cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
UJI KEMAMPUAN NaOH UNTUK RECOVERY KROMIUM (III) DARI LIMBAH CAIR PENYAMAKAN KULIT DENGAN METODE PENGENDAPAN Sri Hastutiningrum; Eko Sugiharto; Mudasir Mudasir
Jurnal Ecolab Vol 1, No 2 (2007): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.733 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2007.1.2.60-69

Abstract

Waste from lather tanning process represant one of the pollutants coming from various existing industries. pollutant could affect not only human being, but also affect surrounding other living organism. one of dangerous compounds such as chromium (III) containing inthe liquid waste of leather tanning industry in Yogyakarta has been investigated using precipitation methods. Chromium (III) recovery process is one of simple techniques to recover chrromium (III) from liquid waste of leather tanning. In this technique chromium (III) was converted into its hydroxine and after being seperated, the precipitate was dissolved again in sulfuric acid for further reusing in leather tanning process. in general, the recovery of chromium (III) procedure was started by meausurement oh initial pH, iltration of liquid waste and precipitation of chromium(III) using NaOH. The addition of NaOH eas also intended to increase the pH of the liquid waste. The liquid waste solution was then aged for several hours at varios pH to obtain optimum conditions of precipitation. Obtained precipitatewas filtered using varios paper filters and finally sollution was analized for its chromium(III) content to determine the effectiveness of the recovery. result the study of the study show that whatman 40 paper filter is more appropiate filter for separating chromium. (III) precipitete because this filter gives the highest content of chromium(III) in the recovered solution. The precipitation of chromium (III) proceedseffectivelly in the solution pH of 8 with recovery effeciency of 52,01%, while the effective time of aging was found to be 24 hours with recovery efficincy of 80,39%. From this study, it has been demontrated that liquid waste chromium(III) from leather tanning may be reused as additive materials in the leather tanning process after being recovery from the liqiud waste using precipitation methode.
PERAN RHIZOBAKTERI DALAM FITOEKSTRAKSI LOGAM BERAT KROMIUM PADA TANAMAN JAGUNG MMA Retno Rosariastuti; Ali Pramono; Ngadiman Ngadiman; Irfan D Prijambada
Jurnal Ecolab Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2012.6.1.38-50

Abstract

Logam berat bersifat persisten dalam lingkungan dan diketahui mengubah biodiversitas, struktur dan fungsi ekosistem tanah. Remediasi tanah terkontaminasi logam menjadi penting, karena tanah sebagai media penghasil bahan pangan. Pendekatan konvensional untuk remediasi tempat yang terkontaminasi logam meliputi fisika dan kimia, namun aplikasi proses-proses ini terbatas karena kendala teknologi dan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan metode remediasi yang murah, aman dan ramah lingkungan seperti bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan rhizobakteri dalam membantu fitoekstraksi logam berat kromium pada tanaman jagung. Tahapan penelitian meliputi 1) uji toleransi bakteri terhadap Cr(VI), 2) uji reduksi Cr(VI), dan 3) uji serapan Cr(VI) pada tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Isolat 27 toleran terhadap toksisitas Cr(VI) pada konsentrasi 15 ppm. Isolat 27 mereduksi Cr(VI) secara sempurna dalam waktu 18 jam. Isolat 27 membantu fitoekstraksi logam kromium pada tanaman jagung sebesar 241 kali dibandingkan kontrol. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis asam yang berperan dalam mekanisme fitoekstraksi pada tanaman jagung. Isolat 27 dapat digunakan sebagai inokulan dalam fitoremediasi dan pemacu pertumbuhan tanaman.
PEMANTAUAN TIMBEL (Pb) DI DAERAH, SERPONG, PUSPIPTEK DAN SEKITARNYA Halimah Syafrul; Esrom Hamonangan; Retno Puji Lestari; Emalya Rachmawati; Lia Mulyaningsih
Jurnal Ecolab Vol 1, No 1 (2007): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.193 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2007.1.1.9-16

Abstract

Pusarpedal-KLH monitored Lead (Pb) concentration in Serpong area from 2001 – 2004. The result was around 0.5-6 μg/m3 and average was 2.51 μg/m3 exceeded national ambient air quality standard (PP 41/1999), for 24 hour that is 2μg/m3 and also for annual that is 1 μg/m3. The present condition of the high concentration of Pb in Serpong area was verified by the conducted measurement at 10 (ten) sampling points at around Puspiptek area, kec. Serpong, Kec.Pagedangan Kec Pamulang, dan Kec. Gunung Sindur on January to February 2006. The result obtained was exceeded national ambient air standard at SD Setu Muncul (Pb concentration: 6.03 μg/m3), Batan Indah (Pb concentration: 3.79 μg/m3) and BSD Griya Loka (Pb concentration: 2.1 μg/m3). The Pb concentration in elementary school children blood was also monitored in Serpong and its surroundings. As result, Pb concentration in elementary school children blood Serpong elementary school children blood was ranged from 7-12 μg/dl, with average concentration; SDN Setu 01 = 12.0μg/dl, SDN Puspiptek = 9.5 μg/dl), SDN Kademangan = 7.1 μg/dl, and SDN Batan = 7.5 μg/dl. The Pb concentration in elementary school children blood in Jakarta area was ranged from 2.1 - 6.1 μg/dl. Standard specified by Center for Disease Control and Prevention (CDCP)-USA is: 10 μg/dl. The evaluations of meteorological data and emission source have been conducted, in order to understand the air pollution situation in Serpong area. Frequency distribution of wind speed and wind direction was calculated and conclude that 50-60% was calm condition, and the emission sources at Serpong and its surroundings in radius 30 s/d 40 km.
KANDUNGAN MIKROBA PATOGEN, RESIDU INSEKTISIDA ORGANOFOSFAT DAN LOGAM BERAT DALAM SAYURAN Harsojo Harsojo; Sofnie M Chairul
Jurnal Ecolab Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2011.5.2.89-95

Abstract

Tujuan penelitan ini ialah untuk mengetahui kandungan mikroba, residu pestisida dan logam berat yang terkandung dalam sayuran lalab. Sayuran yang diteliti terdiri dari kacang panjang (Vigna sinensis), kUBIS (Brassica oleraceae), ketimun (Cucumis sativa) dan kemangi (Ocimum basilicum L.). Sayuran yang dibeli dari pasar tradisional maupun swalayan ditanam pada media yang sesuai dengan parameter yang diamati. Parameter mikroba yang diamati ialah jumlah mikroba, koliform dan bakteri Staphylococcus serta kemungkinan adanya Salmonella. Disamping itu juga diamati residu pestisida dan kandungan logam berat seperti Pb, Hg dan Cd. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bakteri aerob berkisar antara 3,50 x 104 dan 3,70 x 107 cfu/g, untuk bakteri koli berkisar antara 0 hingga 1,49 x 107 cfu/g sedang untuk Staphylococcus berkisar antara 0 hingga 1,29 x 105 cfu/g. Pada semua sayuran yang diteliti tidak ditemukan adanya Salmonella. Sayur kacang panjang pada lokasi III mengandung residu insektisida diazinon yang telah melebihi ambang batas. Logam berat yang diteliti pada semua sayuran masih dibawah ambang batas yang diizinkan
PERHITUNGAN INDEKS KUALITAS UDARA DKI JAKARTA MENGGUNAKAN BERBAGAI BAKU MUTU Rita Mukhtar; Rina Aprishanty; Ridwan Fauzy
Jurnal Ecolab Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.439 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2018.12.1.32-41

Abstract

Rumus Indeks Kualitas Udara (IKU) untuk Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) perlu diuji cobakan menggunakan data primer atau sekunder yang valid dengan jumlah yang memenuhi persyaratan data yang dibutuhkan. Agar hasil perhitungan dapat mencerminkan kondisi kualitas udara yang representatif sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan; maka  data hasil pemantauan kualitas udara kontinyu dan otomatis di 5 (lima) stasiun AQMS di DKI Jakarta dapat digunakan, sebagai tahap awal ujicoba rumus IKU.  Parameter yang digunakan pada rumus IKU dipilih berdasarkan pada landasan hukum yang masih berlaku di Indonesia yaitu PP41/1999 tentang pengendalian pencemaran udara, PermenLH no.12/2010 tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara di Daerah, dan KepMenLH No.45/1997 serta Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor: Kep-107/Kabapedal/11/1997 yang keduanya tentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).  Mengacu kepada peraturan tersebut, dipilih 5 (lima) parameter kunci pencemar udara yaitu: CO, SO2, NO2, PM10, dan O3 yang akan digunakan pada rumus IKU.   Dari hasil uji coba perhitungan IKU diperoleh hasil IKU dari 5 stasiun di Jakarta untuk tahun 2017 pada angka 58 dengan kriteria “kurang”. 
DEGRADASI SENYAWA PERMETRIN DENGAN MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM TERPILAR TiO2-ANATASE SECARA SONOLISIS Zilfa Zilfa; Hamzar Suyani; Safni Safni; Novesar Jamarun
Jurnal Ecolab Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2011.5.1.35-43

Abstract

Permetrin merupakan golongan insektisida piretroid sintetik yang kurang toksik bagi mamalia tapi sangat toksik bagi ikan, serangga dan mikroorganisme air Penelitian tentang degradasi senyawa permetrin telah dilakukan dengan menggunakan zeolit alam terpilar TiO2-anatase secara sonolisis pada beberapa kondisi perlakuan.. Degradasi dilakukan secara sonolisis menggunakan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 45 KHz. Sampel yang digunakan adalah permetrin 96,1%. Sedangkan zeolit alam terpilar TiO2-anatase digunakan sebagai katalis untuk membantu degradasi secara cepat dan efisien. Hasil iradiasi dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 272 nm. Degradasi permetrin 20mg/L pada suhu 40oC dan waktu iradiasi 120 menit, tanpa penambahan zeolit alam terpilar TiO2- anatase mencapai 22,23%. Sedangkan degradasi permetrin 20 mg/L pada suhu 40oC dan waktu iradiasi 75 menit dengan penambahan 50 mg zeolit alam terpilar TiO2- anatase menghasilkan 81,10 %.
POTENSI BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA PROSES BIODEGRADASI ALKIL BENZENA SULFONAT LINEAR (LAS) DALAM TIGA JENIS DETERGEN KOMERSIAL Mamay Maslahat; RTM Sutamihardja; Farila Rakhmanika
Jurnal Ecolab Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2010.4.2.89-96

Abstract

Penggunaan deterjen dalam kegiatan rumah tangga dan industri dapat meningkatkan pencemaran lingkungan. Zat aktif yang umum digunakan dalam deterjen adalah Alkil Benzena Sulfonat Linear (LAS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan Pseudomonas aeruginosa dalam mendegradasi LAS yang terdapat pada tiga jenis detergen yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Pseudomonas aeruginosa sebagai dekomposer dan menambahkan (NH4)2SO4, KH2PO4, K2HPO4, dan C6H12O6 sebagai sumber N, P, dan C. Sebagai sampel digunakan tiga jenis deterjen komersial (A, B, dan C) dengan variasi konsentrasi uji 35mg/L, 50mg/L, dan 100mg/L. Penurunan kadar LAS dalam detergen selama 30 hari proses biodegradasi ditetapkan secara Methylene Blue Active Substances (MBAS) dan menggunakan instrumen spektrofotometer Uv-Vis pada λ652 nm. Hasil penelitian menunjukkan pada hari ke 30 proses biodegradasi deterjen A, B, dan C dengan konsentrasi uji 35mg/L menghasilkan residu LAS berturut-turut sebesar 3,62; 4,66 dan 11,62 mg/L. Pada konsentrasi uji 50 mg/L, residu LAS pada deterjen A, B, dan C berturut-turut sebesar 7,71; 11,88; dan 21,16mg/L. Sedangkan pada konsentrasi uji 100mg/L, residu LAS pada deterjen A, B, dan C berturut-turut sebesar 27,98; 37,54; 66,81mg/L
KETERKAITAN NEKROSIS INSANG LARVA TRICHOPTERA CHEUMATOPSYCHE sp. DENGAN KONTAMINAN LOGAM MERKURI: STUDI KASUS DI SUNGAI CILIWUNG DAN CIKANIKI Jojok Sudarso; Gunawan P Yoga
Jurnal Ecolab Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.2.93-103

Abstract

Keberadaan logam merkuri pada ekosistem akuatik telah diketahui banyak menimbulkan dampak negatif bagi biota perairan. Salah satu biota akuatik (organisme makrozoobentos) yang terkena dampak kontaminan logam merkuri adalah larva insekta Trichoptera Cheumatopsyche sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan adanya korelasi antara meningkatnya kontaminan logam merkuri di perairan dengan persentase terjadinya nekrosis insang larva Cheumatopsyche sp. di Sungai Ciliwung dan Cikaniki. Larva Trichoptera dikumpulkan dengan menggunakan alat jala surber dan dilakukan penggabungan menjadi satu sampel (komposit). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara kontaminan logam merkuri di sungai dengan persentase nekrosis larva Cheumatopsyche sp. (r = 0,8 untuk sungai Cikaniki dan r = 0,9 untuk Sungai Ciliwung). Disamping itu ada kecenderungan bioakumulasi logam merkuri di tubuh larva Cheumatopsyche sp. diikuti dengan meningkatnya kejadian nekrosis pada insang (r = 0,8 untuk sungai Cikaniki dan r = 0,88 untuk sungai Ciliwung). Penelitian ini menunjukkan potensi yang besar dari penggunaan insang larva Cheumatopsche sp. sebagai indikator terhadap stress oleh kontaminan toksik lainnya di ekosistem akuatik
KARAKTERISASI EMISI PAHs HASIL PEMBAKARAN DUPA DALAM RUANG EKSPERIMEN Retno Puji Lestari; Samroeng Chantchaemsai; Panida Navasumrit
Jurnal Ecolab Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.791 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2016.10.1.8-16

Abstract

Pembakaran dupa yang merupakan bagian dari ritual agama dan budaya mayoritas komunitas Oriental, diketahui berpotensi menyebabkan efek berbahaya akibat emisi yang menghasilkan berbagai jenis polutan. Telah dilakukan identifikasi senyawa Polycylic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang berasal dari emisi hasil pembakaran beberapa tipe dupa dalam sebuah ruang eksperimen. Studi ini dilakukan di Chulabhorn Research Institute, Thailand dengan tujuan untuk mengetahui tingkat emisi PAHs yang terikat dalam partikulat pada sampel-sampel dupa dari tiga negara (Indonesia, Thailand, dan Vietnam) yang dipilih secara acak. Dari hasil analisis PAHs menggunakan High Performance Liquid Chromatography dengan Fluorescence Detector (HPLC-FLD) diketahui bahwa komponen dominan dalam sampel dupa Indonesia dan Thailand adalah fluorenthane (Flu) dengan konsentrasi masing-masing 8.2±1.0 dan 3.5±0.5 mg/m3, sementara sampel Vietnam didominasi oleh komponen chrysene (CHR) (34.5±10.6 μg/m3). Sampel dupa Vietnam mengemisikan total PAHs ~5 kali lebih tinggi dari dupa Indonesia dan ~8 kali lebih tinggi dari dupa Thailand. Seluruh sampel mengemisikan Benzo[a]pyrene (BaP) dalam level serupa, meskipun konsentrasi dalam dupa Vietnam masih ~1.3 kali lebih tinggi dari dupa Indonesia dan ~1.8 kali dari dupa Thailand. Sementara untuk nilai BaP ekivalen, dupa Vietnam ~3.7 kali dan ~7kali lebih tinggi dari sampel Indonesia dan Thailand.
KARAKTERISTIK AIR LIMBAH RUMAH TANGGA PADA SALAH SATU PERUMAHAN MENENGAH KEATAS DI TANGERANG SELATAN Alfrida Ester Suoth; ernawita Nazir
Jurnal Ecolab Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.253 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2016.10.2.80-88

Abstract

Air merupakan komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan, makhluk hidup di muka bumi ini tak dapat terlepas dari kebutuhan akan air.  Aktifitas yang dilakukan manusia menghasilkan air limbah yang akan di buang dan berakhir ke sungai dan laut. Contoh uji gray water yang diambil pada perumahan menengah keatas yang berada di kota tangerang Selatan dimaksudkan guna mengetahui karakteristik air limbah tsb. Hasil yang diperoleh menunjukkan semua parameter yang dianalisa terdeteksi namun parameter BOD, TSS danminyak lemak melebihi peraturan yang di keluarkan Kementerian Lingkungan Hidup No112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air LimbahDomestik. Parameter detergen (MBAS) konsentrasinyaberkisar 8,8 – 34 mg/L, nilaiini 40 – 170 kali lebihtinggidari yang diperbolehkan di perairansepertidiaturdalam kriteria Mutu Air(KMA) PP 82 tahun 2001 kriteriamutu air kelas III. Air merupakan komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan, makhluk hidup di muka bumi ini tak dapat terlepas dari kebutuhan akan air.  Aktifitas yang dilakukan manusia menghasilkan air limbah yang akan di buang dan berakhir ke sungai dan laut. Contoh uji gray water yang diambil pada perumahan menengah keatas yang berada di kota tangerang Selatan dimaksudkan guna mengetahui karakteristik air limbah tsb. Hasil yang diperoleh menunjukkan semua parameter yang dianalisa terdeteksi namun parameter BOD, TSS danminyak lemak melebihi peraturan yang di keluarkan Kementerian Lingkungan Hidup No112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air LimbahDomestik. Parameter detergen (MBAS) konsentrasinyaberkisar 8,8 – 34 mg/L, nilaiini 40 – 170 kali lebihtinggidari yang diperbolehkan di perairansepertidiaturdalam kriteria Mutu Air(KMA) PP 82 tahun 2001 kriteriamutu air kelas III.  

Page 9 of 18 | Total Record : 178