cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Implementasi Metode Storet Terhadap Data Kualitas Air Sungai di Indonesia Dewi Ratnaningsih
Jurnal Ecolab Vol 4, No 1 (2010): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2096.198 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2010.4.1.1-11

Abstract

makalah ini bertujuan untuk menyajikan implementasi metode storet berdasarkan Kepmen LH No. 115/2003 terhadap kualitas air di indonesia dalam menentukan status mutu air. status mutu ditentukan dengan membandingkan data kualitas air dengan standar kualitas air peruntukannya. penggunaan metode storet membutuhkan data kontinue (time series). klasifikasi status mutu air meliputi tercemar berat, tercemar sedang, tercemar ringan dan memenuhi standar. data kualitas air dikumpulkan dari 240 titik pantau yang berasal dari 30 sungai dan 2 danau dari 28 provinsi di indonesia. berdasarkan kriteria mutu air (KMA) kelas I PP 82/2001 menunjukan bahwa lebih dari 93 % titik pantau berada pada kondisi tercemar berat dan sisanya 6% tercemar sedang. Hal tersebut berarti bahwa semua titik pantau tidak memenuhi standar sebagai sumber baku air minum. berdasarkan KMA kelas II dan II PP No. 82/2001, mayoritas titik pantau juga tercemar berat, sehingga pengelolaan kualitas air menjadi hal yang penting untuk dilaksanakan.
PENENTUAN BATAS LINEARITAS METODE PENGUJIAN AIR RAKSA DALAM AIR SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM UAP DINGIN SESUAI SNI 6989.78 : 2011 Anwar Hadi; Asiah Asiah
Jurnal Ecolab Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.1.36-45

Abstract

Rentang kerja optimal instrumen kimia untuk mengukur kadar analit yang terkandung dalam suatu contoh uji berada diantara level of quantitation (LoQ) dan level of linearity (LoL). Umumnya, laboratorium lebih mengutamakan penetapan LoQ daripada LoL karena pelaporan hasil pengujian mensyaratkan batasan LoQ yang mampu dicapai oleh laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan LoL metode pengujian air raksa (Mercury, Hg) dalam air dan air limbah secara spektrofotometri serapan atom sesuai SNI 6989.78: 2011 dengan kisaran kadar 1 μg Hg/L sampai dengan 20 μg Hg/L. Secara prinsip, Hg2+ direduksi oleh Sn2+ menjadi Hg0 dan selanjutnya atom tersebut dianalisis secara kuantitatif dengan SSA - uap dingin pada panjang gelombang 253,7 nm. Penentuan LoL dilakukan dengan membuat kurva kalibrasi dari larutan standar kerja sebagai uji linearitas kurva dan dilanjutkan dengan mengukur larutan kerja 1 μg Hg/L dan 20 μg Hg/L sebanyak 10 kali untuk mendapatkan nilai simpangan bakunya. Data tersebut kemudian dianalisis secara statistik menggunakan analysis of varian (anova). Uji linearitas kurva kalibrasi pada penelitian ini menghasilkan nilai multiple R = 0,999. Pada tingkat kepercayaan 99%, diperoleh Ftabel = F(0,01; 9; 9) = 5,351 sehingga Fhitung < Ftabel, maka dapat disimpulkan bahwa 1 μg Hg/L – 20 μg Hg/L merupakan regresi linear dan 20 μg Hg/L merupakan level of linearity (LoL) dari pengukuran Hg menggunakan SSA uap dingin sesuai dengan SNI 6989.78:2011.
KARAKTERISASI PASIR BERLAPIS OKSIDA BESI SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENYISIHAN BESI DALAM AIR TANAH Barlianti, Vera; Muryanto, Muryanto; Triwahyuni, Eka
Jurnal Ecolab Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.2.85-95

Abstract

Air tanah merupakan sumber air minum utama bagi masyarakat yang berdomisili di daerah yang belum terjangkau layanan air bersih dari PDAM. Salah satu masalah pada kualitas air tanah adalah kandungan besi dalam air tanah di atas 0,3 mg/l, melebihi standar baku mutu Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001. Sebagai contoh kandungan besi pada air tanah di Bandung mencapai 3-4 mg/l dan di Medan sebesar 4-5 mg/l. Pada penelitian sebelumnya telah diketahui bahwa adsorben dari pasir kuarsa yang dilapisi oksida besi (goethite) mampu menyisihkan kan­dungan besi dalam air tanah hingga 74,20%. Makalah  ini melaporkan karakteristik dan potensi pasir sungai dan pasir pantai yang dilapisi oksida besi sebagai adsorben untuk menyisihkan kandungan besi dalam air tanah. Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari sungai Cisadane, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia (PC), pasir pantai dari daerah Tangerang, Banten, Indonesia (TP), dan pasir yang berasal dari salah satu pantai di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia (UJ). Pasir dicuci dengan air, kemudian dikeringkan selama 24 jam. Selanjutnya dilakukan pengayakan untuk memisahkan pasir berdasarkan ukurannya. Pasir yang mempunyai ukuran antara 425-710 um direndam dalam larutan HCl selama 24 jam, lalu dicuci dengan air dan dikeringkan. Hasil percobaan mengindikasikan terbentuknya senyawa lepidocrocite pada permukaan pasir pantai.  Uji kinerja yang dilakukan terhadap adsorben ini menunjukkan efisiensi penyisihan besi dalam air tanah sebesar 61,65%.
PEMETAAN KOMPETENSI LABORATORIUM LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM UJI PROFISIENSI LOGAM BERAT DALAM AIR BERSIH Asiah H
Jurnal Ecolab Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.188 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2017.11.2.82-91

Abstract

ABSTRAKPeran laboratorium lingkungan sangat dibutuhkan dalam pemantauan lingkungan maupun penegakan hukum lingkungan di seluruh wilayah Indonesia. Namun kenyataannya, 66% dari sekitar 400 laboratorium yang melakukan pengujian lingkungan terkonsentrasi di pulau Jawa. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan peningkatan kinerja laboratorium lingkungan sehingga sebaran kompetensi laboratorium merata di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu evaluasi kinerja laboratorium dapat dilakukan melalui program uji profisiensi sesuai dengan prinsip ISO/IEC 17043 dan ISO 13528. Program uji profisiensi diikuti oleh sekitar 100 laboratorium binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dengan hasil memuaskan lebih dari 50% untuk parameter Zn, Fe, dan Cd, sedangkan Mn kurang dari 50%. Sebaran laboratorium peserta uji profisiesni yang dinyatakan memiliki kompetensi dalam pengujian logam berat terpusat di Pulau Jawa, disusul berturut – turut Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Pulau Papua. Keberadaan kompetensi laboratorium dengan jumlah lebih besar dari 50% menunjukkan bahwa laboratorium lingkungan di Indonesia secara umum sudah memiliki kemampuan melakukan analisis logam berat dalam air bersih khusunya parameter Zn, Fe, dan Cd. Laboratorium tersebut diharapkan dapat mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup khususnya menghasilkan data yang valid untuk pengujian logam berat dalam air bersih.
PENGKAJIAN METODE UNTUK ANALISIS TOTAL LOGAM BERAT DALAM DAGING IKAN MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION OF OFFICIAL ANALITICAL CHEMIST (AOAC) MODIFIKASI Siti Masitoh; Arum Prajanti; Jenia Mustika; Nurhasni Nurhasni
Jurnal Ecolab Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.1.43-51

Abstract

Pengujian logam berat dalam material (daging ikan) tidak hanya tergantung pada prosedur yang telah ada tapi juga dapat dilakukan modifikasi untuk pengembangan, supaya dapat diketahui dan dipilih metode analisis yang paling cocok. Oleh karenanya, dalam penelitian ini dilakukan kajian metode Association of Official Analitical Chemist (AOAC) modifikasi internasional 2005: 999.10,dengan menggunakan Flame Atomic Absorption Spectrophotometry(FAAS) dan Graphite Furnace Atomic Absoption Spectroscopy(GFAAS). Pengkajian terhadap metode standar yang dimodifikasi perlu dilakukan oleh laboratorium untuk menegaskan dan mengkonfirmasikan bahwa metode tersebut sesuai dengan penggunaannya. Contoh uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ikan dan Certified reference material(CRM) DORM-4 Fish Protein Certified Reference dari Kanada. Sebanyak 0,5 gram contoh uji dan CRM ditimbang kemudian ditambahkan dengan asam HNO3 dan selanjutnya didestruksi menggunakan microwave digestion. Larutan hasil destruksi kemudian diukur konsentrasi logam total tembaga (Cu), seng (Zn), besi (Fe), kadmium (Cd) dan timbal (Pb) dengan menggunakan FAAS dan GFAAS. Parameter dalam kajian metode ini meliputi linearitas, limit deteksi, akurasi dan presisi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode AOAC modifikasi dengan penambahan HN03 untuk analisis logam berat telah memenuhi semua persyaratan keberterimaan suatu metode untuk digunakan dalam analisis di laboratorium
EVALUASI KINERJA LABORATORIUM LINGKUNGAN DAERAH MELALUI PROGRAM UJI PROFISIENSI PARAMETER Pb, Zn, Mn, Cl-, dan SO4 2- DALAM AIR Anwar Hadi
Jurnal Ecolab Vol 3, No 2 (2009): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.313 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2009.3.2.43-51

Abstract

One of the main uses of proficiency testing schemes is to assess laboratories ability to perform tests competently.Environmental Management Center (PUSARPEDAL – KNLH) conducts proficiency testing program to determinethe performance of individual laboratories for environmental quality tests and to monitor continuing performance.Performance evaluation sample was determined by provider as assign value and distributed to the participants. Theresult of proficiency testing was evaluated by Zscore according to News Statistics NATA’s Proficiency TestingPrograms. In 2008, the participants of proficiency testing program are 52 laboratories which carry out the environmentalquality tests. The result of proficiency testing showed that more than 80% participants have high accuracy andprecision for determination of Pb, Zn and Mn in water using Atomic Absorption Spectrofotometer. Furthermore, thedetermination of Chloride (Cl-) in water was analyzed by argentometric method showed that 73.47% laboratorieshave high accuracy and 87.76% laboratories have high precision. In addition, 65.96% laboratories have highprecision and 87.23% laboratories have high accuracy for determination of Sulfate (SO42-) in water was analyzed byturbidimetric.
PENGARUH PENGAIRAN, PEMUPUKAN, DAN PENGHAMBAT NITRIFIKASI TERHADAP EMISI GAS RUMAH KACA DI LAHAN SAWAH TANAH MINERAL R Kartikawati; D Nursyamsi
Jurnal Ecolab Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.2.93-107

Abstract

Pengairan dan pemupukan merupakan dua faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi hasil padi serta proses pembentukan gas rumah kaca (CH4 dan N2O) di lahan sawah tanah mineral. Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengairan, pemupukan, dan penghambat nitrifikasi (NI) terhadap emisi gas rumah kaca di lahan sawah tanah mineral telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Jakenan pada MK 2011. Perlakuan menggunakan rancangan petak terbagi dalam rancangan acak kelompok dan ulangan 3 kali. Petak utama adalah pengelolaan air, yaitu: pengairan terus-menerus (I1) dan pengairan terputus (I2), sedangkan anak petak adalah pemupukan, yaitu: kontrol (P1), NPK 25% (P2), NPK 50% (P3), NPK 75% (P4), NPK 100% (P5) dan NPK 100% + NI (P6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengairan terputus mampu menekan emisi CH4 sebesar 60% sehingga Global Warming Potential (GWP) juga menurun, tidak berpengaruh nyata terhadap hasil gabah, dan meningkatkan indeks emisi 34%. Pemupukan NPK meningkatkan emisi CH4 181% dan N2O 7%, meningkatkan hasil gabah 116%, dan indeks emisi 29%. Penggunaan NI menurunkan emisi N2O 21%, tidak berpengaruh nyata terhadap hasil gabah, dan meningkatkan indeks emisi 29 %. Berdasarkan data tersebut maka pengairan terputus yang dikombinasikan dengan NPK 100%+NI merupakan teknologi mitigasi terbaik dalam meningkatkan hasil padi dan menurunkan emisi GRK di lahan sawah tanah mineral.
AKUNTABILITAS LABORATORIUM LINGKUNGAN DALAM MENUNJANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Anwar Hadi
Jurnal Ecolab Vol 2, No 1 (2008): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1839.709 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2008.2.1.1-10

Abstract

Accountability, transparency and public participation in generate environmental quality data play a key role inthe good environmental governance principles, and the environmental quality data can be used for environmentalpolicy. To obtain valid environmental quality data which are defensible in terms of environmental regulations andscientific knowledge, repectives the data should have completeness, correctness and conformity to comply withgood environmental sampling practice and good laboratory practice according to ISO/IEC 17025: 2005. Basedon research conducted using check-list and/or surveys for 51 environmental laboratories accredited by NationalAccreditation Board showed that all laboratories do not implemented the principles of accountability yet. Besidethat the spread and quantity of the laboratories conducted environmental monitoring are not enough if compared toindustries amounts which shall be monitored. For that reason, technical assistance from, surveillance and evaluationshould be carried-out by independent and competence institution in environmental laboratory. Creating database for environmental laboratory competence by authority institution can help public for useful and optimizingthe environmental laboratories. Furthermore, establishing environmental laboratories for shall be facilitated byauthorized institution to give information each others and help solving the environmental laboratory problems
ANALISA PENGARUH LETUSAN ABU VULKANIK GUNUNG MARAPI DI SUMATERA BARAT TERHADAP PENGUKURAN GAS (SO2) DAN PARTIKEL (PM10 DAN SPM) DI STASIUN PEMANTAU ATMOSFER GLOBAL BUKIT KOTOTABANG Agusta Kurniawan
Jurnal Ecolab Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.1.37-47

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisa pengaruh letusan abu vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat pada awal bulan Agustus 2011 terhadap pengukuran gas (SO2) dan partikel (PM10 dan SPM) di SPAG Bukit Kototabang. Sebagai data pembanding yaitu data rata-rata harian sebelum letusan abu vulkanik gunung Marapi, yaitu data harian bulan Juli 2011, sedangkan sebagai data sampel (data setelah Gunung Marapi meletus) digunakan data rata-rata harian 1-10 Agustus 2011. Model Hysplit Volcanic Ash dari NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dan Citra Satelit OMI (Ozon Monitoring Instrument) digunakan untuk memperkirakan arah letusan Gunung Marapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa letusan abu vulkanik Gunung Marapi pada awal Agustus 2011 tidak berpengaruh terhadap pengukuran pengukuran gas (SO2) dan partikel (PM10 dan SPM) di Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang
ANALISIS OZONASI LIMBAH CAIR BLACK LIQUOR DARI INDUSTRI PULP DAN KERTAS Nida Sopiah; Fuji Suciati; M Abdul Kholiq; RTM Sutamiharja
Jurnal Ecolab Vol 2, No 2 (2008): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.097 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2008.2.2.43-49

Abstract

Black liquor is wastewater coming from pulp processing containing organic and inorganic material which are difficultto degrade. Ozone is a potent oxidator which has capacity to break down chemical bond. Ozonation for 180 minuteswith capacity of 178.3 mg 03/hour could alter the properties and characteristic of black liquor from brownish black tobright yellowish. This was confirmed by the change of maximum absorbance from 0.07 to 0.05 at wavelength 731.5 mmand appeared the absorbency on (nm unit): 340.0, 292.5, 285.5, 284.0, 283.0, 281.5, 280.5. The COD content wasdecreased 33% after ozonation.

Page 10 of 18 | Total Record : 178