cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
ANALISIS PERCAKAPAN GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Hasan Suaedi
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1109

Abstract

Percakapan guru dan siswa dalam konteks pembelajaran sangat penting. Dikatakan penting, karena percakapan tersebut dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, guru seharusnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Salah satu cara menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan menerapkan maksim kerja sama (PK). Penggunaan maksim kerja sama mempermudah mitra tutur memahami maksud yang dituturkan. Fokus kajian ini mengkaji penerapan dan pelanggaran maksim. Adapun maksim yang dikaji, yaitu (a) penerapan maksim kualitas, (b) penerapan maksim kuantitas, (c) pelanggaran maksim kualitas, dan (d) pelanggaran maksim kuantitas. Metode kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan percakapan selama pembelajaran formal berlangsung. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Jember. Kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan guru dan siswa. Data tersebut difokuskan pada tuturan yang menerapkan dan melanggar maksim kualitas dan kuantitas. Adapun prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa pemakaian tuturan guru dan siswa. Pertama, maksim kualitas dalam percakapan guru dan siswa diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan interogatif dan (b) tuturan perintah. Kedua, penerapan maksim kuantitas percakapan guru dan siswa juga diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan persetujuan dan (b) tuturan menawarkan. Ketiga, tidak terdapat pelanggaran maksim kualitas pada tuturan guru dan siswa. Keempat, pelanggaran maksim kuantitas diterapkan melalui tuturan menjelaskan tugas. Kata Kunci: tuturan guru dan siswa, maksim kualitas dan kuantitas.
Perubahan Tingkah Laku Tokoh Saya dalam Novel “Jangan Sisakan Nasi dalam Piring” Karya Kembangmanggis: Perspektif Behaviorisme Skinner Mufadila Fibiani; Ekarini Saraswati
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.3273

Abstract

Tingkah laku merupakan rangkaian sebab akibat dari adanya stimulus dan respon. Respon terjadi akibat dari adanya stimulus yang diberikan. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membedah perubahan tingkah laku tokoh saya melalui stimulus respon yang terjadi dalam novel Jangan Sisakan Nasi dalam Piring karya Kembangmanggis selama tinggal di Ubud, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang diawali dengan analisis data, deskripsi hasil klasifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama tokoh saya tinggal di Ubud, Bali banyak pelajaran hidup yang didapatkannya. Pembelajaran tersebut didapatkan melalui stimulus dan respon yang diterima dan ditunjukkan oleh tokoh saya melalui perspektif behaviorisme Skinner. Adapun perubahan tingkah laku tokoh saya yang ditunjukkan berupa lebih menghargai pemberian, lebih menghargai pekerjaan, dan lebih menghargai orang lain. Menghargai pemberian ditunjukkan dengan adanya stimulus yang diberikan oleh Pak Jumu, Bapak Nangka, dan lingkungan Ubud. Menghargai pekerjaan ditunjukkan dengan adanya stimulus yang diberikan oleh lingkungan, dalam hal ini peristiwa panen. Terakhir, menghargai orang lain ditunjukkan dengan adanya stimulus yang diberikan oleh tokoh Bu Klengis
ANALISIS MORFOLOGI BENTUK PASIF BAHASA JAWA BANYUMAS Siti Maryam*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.74

Abstract

Morphology as a part of syntax has always been interesting topic to discuss in a study of linguistics. One interesting phenomeneon in morphology can be found here is the changes of words in the local Banyumas dialects known as “Ngapak”. The changes are different from the Standart Language of Java found in Solo or Jogjakarta.The results of the study showed that in the local language of Banyumas, (1) There are three different prefixes; /tek-/, /kok-/, and /di-/, which constitute passive meaning. These prefixes are commonly used in daily interactions of Banyumas citizens. (2) These passive prefiexes can be meant active in Banyumas. Prefix /tek-/ added in a word can be subtituted by , /kok-/, or /di-/, but if prefix /tek-/ cannot be added, the other two passive prefixes cannot be added either. (3) There four basic forms in its central constituent, namely verbs, nouns, adjectives and numbers.Key words: Morphology, passive marker prefix, Banyumas dialects.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LKS BERORIENTASI PENDEKATAN KOMUNIKATIF BERBASIS TUGAS Ana Yuliati, Mariam Ulfa
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.830

Abstract

Bahan ajar merupakan suplemen bagi siswa untuk mengoptimalkan hasil belajar yang penyusunannya harus berdasarkan kurikulum. Bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini akan menghasilkan lembar kerja siswa yang berorientasi pada pendekatan komunikatif berbasis tugas untuk meningkatkan hasil belajar dan memenuhi kebutuhan bahan ajar terkait penerapan Kurikulum 2013. Hasil penelitian ini berkontribusi pada bidang mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa SMP kelas VII dengan memberikan produk berupa bahan ajar LKS yang komunikatif dan berisi tugas-tugas terstruktur sehingga memudahkan siswa dalam pembelajaran berbasis teks dalam Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia. Produk ini akan mengoptimalkan proses belajar-mengajar antara  guru dan siswa sebagai suplemenpembelajaran.Kata Kunci : LKS, model pembelajaran komunikatif,  berbasis tugas, Kurikulum 2013
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DENGAN MENGGUNAKAN MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NARASI SISWA SD Lilik Binti Mirnawati
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1868

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran inovatif dengan menggunakan mind mapping dalam pembelajaran menulis narasi siswa kelas IISD. Keefektifan pembelajaran dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran, sedangkan peningkatan keterampilan menulis karangan narasi siswa dapat dilihat dari hasil tes pada uji coba terbatas dan uji coba luas.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keefektifan model pembelajaran inovatif dengan menggunakan mind mapping dalam pembelajaran menulis narasi siswa kelas II SD sangat baik. Hal ini dapat dilihat berdasarkan rekapitulasi hasil observasi aktivitas  siswa pada uji coba terbatas dan uji coba luas berada pada presentasi 81%-100% yang berarti sangat baik. Selanjutnya, berdasarkan hasil rekapitulasi peningkatan keterampilan menulis narasi siswa kelas II SD menunjukkan hasil bahwa siswa dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa. Hasil rekapitulasi peningkatan keterampilan menulis narasi siswa kelas II SD pada uji coba terbatas sebesar 21,97%, dan pada uji coba luas sebesar 19,68%. 
Penamaan Menu Makanan di Bali Pramita Fara Nuari
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.3008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendiskripsikan mengenai proses penamaan yang dipakai dalam beberapa menu makanan yang difokuskan pada bakso halal dan pisang goreng di Bali, agar masyarakat dapat mengetahui sebab yang melatarbelakangi terjadinya penamaan menu makanan tersebut.  Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan penamaan berdasarkan penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, dan pemandekan. Data penelitian ini berupa foto atau screenshoot daftar menu atau banner makanan khusus bakso dan pisang goreng yang ada di cafe, warung, atau gerobak bakso. Sumber data penelitian ini adalah daftar nama-nama menu makanan, dengan menggunakan media sosial seperti google, facebook, dan instagram untuk mengetahui nama-nama menu makanan bakso dan pisang goreng yang ada di Bali, tepatnya di Ibu Kota Provinsi yaitu Denpasar. Tahap analisis data ada tiga yaitu : 1) tahap reduksi data, 2) tahap penyajian data, dan 3) tahap verification. Tahap reduksi yaitu penyediaan data dengan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi berupa foto atau screenshoot daftar menu makanan khusus bakso halal dan pisang goreng. Selanjutnya menggunakan metode simak – sadap – catat – rekam dan teknik pilah unsur penentu. Penyajian data dengan menggunakan teknik analisis data metode padan yaitu metode  referensial dan otografis. Ketiga tahap verification yaitu dengan memeriksa kembali data yang disajikan sehingga didapatkan hasil yang benar-benar valid. Pengujian kesahihan data dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Penamaan yang ditemukan dalam penelitian ini ada Sembilan yaitu peniruan bunyi, penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, pemendekan, dan penamaan baru. Data penamaan menu makanan yang paling banyak digunakan yaitu berasal dari bahan dan keserupaan. Data penamaan menu makanan yang jarang digunakan yaitu peniruan bunyi, penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, tempat asal, penemu dan pembuat, pemendekan, dan penamaan baru.
KESALAHAN EJAAN PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Sri Mulyani
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.651

Abstract

Ejaan merupakan keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana hubungan antara lambang-lambang bahasa. Oleh karena itu, pengajaran bahasa di sekolah itu penting. Sebab, bahasa sebagai alat komunikasi baik secara lisan maupun tulis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kesalahan ejaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian kesalahan ejaan pada peserta didik kelas VI A dan VI B, yaitu dalam memperbaiki penulisan kesalahan huruf kapital, memilih jawaban benar atau salah, dan menjawab soal pilihan ganda sedangkan penguasaan ejaan peserta didik kelas VI A  dalam memperbaiki penulisan kesalahan huruf kapital sebesar 80% atau kategori baik,  pengguasaan dalam memilih jawaban benar atau salah sebesar 69% atau kategori baik, penguasaan dalam memilih jawaban soal pilihan ganda sebesar 42% atau kurang. Kelas VI B dalam memperbaiki penulisan kesalahan huruf kapital sebesar 78% atau kategori baik, pengguasaan dalam memilih jawaban benar atau salah sebesar 65% atau kategori cukup, dan pengguasaan dalam memilih jawaban soal pilihan ganda sebesar  41% atau kategori kurang. Dari temuan ini bisa disimpulkan bahwa siswa memahami pada tingkat penggunaan huruf besar atau capital saja.Kata kunci: Bahasa, Kesalahan Ejaan, Peserta Didik
PEMEROLEHAN KONJUNGSI KOORDINARIF DAN SUBORDINATIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR Roely Ardiansyah
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1590

Abstract

Perkembangan bahasa anak terkait dengan pemerolehan konjungsi yang dipakai atau dikuasai anak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada dua masalah antara lain, (1) bagaimanakah pemerolehan konjungsi koordinatif pada anak kelas 6 Sekolah Dasar? (2) bagaimanakah pemerolehan konjungsi subordinatif pada anak kelas 6 Sekolah Dasar? Tujuan penelitian ini antara lain, (1) untuk mendeskripsikan pemerolehan konjungsi koordinatif pada anak kelas 6 Sekolah Dasar; (2) untuk mendeskripsikan pemerolehan konjungsi subordinatif pada anak kelas 6 Sekolah Dasar? Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 11 siswa kelas 6 Sekolah Dasar berusia antara 11—12 tahun dari Sekolah Dasar Islam Darut Taqwa Surabaya. Data penelitian berupa konjungsi diperoleh di karangan (tulisan) siswa SD kelas 6 berjumlah 44. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi Teknik analisis data menggunakan teknik skala implikasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VI memeroleh dan sering menggunakan 2 macam konjungsi dalam tulisan mereka yaitu konjungsi koordinatif dan subordinatif. Konjungsi koordinatif terdapat di karangan siswa kelas VI, meliputi sedangkan, dan, tetapi, serta, atau, kemudian. Konjungsi subordinatif terdapat di karangan siswa kelas VI, meliputi oleh karena itu, oleh sebab itu, setelah itu, yang, setelah, sesudah, sehingga, hingga, agar, supaya, ketika, sampai, walaupun, meski, maka, seperti, karena, kalau, asal.Kata kunci: konjungsi, koordinatif, pemerolehan, subordinatif
KAJIAN ONOMASTIKA MAHASISWA UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT PRAPEMULA Sudaryanto Sudaryanto; Dini Ferdianti; Husnul Khatimah; Linda Andriana; Ludviana Eka Purnami; Cindy Febriana
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2562

Abstract

Nama orang Indonesia itu sangat khas. Ada nama yang berasal dari bahasa Arab, bahasa Jawa, atau kombinasi antarkeduanya, atau kombinasi dari bahasa daerah dan bahasa asing lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan nama mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berasal dari bahasa Arab, bahasa Jawa, dan kombinasi antarkeduanya, serta kombinasi dari bahasa daerah dan bahasa asing lainnya, dan keterkaitannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat prapemula atau A1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik simak libat cakap (SLC) dan teknik catat. Metode analisis data penelitian ini adalah metode padan dengan teknik padan referensial, teknik padan translasional, dan teknik padan pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama mahasiswa UAD ada yang berasal dari bahasa Arab (7 orang), bahasa Jawa (6 orang), kombinasi bahasa Arab dan Jawa (5 orang), dan kombinasi bahasa asing dan daerah lain (6 orang). 
Eufemisme dalam Novel Buku Besar Peminum Kopi Karya Andrea Hirata Anis Soraya
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.4154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  bentuk dan fungsi eufemisme yang ada di dalam novel Buku Besar Peminum Kopi Karya Andrea Hirata. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa dan kalimat yang mengandung gaya bahasa eufemisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca catat. Instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan model Milles dan Huberman melalui tiga tahapan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan teknik peningkatan ketekunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penggunaan bentuk eufemisme antara lain; bentuk singkatan, bentuk kata serapan, bentuk istilah asing, bentuk metafora dan bentuk perifrasis. Selain bentuk, ditemukan pula fungsi eufemisme antara lain; untuk kesopanan dan kenyamanan, untuk menghindari malapetaka, untuk menyamarkan makna, untuk mengurangi rasa malu, dan untuk melaksanakan perintah agama. Makna dari hasil penelitian ini adalah penggunaan eufemisme dapat mengurangi konflik-konflik yang timbul akibat kesalahpahaman dalam berkomunikasi atau penyampaian informasi. Selain itu, dapat membantu para pembaca untuk lebih mudah dalam memahami nilai-nilai budaya dalam bahasa. Dengan adanya eufemisme didalam novel, dapat menambah kecakapan pengarang dalam memainkan gaya bahasa sesuai konteks yang mengikutinya, sehingga dapat menumbuhkan sikap toleransi bagi para pembaca.