cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Intertekstual Novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai Karya Boy Candra dan Novel Hujan Karya Tere Liye Mitasari Mitasari
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.3064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan intertekstualitas antara novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai Karya Boy Candra dan Novel Hujan Karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan berupa peristiwa yang merupakan hasil persamaan dan perbedaan tema dan alur dari kedua novel. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa terjadi kesamaan dalam kedua novel yaitu tema hujan yang menjadi simbol penanda kenangan masa lalu dan alur yang digunakan adalah alur campuran. Dasar kesamaan tema dan alur didukung oleh kesamaan peristiwa-peristiwa dalam cerita menunjukkan adanya hubungan intertekstual antara kedua novel. Sebagai karya yang terbit terebih dahulu novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra adalah hipogram dan novel Hujan karya Tere Liye sebagai transformasi. Pada tema dan alur, tranformasi novel Hujan sedikit meneruskan dan banyak menyimpangi hipogramnya. 
PENGGUNAAN KATA DAN ISTILAH BAHASA INGGRIS PADA RUBRIK OPINI SURAT KABAR KOMPAS Agus Milu Susetyo*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.69

Abstract

Language as a mean of communication is used to transfer message from the speaker or writer to the listener or reader. Communication can be done in spoken or written language; one of which is through mass media. A part of mass media in Kompas which is used a tool to convey messages of entertainment, or others is called as rubric opini. In rubric opini, provides a feature in which anyone with any different backgrounds can communicate their argument, opinion, criticisms or even suggestions. The standard Bahasa Indonesia must be applied within this rubric, but in facts there is still a lot of borrowing terms used. The English terms which are used in the borrowing should not be applied here for Kompas is one of the reputable national mass media in Indonesia which should uphold the use of the standard Bahasa Indonesia in its features. Hence, this has aroused the writer to conduct this study. Documentation applied as the method of gathering the data by collecting the whole documents from rubric opini feature of Kompas during August 2011.The result of the study showed that there are some categories of the borrowing used in the rubric; (1) base words, (2) suffixes, (3) terms, (4) phrases, and (5) acronyms. Keywords: english, words, terms, opinion
PENGEMBANGAN MODUL EJAAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Yunisa Oktavia, Fasaaro Hulu
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.835

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman mahasiswa tentang penguasaan seluk beluk Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) di Universitas Riau Kepulauan. Permasalahan dalam perkuliahan bahasa Indonesia, yaitu (1) mahasiswa belum mengenal dan memahami secara mendalam Ejaan Bahasa Indonesia, (2) mahasiswa belum terlibat aktif selama proses perkuliahan, dan (3) contoh yang disajikan dalam referensi perkuliahan belum bervariasi. Metode penelitian menggunakan model pengembangan 4-D terdiri atas empat tahap, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Subjek uji coba adalah mahasiswa Universitas Riau Kepulauan semester satu tahun ajaran 2017−2018. Instrumen penelitian berupa angket (angket validasi, praktikalitas, observasi) dan tes unjuk kerja. Hasil penelitian adalah modul Ejaan Bahasa Indonesia berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning bermuatan pendidikan karakter yang dirancang berkategori sangat valid, praktis, dan efektif. Validitas modul berkategori sangat valid dari aspek kelayakan penyajian modul, kelayakan isi modul, kebahasaan, dan kegrafikaan. Hasil analisis terhadap lembar praktikalitas dari dosen dan mahasiswa, adalah bahwa modul berkategori sangat praktis terdiri atas tiga aspek, yaitu kemudahan dalam penggunaan, kesesuaian waktu, dan daya tarik modul. Modul Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) bermuatan pendidikan karakter perkuliahan berkategori sangat efektif meliputi aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis lembar aktivitas mahasiswa, aktivitas mahasiswa ketika belajar dengan menggunakan modul berkategori sangat aktif dengan persentase aktivitas 84,4%. Sementara itu, hasil tes kinerja mahasiswa diperoleh rata-rata nilai sebesar 3,32 dengan nilai ubahan B+. Dengan demikian, modul sangat efektif untuk menunjang aktivitas dan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci: Modul, EBI, Contextual Teaching and Learning, Pendidikan Karakter
PENERAPAN MODEL STAD BERBANTUAN MEDIA DATA INFORMASI DARI INTERNET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA Agung Pramujiono; Fadhilah F
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1863

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis teks berita peserta didik kelas VIII-K SMPN 22 Surabaya melalui penerapan model STAD berbantuan media data informasi dari internet. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-K yang berjumlah 38 orang. Lokasi penelitian di SMPN 22 Surabaya. Dalam PTK ini digunakan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi-evaluasi, dan releksi. Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi dan tes, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif dan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa dalam pelaksanaan PTK guru sudah melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dapat diketahui rerata skor kemampuan menulis teks berita peserta didik menunjukkan adanya peningkatan. Pada kondisi awal rerata skor kemampuan menulis teks berita sebesar 77,33 dengan pencapaian KKM 68,42%; siklus I rerata skor sebesar 84,98 pencapaian KKM sebesar 78,95%; siklus II rerata skor sebesar 87,76% pencapaian KKM 100. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model STAD berbantuan media data informasi dari internet dapat meningkatkan kemampuan menulis teks berita peserta didik kelas VIII-K SMPN 22 Surabaya.
Pendidikan Karakter dalam Cerita Gadis Pengusaha Korek Api Karya Watiek Ideo Endah Imawati
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.3034

Abstract

Anak membutuhkan bacaan yang tidak hanya penting, tetapi juga menarik. Peranan bacaan anak dalam pembentukan karakter anak sangat penting. Pendidikan karakter dibutuhkan sebagai dasar pendidikan di Indonesia. Bacaan itu harus menarik tanpa berkesan menggurui. Dongeng klasik yang sering dibaca atau didengar anak kadang-kadang meninggalkan kesan menyedihkan karena sang tokoh tidak berdaya. Dalam cerita “Gadis Pengusaha Korek Api” karya Watiek Ideo, tokohnya justru dibuat berdaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perjuangan tokoh utama dalam meraih yang diinginkannya. Anak memerlukan proses untuk meraih cita-cita. Perjuangan itu membutuhkan kreativitas dan kerja keras. Yang menjadi penelitian ini adalah cerita “Gadis Pengusaha Korek Api” yang dibuat berdasarkan cerita klasik “Gadis Penjual Korek Api” karya H.C. Andersen, dengan berdasarkan tiga komponen karakter baik, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action yang diprakarsai Thomas Lickona. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik analisis isi. Pendekatan yang digunakan adalah konsep sastra anak dan pendidikan karakter. Pendidikan karakter untuk anak lebih mudah dipahami melalui cerita bergambar. Tiga komponen karakter baik itu ditemukan tokoh melalui proses yang cerdik. Kecerdikan itu yang menjadikan pesan dalam buku dipahami pembaca. Tokoh utama menunjukkan kegigihan mencapai cita-cita dan tidak mau menderita seperti tokoh dalam dongeng klasik. Strategi yang dia lakukan berhasil mendatangkan keuntungan materi dan memiliki banyak teman baru. Dalam perspektif kewirausahaan, itu menjadi contoh sederhana.
WACANA LISAN DALAM IKLAN DJARUM 76: KAJIAN ANCANGAN ETNOGRAFI KOMUNIKASI Mukhamad Hermanto
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.645

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lingkungan masyarakat sosial dari segi iklan rokok di media televisi. Dalam kehidupan bermasyarakat ada kelompok-kelompok tertentu yang digambarkan oleh sebuah iklan televisi, salah satunya adalah iklan rokok.Iklan rokok di televisi selalu mengambil dinamika sosial masyarakat. Dengan ancangan etonografi komunikasi, media iklan bisa mengelompokan suatu golongan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskritif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan iklan Djarum 76. Data dari penelitian ini adalah kutipan tuturan dalam kumpulan iklan Djarum 76 yang mempresentasikan kehidupan pada kelompok masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi dari sebuah penglompokan bermasyarakat dari beberapa golongan.Kata kunci : Wacana lisan, iklan, etnografi komunikasi
STUDI SEMANTIK-KOMPARATIF KESANTUNAN DALAM BAHASA INGGRIS, INDONESIA, MELAYU, DAN JAWA Eko Kuntarto
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1585

Abstract

Akhir-akhir ini,studi linguistik-kesantunan telah berkembang dengan pesat. Berbagai perspektif telah diajukan oleh para ahli bahasa, terutama mereka yang fokus pada pragmatik. Dua di antaranya paling berpengaruh, yaitu Pandangan Face-Saving Theory yang digagas Brown Levinson, dan Pandangan Kontrak Percakapan yang digagas oleh Fraser. Selama bertahun-tahun kedua teori tersebut menjadi referensi utama studi kesantunan. Namun kemudian disadari, bahwa tidak ada model studi kesantunan yang paling sempurna dan dominan dalam kajian linguistik.Teori Face-Saving memiliki kelemahan utama dalam menetapkan generalisasi. Kesantunan adalah fenomena syarat-budaya. Tidak ada satu pun budaya di dunia ini yang serupa. Oleh karena itu, fenomena kesantunan harus diposisikan sebagai bergantung pada budaya. Teori Kontrak Percakapan memiliki kelemahan dalam validitas data. Konstruk teori tersebut masih sebatas sebagai desain yang belum mapan penerapannya dalam penggunaan bahasa yang nyata. Penelitian ini difokuskan pada perspektif semantik terhadap femomena kesantunan pada empat bahasa, yaitu Bahasa Ingris, Indonesia, Melayu, dan Jawa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat melengkapi kelemahaman kedua teori kesantunan terdahulu. Data dikumpulkan dengan merekam percakapan interaksi interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan semantik konsep kesantunan dalam bahasaInggris, Indonesia, Melayu, dan Jawa.Kata-kata kunci: Bahasa Inggris, Jawa, Indonesia, kesantunan, Melayu, semantik
KARAKTERISTIK TUTURAN HUMOR Hana Dwi Ratnawati
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2557

Abstract

This study aims to describe the form of violations of the principle of cooperation in the humorous book “Lucu-Lucu Tokoh Dunia” by Isa An. Tamami. The principle of cooperation is a principle that is used as a guideline in communication activities, by applying the four maxims in it, namely the maxim of quantity, the maxim of quality, the maxim of relevance, the maxim of implementation / method. In the conversation humor book “Lucu-Lucu Tokoh Dunia” Figures found elements of violations of the principle of cooperation, so this is what attracts the attention of researchers to make research in pragmatic studies. The method used in this study is descriptive qualitative. The focus of this study lies in the problem of violating the principle of cooperation used in humorous conversations using reading methods and note-taking techniques and certain tips, namely coding and marking each conversation in pencil, with the aim of classifying data according to its maxims. The results of this study indicate that the violation of the principle of cooperation maximizes the quantity used in some humorous book “Lucu-Lucu Tokoh Dunia” conversations is greater than the violation of the principle of cooperation in the maximal implementation / method carried out. Violations of the principle of cooperation can occur because speakers do not understand the context of the conversation, besides that violations are also carried out as a means of creating humor, such as criticizing, insinuating, and entertaining. The researcher found a characteristic form of violation of maxims of quantity, the maxim of quality, the maxim of relevance, the maxim of implementation/method which included: speech characteristics, kibul speech forms, intersection speech forms, ambiguous speech forms. Examinations contained in the humorous book " Lucu-Lucu Tokoh Dunia " often violate the principle of cooperation. That is because to create a funny impression on the utterance.
Meaning Realized on Online News About ‘France Under Attack’ Anjar Setiawan; Dodi Mulyadi
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.4251

Abstract

This research analyses the meaning realized on online news texts about ‘France under attack’ taken from The Jakarta Post, The Spectator, and Najam TV National. This is a descriptive qualitative research. The data were taken from the three news texts by classifying the clauses that related to the appraisal and then analyzing based on the subsystems of appraisal. The results showed that the news authors used three subsystems of appraisal included attitude, engagement, and graduation. In attitude, there were found the use of affect, judgement, and appreciation. There were also found of engagement consisted of monogloss and hetergloss. Further, the news items authors also applied graduation to make news more seems accurate.
EVIDENSI DEFINISI DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Fitri Amilia
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i2.395

Abstract

Definisi berisi informasi berupa konsep-konsep, fitur-fitur pada sebuah lema. Konsistensi definisi dapat dilihat dari jenis penguraian konsep dan fitur, keajegan penguraian pada perubahan bentuk kata, dan ketepatan penggunaan definiandum. Penelitian ini mengaji konsistensi penggunaan definiandum. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan adanya konsistensi dan inkonsistensi dalam penggunaan definiandum. Temuan ini menunjukkan adanya kesalaham penggunaan definiandum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua bentuk evidensi, yaitu konsistensi evidensi dan inkonsistensi evidensi. Konsistensi evidensi menunjukkan kesesuaian dan keakuratan konsep antara definisi dan contoh penggunaannya. Namun, meskipun makna dalam contoh definisi menunjukkan konsistensi, ditemukan adanya ketidakbakuan, ketidaktepatan penyusunan kalimat. Oleh sebab itu, diperlukan revisi susunan kalimat yang menjadi contoh penggunaan definisi. Inkonsistensi evidensi menunjukkan adanya pelanggaran terhadap konsep dalam definisi, ketidaksesuaian dan ketidakakuratan  makna antara definiandum dalam contoh penggunaan dan definian. Inkonsistensi evidensi ditemukan dalam bentuk peribahasa.Kata kunci: konsistensi, inkonsistensi, evidensi, definisi.