Articles
252 Documents
Prinsip Dasar Pendidikan Karakter Islam Dalam Keluarga pada Cerpen Rantai Kenangan Karya Adz Dzahabi
Eka Nova Ali Vardani
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v5i1.2777
Pendidikan karakter adalah suatu proses pembelajaran yang mengajarakan nilai-nilai kehidupan bagi manusia untuk menjadi manusia yang memiliki pribadi yang berakhlak baik. Semua proses pendidikan karakter harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi dengan baik yang didukung dengan pemahaman (ilmu) dan pengalaman yang benar. Penelitian ini difokuskan pada membina karakter dengan orang tua, meliputi (1) mengikuti keinginan dan saran kedua orang tua dalam berbagai aspek kehidupan selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam, (2) menghormati dan memuliakan kedua orang tua serta berterima kasih atas kasih sayang dan jasa-jasa mereka, dan (3) membantu kedua orang tua secara fisik dan material. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Adapun prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Membina karakter dalam keluarga merupakan suatu hal yang tidak mudah dan tidaklah mungkin untuk tidak dilaksanakan. Bersikap baik kepada kedua orang tua merupakan amalan yang paling utama. Bagi seorang anak pada hakikatnya segala perintah kedua orang tua harus di patuhi, terkecuali apabila perintah tersebut dilakukan dengan menimbulkan kesyirikan kepada Allah SWT. Keluarga menjadi tumpuhan keberhasilan atau tidaknya dalam membentuk pendidikan karakter pada anak-anaknya. Keluarga selalu berhadapan dengan persoalan kompleks yang muncul baik dari dalam atau pun dari luar. Oleh sebab itu, sebagai orang tua wajib untuk memprediksi apabila suatu saat nanti terjadi gangguan adanya cara pembinaan karakter dalam keluarga.
PARADIGMA LINGUISTIK BADUDU DALAM PEMERIAN BAHASA INDONESIA
Mohamad Afrizal
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v2i1.646
Tulisan ini membahas tentang paradigma ilmu pengetahuan yang digunakan Badudu dalam menyusun karya-karya ilmiah mengenai bahasa Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif-interpretatif. Simpulan dari tulisan ini ialah paradigma strukturalisme-difusionis digunakan Badudu secara implisit dalam memerikan bahasa Indonesia. Hal ini dapat diketahui dari asumsi-asumsi dasar Badudu tentang bahasa Indonesia, yaitu bahasa yang berakar dari bahasa Melayu ditambah unsur-unsur bahasa-bahasa asing dan daerah.Kata Kunci: Badudu, Bahasa Indonesia, Paradigma Ilmu, Filsafat Ilmu.
ANALISIS PRAGMATIS PADA BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) KASUS PEMBUNUHAN DI SURABAYA
Mimas Ardhianti
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v3i2.1586
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis pragmatis pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan di Surabaya. Kajian pragmatik ini mengacu pada tindak tutur dan implikatur pada BAP kasus pembunuhan di Surabaya. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif.Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan sebagai proses penelisikan dan eksplorasi permasalahan sosial.Data dalam penelitian ini berupa kata-kata kata-kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang ditemukan dalam BAP. Sumber data dalam penelitian ini adalah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan tahun 2015 di Polrestabes Surabaya. Hasil analisis diketahui data yangmengandung tindak tutur dan implikatur ditemukan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan. Jenis tindak tutur pada berita acara pemeriksaan dalam kasus pembunuhanditemukan tindak tutur lokusi, ilokusi, perlukosi, dan implikatur. Rincian tindak tutur dalam Berita Acara Pemeriksaan dalam kasus pembunuhan ditemukan dua puluh tuturan diantaranya, tiga tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi fungsi representatif tiga tuturan, fungsi direktif dua tuturan, fungsi deklarasi tiga tuturan, tindak tutur perlokusi tiga tuturan sedangkan tindak tutur ilokusi fungsi ekspresif tidak ditemukan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam kasus pembunuhan karena dalam tuturannya tersebut tidak ada yang mengandung suatu bentuk evaluasi tentang hal yang diujarkannya. Sedangkan implikatur percakapan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam kasus pembunuhan ditemukan enam tuturan diantaranya, tiga tuturan implikaturcancellability dan tiga tuturan implikatur nondetachability.Kata Kunci: Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kasus pembunuhan, pragmatis
WUJUD BUDAYA DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT WATU DODOL
Riska Fita Lestari
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v4i2.2559
Cerita rakyat sangat perlu dipahami oleh masyarakat atau generasimuda karena di dalamnya memuat berbagai hal tentang budaya masyarakat tempat karya sastra itu hidup.Peran teknologi informasi dan komunikasi pada era digital saat ini tidak dapat dipungkiri telah menggeser peran orang tua dalam mendidik putra-putrinya, khususnya dalam hal pembentukan karakter. Kebiasaan orang tua zaman dahulu mendongengkan cerita rakyat menjelang tidur anak,diakui atau tidak telah semakin ditinggalkan. Sementara instrumen canggih yang bernama internet begitu banyak menawarkan berbagai informasi, pengetahuan, dan budaya tanpa adanya filter. Internet dan televisi terposisikan sebagai guru, namun tanpa memiliki rasio dan rasa. Anak bebas memilih yang baik atau pun yang buruk tanpa pujian, dorongan, atau pun ancaman dan hukuman. Kondisi ini patut diduga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap lunturnya standar moral yang berakar pada nilai-nilai lokal. Dalam kondisi demikian, sekolah diharapkan menjadi tempat menggantungkan harapan untuk membentuk karakter anak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Berkaitan dengan hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan Struktur cerita rakyat Banyuwangi, Aspek Antropologi Budaya cerita rakyat Banyuwangi, Nilai pendidikan karakter cerita rakyat Banyuwangi, Relevansi cerita rakyat Watu Dodol dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
Penggunaan Bahasa Melayu Ambon sebagai Bahasa Pertama Memengaruhi Kemampuan Berbahasa Indonesia Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 7 Ambon
Iwan Rumalean;
Yohanes Hukubun;
Muhammad Akbar Kosu
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v6i1.4055
Pelaksanaan penelitian ini bertujuan mengeksplanasi penggunaan bahasa Melayu Ambon (BMA) sebagai bahasa ibu (B1) memengaruhi kemampuan berbahasa Indonenesia sebagai bahasa kedua (B2) peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Ambon. Linguistik sinkronis digunakan sebagai dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian SMP Negeri 7 Ambon Jl. dr. J. Leimena Wailela Ambon. Subjek penelitian 25 peserta didik dan 1 orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Data berupa tuturan lisan dalam proses pembelajaran dan data tulisan berupa karangan deskripsi karya peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur dan observasi deskriptif. Instrumen pengumpulan data, human instrument, daftar pertanyaan, catatan, dan rekaman. Analisis data menggunakan, (1) teknik kategorisasi, (2) teknik interpretasi, dan (3) teknik penyimpulan. Pemeriksaan data penelitian digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan, BMA merupakan bahasa pertama (B1) dan bahasa Indonesia sebagai B2 bagi peserta didik dan guru SMP Negeri 7 Ambon. BMA maupun bahasa Indonesia dikuasai dan digunakan secara bersamaan dalam pembelajaran. BMA sebagai bahasa Ibu (B1) memengaruhi bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua (B2). Latar belakang penggunaan BMA di dalam proses pembelajaran atau situasi formal disebabkab oleh faktor kedwibahasaan dan faktor migrasi serta urbanisasi penduduk di Kota Ambon. Untuk menyiasati agar peserta didik menggunakan bahasa Indonesia dalam situasi formal, maka guru harus menjadi suri tauladan (role model) bagi peserta didik.
PEMAKAIAN REPETISI DALAM SYAIR LAGU MINANG PADA DUA ALBUM BOY SHANDY
Nurmi Aisyah
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.396
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemakaian repetisi (perulangan) dalam syair lagu Minang pada dua album Boy Shandy. Pendekatan pelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frase, klausa atau kalimat yang menunjukkan adanya penggunaan aspek repetisi (pengulangan) dalam wacana syair lagu Minang yang terdapat dalam album Boy Shandy (Padiah Diseso Bayang dan Rindu Di Awan Biru). Sumber data penelitian ini berupa wacana syair lagu Minang yang terdapat dalam dua album lagu Boy Shandy yang diproduksi oleh PT. Carolina Record Padang. Hasil penelitian ini meliputi aspek repetisi muncul dalam bentuk (1) repetisi epizeuksis, (2) repetisi anafora, (3) repetisi epistrofa, (4) repetisi anadiplosis, dan (5) repetisi utuh.Kata kunci: repetisi, album lagu, boy sandy
PROSES MORFOLOGIS RAGAM BAHASA WARIA
Sirilus Jefri Yerosinkod
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v3i1.1110
Bahasa daerah tidak menjadi satu-satunya variasi bahasa yang ada di Indonesia, melainkan terdapat beberapa variasi bahasa yang terbentuk oleh komunitas tertentu.Salah satunya komunitas waria.Bahasa waria merupakan bahasa yang sering digunakan oleh waria yang biasanya tidak mempermudah komunikasi antara waria dan masyarakat.Waria sering menggunakan bahasa yang diciptakan sendiri dalam komunitasnya yang maknanya pun hanya dimengerti oleh sesama waria. Berdasrkan latarbelakang tersebut, ada tiga permasalahan yang dapat dikaji dalam penelitian ini, yaitu: Bagaimanakah proses pengimbuhan dalam ragam bahasa waria Manggarai Timur, bagaimanakah proses pengulangan dalam ragam bahasa waria Manggarai Timur, bagaimanakah proses pemajemukan dalam ragam bahasa waria Manggarai Timur; dan bagaimanakah proses pemendekan dalam ragam bahasa waria Manggarai Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik libat cakap, catat dan rekam.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan ragam bahasa waria di Manggarai Timur mengalami prosespengimbuhan ditemukan tiga ragam pengimbuhan dalam ujaran bahasa waria yaitu prefiksasi di , infiksasi il, dan sufiksasi ng, proses pengulangan, proses pemejemukan proses pemendekan sehingga diperoleh gambaran mengenai kosakata baru bahasa waria.Kata kunci: afiksasi, pemajemukan dan pemendekan, pengulangan, ragam bahasa.
Perbandingan Stereotipe Gender dalam Iklan: Kajian Semiotika Roland Barthes
Luly Zahrotul Lutfiyah;
Kingkin Puput Kinanti
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v5i2.3349
Artikel ini membahas mengenai stereotipe gender dalam iklan yang diteliti dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian semiotika mencoba mengkaji fenomena yang ada dalam masyarakat dengan menggunakan simbol baik yang bersifat verbal maupun nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan stereotipe gender pada dua iklan yaitu iklan kecap ABC dan Iklan extra joss atau iklan masa kini dengan iklan pada era 5 tahun sebelumnya. Citra perempuan masa lalu digambarkan sebagai perempuan yang menduduki second class dimana kedudukan perempuan di bawah laki-laki. Namun, perkembangan budaya dan pola pikir cenderung menggeser citra tersebut. Penelitian ini akan menggunakan dua iklan yaitu iklan masakan kecap ABC versi Suami bisa masak” dan iklan minuman extra jos versi Laki”. Data dibagi menjadi dua yaitu data verbal dan data nonverbal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan observasi. Dokumentasi dilakukan dengan metode simak dan catat. Peneliti akan mengumpulkan data kedua iklan kemudian dilakukan teknik simak dan catat. Setelah dilakukan simak dan catat dilakukan analisis dengan menggunakan analisis semiotik Roland Barthes. Analisis juga menggunakan FGD untuk memantapkan hasil penelitian. Penyajian data dilakukan secara informal yaitu menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran strereotipe gender antara iklan Extra Joss yang tayang pada tahun 2013 dengan iklan Kecap ABC yang tayang pada tahun 2018. Perbedaan tersebut terdapat pada penggambaran karakter dan peran laki- laki dan perempuan.
MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN YANG KREATIF
Dina Merdeka Citraningrum*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v1i1.75
Learning to write poetry is still experiencingnumbers of obstacles. The obstacles are both from students and teachers. Students tend to prefer popular science essay writing than poetry writing. It sometimes becomes the most difficult thing for students to do. This is due to the students thought that the poem is toocomplicated in terms of language and interpretation. In addition, the un-achieved learning goals performed by the teacher becomes an obstacle in poetry writing class. Therefore, teachers should start looking for ways to make students eager to learn to write poetry. Teachers must provide effective and creative learning techniques to students at school. The understanding that writing poetry can be learned must be imparted to the students so that they would be open-minded to learn to write poetry.Key words: Writing Poetry, Learning Techniques.
KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS PRESS RELEASE DENGAN PENDEKATAN STUDENT CENTER LEARNING
Idhoofiyatul Fatin, R. Panji Hermoyo, Aris Setiawan
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/bb.v2i2.829
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menulis press realease dengan menggunakan pendekatan Student Center Learning (SCL). Press release merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan media massa yang dibuat oleh humas suatu organisasi atau instansi kepada redaksi media massa agar meliput kegiatan yang dilakukan oleh instansi maupun perorangan tersebut. Dalam pembelajarannya, digunakan SCL karena pendekatan ini mampu mengkondisikan mahasiswa lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajaran yang dilakukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan observasi dan dokumentasi pada teknik pengumpulan datanya. Objek penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya yang menempuh mata kuliah Kehumasan sejumlah 22 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan mahasiswa dalam membuat press release baik, yaitu mahasiswa mampu mengidentifikasi, menulis dan mengkombinasikan unsur 5W+1H dalam press release. Beberapa kelemahan yang muncul pada tulisan mahasiswa adalah belum tepat dalam mengidentifikasi unsur “How” dan berpengaruh dalam menggunakan bahasa ilmiah.Kata Kunci:menulis,press release, SCL