vigor, bobot kering kecambah normal, serta tinggi kecambah. Perlakuan osmoconditioning dengan PEG menghasilkan panjang akar paling besar sebagai respon benih terhadap lambatnya imbibisi yang cenderung mengarah ke kondisi kekeringan.
OPTIMIZATION OF PRODUCTION TECHNOLOGY TRUE SHALLOT SEED (BIOLOGICAL SEEDS) ONION(Allium ascalonicum L) Wiwit Widiarti; Insan Wijaya; Iskandar Umarie
AGRITROP Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v15i2.1174

Abstract

Penggunaan True Shallot Seed (TSS) untuk produksi umbi bawang merah belum banyak dilakukan di Indonesia. Ketersediaan TSS sebagai benih bawang merah yang sehat dan berdayahasil tinggi masih sangat terbatas karena belum banyak yang memproduksi TSS. Masalah utama dalamp roduksi TSS di Indonesia adalah kemampuan berbunga dan menghasilkan biji varietas-varietas bawang merah masih rendah, terutama di dataran rendah. Tujuan jangka pendek: ditemukan teknik pembungaan dan pembentukan biji bawang merah untuk memproduksi TSS. Tujuan jangka panjang: tersedia teknologi budidaya bawang merah menggunakan biji (TSS) sebagai bahan tanam. Target yang akan dicapai adalah diperoleh paket teknologi produksi True Shallot Seed (biji biologi) yang efektif dan efesien pada bawang merah, sehingga memudahkan masyarakat untuk memproduksi TSS secara masal. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember pada bulan Maret sampai Juni 2017. Rancangan yang digunakan adalah Split plot yang disusun secara Faktorial, dengan 3 ulangan, faktor utama penggunaan konsentrasi ZPT dengan 3 level pemberian, Z1 = GA3 konsentrasi 50 ppm, Z2 = GA3 konsentrasi 100 ppm, Z3 = GA3 konsentrasi 150 ppm dan anak petak adalah vernalisasi, terdiri dari 4 level, V0: tanpa vernalisasi, V1: vernalisasi 2 minggu, V2: vernalisasi 4 minggu, dan V3: vernalisasi 6 minggu, sebagai faktor ke dua. Karakter agronomis yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, dan berat umbi.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh faktor utama yaitu: pemberian GA3 dengan berbagai konsentrasi belum menunjukkan pengaruh nyata terhadap semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah. Sedangkan pengaruh anak petak yaitu waktu vernalisasi bibit, menunjukkan pengaruh yang nyata, disemua karakteristik morfologi tanaman bawang merah yang diamati. Hasil uji lanjut dengan LSD 0,05, menunjukkan perlakuan pendinginan pada bibit bawang merah berbeda nyata dengan kontrol, pada semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah yang diamati, sedangkan antar perlakuan pendinginan (V1, V2, dan V3), tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada semua karakter yang diamati. Pengaruh interaksi antara konsentrasi ZPT dengan Pendinginan bibit, belum menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, dan berat umbi.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI CABAI MERAH BESAR DI DESA ANDONGSARI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER Indra Nofita Edy Sutiarso Syamsul Hadi
AGRITROP Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v13i2.87

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat keuntungan pada usahatani cabai merah besar antar skala usaha dan faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap tingkat keuntungan dimaksud. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei. Lokasi penelitian di Desa Andongsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Teknik penentuan lokasi penelitian dengan purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara langsung. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dan analisis data yang digunakan adalah analisa kuantitatif, uji beda rata-rata dan analisis regresi dengan uji F, uji LSD, dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdasarkan strata luas lahan, menunjukkan adanya perbedaan keuntungan yang signifikan antara golongan petani sempit dan luas, golongan petani sedang dan luas. Sedangkan pada golongan petani sempit dan sedang, tidak menunjukkan adanya perbedaan keuntungan yang signifikan; dan (2) faktor produksi, harga jual dan biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap keuntungan usahatani cabai merah besar.Kata Kunci: Keuntungan, skala usaha dan cabe merah besar
PENINGKATAN KEMAMPUAN SERAPAN NITROGEN (N) TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) MELALUI MUTASI GEN SECARA KIMIAWI Khoirotun Nikmah; Miswar Musni
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2182

Abstract

Tanaman padi adalah salah satu tanaman pangan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Indonesia. Penggunaan pupuk nitrogen (N) dalam kegiatan budidaya padi meningkat setiap tahun, tetapi kemampuan tanaman padi untuk menyerap unsur N masih rendah, sekitar 30% -50% dan kehilangan  N ke lingkungan tanah juga cukup tinggir. Upaya untuk mendapatkan varietas padi yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap N  dapat dilakukan melalui mutasi buatan menggunakan senyawa kimia, salah satunya menggunakan Ethyl Methane Sulfonate (EMS). Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pengembangan varietas padi baru yang memiliki tingkat penyerapan N yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman ini. Padi yang telah dimutasi dan dikendalikan kemudian dikecambahkan dalam media tanam pasir dan ditanami secara hidroponik dengan diberi nutrisi. Setiap 10 hari sampel nutrisi pada media tanam dan dilakukan pengukuran tanaman tinggi. Pengambilan sampel nutrisi diambil dari 4 titik pada masing-masing tanaman kemudian sampel ditambahkan dengan NO3- dan NH4+ berdasarkan metode Cataldo et al., (1975) untuk kandungan nitrat dan amonium menggunakan Baethgenand Alley (1989).
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK TERASI PADA USAHA KELOMPOK POKLAHSAR DI KECAMATAN PUGER UNTUK MENDORONG PENGEMBANGAN PEMASARANNYA Hari Rujito; Sutarjo Sutarjo; Taslim Taslim; Suharjono Suharjono
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.435

Abstract

Terasi Puger dikenal sebagai produk yang sangat lezat dan populer, tetapi pemasaran produk ini masih terbatas di pasar tradisional saja dan kurang mampu menembus pasar modern (Super market). Hal ini terjadi karena kurang standar desain kemasan, menghemat daya tahan dan bau yang kuat yang membuat Terasi Puger tidak dapat ditampilkan dan dijual di pasar modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain yang paling sesuai dan kinerja produk Terasi Puger untuk pengembangan pemasaran, sehingga perlu pendekatan model Fungsi Deployment Kualitas. Analisis data menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan teknik Quality Function Deployment (QFD). Hasil penelitian ini menunjukkan kriteria kebijakan yang diyakini sebagai yang paling penting adalah peningkatan pendapatan dari 0,731 nilai bobot dan strategi pemasaran yang lebih luas sebagai alternatif kebijakan yang mempengaruhi sebagian besar untuk 0518 nilai bobot. Untuk kebutuhan konsumen dari produk terasi srimp kelompok Poklahsar yang perlu perbaikan adalah Aroma, ukuran, kemasan, komposisi, tanggal kadaluarsa, Kesiapan (Maturity), Kesehatan Label (P.IRT) dan Ease Acquire. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut; kriteria kebijakan yang paling cocok dari Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah peningkatan pendapatan, yang paling cocok strategi kebijakan alternatif strategi pemasaran untuk pasar asrama, desain yang paling sesuai adalah dengan meningkatkan berat badan dengan 4,5 gram, sebuah kemasan kompak dan label kemasan dengan tanggal kadaluarsa dan label kesehatan (P.IRT), dan pertunjukan yang paling cocok yang baik terasa udang, baik aroma (tidak tajam), bahan warna natural, harga sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, bahan-bahan yang tercantum dalam paket, dan mudah dalam memperoleh produk dan memperluas distribusi ke pasar yang lebih luas.
Respon Berbagai Varietas Pakcoy (Brassica rapa Kultivar chinensis) Terhadap Sumber Nutrisi Pada Sistem Budidaya Secara Hidroponik Iskandar Umarie; Oktarina Oktarina; Silvia Dwi Ningrum
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.4108

Abstract

Meningkatnya kemajuan teknologi industri seperti pabrik-pabrik. semakin berkembang, sehingga menggeser lahan pertanian terutama di daerah perkotaan yang mengakibatkan lahan pertanian semakin sedikit. Kebutuhan masyarakat akan pangan semakin meningkat, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khusus masyarakat perkotaan, yaitu dengan cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Respon pertumbuhan beberapa varietas dan jenis nutrisi pada tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa Kultivar chinensis) yang dibudidayakan dengan system hidroponik. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot yang rangcang secara acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor (3x3) faktor utama jenis nutrisi (N) yang terbagi tiga taraf : N1 = AB mix, N2 = POC Biogan, N3 = POP Supernasa dan faktor kedua perlakuan varietas (V) yang terbagi tiga taraf : V1 = Green Pakcoy, V2 = White Pakcoy, V3 = Brisk Green, yang masing-masing diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan nutrisi menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy, nutrisi AB Mix memberikan respon yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy.Perlakuan varietas Pakcoy berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy, Varietas White Pakcoy dan Green Pakcoy memberikan respon yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi Pakcoy. Interaksi antara Nutrisi dengan varietas Pakcoy, menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan sawi Pakcoy.  Hasil terbaik interaksi   nutrisi diperoleh antara AB mix dengan  varietas White Pakcoy, POC Biogan dengan Green Pakcoy, POP Supernasa dengan White Pakcoy. Sedangkan interaksi verietas dengan nutrisi hasil terbaik diperoleh antara semua varietas pakcoy dengan nutrisi AB Mix.
KAJIAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS KEDELAI VARIETAS BALURAN BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT PENANAMAN [PRODUCTIVITY AND QUALITY STUDY OF BALURAN VARIETY SOYBEAN BASED ON GROWING LOCATION ALTITUDE] Joko Sudibya; Usmadi Usmadi
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v12i2.709

Abstract

Kedelai  Baluran  adalah  salah  satu  varietas    unggul  hasil  peneliti  Universitas  Jember  yang  dilepas pemerintah Republik Indonesia dengan SK Menteri Pertanian Nomor 275 tahun 2002. Varietas  tersebut berdaya hasil tinggi (2,5-3,5 Mg ha-1), berbiji besar (13-17 g/100 butir) dan berumur pendek (umur panen 80 hari setelah tanam). Penelitian dilakukan untuk mengkaji produktivitas dan kualitas    kedelai varietas Baluran yang ditanam di tiga lokasi dengan variasi ketinggian tempat. Lahan  penelitian adalah  sawah dan lahan kering yang disawahkan. Sifat kimia tanah yang dianalisis meliputi pH (H2O), C-organik, P2O5, Kalium (K), Calsium (Ca), Natrium (Na), Magnesium (Mg), Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa (KB) dan populasi rhizobia. Parameter yang diamati meliputi   tinggi tanaman, jumlah polong setiap tanaman,  produktivitas potensial/hektar, berat biji/tanaman dan berat biji/ 100 butir serta kualitas biji untuk pangan (kadar protein,  lemak,  abu,  air dan  karbohidrat).  Hasil penelitian menunjukan: (1) sifa kimia tanah bervariasi (pH H2O rata-rata 6,5 , kadar C-organik sangat rendah hingga rendah dengan rata-rata 1,00 %, N total rendah hingga sedang dengan rata-rata 0,19%, P tersedia sangat rendah hingga rendah dengan rata-rata 13,46 ppm, KTK rendah hingga tinggi dengan rata-rata 21 me/100g dan KB rendah hingga tinggi dengan rata-rata 47,77% dan rata-rata populasi rhizobia 8,56), (2) keragaan tanaman bervariasi (tinggi tanaman 40,28 – 49,09 cm, jumlah polong/ pohon 27,50 – 63,67, produktivitas potensial 2,04 – 5,60 ton/ha, berat biji/tanaman 7,72 – 18,01 gram, berat biji/100 butir 14,15 – 16,71 gram) dan (3) kualitas biji varietas Baluran untuk bahan agroindustri pangan tidak kalah dengan kedelai impor. Kata Kunci : produktivitas, kualitas, keragaan tanaman.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue