cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
POTENSI PRODUKSI GAS METANA DARI TANAH SAWAH TADAH HUJAN DI DAERAH PANTAI UTARA BAGIAN TIMUR JAWA TENGAH A Wihardjaka; E S Harsanti
Jurnal Ecolab Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2011.5.2.68-88

Abstract

Di ekosistem sawah tadah hujan, kondisi tanah selalu mengalami perubahan dari aerobik menjadi anaerobik secara silih berganti yang berpengaruh terhadap aktivitas metanogenesis dalam tanah. Kondisi tanah oksidatif menghambat pembentukan gas metana, sebaliknya kondisi tanah reduktif menguntungkan bakteri metanogen dalam pembentukan gas metana. Percobaan dilakukan di laboratorium dengan metode inkubasi untuk mengkaji potensi produksi gas metana dari tanah sawah tadah hujan. Potensi produksi gas metana pada tanah Grumusol, Mediteran, dan Nitosol lebih tinggi dibandingkan tanah Aluvial dan Planosol. Produksi gas metana rata-rata pada tanah Grumusol, Mediteran, Nitosol, Planosol, dan Aluvial masing-masing adalah 0,15 – 0,96; 0,08 – 0,75; 0,57; 0,12; dan 0,05 – 0,17 mg CH4/g tanah. Sifat-sifat tanah sawah tadah hujan yang berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi gas metana adalah pH, kandungan P2O5, K2O, dan SO4 2- dalam tanah, sedangkan kandungan Fe dalam tanah berkorelasi negatif dengan fluks CH4. Kandungan bahan organik dalam tanah cenderung meningkatkan produksi gas metana
PENURUNAN KONSENTRASI KROMIUM (Cr) DALAM LIMBAH CAIR ELECTROPLATING DENGAN PENGGUNAAN KOAGULAN DAN ADSORBEN Ratih Artanti; Sigit Yuli Jatmiko
Jurnal Ecolab Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.07 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2011.5.2.79-88

Abstract

The research was conducted at the Integrated Laboratory, Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI), Jakenan, Pati, Central Java. Treatment for electroplating wastewater samples taken from Talang Subdi strict, Tegal District, Central Java was managed as chemically that was through the coagulation and flocculation processes. The purpose of this study was to test the effectiveness of coagulant and adsorbent materials in reducing the concentration of electroplating wastewater Cr. Experiments used a factorial design in randomized completely block design and three replications. The first factor was the coagulant materials, namely: control, alum (Al2(SO4.xH2O)), sodium bisulphate (NaHSO4), and resin anion, while the second factor was the adsorbent materials, namely: control, activated carbon, and zeolite. The results showed that all coagulants (sodium bisulphate, alum, and resin anion), adsorbent materials (activated carbon and zeolite) and a combination of both significantly decreased the concentration of electroplating wastewater Cr more than 50%. Resin anion and its combination with activated carbon as well as with zeolite were very effective in decreasing the concentration of electroplating wastewater Cr (97-98%). Coagulant and adsorbent combination, resin anion+activated carbon and resin anion+zeolit, had double function that decreased of both Cr consentration and TDS (Total Dissolved Solid) of the concentration of electroplating wastewater.
KAJIAN POTENSI BIOSURFAKTAN ISOLAT BAKTERI TERSELEKSI UNTUK DIMANFAATKAN DALAM BIOREMEDIASI TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI Nida Sopiah; Mulyono Mulyono; Susi Sulistia
Jurnal Ecolab Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2011.5.1.28-34

Abstract

Biosurfaktan merupakan bioproduk yang dihasilkan makhluk hidup, khususnya mikroba, yang mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan dan antar muka. Isolat bakteri yang digunakan terdiri dari empat isolat bakteri dengan kode isolat I, LESR 1, LESR 2 dan LESR 3, yang diisolasi dari tanah yang tercemar minyak bumi. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, diketahui bahwa isolat I dan LESR3 merupakan isolat yang berpotensi menghasilkan biosurfaktan. Kedua isolat ini merupakan bakteri Gram positif. Uji morfologi sel bakteri diketahui bahwa isolat I merupakan campuran bakteri yang berbentuk batang berantai (streptobasil) dan batang berpasangan (diplobasil), sedangkan isolat LESR3 merupakan bakteri berbentuk batang berantai (streptobasil). Hasil uji emulsifikasi terhadap bensin, kedua bioproduk isolat ini mampu melakukan proses emulsi pada suhu kamar, suhu 800C ataupun pada salinitas 4%. Kemampuan biosurfaktan tersebut dapat membantu kinerja bakteri dalam meremediasi tanah yang tercemar minyak karena biosurfaktan mampu meningkatkan kelarutan senyawa hidrofobik
DEGRADASI MINYAK MENTAH DAN SOLAR OLEH KONSORSIUM MIKROBA ASAL PERTAMBANGAN MINYAK CEPU Joko Prayitno; Esi Liyastuti; Amalia Mahmudah
Jurnal Ecolab Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2010.4.2.81-88

Abstract

The aim of this research was to obtain oil-degrading microbes from Cepu mining area and to investigate the best combination of microbial consortium to degrade crude and diesel oil. Two yeast isolates were obtained out of ten isolates from Cepu samples. Four best isolates (C7, C6, C4 an C3) were then selected and used for consortium experiments. All consortia either grown in crude or diesel oil showed increased in absorbance values (as the indication of oil degradation) and increased in cell populations at day three. However, pH of the medium decreased from 6.5 at day zero to 2.9-3.5 at day three. After day three, the absorbance values, cell populations and pHs tend to flat or slightly reduced. The best combination of microbial consortium was K3, containing C7, C6 and C4 isolates. This consortium was able to degrade 49-50% of crude or diesel oil for 12 day.
KETERKAITAN NEKROSIS INSANG LARVA TRICHOPTERA CHEUMATOPSYCHE SP. DENGAN KONTAMINASI LOGAM MERKURI: STUDI KASUS DI SUNGAI CILIWUNG DAN CIKANIKI yoyok yoyok
Jurnal Ecolab Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.2.%p

Abstract

Kontaminasi logam merkuri di ekosistem akuatik telah dilaporkan banyak menimbulkan dampak negatif bagi biota perairan. Salah satu biota akuatik (organisme makrozoobentos) yang terkena dampak kontaminasi logam merkuri adalah larva insekta Trichoptera Cheumatopsyche sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan adanya korelasi antara meningkatnya kontaminasi logam merkuri di perairan dengan persentase insiden nekrosis insang larva Cheumatopsyche sp. di dua sungai (Ciliwung dan Cikaniki). Larva Trichoptera dikumpulkan dengan menggunakan alat jala surber. Penelitian telah dilakukan pada Oktober 2010-Mei 2012. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara kontaminasi logam merkuri di sungai dengan persentase nekrosis larva Cheumatopsyche sp. (R2 = 0,718 untuk sungai Cikaniki  dan  R2 = 0,833 untuk Sungai Ciliwung). Disamping itu ada kecenderungan dengan adanya bioakumulasi logam merkuri di tubuh larva Cheumatopsyche diikuti dengan meningkatnya kejadian nekrosis pada insang (R2 = 0,834 untuk sungai Cikaniki  dan R2 = 0,739 untuk sungai Ciliwung). Adanya nekrosis pada insang larva Cheumatopsche sp. memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai indikator biologi terhadap kontaminasi polutan toksik lainnya di ekosistem akuatik.
FITOREMEDIASI LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias sp.) DENGAN KANGKUNG (Ipomoea aquatica) DAN PAKCOY (Brassica rapa chinensis) DALAM SISTEM RESIRKULASI Hefni Effendi; Bagus Amalrullah Utomo; Giri Maruto Darmawangsa; Rebo Elfida Karo-Karo
Jurnal Ecolab Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.2.80-92

Abstract

Budidaya ikan lele (Clarias sp.) menghasilkan limbah organik yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air. Penelitian bertujuan menganalisis kemampuan kangkung (Ipomoea aquatica) dan pakcoy (Brassica rapa chinenesis) sebagai agen fitoremediator limbah dalam sistem resirkulasi. Penelitian dilakukan dalam laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap in time dengan tiga perlakuan, tiga ulangan, selama 35 hari pengamatan. Secara umum parameter kualitas air yang diamati (suhu, pH, oksigen terlarut, amonia total, amonia bebas, ammonium, nitrat, dan ortofosfat) menunjang bagi kehidupan ikan lele, kangkung, dan pakcoy. Suhu air selama pengamatan (27-30 0C) berpengaruh terhadap pertumbuhan pakcoy, dimana pakcoy merupakan tanaman introduksi dari subtropis yang bersuhu dingin (18-22 0C). Persentasi penurunan amonium pada perlakuan kangkung (78,42%) dan pakcoy (52,16%). Penyerapan amonium secara langsung melalui akar sebagai pupuk alami pada kangkung lebih optimal bila dibandingkan dengan pakcoy. Persentase penurunan amonia bebas menunjukkan perbedaan pada perlakuan kontrol, kangkung, dan pakcoy berturut-turut adalah 89,16%, 93,62%, dan 96,62%. Perlakuan kangkung lebih efektif dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan laju konversi pakan ikan lele.
KORELASI TIMBAL DALAM DARAH DAN TINGKAT KECERDASAN (MAJEMUK) SISWA SEKOLAH DASAR DI SEKITAR PELEBURAN AKI BEKAS DI KABUPATEN TANGERANG DAN KABUPATEN LAMONGAN Budiyono Budiyono; Budi Haryanto; Esrom Hamonangan; Bambang Hindratmo
Jurnal Ecolab Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.492 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2016.10.1.41-47

Abstract

Pajanan timbal di dunia diperkirakan sebesar 0,6% penyebab penyakit global dengan proporsi terbanyak di negara- negara berkembang. Industri peleburan aki bekas, saat ini, menjadi perhatian para ahli kesehatan dan lingkungan karena potensinya sebagai sumber pencemar timbal. Racun timbal dalam tubuh akan merusak sistem saraf dan mengakibatkan penurunan Intelegence Quotient (IQ), terutama pada anak-anak karena masih diusia tumbuh kembang otak. Kadar timbal dalam darah merupakan indikator yang paling baik untuk menunjukkan current exposure. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar timbal dalam darah terhadap tingkat kecerdasan (majemuk) siswa sekolah dasar menggunakan rancangan studi cross sectional. Kecerdasan majemuk yang diukur adalah kecerdasan verbal dan kecerdasan logis-matematis. Sebanyak 60 siswa MI Baitussaa’adah di Kabupaten Tangerang dan 69 siswa SDN Bulutengger di Kabupaten Lamongan diukur kadar timbal darah dan laporan prestasi belajarnya. Ditemukan kadar timbal dalam darah anak di Kabupaten Tangerang dengan rerata 39,18 μg/dl (100% melebihi batas normal CDC 1997) dan rerata 11,76 μg/dl (59,4% melebihi batas normal) di Kabupaten Lamongan. Kadar timbal dalam darah berhubungan signifikan dengan tingkat kecerdasan majemuk (nilai p < 0,05) dan anak-anak yang kadar timbal darahnya tinggi berisiko mempunyai tingkat kecerdasan majemuk rendah sebesar hampir 3,5 kali dibandingkan dengan mereka yang berkadar timbal darah rendah (Odds Ratio=3,447). Semakin dekat jarak rumah terhadap sumber pencemar timbal, semakin rendah pendidikan orang tua, dan seringnya tidak masuk sekolah dengan alasan sakit juga ditemukan berisiko terhadap rendahnya tingkat kecerdasan majemuk. Walaupun begitu, hanya rendahnya pendidikan orang tua yang ikut mempengaruhi hubungan kadar timbal dalam darah dengan tingkat kecerdasan (majemuk) anak-anak dalam analisis lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pajanan timbal karena peleburan aki bekas sudah membahayakan. Disarankan agar industri yang menggunakan timbal harus ditutup di wilayah tersebut atau dipindahkan menjauh dari pemukiman masyarakat.
PROFIL MASYARAKAT DAN LINGKUNGANNYA SEBAGAI MODAL MEMBANGUN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN Sri Unon Purwati; Melania hanny Aryantie
Jurnal Ecolab Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.046 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2016.10.2.58-69

Abstract

Peran serta masyarakat menjadi suatu yang mutlak dalam kerangka menciptakan lingkungan hidup yang sehat. Peran serta masyarakat tidak saja digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, tetapi juga digunakan sebagai tujuan. Keterlibatan masyarakat sebagai penghasil terbesar limbah rumah tangga yang mencemari badan air (sungai) untuk mengelola limbahnya menjadi sangat penting agar tercipta lingkungan hidup yang sehat. Memanfaatkan profil masyarakat sebagai modal peningkatan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan pencemaran air merupakan permasalahan yang penting pada penelitian ini. Kuesioner digunakan sebagai alat untuk memperoleh data primer yang dibutuhkan dengan tujuan mengetahui profil masyarakat dan lingkungan di lokasi penelitian serta menentukan strategi pemanfaatan profil tersebut sebagai modal meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan air. Penelitian dilakukan tahun 2015 di Perumahan Permata Depok, Kota Depok Kecamatan Cipayung Kelurahan Pondok Jaya khususnya Mirah 1 dan 2 meliputi RT 6 dan11 RW 07, berada di tepi Sungai Ciliwung dengan bentuk saluran sanitasi yang terpusat (komunal) bermuara di Sungai Ciliwung. Aparat pemerintah daerah bersifat terbuka, mendukung program pengelolaan lingkungan tetapi masih kurang bantuan sarana pendukung dan pembinaan dari pemerintah. Masyarakat daerah penelitian berstatus ekonomi menengah ke atas, bergaya hidup modern, usia produktif, mendukung program pengelolaan lingkungan, paham peraturan terkait lingkungan tetapi memiliki kemauan berpartisipasi membayar (willingness to pay) yang masih rendah. Berdasarkan profil yang diperoleh tersebut maka ditentukan bahwa strategi yang tepat yang akan digunakan dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan pencemaran air adalah secara edukatif. Strategi edukatif berupa penyuluhan terkait pengelolaan limbah domestik sesuai karakteristik limbah yang dihasilkan oleh masyarakat. Pendekatan strategi teknologi tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan berupa teknologi sederhana dan ramah lingkungan sesuai dengan profil masyarakat di lokasi penelitian.
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI MEDIA ADSORBEN DALAM PENURUNAN KADAR LOGAM KROMIUM HEKSAVALEN (Cr6+) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING Terry Novriyani Susanto; Atmono Atmono; Natalina Natalina
Jurnal Ecolab Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.421 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2017.11.1.27-31

Abstract

Elektroplating atau lapis listrik merupakan salah satu proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam menggunakan arus listrik melalui suatu larutan elektrolit. Air limbah industri elektroplating mengandung berbagai jenis ion logam berat seperti ion kromium (Cr) valensi 3 dan 6, timbal (Pb), nikel (Ni), tembaga (Cu), seng (Zn), sianida (CN) dan sebagainya. Cangkang telur merupakan agen netralisasi dimana semua jenis larutan mudah mengalami kesetimbangan sehingga logam berat dapat mengendap dan terdeposit dalam partikel cangkang telur. Cangkang telur diperkirakan memiliki hingga 10.000 - 20.000 pori tiap cangkangnya terdapat kandungan seperti struktur pori kalsium karbonat (CaCO3) dan protein asam mukopolisakarida yang dapat dikembangkan menjadi adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan pengaruh adsorben cangkang telur dalam penurunan kadar logam kromium heksavalen pada limbah elektroplating. Adsorben cangkang telur diperoleh melalui proses perendaman, pemisahan kulit ari, penjemuran, penggilingan, pengayakan, dan pewadahan. Variasi mesh yang digunakan adalah 40, 60, dan 80 mesh, Laju aliran diatur sebesar 25 ml/menit dengan waktu pengambilan sampel dilakukan pada menit ke 0, 10, 20, 30, 40, dan 60. Analisa dilakukan terhadap kandungan kromium heksavalen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kandungan kromium terbesar adalah pada menit ke 40 menggunakan mesh 80 sebesar 53,001 %.
RESIDU INSEKTISIDA KLORPIRIFOS DALAM TANAH DAN PRODUK BAWANG MERAH Allium ascalonicum L, DI SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA E. Srihayu Harsanti; Edhi Martono; H. A. Sudibyakto; Eko Sugiharto
Jurnal Ecolab Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.712 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.1.26-35

Abstract

Klorpirifos merupakan salah satu insektisida organofosfat yang banyak digunakan petani sayuran, termasuk bawang merah. Penggunaan insektisida tersebut pada tanaman sayuran umumnya lebih intensif daripada tanaman pangan lainnya, sehingga dampak negatif terhadap lingkungan biotik dan abiotik menjadi lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan residu insektisida klorpirifos dalam tanah dan produk bawang merah di sentra produksi bawang merah Kabupaten Bantul. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Desa Srigading, Kecamatan Sanden Kabupaataen Bantun Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Mei sampai dengan bulan November 2010. Penelitian dilaksanakan dengan cara pengambilan contoh uji tanah, air dan produk tanaman bawang merah secara komposit di lahan intensif bawang merah. Pengambilan contoh uji juga dilakukan terhadap tanaman non bawang, yaitu padi sawah sebagai pembanding. Residu insektisida klorpirifos dalam contoh dianalisis menggunakan alat kromatografi gas dengan detektor ECD sesuai dengan metode standar. Residu klorpirifos dalam produk dari pertanaman bawang merah intensif mendekati kadar batas maksimum residu yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian: Batas Maksimum Residu (BMR) Pestisida Pada Hasil Pertanian. Ditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura. Direktorat Bina Perlindungan Tanaman. Daerah yang kadar residunya melebihi BMR terdapat di Srabahan dengan kadar residu 0,0573 ppm (kadar Baku Mutu Residu 0,05 ppm). Residu klorpirifos dalam produk bawang merah nyata berkorelasi positif dengan residu klorpirifos dalam tanah, tetapi tidak berkorelasi dengan residu klorpirifos dalam air

Page 7 of 18 | Total Record : 178