Articles
252 Documents
Pemerolehan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua pada Siswa Thailand di MA Nurul Islam Jember
Yuliana, Rosa
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v5i1.2989
Manusia diberkati sebuah alat yang bernama language acquisition device (LAD) sehingga memungkinkan mereka untuk mampu berbahasa. Begitu pula pemerolehan bahasa yang erat hubungan tentang bagaimana manusia mempresepsi ujaran serta memahami ujaran orang lain, karena memahami serta mempresepsi ujaran adalah unsur pertama untuk menguasai hal dalam berbahasa. Sedangkan pemerolehan bahasa kedua merujuk pada bahasa apapun yang diepelajari seseorang setelah mereka menguasai bahasa ibunya. Studi penelitian ini tentang: (1) bagaimana proses pemerolehan bahasa Indonesia pada pelajar Thailand di MA Nurul Islam, dan; (2) pengimplikasiannya pada aspek sintaksis. Penelitian ini bersifat penelitian kualitatif deskriptif yang nanti akan menguraikan secara terperinci tentang proses pemerolehan bahasa Indonesia pada pelajar Thailand di MA Nuris Islam. Dimana sumber data yang dipakai ialah siswa Thailand itu sendiri. Hasilnya, pemerolehan bahasa Indonesia pada pelajar Thailand telah didapat lebih dulu sebelum tiba di Indonesia, berkat (a) adanya kemiripan antara B1 dengan B2, (b) mempelajari bahasa Indonesia melalui film. Lalu setiba di Indonesia pun pelajar Thailand juga memperoleh bahasa Indonesia dengan adanya, (c) program bimbel untuk pelajar Thailand, dan (d) pemerolehan bahasa dari lingkungan pondok pesantren. Namun dalam implementasiannya dalam aspek sintaksis masih ditemukan (a) ketidak serasian makna kalimat, dan (b) ketidak serasian bentuk. Demikian, dapat disimpulkan bahwa pelajar Thailand ini menguasai bahasa Indonesia sebelum tiba di Indonesia dan mendapatkan wawasan baru berkat program bimbel serta pengaruh lingkungan pondok pesantren. Akan tetapi pengimpelementasiannya dalam aspek sintaksis masih kurang dalam hal makna dan ketidakserasian bentuk kalimat.
ISTILAH-ISTILAH PERKEBUNAN PADA MASYARAKAT MADURA
Tristanti, Kiki
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (543.57 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v4i2.2558
Artikel ini membahas bentuk-bentuk, penggunaan dan makna istilah bahasa Madura pada bidang perkebunan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara yang dilengkapi dengan teknik dasar pancing. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik cakap semuka yang dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual yang dilanjutkan dengan metode deskriptif. Data diklasifikasikan atas beberapa bentuk yaitu:nomina, verba, ajektiva dan frasa. Data berupa nomina terdiri atas nomina dasar, nomina turunan, nomina tempat, dan nomina kuantita dan penggolong. Data berupa verba terdiri atas verba asal dan verba turunan. Berdasarkan ada tidaknya nomina yang mendampinginya, data berupa verba terdiri atas verba kausatif. Secara semantik, data yang dianalisis memiliki makna istilah antara lain berupa makna khusus, makna deskriptif, dan makna refensial. Berdasarkan penggunaannya, dihasilkan bentuk-bentuk istilah yang secara etnolinguistik hanya digunakan dan dapat dipahami oleh masyarakat pemilik budaya dan pengguna bahasa tersebut.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PALANTAR NYANGAHATNMANTA’ UPACARA NABO’ PANTAK SUKU DAYAK KANAYATN
Oktaviani, Ursula Dwi;
Fitrianingrum, Evi
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (816.111 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v4i2.2564
Upacara Nabo? Pantak merupakan upacara bersyukur dan meminta, masyarakat Dayak Kanayatn mengenal tradisi bersyukur dan meminta dengan sebutan nyangahatn yang berupa mantra, nyangahatn dituturkan oleh panyangahatn (penutur mantra). Seperti halnya pada setiap upacara adat Dayak Kanayatn tidak terlepas dari nyangahatn , jadi pada upacara nabo? pantak ini juga demikian, tidak terlepas dari nyangahatn. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tanda-tanda pada palantar nyangahatn manta? upacara nabo? pantak suku Dayak Kanayatn di Dusun Pakbuis Desa Banying Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat dari sudut pandang semiotika Roland Barthes. Dalam hal ini tanda-tanda dianalisis melalui penanda (signifier), petanda (signified), tanda denotative (denotative sign), penanda konotatif (connotative signifier), petanda konotatif (connotative signified), dan tanda konotatif (connotative sign).
Kesalahan Kalimat Bahasa Indonesia dalam Skripsi Mahasiswa
Ghufron, Syamsul;
Kasiyun, Suharmono;
Hidayat, Muhammad Thamrin
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (794.328 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v5i1.3067
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan-kesalahan kalimat bahasa Indonesia yang terdapat dalam skripsi mahasiswa PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah tiga skripsi mahasiswa PGSD Unusa yang diujikan tahun 2019. Data penelitian adalah semua kalimat pada bagian latar belakang dalam ketiga skripsi tersebut. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat menggunakan instrumen berupa lembar korpus data. Penganalisisan datanya juga dilakukan secara kualitatif dengan langkah-langkah berikut: membaca dengan cermat data kalimat demi kalimat pada lembar korpus data, mengidentifikasi dan mengklasifikasi kalimat berdasarkan kesalahannya, dan merumuskan simpulan terkait dengan kesalahan kalimat dalam skripsi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam skripsi mahasiswa terdapat 44% kalimat yang menyimpang dari kaidah penyusunan kalimat. Dalam penelitian ini ditemukan lima macam kalimat yang salah berdasarkan penyebabnya yakni (1) kalimat tidak gramatikal, (2) kalimat tidak padu, (3) kalimat tidak hemat, (4) kalimat tidak logis, dan (5) kalimat tidak cermat. Dari kelima jenis kesalahan kalimat tersebut, yang paling banyak adalah kalimat tidak gramatikal yang mencapai 51% dan kalimat tidak cermat yang berjumlah 27%.
Media Internet dan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi
Pujiastuti, Rahayu;
Nurhayati, Nurhayati
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v5i1.2773
Peserta didik kelas X Jasa Boga 3 (X-JB3) SMK Negeri 6 Surabaya mengalami tiga permasalahan pada pembelajaran menyusun teks eksposisi, yaitu kesulitan (1) menemukan ide; (2) mengatur urutan peristiwa yang akan dikembangkan; (3) mengembangkan urutan peristiwa menjadi teks eksposisi. Dari 35 peserta didik, hanya 20 atau 57% yang dapat mencapai KBM 70. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi peserta didik kelas X-JB 3 di SMK Negeri 6 Surabaya melalui media internet dan peta konsep. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi dan evaluasi, serta (4) refleksi. Subjek penelitian 35 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan penilaian nontes. Penganalisisan data menggunakan persentase dan deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa media internet dan peta konsep dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi peserta didik kelas X-JB 3 di SMK Negeri 6 Surabaya. Peningkatan proses pembelajaran terlihat dari aktivitas peserta didik 78,7% pada siklus 1 menjadi 89,8% pada siklus 2. Peningkatan hasil pembelajaran terlihat dari kemampuan menulis teks eksposisi 71,4% pada siklus 1 menjadi 88,2% pada siklus 2.
PEMEROLEHAN KALIMAT TANYA BAHASA INDONESIA ANAK PRASEKOLAH USIA 5—6 TAHUN
Rohmah, Ziyadatur;
Yulianto, Bambang;
Mintowati, Maria
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (552.066 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v4i2.2122
Perkembangan bahasa anak merupakan proses yang unik. Perkembangan tersebut berkaitan dengan perkembangan fisik dan otak anak. Masa perkembangan bahasa yang mendekati sempurna adalah prasekolah (5?6 tahun) karena anak telah memahami gramatikal dan memproduksi bahasa pertamanya. Pada masa ini, anak telah menyampaikan berbagai kalimat, misalnya kalimat tanya. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan kalimat tanya pada anak prasekolah 5?6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data yang diharapkan adalah kalimat tanya yang disampaikan anak. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan dianalisis dengan teknik padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Anak prasekolah berusia lima dan enam tahun telah memperoleh kalimat tanya bahasa Indonesia. Anak prasekolah yang berusia 5 tahun telah mampu menyusun kalimat tanya biasa dengan struktur penggantian unsur kalimat berita dengan kata tanya apa, mana, dan kok serta kalimat tanya konfirmatif dengan kata iyakan yang disampaikan dengan intonasi tanya. Namun jumlahnya tidak banyak. Pemerolehan kalimat tanya pada anak usia enam tahun lebih bervariatif dibanding anak usia limat tahun. Untuk kalimat tanya biasa, anak menggunakan kata tanya apa, siapa, kenapa, dan kok serta kalimat tanya konfirmasi dengan struktur kalimat berita berintonasi tanya. Selain itu, anak juga menggunakan kata ganti apa (kah) untuk kalimat konfirmasi tersebut.
ABREVIASI PADA BERITA DALAM SURAT KABAR JAWA POS
Adnan, Muhammad Said
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.838 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v4i2.2560
Di dalam sebuah media masa termasuk surat kabar, banyak ditemui ada nya bentuk abreviasi; namun masih banyak orang yang tidak memahami baik dari segi bentuk maupun proses pembentukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses pembentukan istilah abreviasi yang terdapat di surat kabar Jawa Pos terbitan 20 Oktober 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa istilah abreviasi yang meliputi singkatan, akronim, penggalan, kontraksi dan lambang huruf. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari surat kabar Jawa Pos terbitan20 Oktober 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri selaku instrumen utama. Metode dan teknik analisis data yaitu dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Selanjutnya, teknik keabsahan temuan peneliti menggunakan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti adalah terdapat istilah abreviasi dalam surat kabar Jawa Pos terbitan terbitan 20 Oktober 2018 antara lain yaitu singkatan, akronim, penggalan, kontraksi dan lambang huruf. Singkatan sering kali kita jumpai khususnya saat membaca surat kabar.
Kata Arkais pada Hikayat Hang Tuah I dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kelas X
Wulandari, Reni;
Rijadi, Arief;
Widjajanti, Anita
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (780.27 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v5i1.2445
Hikayat merupakan karya sastra lama yang berbentuk prosa dan didalamnya mengisahkan tentang kehidupan dari keluarga istana, kaum bangsawan atau orang-orang ternama dengan segala kehebatan dan kepahlawanannya. Hikayat Hang Tuah I merupakan sebuah karya sastra melayu. Kata-kata yang terdapat dalam hikayat mengandung unsur arkais. Kata adalah satuan terkecil yang dapat berdiri sendiri dan memiliki makna. Arkais merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu atau berciri kuno dan sudah tidak lazim lagi dipakai. Kata arkais adalah kata- kata yang lazim digunakan pada masa lampau yang memiliki makna atau bentuk sesuai dengan konteks pada saat itu dan sudah jarang atau tidak pernah digunakan pada masa sekarang. Penelitian ini mengkaji kategori kata arkais pada hikayat Hang Tuah I, padanan kata arkais dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis saat ini, dan pemanfaatan hasil penelitian kata arkais pada hikayat Hang Tuah I sebagai alternatif materi pembelajaran pada siswa SMA kelas X. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah hikayat Hang Tuah I karya Bot Genoot Schap terbitan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional dan silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA Kurikulum 2013 revisi 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata arkais yang terdapat dalam hikayat Hang Tuah I karya Bot Genoot Schap terbitan Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional dan Kompetensi Dasar 3.8 membandingkan nilai-nilai dan kebahasaan cerita rakyat (hikayat) dan cerpen. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kategori kata arkais dan padanan kata arkais dalam penggunaan Bahasa Indonesia tulis saat ini. Kategori kata arkais meliputi verba, adjektiva, nomina, pronomina dan adverbia. Tidak seluruh kategori kata terpenuhi dalam data.Â
Analisis Pemerolehan Kesalahan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 7 Ambon
Rumalean, Iwan;
Tabelessy, Novita;
Hukubun, Yohanes;
Sarluf, Hajija
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v5i1.2990
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perolehan kesalahan bahasa dalam pembelajaran siswa kelas VIII bahasa Indonesia SMP Negeri 7 Ambon. Menggunakan pendekatan sinkron deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung. Analisis data dilakukan dalam satu siklus, artinya analisis dilakukan dari perencanaan hingga hasil pelaporan. Penyajian data dilakukan melalui proses deskripsi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Memeriksa validitas data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa akuisisi kesalahan bahasa dalam belajar bahasa Indonesia pada tingkat berbicara adalah bahwa ada ketidakkonsistenan dalam penggunaan bahasa Indonesia dan Melayu Ambon dalam situasi dan tempat yang tidak sesuai. Siswa menggunakan dua bahasa (bilingual), yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Ambon secara bersamaan (kode campuran). Kemudian kesalahan dalam menulis di tingkat penulisan terjadi kesalahan penulisan huruf kapital dan non-kapital, serta penempatan kata-kata dalam kalimat. Faktor-faktor penyebab akuisisi kesalahan bahasa adalah, (1) faktor bilingualisme, (2) faktor migrasi, dan (3) faktor keluarga.
Intertekstual Novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai Karya Boy Candra dan Novel Hujan Karya Tere Liye
Mitasari, Mitasari
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v5i1.3064
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan intertekstualitas antara novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai Karya Boy Candra dan Novel Hujan Karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan berupa peristiwa yang merupakan hasil persamaan dan perbedaan tema dan alur dari kedua novel. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa terjadi kesamaan dalam kedua novel yaitu tema hujan yang menjadi simbol penanda kenangan masa lalu dan alur yang digunakan adalah alur campuran. Dasar kesamaan tema dan alur didukung oleh kesamaan peristiwa-peristiwa dalam cerita menunjukkan adanya hubungan intertekstual antara kedua novel. Sebagai karya yang terbit terebih dahulu novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra adalah hipogram dan novel Hujan karya Tere Liye sebagai transformasi. Pada tema dan alur, tranformasi novel Hujan sedikit meneruskan dan banyak menyimpangi hipogramnya.Â