cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Pendidikan Karakter dalam Cerita Gadis Pengusaha Korek Api Karya Watiek Ideo Imawati, Endah
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.481 KB) | DOI: 10.32528/bb.v5i1.3034

Abstract

Anak membutuhkan bacaan yang tidak hanya penting, tetapi juga menarik. Peranan bacaan anak dalam pembentukan karakter anak sangat penting. Pendidikan karakter dibutuhkan sebagai dasar pendidikan di Indonesia. Bacaan itu harus menarik tanpa berkesan menggurui. Dongeng klasik yang sering dibaca atau didengar anak kadang-kadang meninggalkan kesan menyedihkan karena sang tokoh tidak berdaya. Dalam cerita “Gadis Pengusaha Korek Api” karya Watiek Ideo, tokohnya justru dibuat berdaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perjuangan tokoh utama dalam meraih yang diinginkannya. Anak memerlukan proses untuk meraih cita-cita. Perjuangan itu membutuhkan kreativitas dan kerja keras. Yang menjadi penelitian ini adalah cerita “Gadis Pengusaha Korek Api” yang dibuat berdasarkan cerita klasik “Gadis Penjual Korek Api” karya H.C. Andersen, dengan berdasarkan tiga komponen karakter baik, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action yang diprakarsai Thomas Lickona. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik analisis isi. Pendekatan yang digunakan adalah konsep sastra anak dan pendidikan karakter. Pendidikan karakter untuk anak lebih mudah dipahami melalui cerita bergambar. Tiga komponen karakter baik itu ditemukan tokoh melalui proses yang cerdik. Kecerdikan itu yang menjadikan pesan dalam buku dipahami pembaca. Tokoh utama menunjukkan kegigihan mencapai cita-cita dan tidak mau menderita seperti tokoh dalam dongeng klasik. Strategi yang dia lakukan berhasil mendatangkan keuntungan materi dan memiliki banyak teman baru. Dalam perspektif kewirausahaan, itu menjadi contoh sederhana.
Penamaan Menu Makanan di Bali Nuari, Pramita Fara
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.3008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendiskripsikan mengenai proses penamaan yang dipakai dalam beberapa menu makanan yang difokuskan pada bakso halal dan pisang goreng di Bali, agar masyarakat dapat mengetahui sebab yang melatarbelakangi terjadinya penamaan menu makanan tersebut.  Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan penamaan berdasarkan penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, dan pemandekan. Data penelitian ini berupa foto atau screenshoot daftar menu atau banner makanan khusus bakso dan pisang goreng yang ada di cafe, warung, atau gerobak bakso. Sumber data penelitian ini adalah daftar nama-nama menu makanan, dengan menggunakan media sosial seperti google, facebook, dan instagram untuk mengetahui nama-nama menu makanan bakso dan pisang goreng yang ada di Bali, tepatnya di Ibu Kota Provinsi yaitu Denpasar. Tahap analisis data ada tiga yaitu : 1) tahap reduksi data, 2) tahap penyajian data, dan 3) tahap verification. Tahap reduksi yaitu penyediaan data dengan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi berupa foto atau screenshoot daftar menu makanan khusus bakso halal dan pisang goreng. Selanjutnya menggunakan metode simak – sadap – catat – rekam dan teknik pilah unsur penentu. Penyajian data dengan menggunakan teknik analisis data metode padan yaitu metode  referensial dan otografis. Ketiga tahap verification yaitu dengan memeriksa kembali data yang disajikan sehingga didapatkan hasil yang benar-benar valid. Pengujian kesahihan data dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Penamaan yang ditemukan dalam penelitian ini ada Sembilan yaitu peniruan bunyi, penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, pemendekan, dan penamaan baru. Data penamaan menu makanan yang paling banyak digunakan yaitu berasal dari bahan dan keserupaan. Data penamaan menu makanan yang jarang digunakan yaitu peniruan bunyi, penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, tempat asal, penemu dan pembuat, pemendekan, dan penamaan baru.
Pengembangan Buku Ajar Mata Kuliah Media Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Mulyaningtyas, Rahmawati
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.366 KB) | DOI: 10.32528/bb.v5i1.3070

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengembangkan buku ajar mata kuliah media pembelajaran di jurusan Tadris Bahasa Indonesia, IAIN Tulungagung. Penelitian ini didasari oleh fakta bahwa hampir tidak ada buku ajar yang secara khusus membahas tentang media pembelajaran bahasa Indonesia. Pada umumnya para Dosen dan Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Tulungagung menggunakan buku referensi media pembelajaran secara umum. Hal ini membuat subtansi mata kuliah media pembelajaran bahasa Indonesia kurang dapat dipahami dengan rinci. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa buku ajar mata kuliah media pembelajaran bahasa Indonesia. Buku ini diujicobakan kepada tim ahli, dosen, dan para mahasiswa. Terdapat dua ahli untuk menguji coba buku ini yaitu ahli media dan ahli materi bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh hasil bahwa buku ini efektif digunakan dalam perkuliahan media pembelajaran bahasa Indonesia. Hal ini juga terlihat dari perbandingan hasil prates maupun pascates setelah menggunakan buku ajar terhadap mahasiswa. Namun, terdapat beberapa revisi untuk memperbaiki isi maupun tampilan buku ajar agar lebih layak digunakan. Revisi dilakukan pada aspek variasi latihan dan tampilan layout bahan ajar. Selain itu, ada penambahan materi tentang jenis-jenis media. Hal ini agar memperkaya wawasan mahasiswa terkait macam media pembelajaran.  
KARAKTERISTIK TUTURAN HUMOR Ratnawati, Hana Dwi
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.245 KB) | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2557

Abstract

This study aims to describe the form of violations of the principle of cooperation in the humorous book ?Lucu-Lucu Tokoh Dunia? by Isa An. Tamami. The principle of cooperation is a principle that is used as a guideline in communication activities, by applying the four maxims in it, namely the maxim of quantity, the maxim of quality, the maxim of relevance, the maxim of implementation / method. In the conversation humor book ?Lucu-Lucu Tokoh Dunia? Figures found elements of violations of the principle of cooperation, so this is what attracts the attention of researchers to make research in pragmatic studies. The method used in this study is descriptive qualitative. The focus of this study lies in the problem of violating the principle of cooperation used in humorous conversations using reading methods and note-taking techniques and certain tips, namely coding and marking each conversation in pencil, with the aim of classifying data according to its maxims. The results of this study indicate that the violation of the principle of cooperation maximizes the quantity used in some humorous book ?Lucu-Lucu Tokoh Dunia? conversations is greater than the violation of the principle of cooperation in the maximal implementation / method carried out. Violations of the principle of cooperation can occur because speakers do not understand the context of the conversation, besides that violations are also carried out as a means of creating humor, such as criticizing, insinuating, and entertaining. The researcher found a characteristic form of violation of maxims of quantity, the maxim of quality, the maxim of relevance, the maxim of implementation/method which included: speech characteristics, kibul speech forms, intersection speech forms, ambiguous speech forms. Examinations contained in the humorous book " Lucu-Lucu Tokoh Dunia " often violate the principle of cooperation. That is because to create a funny impression on the utterance.
KAJIAN ONOMASTIKA MAHASISWA UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT PRAPEMULA Sudaryanto, Sudaryanto; Ferdianti, Dini; Khatimah, Husnul; Andriana, Linda; Purnami, Ludviana Eka; Febriana, Cindy
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.088 KB) | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2562

Abstract

Nama orang Indonesia itu sangat khas. Ada nama yang berasal dari bahasa Arab, bahasa Jawa, atau kombinasi antarkeduanya, atau kombinasi dari bahasa daerah dan bahasa asing lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan nama mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berasal dari bahasa Arab, bahasa Jawa, dan kombinasi antarkeduanya, serta kombinasi dari bahasa daerah dan bahasa asing lainnya, dan keterkaitannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat prapemula atau A1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik simak libat cakap (SLC) dan teknik catat. Metode analisis data penelitian ini adalah metode padan dengan teknik padan referensial, teknik padan translasional, dan teknik padan pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama mahasiswa UAD ada yang berasal dari bahasa Arab (7 orang), bahasa Jawa (6 orang), kombinasi bahasa Arab dan Jawa (5 orang), dan kombinasi bahasa asing dan daerah lain (6 orang). 
Prinsip Dasar Pendidikan Karakter Islam Dalam Keluarga pada Cerpen Rantai Kenangan Karya Adz Dzahabi Vardani, Eka Nova Ali
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.975 KB) | DOI: 10.32528/bb.v5i1.2777

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu proses pembelajaran yang mengajarakan nilai-nilai kehidupan bagi manusia untuk menjadi manusia yang memiliki pribadi yang berakhlak baik. Semua proses pendidikan karakter harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi dengan baik yang didukung dengan pemahaman (ilmu) dan pengalaman yang benar. Penelitian ini difokuskan pada membina karakter dengan orang tua, meliputi (1) mengikuti keinginan dan saran kedua orang tua dalam berbagai aspek kehidupan selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam, (2) menghormati dan memuliakan kedua orang tua serta berterima kasih atas kasih sayang dan jasa-jasa mereka, dan (3) membantu kedua orang tua secara fisik dan material. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Adapun prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Membina karakter dalam keluarga merupakan suatu hal yang tidak mudah dan tidaklah mungkin untuk tidak dilaksanakan. Bersikap baik kepada kedua orang tua merupakan amalan yang paling utama. Bagi seorang anak pada hakikatnya segala perintah kedua orang tua harus di patuhi, terkecuali apabila perintah tersebut dilakukan dengan menimbulkan kesyirikan kepada Allah SWT. Keluarga menjadi tumpuhan keberhasilan atau tidaknya dalam membentuk pendidikan karakter pada anak-anaknya. Keluarga selalu berhadapan dengan persoalan kompleks yang muncul baik dari dalam atau pun dari luar. Oleh sebab itu, sebagai orang tua wajib untuk memprediksi apabila suatu saat nanti terjadi gangguan adanya cara pembinaan karakter dalam keluarga. 
Pemartabatan Bahasa Indonesia Melalui Pemakaian Kalimat Bahasa Indonesia Standar Mahasiswa dan Dosen IAIN Tulungagung Muyassaroh, Muyassaroh
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.385 KB) | DOI: 10.32528/bb.v5i1.3031

Abstract

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara membawa konsekuensi logis. Setiap penggunanya harus mampu menggunakan secara cermat dan tepat. Kecermatan menuangkan gagasan tersebut hanya dapat dilakukan kalau struktur bahasa (termasuk kaidah pembentukan istilah) sudah canggih dan mantap. Hal ini hanya dapat dilakukan melalui penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar (standar atau baku). Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi tuntutan bagi masyarakat akademik, seperti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Hal ini karena mereka menjadi tolok ukur keberhasilan pemakaian bahasa standar atau baku. Akan tetapi, berdasarkan hasil analisis data ditemukan banyak kesalahan  dalam karya ilmiah dosen dan mahasiswa IAIN Tulungagung, mulai dari kesalahan ejaan, kesalahan kata, dan kesalahan kalimat. Kesalahan ejaan merupakan kesalahan paling dominan dengan persentase 48%. Selanjutnya, diikuti kesalahan kalimat dengan persentase 29% dan yang terakhir kesalahan kata dengan persentase 23%. Kesalahan ejaan ini mendominasi disebabkan oleh minimnya pengajaran ejaan apalagi tidak adanya pembahasan khusus materi tersebut. Akibatnya, penguasaan kompetensi ini juga kurang. Padahal untuk mewujudkan bahasa Indonesia yang bermartabat dibutuhkan perilaku berbahasa untuk menguasai kaidah bahasa sebaik mungkin. Kesalahan berbahasa yang terjadi di masyarakat akademik IAIN Tulungagung sebagai akibat sikap bahasa yang belum tumbuh. Oleh karena itu, pembinaan terus menerus harus dilakukan agar bahasa Indonesia bisa bermartabat di negeri sendiri khususnya di kalangan intelektual IAIN Tulungagung. 
WUJUD BUDAYA DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT WATU DODOL Lestari, Riska Fita
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.434 KB) | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2559

Abstract

Cerita rakyat sangat perlu dipahami oleh masyarakat atau generasimuda karena di dalamnya memuat berbagai hal tentang budaya masyarakat tempat karya sastra itu hidup.Peran teknologi informasi dan komunikasi pada era digital saat ini tidak dapat dipungkiri telah menggeser peran orang tua dalam mendidik putra-putrinya, khususnya dalam hal pembentukan karakter. Kebiasaan orang tua zaman dahulu mendongengkan cerita rakyat menjelang tidur anak,diakui atau tidak telah semakin ditinggalkan. Sementara instrumen canggih yang bernama internet begitu banyak menawarkan berbagai informasi, pengetahuan, dan budaya tanpa adanya filter. Internet dan televisi terposisikan sebagai guru, namun tanpa memiliki rasio dan rasa. Anak bebas memilih yang baik atau pun yang buruk tanpa pujian, dorongan, atau pun ancaman dan hukuman. Kondisi ini patut diduga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap lunturnya standar moral yang berakar pada nilai-nilai lokal. Dalam kondisi demikian, sekolah diharapkan menjadi tempat menggantungkan harapan untuk membentuk karakter anak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Berkaitan dengan hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan Struktur  cerita rakyat Banyuwangi, Aspek Antropologi Budaya cerita rakyat Banyuwangi, Nilai pendidikan karakter cerita rakyat Banyuwangi, Relevansi cerita rakyat Watu Dodol dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
TOPONIMI KEWILAYAHAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG (KAJIAN ETNOSEMANTIK DAN BUDAYA) Maharani, Tisa; Nugrahani, Ari
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.712 KB) | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2563

Abstract

Penelitian ini merupakan dokumentasi etnolinguistik penamaan kewilayahan di Kabupaten Tulungagung. Nama-nama wilayah merupakan warisan kebudayaan dalam bentuk data kebahasaan yang mengemban pengetahuan lokal yang perlu diwariskan pada generasi-generasi berikutnya. Hal ini penting untuk dilakukan karena toponimi tidak hanya merupakan refleksi dari pemahaman masyarakat tentang lingkungan sekitarnya dan unsur kesejarahannya, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kolektif masyarakat itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian etnolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian menggunakan data sekunder arsip daerah dan data primer yang diperoleh dengan teknik simak libat cakap dan teknik catat. Penelitian ini memposisikan peneliti terlibat langsung dalam masyarakat sebagai human instrument. Pemaparan data dilakukan secara deskriptif dengan pendektan kontekstual sehingga implikasi-implikasi semantik yang terdapat dalam temuan dapat terdefinisikan dengan baik.  
Digitalisasi Tuturan Psikogenik Latah (Kajian Fonetik Akustik) Rois, Habib
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.378 KB) | DOI: 10.32528/bb.v5i1.2863

Abstract

Tuturan psikogenik latah merupakan salah satu gangguan dalam berbahasa. Gangguan berbahasa pada tingkat psikogenik latah dapat disembuhkan dengan mengetahui pola-pola tuturan yang diproduksi oleh penderita latah. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pola tuturan latah dengan menggunakan kajian fonetik akustik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode penelitian dari  Institut voor Perceptie Onderzoek (IPO). Teori IPO merupakan kajian yang menganalisis fonetik secara linguistic science. Tuturan latah [tutup e tutup] merupakan bentuk tuturan yang dikaji secara akustik. Bentuk analisis digunakan terdiri dari tiga jenis pengukuran, yaitu pengukuran durasi, pengukuran frekuensi fundamental, dan pengukuran intensitas bunyi. Pada segmen bunyi vokoid /e/ secara durasi memiliki nilai yang relatif kecil, akan tetapi secara frekuensi memiliki nilai yang besar yaitu 391.828 Hz. Selain itu, pengukuran intensitas bunyi pada segmen kedua bunyi vokoid /e/ memiliki nilai yang lebih besar di antara segmen lainnya, sebesar 80.451 dB. Bunyi vokoid /e/ memiliki nilai frekuensi dan intensitas yang besar karena secara artikulatoris, besarnya frekuensi fundamental berkorespondensi dengan getaran pita suara. Peningkatan ini diakibatkan oleh adanya getaran pita suara yang lebih cepat dibanding pada saat pengucapan tuturan pada segmen satu yaitu kata /tutup/ dan segmen ketiga pada kata /tutup/ yang merupakan kata terakhir tuturan [tutup e tutup]. Berdasarkan uraian di atas maka bentuk tuturan latah Echolalia pada umumnya memiliki pola [silaba/kata]+[vokoid netral]+[silaba/kata]. Perbedaan pola pada tuturan lain hanya berkaitan dengan jumlah kata yang diulang-ulang, secara garis besar bunyi vokoid netral berperan sebagai puncak intensitas tuturan latah Echolalia.

Page 9 of 26 | Total Record : 252