cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
PENERAPAN KONSEP EDU-EKOWISATA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS LINGKUNGAN Aliet Noorhayati Sutisno; Arief Hidayat Afendi
Jurnal Ecolab Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.55 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2018.12.1.1-11

Abstract

Lokasi wisata Gronggong desa Patapan Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon merupakan kawasan dengan potensi wisata cukup tinggi. Diminati sejak tahun 90an Lokasi gronggong selalu menjadi alternatif bagi pengunjung yang hendak berhibur sebatas melepas lelah dari aktifitas kerja sepekan. Hanya dengan menikmati indahnya pemandangan malam kota Cirebon serta jagung bakar di pinggiran jalan tepat dipuncak tikungan jalan perbukitan Gronggong. Sangat sederhana, namun jelas di sana para pengunjung mendapatkan hiburan.Konsep Edu-ekowisata merupakan bentuk pendidikan berbasis wisata. Melalui penelitian kualitatif yaitu penelitian yang mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibelity. Sehingga analisis deskripsi mampu melihat bahwa pengembangan pola edu-ekowisata di kawasan Gronggong dalam pendidikan karakter berbasis lingkungan diyakini memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan taraf pendidikan warga, membantu membuka cakrawala warga terkait filsafat alam, filsafat budaya. Melalui alternatif wisata pendidikan lingkungan hidup di kawasan ini niscaya mengurangi tekanan masyarakat terhadap hutan. Pola edu-ekowisata disini memunculkan hiburan berbasis pendidikan. Aktifitas yang meng-explore antara perasaan senang peserta didik dengan daya kritis dan rasa tanggung jawab peserta didik. Belajar sambil berwisata, perlu kiranya kita wujudkan bersama. Semata-mata usaha mensinergiskan antara pendidikan lingkungan hidup dan pariwisata dalam hal ini.
PENENTUAN BATAS DETEKSI METODE (METHOD DETECTION LEVEL) DAN BATAS KUANTIFIKASI (LIMIT OF QUANTITATION) PENGUJIAN SULFIDA DALAM AIR DAN AIR LIMBAH DENGAN BIRU METILEN SECARA SPEKTROFOTOMETRI Anwar hadi
Jurnal Ecolab Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2010.4.2.70-80

Abstract

Batas deteksi metode didefinisikan sebagai konsentrasi analit yang ditentukan sesuai tahapan metode pengujian secara menyeluruh sehingga menghasilkan signal dengan probabilitas 99% bahwa signal tersebut berbeda dengan blanko. Batas deteksi metode dapat diperoleh ketika dilakukan oleh analis yang kompeten dengan menggunakan peralatan terkalibrasi pada keadaan yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan kegiatan pengujian rutin. Sedangkan batas kuentifikasi adalah konsentrasi analit yang menghasilkan signal lebih besar dari blanko pada kondisi kegiatan rutin laboratorium. Penentuan MDL untuk sulfide secara biru metilen dengan spektrofotometri sesuai APHA edisi 21 tahun 2005, 4500-S2-D adalah 0,01 mg/L dan LoQ 0,02 mg/L. Dengan %RSD = 10,5%, rerata %R = 95% dan MDL < kadar spike < 10 MDL = 0,01 < 0,02 < 0,1 maka MDL dan LoQ dapat diterima sesuai persyaratan US-EPA
PENGARUH PENAMBAHAN ASAM PADA JERAMI PADI DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS SORPSI OIL SORBENT Nida Sopiah; Ummu Hanifah; Mrs Nurhasni
Jurnal Ecolab Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.2.72-79

Abstract

Pengaruh Penambahan Asam pada Jerami Padi dalam Meningkatkan Kapasitas Sorpsi Oil Sorbent. Gugus hidroksil yang terikat pada selulosa jerami dapat diaktivasi menggunakan asam karboksilat untuk memperpanjang rantai hidrokarbonnya sehingga dapat meningkatkan kapasitas sorpsi jerami padi dalam menyerap minyak mentah. Aktivasi kimia pada jerami padi dilakukan menggunakan asam asetat dan asam sitrat dengan variasi konsentrasi: 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; 1,25; 1,50; 1,75 dan 2,00 N, dilakukan pada suhu 1200C selama 30 menit. Uji kapasitas sorpsi dilakukan untuk mengetahui kemampuan menyerap minyak sedangkan karakterisasi dengan FTIR dilakukan untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam berpengaruh terhadap kapasitas sorpsi yang dihasilkan. Kapasitas sorpsi optimal dari jerami padi yang diaktivasi asam asetat diperoleh pada konsentrasi 1,25 N sedangkan pada asam sitrat 1,75 N, dengan nilai kapasitas sorpsi masing-masing sebesar 11,14 g minyak/g sorben 11,18 g minyak/g sorben. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan adanya penambahan gugus fungsi karbonil (C=O) pada bilangan gelombang 1637,63cm-1pada spectrum IR yang diaktivasi asetat, dan 1658 cm-1 pada spektrum IR yang diaktivasi sitrat. Hasil identifikasi gugus fungsi pada jerami padi sebelum dan sesudah diaktivasi asam mempunyai persamaan pada pita serapan yang dihasilkan yaitu munculnya serapan lebar pada bilangan gelombang sekitar 3300 cm-1(-OH group). 2900 cm-1(C-H group). 1460 - 1470 cm-1(-CH2 group), 1310 cm–1(-CH group), dan pada bilangan gelombang sekitar 1050 cm-1(C-O group).
PROSPEK PENGGUNAAN KAYU RENDAH LIGNIN HASIL TEKNOLOGI DNA UNTUK PROSES PULPING YANG EFISIEN DAN RAMAH LINGKUNGAN N. Sri Hartati
Jurnal Ecolab Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.948 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2016.10.1.29-40

Abstract

Pemisahan lignin dari selulosa membutuhkan input bahan kimia dan energi yang tinggi yang berdampak pada tingginya biaya produksi dan resiko ekologi yang ditimbulkannya. Keberadaan lignin pada sel tanaman merupakan faktor pembatas efisiensi pengolahan material lignoselulosa menjadi produk-produk industri berbahan dasar kayu termasuk pulp baik secara kimia maupun biologis. Kadar dan komposisi lignin yang terkandung dalam tanaman akan mempengaruhi efisiensi proses pulping. Oleh karena itu bahan baku pulp dengan kadar lignin rendah atau yang memiliki komposisi lignin dengan reaktivitas tinggi lebih mudah dipisahkan dari selulosa, sehingga akan sangat menguntungkan bagi industri pulp karena akan menghemat energi dan biaya. Pada tulisan ini ditinjau aspek produksi dalam industri pulp terkait dengan pengelolaan fungsi lingkungan, teknologi alternatif untuk modifikasi kadar lignin kayu melalui teknologi DNA untuk menunjang produksi pulp yang efisien dan ramah lingkungan.
PEMBERIAN AMELIORAN PUPUK KANDANG AYAM PADA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT YANG BERBEDA TERHADAP EMISI CO2 Terry Ayu Adriany; Ali Pramono Pramono; Prihasto Setyanto
Jurnal Ecolab Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.549 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2016.10.2.49-57

Abstract

Rendahnya produktivitas tanah gambut disebabkan oleh tingginya kandungan asam organik dan kemasaman tanah. Pemberian amelioran pupuk kandang ayam dapat meningkatkan produktivitas tanah gambut dan mempengaruhi dinamika emisi CO2. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam pada tanah gambut yang berasal dari penggunaan lahan yang berbeda terhadap emisi CO2. Penelitian dilakukan ex situ di Laboratorium Gas Rumah Kaca di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Metode yang digunakan eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, diulang 3 kali. Faktor pertama tanah gambut yang berasal dari penggunaan lahan yang berbeda yaitu tanaman karet semak (L1), karet dengan tanaman sela nanas (L2) dan semak belukar (L3). Faktor kedua dosis amelioran pupuk kandang ayam yaitu 0 t ha-1 (A1) sebagai kontrol dan 4 t ha-1 (A2). Variabel yang diamati adalah fluks CO2, sifat kimia tanah gambut dan kemasaman tanah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian amelioran pupuk kandang ayam pada penggunan lahan gambut yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap emisi CO2. Penggunaan tanah gambut yang berasal dari penggunaan lahan karet dengan tanaman sela nanas tanpa pemberian amelioran pupuk kandang ayam memberikan pengaruh nyata dalam menurunkan emisi CO2 dengan rata-rata terendah yaitu 1803 kg ha-1th-1.
PENGARUH KONSUMSI ENERGI, LUAS KAWASAN HUTAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP EMISI CO2 DI 6 (ENAM) NEGARA ANGGOTA ASEAN: PENDEKATAN ANALISIS DATA PANEL Ridwan Fauzi
Jurnal Ecolab Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.588 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2017.11.1.14-26

Abstract

Perubahan iklim (climate change) yang terjadi saat ini merupakan akibat meningkatnya emisi CO2. Konsumsi energi dan pertumbuhan ekonomi sebagai penggerak perekonomian dianggap paling berpengaruh terhadap meningkatnya emisi CO2. Nilai hutan sebagai penyerap emisi CO2 hingga saat ini belum banyak diketahui. Maka diperlukan suatu riset empiris untuk mengetahui pengaruh konsumsi energi, pertumbuhan ekonomi, serta variabel baru berupa luas kawasan hutan yang turun terhadap peningkatan emisi CO2 di 6 (enam) negara-negara anggota ASEAN. Penelitian ini bersifat desk analysis dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kepustakaan. Pembahasan analisis yang digunakan adalah analisis estimasi model ekonometrik dan statistika menurut panel data regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ekonometrika dari variabel konsumsi energi, pertumbuhan ekonomi dengan menambahkan variabel luas kawasan hutan mempunyai pengaruh terhadap emisi CO2 dengan tingkat kepercayaan terhadap model sebesar 97,84% dan sisanya yaitu 2,16% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar varibel tersebut. Indikasinya setiap kenaikan satu persen luasan hutan dari suatu negara akan mampu menurunkan nilai emisi CO2 sebesar 0,04% (dalam metrik ton per kapita). 
PERBANDINGAN PENGUKURAN KONSENTRASI PARTIKULAT DI UDARA AMBIEN MENGGUNAKAN ALAT HIGH VOLUME AIR SAMPLER DAN GENT STACKED FILTER UNIT SAMPLER Rita Mukhtar; Isa Ansyori; Esrom Hamonangan; Muhayatun Santoso; Diah Dwiana Lestiani
Jurnal Ecolab Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1648.838 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.1.17-25

Abstract

Pengambilan contoh uji partikulat di udara ambien dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan yang berbeda yaitu High Volume Air Sampler (HVAS) dan Gent Stacked Filter Unit Sampler. Untuk mengetahui hasil dari kedua metode sampling tersebut, Pusarpedal melakukan pengambilan contoh uji menggunakan kedua alat tersebut dan mengukur parameter logam berat timbal (Pb) sesuai yang tercantum di dalam Lampiran Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio atau perbandingan konsentrasi Pb yang didapat dari alat HVAS dan Gent stacked filter unit sampler. Contoh uji Total Suspended Particulate (TSP) yang didapat dari alat HVAS merupakan partikel yang berada pada ukuran 0-100μm, dan analisis kandungan logam timbal (Pb) dalam sampel ini dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Sedangkan pada alat Gent Stacked Filter Unit Sampler ukuran partikel yang diperoleh adalah dua jenis partikel yang berukuran 0-2,5μm atau PM2.5 dan ukuran partikel 2,5-10μm atau PM2.5-10. Analisis Pb pada sampel ini dilakukan menggunakan Particle Induced X-ray Emission (PIXE). Hasil pengukuran yang dilakukan pada rentang waktu 25 Agustus sampai 25 September 2008 menunjukkan konsentrasi Pb pada PM2,5-10 memiliki korelasi yang cukup kuat atau mempunyai pola kecenderungan yang sama terhadap konsentrasi Pb di TSP dengan nilai R2 sekitar 0,7.
PEMANTAUAN KUALITAS AIR LAUT AKIBAT TUMPAHAN PASIR NIKEL DI PERAIRAN TELUK BULI, HALMAHERA Asiah Asiah; Arum Prajanti
Jurnal Ecolab Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.2.69-77

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia sehingga pengelolaan hasil tambang nikel termasuk transportasi atau pengangkutan nikel dari dalam ke luar wilayah Indonesia perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan kerugian baik materi, sosial maupun lingkungan. Pemantauan ini bertujuan untuk melihat kualitas air laut di wilayah Teluk Buli, Halmahera sebagai akibat dari tumpahan pasir nikel yang diangkut oleh kapal yang mengalami pembebanan lebih sehingga menyebabkan kapal tenggelam di perairan tersebut. Metode yang digunakan dalam pemantauan ini adalah metode survei dan pengambilan sampel secara langsung. Lokasi dan titik pemantauan berdasarkan dugaan pencemaran tumpahan pasir nikel yang menyebar sesuai  pola sirkulasi arus laut,  yaitu di lokasi tumpahan, beberapa meter dari sumber tumpahan dan titik kontrol. Sampel dianalisis di laboratorium Pusarpedal dengan parameter : pH, Oksigen Terlaurt (DO), Total Padatan Tersuspensi (TSS), Tembaga (Cu), Kadmium (Cd), Nikel (Ni) dan Timbal (Pb). Hasil pemantauan air laut dibandingkan dengan nilai baku mutu perundang-undangan lingkungan hidup Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 : 2004 tentang Baku Mutu Air Laut, lampiran III (untuk Biota Laut). Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pada semua lokasi pemantauan nilai parameter pH,  DO, TSS, Cu, Cd, Ni dan Pb masih dibawah baku mutu yang dipersyaratkan. Sedangkan kadar Zn pada semua lokasi pemantauan,  termasuk titik kontrol menunjukkan nilai diatas baku mutu, yaitu pada kisaran 0,062 – 0,069 mg/L. Kadar merkuri ditemukan diatas baku mutu  pada tiga lokasi yang relative dekat dengan tumpahan pasir nikel tersebut  dengan kisaran 0,0019 – 0,0081 mg/L. Sedangkan pada titik kontrol konsentrasi Hg < 0,0005 mg/L 
PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH LIGNOSELULOSA UNTUK BIOETANOL SEBAGAI SUMBER ENERGI BARU TERBARUKAN Yanni Sudiyani Sudiyani; Riyanto Heru; Syarifah Alawiyah
Jurnal Ecolab Vol 4, No 1 (2010): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.022 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2010.4.1.40-47

Abstract

Krisis energi yang muncul di dunia mendorong pengembangan penggunaan energi baru terbarukan yang berasal dari biomassa.  Indonesia memiliki sumber biomassa yang begitu  melimpah di mana salah satu yang prospektif adalah lignoselulosa dari limbah pertanian atau limbah industri.  Produksi etanol dari limbah berlignoselulosa terdiri dari proses perlakuan awal bahan baku /pretreatment, diikuti proses hidrolisis dan fermentasi, yang akhirnya dipurifikasi untuk mendapaktan bioetanol dengan kemurnian yang tinggi.
IDENTIFIKASI AWAL POLYAROMATIC HYDROCARBONS (PAHs) DI UDARA AMBIEN SERPONG-JAKARTA Dewi Ratnaningsih; Hari Wahyudi; Esrom Hamonangan Panjaitan; Jetro Situmorang
Jurnal Ecolab Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.1.23-31

Abstract

Pengukuran Polyaromatic hydrocarbons (PAHs) dengan menggunakan Passive Air sampling (PAS) bertujuan untuk identifikasi awal pencemaran PAHs di udara ambien. Passive air sampling yang berisi poliurethan foam (PUF) berbentuk lingkaran dengan diameter 14 cm dan ketebalan 1.35 cm dipaparkan selama 42 hari di Serpong dan di Jakarta untuk menangkap sampel udaradalam bentuk gas secara pasif. Metode ekstraksi dan pemurnian dilakukan terhadap sampel yang ada didalam PUF, dan proses selanjutnya analisis menggunakan GCMS.Σ15 PAH di Jakarta terdeteksi dengan konsentrasi 74 ng/m3 sedangkan di Serpong terdeteksi dengan konsentrasi 34 ng/m3.Σ15 PAH tersebut terdeteksi dengan pola distribusi yang mirip namun dengan konsentrasi Σ15 PAH di Jakarta dua kali lebih tinggi dibandingkan di Serpong. Kemiripan pola distribusi konsentrasi PAHs menunjukkan kemiripan sumber pencemar PAHs. Hasil rasio individual PAH menunjukkan bahwa sumber pencemar PAH di dua lokasi tersebur mayoritas berasal dari minyak bumi.

Page 5 of 18 | Total Record : 178