cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
FUNGSI STRUKTUR TEMATIK TUTURAN EMOTIF: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Siti Umi Hanik
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.649

Abstract

Fungsi struktur tematik (selanjutnya FST) diawali dengan adanya kegiatan perencanaan produksi ujaran (selanjutnya PPU) yang terjadi antara penutur (selanjutnya Pn) dan penutur (selanjutnya Pn) ketika keduanya saling melakukan percakapan secara langsung dalam konteks tertentu. FSTdalam PPU terdiri atas tiga bagian, yaitu fungsi informasi lama dan baru, fungsi subjek dan predikat, dan fungsi kerangka dan sisipan.Penelitian ini berfokus pada (1) fungsi informasi lama dan informasi baru, (2) fungsi subjek dan predikat, dan (3) fungsi kerangka dan sisipan dalam fungsi struktur tematik tuturan emotifwacana proses mediasi perkara perceraianDi Pengadilan Agama Klas 1A Surabaya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah rekaman percakapan suami (selanjutnya S), istri (selanjutnya I), dan mediator (selanjutnya M) yang mengandung tuturan emotif di ruang mediasi Pengadilan Agama Klas 1 ASurabaya. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, simak, sadap, dan catat. Penganalisisan data penelitian menggunakan metode padan pragmatis dan agih dengan teknik ganti, lesap, dan sisip.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) fungsi  informasi lama dan baru merujuk latar belakang topik, (2) fungsi subjek dan predikat teraktualisasi dalam kalimat aktif berbentuk emotif dan serta (3) fungsi kerangka dan sisipan berunsur frasa dengan orientasi Pn. Oleh karena itu, fungsi struktur tematik harus memahami konteks pertuturan.Kata Kunci : tuturan emotif, informasi lama dan baru,  subjek dan predikat, kerangka dan sisipan
PENERAPAN STRATEGI MIND MAPPING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWADALAM MENULIS ARTIKEL ILMIAH Musaffak, Fida Pangesti
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1589

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dengan penerapan strategi mind mapping. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menentukan semua artikel ilmiah mahasiswa (satu kelas) sebagai sampel dari sekian banyak artikel ilmiah. Dari artikel ilmiah tersebut diperoleh data tentang kemampuan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah yang kemudian diolah dan dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah dengan menggunakan strategi mind mapping. Pertama, pada penulisan judul menunjukkan kemenarikan, kesesuaian judul dengan isi, kesesuaian ejaan, dan ketepatan pilihan kata, mencerminkan isi keseluruhan artikel, makna bersifat khusus. Kedua, pada penulisan pendahuluan menunjukkan kelengkapan isi, kesesuaian isi, gagasan runtut, kesesuaian ejaan dan tanda baca, kesesuaian pilihan kata, kesesuaian kalimat, dan kepaduan  paragraf. Ketiga pada penulisan pembahasan menunjukkan kelengkapan substansi permasalahan, kesesuaian antara urgensi masalah dengan isi, gagasan runtut, kesesuaian ejaan dan tanda baca, ketepatan pilihan kata, keefektifan kalimat, dan kepaduan paragraf. Keempat, pada penulisan kesimpulan menunjukkan kelengkapan substansi permasalahan, kesesuaian isi dengan intisari permasalahan, gagasan runtut, kesesuaian ejaan dan tanda baca, ketepatan pilihan kata, keefektifan kalimat, kohesi, dan koherensi. Kelima, pada penulisan daftar pustaka menunjukkan kesesuaian ejaan dan tanda baca  bahasa Indonesia, kesesuaian dengan penulisan daftar pustaka, dan kelengkapan unsur penulisan daftar pustaka.Kata kunci: artikel ilmiah, kemampuan menulis, strategi mind mapping
MODALITAS BAHASA INDONESIA DALAM TALK SHOW MATA NAJWA Siti Nur Aisyah
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk modalitas dan sikap yang diungkapkan penutur pada tuturan Talk Show Mata Najwa. Pembuktian dari pernyataan yang digunakan oleh penutur dilihat dari reaksi bahasa yang diucapkannya. Ragam modalitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu modalitas intensional, modalitas epistemik, modalitas deontik dan modalitas dinamik. Penelitian ini mengambil sumber data dari talk show Mata Najwa episode satu atau dua (debat tim sukses calon presiden nomor satu dan dua). Data penelitian ini berupa tuturan dan sikap penutur dari talk show Mata Najwa. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk modalitas tuturan dan sikap yang diungkapkan oleh tim debat dan diskusi di talk show Mata Najwa. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak bebas libat cakap dan catat. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti. Tabel analisis data dan transkrip data digunakan untuk membantu peneliti untuk menganalisis data. Tabel transkrip data digunakan untuk mengklasifikasikan ragam modalitas yang diungkapkan. Tabel analisis data digunakan untuk mendeskripsikan maksud tuturan dengan ragam modalitas bahasa Indonesia. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan berupa ketekunan pengamatan. Teknik ketekunan pengamatan dilakukan untuk mengetahui data yang dihasilkan dapat dipercaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan modalitas epistemik sering digunakan pada proses debat dan diskusi. Penggunaan modalitas epistemik banyak digunakan dengan alasan bahwa masalah diskusi mengandung kesalahan yang buruk dan cenderung tidak dapat diperbaiki. Penggunaan ungkapan modalitas epistemik berisi penegasan yang mengandung informasi. Informasi tersebut mengandung unsur kemungkinan tentang ‘pengetahuan’ dan ‘keyakinan’ antara penutur dan lawan tutur. Penggunaan unsur kemungkinan tentang ‘pengetahuan’ memiliki tujuan bahwa penutur tidak lebih baik pengetahuannya dari pada lawan tutur. Penggunaan unsur kemungkinan tentang ‘keyakinan’ berperan sebagai pendukung dari unsur kemungkinan tentang ‘pengetahuan’. Ungkapan penegasan sering dinyatakan dengan kata ‘harus’ yang berfungsi sebagai sarana orasi. Tujuan orasi tersebut untuk menunjukkan keunggulan dan kesalahan dari lawan diskusi. 
Perwujudan Kohesi dan Koherensi Tulisan Makalah Mahasiswa Sakrim Sakrim; Mariam Ulfa
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.4379

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas dan mengkaji tulisan mahasiswa dari segi kepaduan antar kalimat dan kepaduan antar paragraf. Objek penelitian ini adalah makalah mahasiswa. Makalah menjadi indikator ciri dan pola mahasiswa dalam menulis. Berdasarkan tulisan dapat diketahui alur dan pola berpikir. Oleh sebab itu kepaduan antar kalimat dan antarparagraf sangat penting agar tulisan dapat dipahami dengan baik dan memiliki struktur yang sistematis. Kohesi dan koherensi serta tatanan bahasa yang benar menjadi sangat penting untuk membuat alur berpikir yang dapat diterima dan dipahami oleh pembaca. Data dalam penelitian ini adalah tulisan hasil makalah mahasiswa prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik baca catat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa mahasiswa mengulang kata yang sama dalam satu paragraf, ditemukan penggunaan sinonim yang definisniya kurang relevan dengan konteks kalimat, penggunaan hiponim yang belu  merujuk pada unsur yang lebih besar sehingga kepaduan antar kalimat dan antar paragraf belum terhubung dengan baik. Untuk koherensi, ditemukan satu kesalahan sama yang banyak dilakukan mahasiswa adalah pada penggunaan pola syarat hasil pada setiap paragraf sehingga kelogisan antar kalimat dan antarparagraf belum dapat terbentuk. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mahasiswa lebih banyaj melakukan kekeliruan pada aspek kohesi dibandingkan dengan koherensi sehingga dengan temuan ini dapat diambil langkah lanjutan untuk dapat meningkatkan kualitas tulisan yang lebih padu, dan dapat dipahami oleh pembaca.  
MAKNA DIKSI PADA KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA WS RENDRA Dzarna Dzarna
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i2.399

Abstract

Pemahaman diksi sangat penting dalam membongkar makna puisi. Diksi terbagi dalam dua kategori, yakni kata konotasi dan kata-kata berlambang. Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Sedangkan kata-kata berlambang atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata-kata yang menyatakan maksud tertentu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata konotasi dan kata berlambang pada kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu    karya WS Rendra. Kajian ini menggunakan ancangan kualitatif. Data diperoleh dari kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu Karya WS Rendra. Temuan penelitian menunjukkan, bahwa dalam kumpulan puisi karya WS Rendra memuat banyak kata konotasi dan kata berlambang. Kata-kata tersebut tersebar dalam tiap-tiap puisi yang ada pada kumpulan puisi tersebut. Kata konotasi yang penyair gunakan saat mengekspresikan puisinya sangat indah atau mengandung kiasan dan sangat sesuai dengan perasaan yang sedang dialami oleh penyair dan  kata berlambang yang penyair gunakan saat mengekspresikan puisinya juga sangat indah dan melambangkan suatu hal atau maksud tertentu.Kata kunci: diksi, kata konotasi, kata berlambang.
STRUKTUR SILABIS BAHASA JAWA ISOLEK MALANG Wisma Kurniawati
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1113

Abstract

Dalam tipe kombinasi bunyi, setiap bahasa memiliki pola yang pasti. Pola tersebut pada umumnya menunjukkan kaidah fonotaktik yang menjadi bagian dari pengetahuan fonologis setiap penuturnya. Namun, bahasa secara alamiah juga mengalami perubahan. Dua faktor yang mengubah bahasa adalah waktu dan perpindahan manusia. Dewasa ini, bahasa-bahasa daerah di Indonesia bahkan cenderung mengalami kemunduran atau bahkan terancam punah akibat perkembangan pesat dari berbagai aspek. Mengingat pentingnya fungsi bahasa bagi manusia, kajian terhadap bahasa menjadi suatu hal penting yang harus dilakukan. Dengan adanya kajian bahasa, struktur dan semua aturan kebahasaan dapat dilestarikan. Hasil-hasil kajian tersebut juga dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pelestarian bahasa. Tulisan ini akan difokuskan pada kajian fonotaktik pada bahasa Jawa isolek Malang dengan konsep silabisasi fonetis dimana kajian ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Setelah diklasifikasikan berdasarkan silabisasi fonetis, dari 199 kosakata isolek Malang diperoleh 31 kelompok yang didasarkan pada silabisasi fonetis.Struktur silabis bahasa Jawa isolek Malang meliputi lima kelompok, yaitu V, KV, VK, KVK, dan KKV. Tipe struktur silabis KV merupakan tipe silabel paling umum. Bahasa Jawa isolek Malang memiliki silabel terbuka (KV) dan tertutup.Kata Kunci: kaidah fonotaktik, silabisasi fonetis, struktur silabis.
PENDIDIKAN KARAKTER NASIONALIS-RELIGIUS BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS JEMBER STUDI KASUS Sukatman S; Furoidatul Husniah; Akhmad Taufiq; Endang Sri Widayati; Anita Widjajanti; Siswanto S; Fitri Nura Murti
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1872

Abstract

Penguatan ketahanan nasional dapat dilakukan dengan pembinaan    mental-ideologi kebangsaan.  Kegiatan tersebut mendesak untuk dilakukan karena di Indonesia marak semangat mikro-etnis nasionlisme   dan ideologi fundamentalis anti Pancasila yang berpoteni memecah belah negara. Salah satu upaya penguatan ketahan nasional itu adalah pendidikan karakter nasionalis-religius. Pendidikan tersebut menjadi tanggung jawab lembaga-lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Kajian ini memaparkan upaya pendidikan karakter nasionalis-religius pada program studi Pendidikan Bahasa Indonesia.   Penelitian dilaksanakan dengan rancangan kualitatif dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yakni pendidikan, kebudayaan, ketahanan nasioanal. Sasaran penelitian berupa pendidikan karakter nasionali-religius pada program studi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas Jember. Data dialisis dengan menggunakan metode kualitatif-multidipliner. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan  karakter  nasionalis-religius  untuk  mahasiswa  Pendidikan  Bahasa Indonesia di Universitas Jember terdapat pada (1) rencana pembelajaran yaitu pada (a) standard pembelajaran karakter, (b) “learning outcome” program studi, dan (c) silabus matakuliah, (2) materi ajar, dan (3) proses pembelajaran. Sementara, evaluasi pembelajaran masih kurang menekankan pendidikan karakter nasionalis-religius. Masih terdapat mahasiswa    yang cenderung “coba-coba atheis” 0,025% dan cenderung    religius-radikal  1%.  Untuk  mengatasi hal negatif tersebut  mahasiswa, program studi, dan universitas perlu bekerjasama secara terpadu.
Resepsi Sastra Naskah Drama “Bulan Bujur Sangkar” Karya Iwan Simatupang Inka Krisma Melati; Ekarini Saraswati
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.3268

Abstract

Resepsi sastra merupakan pengolahan teks dalam pemberian makna terhadap sebuah karya sastra. Tujuan penelitian ini [1] untuk mengetahui tanggapan pembaca terhadap unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam naskah drama dan [2] untuk mengetahui kesan pembaca terhadap naskah drama. Objek yang digunakan adalah naskah drama Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisa yaitu mendeskripsikan secara detail fakta-fakta keadaan permasalahan yang terdapat dalam naskah drama dan disusul dengan penguraian. Data dalam penelitian ini adalah jawaban pembaca yang terdapat dalam angket pertanyaan. Sumber data penelitian ini adalah angket pertanyaan. Penelitian ini menggunakan dua teknik penelitian yaitu [1] teknik simak catat dan [2] teknik pengumpulan jawaban pembaca. Analisis data dilakukan dengan menginterpretasikan data sesuai dengan teori yang digunakan. Hasil penelitian ini [1] tanggapan pembaca terhadap unsur intrinsik yang terdapat pada naskah drama adalah tanggapan yang positif dan bersifat membangun. Menurut pembaca pemilihan penokohan, alur, latar dan bahasa yang digunakan pada naskah drama saling berkaitan satu sama lain dan sama-sama menghidupkan naskah drama tersebut. [2] Kesan yang disampaikan pembaca adalah kesan positif, terutama pada pesan moral yang terdapat dalam naskah drama. Menurut pembaca pesan moral tersebut sesuai dengan kehidupan saat ini yaitu generasi saat ini seharusnya membentengi dirinya dengan perbuatan yang positif agar terhindar dari perbuatan yag negatif.
Fungsi dan Muatan Nilai-Nilai Budaya dalam Basanan Using Banyuwangi Syuhadak Syuhadak*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.78

Abstract

Cultural society has its own ways and tradition to express ideas and thoughts which exists in a community. In Banyuwangi community it is called as Using Community named as basanan. As a part of Using Community in Banyuwangi, basanan has its functions and cultural values which reflect its society. The purpose of this study to describe those purposes and traditional values of basanan in Using community. Descriptive-qualitative method is applied in this article to gather the data. The techniques applied are participant observation, interviews and documentation. The data was analyzed based on Spradley (1997) ethnography model which comprises (1) domains analysis, (2) the taxonomic analysis, (3) componential analysis, and (4) ordered cultural themes analysis. The results of this study showed that thefunctions of basanan in the Using Banyuwangi community involved recommendation or advice, satire, humor, feelings, and praise; meanwhile the cultural values of basanan in Using Banyuwangi community involved religious, social, and  personality values.Key words: Banyuwangi, basanan, functions, cultural values.
EJAAN DALAM TEKS LAGU BANYUWANGI Dina Merdeka Citraningrum, Indah Werdiningsih
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.826

Abstract

Lagu-lagu daerah berperan penting dalam pelestarian kekayaan bahasa daerah.Penulisan ejaan yang baik dan benar dalam teks lagu Banyuwangi hendaknya dijadikan pedoman dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan varian kesalahan fonologi dan morfologi bahasa Using dalam VCD Wandra yaitu dalam bidang fonologi (ejaan) dan bidang morfologi (pembentukan kata). Kesalahan berbahasa Using dalam VCD Wandra dari bidang fonologi (ejaan) meliputi kesalahan penulisan vokal dan kesalahan penulisan konsonan. Dalam bidang morfologi meliputi kesalahan afiksasi. Penelitian ini menggunanakan desain deskriptif kualitatif dan analisis teks dengan ancangan pedoman ejaan bahasa Using karya Hasan Ali. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesalahan fonologi dan morfologi bahasa Using. Kesalahan fonologi berbahasa Using pada lirik lagu dalam VCD Wandra meliputi: kesalahan penulisan fonem vokal /a/ yang ditulis o, vokal /u/ yang ditulis o dan vokal /o/ yang ditulis u. Kesalahan penulisan fonem konsonan terjadi pada penulisan konsonan /ḑ/ ditulis d, konsonan /b/ yang ditulis dengan p pengurangan konsonan /w/, penambahan konsonan /n/, pengurangan konsonan /y/, penambahan konsonan /y/. Kesalahan morfologi berbahasa Using pada lirik lagu dalam VCD Wandra meliputi kesalahan prefiksasi (pengimbuhan awalan),sufiksasi (pengimbuhan akhiran) dan konfiksasi (pengimbuhanbersama awalan dan akhiran).Kata kunci: Ejaan, teks Lagu, Banyuwangi