cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
DINAMIKA PENERIMAAN SOSIAL TEKNOLOGI BIOGAS DI KOMUNITAS PEDESAANINDONESIA: STUDI KASUS DI DAERAH ISTIWEWA YOGYAKARTA Meredian Alam; Niken Budi Pratiwi
Jurnal Ecolab Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.1.8-17

Abstract

Kenaikan harga bahan bakar bensin dan LPG (Liquified Petroleum Gas) telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan masyarakat lokal di pedesaan Indonesia, terutama mereka yang bekerja di industri lokal kecil. Situasi ini memotivasi masyarakat untuk menggunakan biogas sebagai pengganti bahan bakar alternatif dalam rangka mempertahankan industri kecil rumahan mereka dan ekonomi domestik karena efisiensi biogas dianggap cukup terjangkau dan relatif aman. Selain itu, penggunaan biogas cocok dipakai di Indonesia karena jumlah ternak di daerah pedesaan memberikan kontribusi terhadap proses gasifikasi kimia mengubah kotoran menjadi metana-gas di mesin fermentasi, yang nantinya dapat digunakan untuk memasak. Pengembangan gas di daerah pedesaan terutama didasarkan pada inisiatif masyarakat dengan bantuan dari Lembaga Swadaya Masyarakat dan pemangku kepentingan universitas, namun pemerintah daerah belum terlibat secara aktif. Tulisan ini mencoba untuk mengungkap faktor-faktor memfasilitasi dalam masyarakat dan beberapa perbaikan yang pemerintah daerah harus melakukan sebagai cara untuk mendukung ketahanan pangan dan mata pencaharian lokal. Partisipasi lokal di sini kemudian diperhitungkan untuk pengoperasian biogas yang sukses
PENGUJIAN AKURASI BAKTERI E. coli DENGAN METODA MPN DAN PETRIFILM Sri Unon Purwati; Efa Deswarni; Oktaria Diah Diah Pitalokasari
Jurnal Ecolab Vol 2, No 1 (2008): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.374 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2008.2.1.19-26

Abstract

The analytical of accuracy is important for quality control process in the laboratory. The analytical data accuracy for sampel Echerichia coli (E. coli) bacterya can be proceed by confirmation of reference E. coli positive culture. Test for accuracy covered morphology and physiological test. The morphology tests of E. coli bacteria resulted rod-shape, negative (-) for gram and no spore. The physiology test of E. coli bacteria gave positive characteristic for glucose fermentation (lactose, KIA), oxidize reaction (BGLB, EC, H2O2), H2S productivity reaction (SIM, KIA) and metabolite metallic form reaction from Lactose fermentation (EMB).
APLIKASI WHISKER BOX PLOT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI INDONESIA TAHUN 2007 Dewi Ratnaningsih
Jurnal Ecolab Vol 3, No 1 (2009): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.468 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2009.3.1.1-10

Abstract

The aim of this report is in order to illustrates the overall river water quality in Indonesia in the form of whiskerbox plot graph. Whisker box plot is a convenient way of graphically depicting groups of numerical data troughfive numbers summaries: the smallest observation, lower quartile, median, upper quartile and largest observation.Median value is usefull tool to arrange the position of each river in the graph to indicated the level of river waterpollution compared with each other. River water data were collected from all over Indonesia including 33 riversof 30 provinces in 2007 and separated regarding to five regional areas including Jawa , Sumatera, Kalimantan, BaliNusraand Sumapua regional area. The result indicated that DO, BOD, COD, fenol, fecal coli and total coliformwere major pollution of river water in Indonesia. According to the median value of each parameter including BOD,COD, NO3, NH3, T-P, oil & grease and MBAS, Anafre river located in Papua Province were more polluted thanother rivers in Indonesia. Fecal coli and total coliform were also tend to be major pollution of the river locatedin dense population of Jawa regional area including Ciliwung river in Jakarta. Batu Merah and Batu Gajah riverlocated in Maluku Province were also tend to be high contaminated by fecal coli. Regarding to these condition itis necessary to manage river water quality in order to keep the river water quality suitable for creature or humanlife, since domestic, industrial, agricultural and animal husbandry waste have affected the river water quality
KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA POLYCHAETA Namalycastis sp. DARI MUARA SUNGAI TERPOLUSI DAN TIDAK TERPOLUSI Sevi Sawestri
Jurnal Ecolab Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2012.6.2.73-80

Abstract

Namalycastis (Polychaeta: Nereididae) merupakan makrobentos yang hidup di perairan tawar dan estuari. Namalycastis berpotensi sebagai bioindikator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari kandungan logam berat (Pb, Cd, Cu, Cr dan Ni) dari dalam tubuh Namalycastis perairan terpolusi (Sunda Kelapa, Teluk Jakarta) dan perairan kurang terpolusi (Way Belau, Teluk Betung Lampung). Kandungan logam ditentukan dengan menggunakan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Koleksi Namalycastis yang ditemukan di kedua lokasi terdiri dari 2 spesies, yaitu N. abiuma dan N. cf borealis. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kandungan logam dalam bagian tubuh Namalycastis dari Sunda Kelapa lebih tinggi dibandingkan dari Way Belau. Kandungan logam tertinggi dalam Namalycastis dari kedua lokasi adalah Cu. Tingginya kadar Cu dalam Namalycastis disebabkan proses akumulasi Cu dari habitatnya serta sifat Cu sebagai logam esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan hidup organisme
REVIEW PROSPEK FITOREMEDIASI LAHAN TERKONTAMINASI LOGAM BERAT DARI INDUSTRI KERTAS Henggar Hardiani
Jurnal Ecolab Vol 1, No 2 (2007): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1824.097 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2007.1.2.%p

Abstract

Deinking process in paper industry is one of the industry which resulting toxic waste that containing heavy metals such as Pb, Cr,Cu,Ni,Cd and Hg originates from the ink dissolved in waste water. If improperly manage, these heavy metal will contaimine to the water and soil in environment. to reduce the heavy metal pollution, a Phytoremediation methode can be used as one option. in remediation process, the plant can absorb, degrade, transform, and immobilized the heavy metal. since indonesia is atropical country and has diversived plant biology, assesment on role of the plant contributing phytoremediation can be selected as technologygiving profit. based on some literatures, this study tried to explain the basic of phytoremediation and the mechanism of heavy metal absorption.
DISTRIBUSI UNSUR MAKRO DAN MIKRO DALAM ABU GUNUNG MERAPI YOGYAKARTA Theresia Rina Mulyaningsih; Iman Kuntoro; Alfian Alfian
Jurnal Ecolab Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2012.6.1.12-22

Abstract

Telah dilakukan analisis kandungan unsur dalam abu Gunung Merapi pasca erupsi Oktober - Nopember 2010 dengan teknik analisis aktivasi neutron (AAN). Pengambilan sampling dilakukan oleh peneliti PTAPB-BATAN pada tanggal 9 dan 10 Nopember 2010 di 10 titik sampling. Lokasi sampling sebanyak 4 titik di Kabupaten Sleman, 1 titik di Kabupaten Magelang, 3 titik di Kabupaten Klaten dan 2 titik di Kabupaten Boyolali. Sampel abu vulkanik dikeringkan,diayak lolos saring 200 mesh dan ditimbang 30-50 mg dalam vial polietilen. Iradiasi dilakukan pada fluks neutron termal 1013 n.cm-2.det-1 di fasilitas iradiasi Reaktor Serba Guna GA. Siwabessy, Serpong. Pencacahan cuplikan pasca iradiasi dilakukan dengan detektor resolusi tinggi HPGe yang digabungkan dengan penganalisis puncak multi saluran. Analisis data dilakukan dengan perangkat lunak GENIE 2000 dan k0-IAEA. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur dalam abu vulkanik terdiri atas unsur makro (dalam persen) Al 10,45-13,37; Fe 4,44-8,79; Na 2,55- 3,35; Ca 1,03-8,82; Mg 0,61-1,75; Ti 0,31-0,58; dan Mn 0,12-0,17, unsur mikro (<500 mg/kg) Ba, Zn, Sb, Eu, U, Hg, Hf, Ce, Yb, La, Sc, Co, Cs, Dy, Tb, Lu, Rb dan V. Distribusi unsur-unsur ini hampir merata di semua titik lokasi sampling kecuali untuk unsur As, Zn dan Cr hanya ditemukan di beberapa lokasi sampling. Adanya logam berat Hg, As, dan Cr, perlu mendapat perhatian khusus dalam kaitan pemanfaatan abu vulkanik dalam kehidupan masyarakat yang mempunyai dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Abu vulkanik dapat digunakan sebagai bahan bangunan, bahan keramik dan lahan pertanian
VALIDASI METODE KALIBRASI GAS ANALYZER UNTUK PENGUKURAN O2, CO, NO, NO2, SO2, CH4, DAN H2S SECARA PERBANDINGAN LANGSUNG DENGAN CERITIFIED SPAN GAS Anwar Hadi; Jaja Ahmad Subarja; Idris Firdaus
Jurnal Ecolab Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.755 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2017.11.2.62-71

Abstract

Salah satu persyaratan validasi data pengukuran gas adalah dilakukan oleh personel yang kompeten dengan menggunakan gas analyzer yang terkalibrasi dan pengunaan metode tervalidasi. Validasi metode pengukuran gas dengan peralatan gas analyzer dilakukan secara perbandingan langsung dengan certified span gas (CSG) yang tertelusur ke sistem satuan internasional melalui rantai perbandingan yang tidak terputus. Tujuan validasi metode kalibrasi adalah untuk mendapatkan informasi penting dalam menilai kemampuan serta keterbatasan metode kalibrasi. Validasi metode kalibrasi gas analyzer O2, CO, NO, NO2, SO2, CH4, dan H2S menghasilkan akurasi, presisi dan linieritas memenuhi kriteria batas keberterimaan yang telah ditentukan yaitu % R ≤ 2% relatif, % RSD ≤ 0,5 nilai horwitz dan koefisien determinasi ≥ 0,990. Kemampuan kalibrasi dan pengukuran digunakan sebagai informasi atas kemampuan pengukuran dan kalibrasi serta ketidakpastian yang dicapai yang tersedia bagi pelanggan dalam kondisi normal. Dengan demikian, metode kalibrasi gas analyzer yang telah divalidasi dapat digunakan untuk mengukur sampel gas untuk kebutuhan pelanggan
DETERMINASI ARSEN (As) dan MERKURI (Hg) DALAM AIR DAN SEDIMEN DI KOLAM BEKAS TAMBANG TIMAH (AIR KOLONG) DI PROPINSI BANGKA-BELITUNG, INDONESIA Yanni Sudiyani; Ardeniswan Ardeniswan; Diana Rahayuningwulan
Jurnal Ecolab Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2011.5.2.55-67

Abstract

Indonesia dikenal sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia, di mana produksi timah sebagian besar berlokasi di Propinsi Bangka Belitung (Babel), yang termasuk dalam Sabuk Timah Asia Tenggara. Penambangan timah diperkirakan telah berdampak negatif pada lima belas sungai di Babel, sepuluh di antaranya berada di Pulau Bangka. Sebagian besar penduduk di Babel mengandalkan ketersediaan air bersih dari air sungai atau air kolong. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menggunakan beberapa kolam bekas penambangan (kolong) sebagai sumber air bakunya untuk diolah dan didistribusikan untuk kepentingan penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi logam berat arsen (As) dan merkuri (Hg) di dalam air dan sedimen dari beberapa kolong yang digunakan sebagai air baku PDAM. Pengambilan contoh uji dilakukan pada bulan kering dan bulan basah di 5(lima) lokasi dengan 15 titik sampling. Analisis meliputi parameter lapangan dan laboratorium, pengukuran logam Hg menggunakan cold vapor fumeless AAS Varian Spectro, AA 20plusVGA,1996; sedangkan logam As menggunakan AAS-VarianSpectro, AA-20 plus hydride, 1996 (SM 21st.,2005,APHA-AWWA-WEF, Part.No.3114). Hasil penentuan logam berat As dalam sedimen menunjukkan nilai konsentrasi di atas baku mutu sedimen WAC 173-204-320, terutama di Site I, yaitu di musim penghujan pada PDAM Pemali sebesar 84,84 +0,36 mg/L serta di musim kemarau pada air baku PLN Merawang sebesar 99,686+0,084 mg/L dan air baku PDAM Merawang sebesar 76,797+3,685 mg/L. Hasil penentuan logam berat Hg dalam sedimen menunjukkan nilai konsentrasi di atas baku mutu sedimen WAC 173-204-320, di Site I, yaitu di musim kemarau pada air baku PLN Merawang sebesar 0,679+0,001 mg/L, air baku PDAM Pemali sebesar 0,513+0,153 mg/L, Open Pit Pemali TB Timah 0,431+0,160 mg/L, Kolong Kenanga 0,658+0,070 mg/L, Site III Kolong Bikang 0,611+0,031 mg/L, Kolong Acam Rindik 0,444+0,077mg/L. Konsentrasi As dalam air memenuhi baku mutu air baku air minum Peraturan Pemerintah no.82 tahun 2001, sedangkan Hg melebihi bakumutu
PENGARUH PENGGUNAAN HEWAN UJI YANG SAMA SECARA BERULANG PADA PENGUJIAN KOROSI DERMAL Retno Puji Lestari; Andriantoro Andriantoro
Jurnal Ecolab Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.177 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2018.12.1.42-51

Abstract

One of the procedures to determine the hazardous and toxic material waste is by conducting the corrosive testing. The testing of waste toxicity by acute dermal method is applied to recognize the adverse effects that occur after exposing the waste by direct contact. It will be indicated by corrosive or irritated effects, either topically or locally. Dermal corrosion testing is conducted under OECD Guideline no 404 using rabbit. Unknown waste sample and detergent as positive control were exposed to the shaved-dorsal part of rabbit with the area of 2.5 x 2.5 cm. Observation was performed  to recognize the symptom of oedema and erythema as a result of sample’s reaction with skin and was being evaluated after 4, 24, 48, and 72 hours. In this study, dermal corrosion testing was performed using the same test animal due to animal welfare issues about reducing animal in toxicology study. The visual scoring result showed that waste sample did not generate the corrosive effect on animal test. The experiment using detergent sample are intended to obtain some information after the assessment of corrosive level. The testing with the same animal was carried out after 30 days later. The first test presented the category 3, mild irritant, with the average score for erythema/edema of 2,1, while the second testing showed category 4, non irritant. Thus, using same individual testing animal on repeated dermal corrosion testing showed the effect of resistance to detergent samples and the animal provided a less-sensitive respond for the same sample. 
SEBARAN TIMBAL DAN KADMIUM DALAM TERUMBU KARANG PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU June Mellawati; Ramadian Bachtiar
Jurnal Ecolab Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2011.5.1.20-27

Abstract

Meningkatnya berbagai kegiatan manusia di Jakarta dan sekitarnya akan memberikan kontribusi pencemaran logam ke lingkungan perairan Kepulauan Seribu. Sebagai sekelompok pulau karang-karang kecil, kepulauan Seribu sangat berpotensi terkena dampaknya dan dikhawatirkan dapat mengganggu kehidupan karang-karang tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui sejauh mana konsentrasi Pb dan Cd dapat terekam pada skeleton terumbu karang sehingga terumbu karang dapat memberikan gambaran kondisi pencemaran di perairan Kepulauan Seribu. Pada penelitian ini digunakan sampel terumbu karang masif Porites stephensoni yang diperoleh dari perairan di sekitar Pulau Bokor, Pulau Tikus, dan Pulau Tidung Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Analisis Pb dan Cd menggunakan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 283 dan 228 nm, dan sebelumnya dilakukan analisis lingkar tahun untuk mengetahui umur terumbu karang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terumbu karang masif Porites stephensoni yang masing-masing diperkirakan terbentuk tahun 1979, 1951, dan 1972 mampu merekam sejumlah logam Pb dan Cd. Kemampuan terumbu karang masif Porites stephensoni merekam Pb dan Cd menunjukkan ada potensi sebagai bioindikator bahan pencemar logam di perairan. Kecenderungan peningkatan Pb dan Cd di atas tahun 2000an diduga terkait kondisi perairan kepulauan Seribu yang makin memburuk, namun belum terlihat pengaruh logam Pb dan Cd terhadap pertumbuhan terumbu karang Porites stephensoni secara signifikan

Page 4 of 18 | Total Record : 178