cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
APLIKASI PASSIVE AIR SAMPLER UNTUK PERSISTENT ORGANIC POLLUTANTS DI UDARA AMBIEN Dewi Ratnaningsih
Jurnal Ecolab Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.622 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2016.10.1.17-28

Abstract

Aplikasi passive air sampler (PAS) untuk pengukuran persistent organic pollutants (POPs) di udara ambien di Indonesia penting dipertimbangkan mengingat masih terbatasnya informasi POPs di udara ambien. Pengambilan sampel POPs dengan pasif ini lebih mudah dan efisien dibandingkan secara aktif. POPs sudah dilarang penggunaannya, namun karena sifatnya yang persisten POPs masih ditemukan di lingkungan. Tujuan penulisan ini untuk menyampaiakan hasil worskhop yang dilakukan di KORDI kerjasama AMETEC-UNU dalam aplikasi PAS untuk pengukuran POPS di udara ambien. PAS yang berisi poliurethan foam (PUF) dipaparkan selama 63 hari di daerah rural Citeko-Puncak dan di urban Cawang Jakarta untuk mengambil sampel gas secara pasif. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beberapa senyawa POPs masih terdeteksi di udara ambien dengan konsentrasi di urban Jakarta lebih tinggi dibandingkan di rural Citeko Bogor. POPs yang terdeteksi di udara ambien adalah HCB, trans-chlordane, cis-chlordane, trans-nonachlor, PCBs, DDT dan turunannya yaitu pp’-DDT, op’-DDT, pp’-DDD, pp’-DDE, dengan kisaran konsentrasi 0.012-0.167 ng/m3. HCB di rural area cenderung berasal dari global transportasi. Total DDT di urban lebih tinggi dibandingkan dengan di rural namun rasio DDT/ DDE>1 yang ditemukan di rural area menunjukkan adanya indikasi terjadi masukan baru senyawa DDT. Rasio t rans chlordan/cis chlordane (TT/CC)>1,2 di urban juga menunjukkan indikasi terjadinya masukan baru senyawa chlordane. PCB di urban area terdeteksi lebih tinggi dan variasi lebih banyak dibandingkan di rural area, sehingga masih dimungkinkan adanya sumber pencemar lokal. Identifikasi lebih lanjut senyawa POPs yang sudah dilarang penting dilakukan untuk mendukung upaya pengawasan keberadaan senyawa POPs secara ilegal.
PENENTUAN PARAMETER DAN KURVA SUB INDEKS DALAM PENYUSUNAN INDEKS KUALITAS AIR Dewi Ratnaningsih; Anwar Hadi; Asiah Asiah; Retno Puji Lestari; Arum Prajanti
Jurnal Ecolab Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.222 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2016.10.2.70-79

Abstract

Indeks kualitas air (IKA) digunakan untuk menyederhanakan data kulitas air yang kompleks dalam satu informasi yang mudah dipahami dan berguna untuk publik dan pengambil kebijakan. Tujuan kajian ini adalah untuk menentukan parameter dan kurva sub indeks dalam penyusunan formulasi IKA. Metode yang digunakan dalam penyusunan IKA mengacu pada NSF-WQI. Survei dan pengambilan data dilakukan terhadap 150 panelis yang mempunyai kompetensi di bidang air dan diperoleh 98 panelis yang memberikan respon balik. Dari hasil pengolahan data para panelis diperoleh parameter kualitas air dan pembobotannya serta kurva sub indeks masing-masing parameter. Rata-rata sub indeks masing-masing parameter dibuat kurva sub indeks yang digunakan dalam rumusan IKA. Rumusan IKA diperoleh dengan penjumlahan total hasil perkalian untuk masing-masing bobot parameter dengan nilai sub indeks masing-masing parameter (IKA= Σwiqi). Nilai skor yang diperoleh dari rumusan IKA mempunyai rentang nilai 0 – 100 dan dapat disajikan dalam bentuk klasifikasi air yaitu sangat baik, baik, sedang, dan buruk. Pembagian rentang klasifikasi air tersebut memerlukan proses verifikasi lebih lanjut agar dapat diperoleh hasil yang sesuai.
KAJIAN KUALITAS AIR DANAU MANINJAU DAN DANAU RAWAPENING MELALUIPENDEKATAN INDEKS KUALITAS AIR Erna Wita Nazir; anwar Hadi; Arum Prajanti; Eva Lindasari Nasution; Maulana Kusumardhani; Sri Endah Kartiningsih
Jurnal Ecolab Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1601.338 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2017.11.1.42-52

Abstract

Dalam rangka menjaga dan melestarikan kualitas air danau, maka perlu dilakukan pemantauan secara terencanadan terus - menerus. Namun, pementauan berbagai parameter kualitas air danau yang dilakukan belum menggambarkan status kualitas air danau yang dapat dipahami secara sederhana. oleh sebab itu diperlukan suatu pendekatan yang dapat menggambarkan kualitas air danau secara keseluruhan pada suatu waktu dan lokasi, berdasarkan pada beberapa parameter kualitas air. Tujuannya untuk merubah data pengujian menjadi informas, yang diungkapkan dalam satu nilai tunggal. kajian kualitas air danau melalui pendekatan indeks kualitas air dilakukan di danau maninjau dan danau Rawapening dengan batasan ruang lingkup kajian meliputi:pH, DO, TSS, COD, TP,TN Sulfida dan Klorophil-a. Metode yang digunakan adalah metode yang dikembangkan oleh National Sanitation Foundatio's Water Quality Indeks. Hasil ujicoba perhitungan indeks kualitas air danau maninjau dan danau Rawapeningterhadap nilai kelas II dalam PP 82 terhadap parameter tersebut, diperoleh indeks89,34 dan 79,72 dengan kategori baik.
EMISI GAS RUMAH KACA DAN HASIL GABAH DARI BEBERAPA VARIETAS PADI UNGGUL TIPE BARU DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI JAWA TENGAH A. Wihardjaka; Sarwoto Sarwoto
Jurnal Ecolab Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.902 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.1.9-16

Abstract

Pelepasan varietas unggul tipe baru sebagai jawaban akan peningkatan kebutuhan pangan nasional. Beberapa varietas padi telah rentan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman, sehingga potensial menurunkan hasil gabah. Di sisi lain, budidaya padi sawah berkontribusi terhadap pelepasan gas rumah kaca terutama metana ke atmosfer yang dapat menyebabkan pemanasan global. Informasi emisi metana dari beberapa varietas inhibrida masih terbatas. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya emisi metana dari beberapa varietas inhibrida yang dibudidayakan di lahan sawah tadah hujan. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan dan perlakuan varietas padi yang meliputi Inpari 14, Inpari 15, Inpari 17, Inpari 18, Inpari 20, Ciherang, Situ Bagendit, IR64. Inpari 17 dan 18 merupakan kultivar padi yang menghasilkan emisi metana lebih rendah daripada IR64, Ciherang, dan Situ Bagendit. Emisi metana terendah dari kultivar yang diuji adalah Inpari 18 < Inpari 17 < IR64 < Situ Bagendit < Ciherang < Inpari 20 < Inpari 14 < Inpari 15. Hasil gabah kering giling tertinggi dari kultivar yang diuji di lahan sawah tadah hujan adalah Inpari 17 < Inpari 18 < Situ Bagendit < Inpari 15 < Inpari 20 < Inpari 14 < IR64 < Ciherang. Inpari 17 dan 18 merupakan kultivar padi yang berdaya hasil tinggi dan rendah emisi metana dengan indeks emisi metana masing-masing 0,01 kg CH4 kg-1 gabah.
PENAATAN PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN TIMUR TERHADAP PERATURAN AIR LIMBAH PERTAMBANGAN Alfrida E. Suoth; Ernawita Nazir
Jurnal Ecolab Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.2.61-68

Abstract

KAJIAN RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN AKIBAT PENCEMARAN UDARA Nevy Rinda Nugraini
Jurnal Ecolab Vol 4, No 1 (2010): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2488.746 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2010.4.1.25-39

Abstract

Dampak penting dari semburan lumpur panas adalah pencemaran lingkungan salah satunya peningkatan intensitas bau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi H2S, persepsi masyarakat tentang gangguan kesehatan dari polutan H2S, perhitungan risiko dan pencegahannya. Variabel penelitiannya adalah konsentrasi H2S dan persepsi masyarakat tentang 6 gangguan kesehatan( iritasi mata, sakit kepala, dizziness, hyperpnoea, apnoea). Pengumpulan data adalah dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan dan kuesioner. Sampling pemilihan lokasi dengan menggunakan adalah purposive dan pemilihan responden dengan simple random. Konsentrasi H2S dari hasil penelitian adalah diatas bakumutu Kep-50/MENLH/11/1996. Hasil Pearson Chi Square test adalah Ҳ <0.05 antara konsentrasi H2S dengan iritasi mata, sakit kepala, dizziness dan hyperpnoea. Pajanan di lingkungan risiko tinggi berkisar antara HQ 0-1.825, 3 dan risiko rendah HQ 0-3,29. Alternatif pengendalian adalah dengan meningkatkan nutrisi sdan penggunaan APD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi H2S diatas 0,2 ppm. Karakterisasi risiko menunjukkan diatas batas harian yang aman untuk itu disarankan agar selalu meningkatkan kondisi dan tidak sering kontak langsung dengan sumber.
POLA SUHU PERMUKAAN DAN UDARA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTITEMPORAL Wiweka Wiweka
Jurnal Ecolab Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.1.11-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan nilai dari suhu udara pada tahun 2000, 2003, dan 2013 serta membandingkan nilai dari radiasi netto, fluks bahang, dan suhu udara pada tahun 2000 dan 2003 pada wilayah path/row 118/065 yaitu wilayah Jawa Timur bagian utara dan Pulau Madura. Metode yang digunakan untuk pengolahan data suhu permukaan adalah berdasarkan nilai radiance pada band 6 citra Landsat 7 ETM+ path/row 118/065 tahun 2000 dan 2003 serta nilai radiance pada band 10 dan band 11 citra Landsat 8 TIRS path/row 118/065 tahun 2013. Radiasi netto tahun 2000 dan 2003 menggunakan pengolahan radiance dan reflectance landsat 7 melalui pendekatan persamaan Stefan-Boltzman. Fluks bahang tanah menggunakan radiance yang diklasifikasikan berdasarkan nilai dari proporsi radiasi netto dan bahang tanah pada penelitian sebelumnya. Fluks bahang terasa menggunakan pendekatan bowen ratio, sedangkan fluks bahang laten menggunakan persamaan neraca energi. Nilai suhu udara pada tahun 2000 memiliki nilai yang tinggi berkisar antara 8o hingga 60oC, Sedangkan pada tahun 2003 berkisar antara 8o hingga 45oC dan 2013 berkisar antara 12.8o hingga 41.2oC. Radiasi netto di wilayah kajian pada tahun 2000 berkisar antara 366 hingga 792 W/m2. Sedangkan pada tahun 2003 berkisar antara 340 hingga 761 W/m2. Nilai fluks bahang tanah tahun 2000 berkisar antara 25 hingga 82 W/m2, sedangkan tahun 2003 nilai fluks bahang tanah berkisar antara 37 hingga 78 W/m2. Nilai fluks bahang terasa tahun 2000 berkisar antara 31 hingga 534 W/m2, sedangkan untuk tahun 2003 berkisar antara 50 hingga 508 W/m2. Nilai fluks bahang laten tahun 2000 berkisar antara 65 hingga 670 W/m2, sedangkan untuk tahun 2003 berkisar antara 60 hingga 645 W/m2. Suhu udara tahun 2000 berkisar antara 0o hingga 52oC, sedangkan untuk tahun 2003 berkisar antara 1o hingga 41o C.
PEMBUATAN BATAKO DARI ABU HASIL INSINERASI SAMPAH DOMESTIK DAN KARAKTERISASINYA Etty Marti Wigayati; Muljadi Muljadi
Jurnal Ecolab Vol 2, No 2 (2008): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.675 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2008.2.2.59-65

Abstract

Garbage problems are increasing day by day. Garbage problems may generate environmental pollution problemswith its impact are continued to be increased. One of the technology to destroy the garbage is by incinerator. Thestudy was trying to reuse the ash resulted from the incineration of garbage by incinerator which have an addedvalue. The ash composition was similar as clay, so the ash could be used as a raw material for making batako whichare the weight ratio between sand and comment was 3:1. Some of sand was substituted by ash from incinerator withcompositions of 0%, 10%, 20%, 25%, and 30%. All the raw materials were homogenously mixed, and then wereformed by casting and were dried in open air variation of time between 7 days and 28 days. The resulting dried batakowere characterized for its density as indicated the decreasing density was in line with the increasing of ash assubstituted and the drying time of 28 days gave result the bigger one. The porosity value decreased along with theash content and giving the smallest one after drying 28 days. The water absorption value will decreased along withthe increasing ash content and the longer time of drying process. The bending and compressive strength value weregrowing larger with increasing ash content, and by giving 25% ash, the compressive strength value became stabilized.Comparing to the existing batako market, batako using incinerator ash gave better quality.
PENGKAJIAN METODE ANALISIS AMONIA DALAM AIR DENGAN METODE SALICYLATE TEST KIT Dyah Apriyanti; Vera Indria Santi; Yusraini Dianinayati Siregar
Jurnal Ecolab Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.2.60-70

Abstract

Penelitian Pengkajian Metode Analisis Amonia dalam Air dengan Metode Salicylate Test Kit telah dilakukan. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengkajian terhadap Metode Non Standar Salicylate Test Kit menggunakan Spektrofotometer DR 2800 Portable Hach dengan acuan Metode Standar Fenat berdasarkan SNI 06-6989.30-2005 dengan parameter uji linearitas, batas deteksi dan kuantitasi, akurasi dan presisi, sehingga dapat diketahui metode tersebut valid atau tidak. Analisis amonia dengan Metode Standar Fenat memiliki linearitas (r) 0,9983, Instrument Detection Limit (IDL) sebesar 0,0023 mg/L, Method Detection Limit (MDL) sebesar 0,005 mg/L, Limit of Quantitation (LoQ) sebesar 0,015 mg/L, akurasi 99,6% dan presisi 0,18%. Analisis amonia dengan Metode Non Standar Salicylate Test Kit memiliki linearitas 0,9981, IDL sebesar 0,0041 mg/L, MDL sebesar 0,005 mg/L, LoQ sebesar 0,016mg/L, akurasi 100,08% dan presisi 0,29%. Validasi metode pengujian pada Metode Non Standar Salicylate Test Kit memenuhi batas keberterimaan seperti Metode Standar Fenat, sehingga dapat digunakan sebagai metode standar untuk kegiatan rutin di laboratorium dalam penentuan amonia dalam air
PREPARASI BETON POLIMER BERBASIS SLUDGE – ABU TERBANG DAN KARAKTERISASINYA Perdamean Sebayang; Muljadi Muljadi; Deni S Khaerudini; Anggito P Tetuko1
Jurnal Ecolab Vol 3, No 2 (2009): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.044 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2009.3.2.61-68

Abstract

Polymer concrete has been made using fly ash and sludge waste for raw material bases, and epoxy resin was used asbinder material. The sludge raw material was dried and crushed until fine powder morphology, then the fly ash wascrushed again until through out 100 mesh and it blended until became homogeneous mixing materials. The rawmaterial compositions where added with epoxy resin, that is: 10 and 15 % from the total weight of raw material. Thesample testing was made by hand press method with dimension: 4 x 4 x 16 cm3. The testing of samples included:density, water absorption, fire resistance, compressive, and bending strength. Microstructure analysis was usedScanning Electron Microscope (SEM) method. The results show that polymer concrete based on fly ash - sludge andepoxy resin binder is properly moderate, if it is compared to conventional concrete. The best result has the compositionof 60 % fly ash, 40 % sludge, and 15 % epoxy resin (% weight) composition, with its characteristics: density= 1.93 g/cm3, water absorption = 0.74 %, compressive strength = 28 MPa, and bending strength = 12.8 MPa. Thepolymer concrete that has been made is suitable for building material application, especially in the water or submergedarea, and it also has light weight concrete specification.

Page 3 of 18 | Total Record : 178