cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 973 Documents
MEMBUAT PANTULAN LAYAR PUTIH DENGAN PERASAAN Kertopati, Ton
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 10 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v3i10.342

Abstract

Banyak sudah tulisan dalam bentuknya yang beragam ditulis orang, Baik oleh pakarnya, setengah ahli, pemeran langsung maupun sekedar outsider pemerhati yang disebar-siarkan lewat media massa berupa resensi, kritik, sketsa, tanggapan dan pemberitaan-pemberitaan tentang dunia perfilman di Indonesia ini.
PHENOMENOLOGY Achmad, Ardan
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 30 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v9i30.414

Abstract

PHENOMENOLOGY
MEMBERDAYAKAN PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI Bayquni, Bayquni
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 8, No 27 (2009)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v8i27.302

Abstract

By communication human can live their life. communication human can socialization. By human can make and develop their culture. But, by that kind of communication. can we do professional, when Department. of Communication as cm intermediate scholar and this field can be accomplish by another subject of science? Do curriculum of Communication Department over a barrel or its own and what is the weakness of curriculum that applied in Communication Department? This paper tried to explain the content of curriculum indeed by Communication Department.
ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI PERILAKU MASYARAKAT JAWA DALAM FILM KALA Herwendo, Rionaldo
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v13i3.151

Abstract

Masalah penelitian ini adalah representasi perilaku masyarakat Jawa dalam film Kala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur Jawa dalam film Kala, untuk mengetahui perilaku masyarakat Jawa pada umumnya serta mengetahui bagaimana perilaku msayarakat Jawa direpresentasikan dalam film Kala. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik, teori konstruksi realitas dan semiotika Roland Barthes. Tanda-tanda dalam film ini akan dikaji. Dalam film ini terdapat tanda-tanda yang mengindikasikan budaya Jawa secara implisit. Tanda-tanda ini harus dikaji lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana Jawa digambarkan dalam film ini, terutama perilakunya. Dengan mengetahui film ini lebih rinci, dapat diketahui pesan-pesan tersembunyi yang disampaikan oleh pembuat film melalui film Kala. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah Joko Anwar (Sutradara), Mohammad Sobary (budayawan)dan Fadhis Abby Putra (penonton). Berdasarkan pengkajian tanda dari adegan dalam film ini ditemukan beberapa tanda yang menunjukkan unsur budaya Jawa dalam film ini. Setelah ditemukan, tanda-tanda ini dikaji lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat Jawa dalam film ini direpresentasikan. Unsur Jawa dalam film ini direpresentasikan dalam adegan, cerita utama, bahasa yang digunakan dan nama-nama tokoh. Perilaku masyarakat Jawa dalam film ini digambarkan pada karakter-karakter yang memiliki peran sebagai penjahat atau the bad guy.
MENCARI PENYEBAB AGRESIVITAS PELAJAR Hubungan Konsep Diri, Perhatian Orangtua, Afiliasi kepada Kelompok Nonagresif, dan Iklim Sekolah dengan Agresivitas Basuki, Maryono
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v13i1.92

Abstract

The objective of this research is to study the relations between self concept, parents attention, affiliation to nonaggressivegroup, school climate, and aggressivity of high school students in Jakarta. These five variables areseen from the perspective of educational technology. The research was conducted at SMU Darul Maarif, SMUCendrawasih, and SMU Al Azhar during April-May-June 2011/2012 academic year), with 150 respondents (clusterrandom sampling). The result of the study indicated that: Self concept, parents attention, affiliation to nonaggressivegroup, school climate, one by one and together influenced aggressivity. Group affiliation contribute aggressivityhigher than the other variables. Even school climate reduced aggressivity less then another variables,high influenced on improving affiliation to nonaggressive group. It is summarized that by: encouraging childrenaffiliate to nonaggressive group, improving self concept, raising parents attention, and maintaining good schoolclimate, aggressivity can be reduced. It could be concluded that appropriate interactions will enhanced good behavior.This research, useing linier thinking, unsucceed to search the main cause of aggressivity, so in discussion,cybernetics method was applicated to reach supra-system and infra-system factors to discribe the cause of youthaggressivity in Jakarta/Indonesia.
KOMUNIKASI DAN BUDAYA ORGANISASI Murwani, Endah
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 11 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v3i11.234

Abstract

Budaya organisasi merupakan topik yang banyak diperbincangkan dan diteliti sejak awal tahun 1980-an. Hofsedemengamati bahwa istilah 'organizational cultures' masuk ke literature akademis di Amerika pada artikel 'On Studying Cultures' dalam Administrative Science Quarterly oleh Pettigrew tahun 1979. Blake dan Mouton membahasnya dengan istilah 'climate'. Kemudian istilah 'corporate culture' digunakan oleh Silverweig dan Allen. 'Corporate Culture' menjadi terkenal ketika Deal dan Kennedy (1982) menulis buku dengan judul tersebut.
ANALISIS SEMIOTIKA DESAIN COVER ALBUM BLACK MARKET LOVE DARI BAND SUPERMAN IS DEAD Victor, Patrick
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v15i1.41

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan masalah pada pemaknaan cover album dari band Superman Is Dead yang menggunakan analisis semiotika. Analisis semiotika adalah ilmu yang mengkaji tanda dalam kehidupan manusia. Artinya, semua yang hadir dalam kehidupan kita dapat dilihat sebagai tanda, yakni sesuatu yang harus kita beri makna.Penelitian ini berjudul Analisis Semiotika Desain Cover Album Black Market Love dari band Superman Is Dead. Tujuan peneliti mengangkat judul tersebut Karena menurut peneliti album tersebut mempunyai sebuah konsep cover album yang cukup simpel namun kreatif sehingga mampu menarik perhatian khalayak sasarannya.Apalagi ditambah dengan kenyataan bahwa Superman is Dead ini termasuk salah satu band punk yang menurut peneliti cukup beruntung karena mampu mensetarakan band nya,dengan band-band lain yang notebenenya bukan berasal dari genre yang sama,tapi mampu masuk dalam major label,dan menurut peneliti itu suatu pencapaian yang luar biasa.Karena biasanya band-band punk itu sangat susah untuk masuk dalam major label entah karena alasan apa,tapi disini Superman is Dead mampu mementahkan itu semua.Dalam penelitian ini peneliti memakai model dari Roland Barthes, dengan teori Semiotika atau semiotika Roland Barthes yang mengacu pada Sausure dengan menyelidiki hubungan antara penanda dan petanda pada sebuah tanda. Hubungan penanda dan petanda ini bukanlah equality (menandakan kesamaan kedudukan), tetapi equivalen (hubungan atau korelasi). Bukannya yang satu kemudian membawa pada yang lain, tetapi korelasilah yang menyatukan keduanya.Barthes dalam teori Semiotika menggunakan pemaknaan konotasi (pemaknaan oleh diri pembaca yang bersifat subjektif. Terjadi saat tanda bertemu dengan perasaan atau emosi pembacanya serta nilai-nilai kebudayaan) dan denotasi (makna yang paling nyata adanya hubungan antara petanda dengan penanda) dalam menghubungkan antara petanda dan penanda. Selain itu, Barthes juga melihat aspek lain dari penandaan yaitu mitos yang menandai suatu yang diyakini dalam suatu lingkup masyarakat. mitos menurut Barthes terletak pada tingkat kedua penandaan, jadi setelah terbentuk sistem tanda penanda-petanda, tanda tersebut akan menjadi penanda baru yang kemudian memiliki petanda kedua dan membentuk tanda baru.Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan paradigma penelitian konstruktivisme yaitu memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningful action, melalui pengamatan langsung terhadap perilaku sosial dalam setting yang alamiah, agar mampu memahami dan menafsirkan bagaimana pelaku sosial yang bersangkutan menciptakan dan memelihara dunia sosial merekaDari uraian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa di mana pada intinya pesan yang hendak disampaikan melalui cover Black Market Love dapat ditangkap oleh siapa saja yang melihat cover dari album Black Market Love tersebut. Pesan yang hendak di sampaikan oleh Superman Is Dead melalui album Black Market Love adalah meskipun terkadang seseorang menjalani hidup dalam keadaan negative, yaitu di tengah kekerasan, pengaruh minuman keras, obat-obatan terlarang, namun orang tersebut harus memiliki prinsip dan tujuan untuk membahagiakan dirinya, serta orang-orang di sekelilingnya tanpa melupakan bahwa mereka memerlukan alam dan harus menjaga lingkungan disekitarnya, serta mengutamakan persahabatan dan menjunjung tinggi persaudaraan dalam menjalani hal-hal tersebut.
URAIAN INVESTIGASTIF (INVESTIGATIVE REPORTING) Wahjudi, JB
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 6 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v2i6.206

Abstract

Memasuki Era reformasi yang dimulai dengan dilikuidasinya Departemen Penerangan RI (2 6/10-999) oleh Presiden K.H Abdurrahman Wahid/Gus Dur, para wartawan (Pers Nasional) mulai berani menerapkan dan menyajikan Uraian Investigasi (InvestigativeReporting). Sebelumnya, di Era Rezim Orde Baru/Orba (1969 - 1998) yang sangat otoriter, penyajian Uraian lnvestigasi dinilai tabu, akibatnya beberapa wartawan lalu mengakalinya dengan menyajikan Uraian Jurnalistik Baru (New Jour- nalism), yang membungkus fakta dan atau pendapat ke dalam karya Sastra. Apa dan bagaimana Uraian Investigasi itu, dan bagaimana cara merencanakan, mengemas, dan menyajikannya? Mengapa wartawan masih merasa takut untuk menyajikan uraian Investigasi ?
PERAN PUSAT INFORMASI TERPADU (MULU PURPOSES COMMUNITY TELECENTER MPCTC/Balai Informasi Masyarakat) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BANGSA INDONESIA Idris, Naswil
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v1i2.204

Abstract

C'fetiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan / lingkungan sosialnya. Setiap orang berhak untuk mencari dan memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan mengunakan segala jenis saluran yang tersedia.Hak warga negara untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, dijamin dan dilindungi (J'ap MPR N.1711998). Ketetapan MPR ini merupakan ratifikasi formal dari deklarasi hak-hak azazi manusia PBB 51 tahun yang lalu.Biarpun pengakuanformal ini terlambat, kita masih dapat berbuat banyak jika kita mau mengaplikasikan tekno/ogi telekomunikasi yang ada sekarang untuk menyebarkan informasi, menerima informasi untuk keperluan hajat orang banyak.Bidang kesehatan, pendidikan ,per ekonomian, kesejahteraan , hukum di/ untuk membuat hidup int lebih bermakna dapat dibantu dengan jaringan dan peralatan telekomunikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi rakyat di daerah pedesaan dan daerah terpencil disamping didaerah perkotaan. Tujuan utamanya Pusat lnfonnasi Terpadu ini sangat sederhana, yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan rakyat pada. Lapisan bawah. Jika raktyat awam telah sehat dan berpendidikan, tahap berikutnya dengan mudah dapat di capai. Jika tidak, rakyatlapisan bawah akan menjadi sasaran penipuan, dalam sega/a bentuk sebagaimana yang telah kita alami semenjak merdeka tahun 1945.Pusat informasi terpadu didaerah pedesaan (MPCTC) sebagai konsep dan model pusat informasi yang bersumber dan berakar dari budaya Indonesia (yang telah punah dengan banyaknya propaganda terselubung, indoktrinasi, brainwashing, justifikasi : pembenaranterhadap konsep atau model pembangunan yang dibuat oleh beberapa orang yang mengatas namakan rakyat), kampanye media massa yang sangat sentralistik yang telah membunuh indentitas dan tradisi lokal) perlu di hidupkan kembali dengan menambahkan teknologi telekomukasi yang terbaru pada Pusat Informaasi yang ada yang dapat menampung pokok pikirantentang demokrasikomunikasi( informasi) seperti Fax, Internet, Electronic Commerce, serta mutimediabarn yang lebih bersifat interaktif, tidak real time , dan dapat mengadakan broadcast secara independen sehingga setiap warga negara dapat berkomunikasisecara leluasasesuai TapMPR NO. 17 tsb. Pusat informasi ini dapat di bentuk baru sama sekali atau menggunakan pusat informasiyang telah ada seperti Puspenmas( Pu sat Penerangan Masyarakat, PUSKESMAS (Pusat Kesehatan Masyarakat), Kantor Kepala Desa, Pusat pendidikan Luar sekolah I Kursus, Mall, Kantor Pos, Cafe, dll yang harus dilengkapi dengan perpustakaan, dan ruang baca, telepon, Fax, mesin Foto Kopi, Internet, Ra- dio, TV, ruang diskusi.klinik dan tempat olahraga sederhana. Informasi dari pemerintah atau dari luar tidak perlu lagi dalam bentuk pemaksaan tetapi cukup dengan mengakses ke pusat informasi yang netral. Rakyat akan merasa bahwa informasi itu tidak perlu dipaksakan untuk mereka percayai melalui propaganda.
PEMAKNAAN ARTI INFORMASI DI ERA DIGITAL Prisgunanto, Ilham
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v17i2.619

Abstract

Pertarungan pemaknaan tentang apa itu informasi menjadi sesuatu penting untuk dibahas di era digital. Dengan memahami apa itu informasi tentu akan menjejakkan landasan dasar mau kemana perkembangan dunia digital yang ada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep informasi dilihat dari berbagai sudut disiplin ilmu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kajian sistemik model dari Shannon and Weaver dengan pendekatan komunikasi cybernetika, konsep Sistem Temu Kembali Informasi dan teori perilaku penggunaa informasi (Information User) yang lebih kepada imbas perilaku pengguna informasi dan audiens (Netters). Penelitian ini menggunakan analisis isi model framing dari Gamson and Modigliani. Hasilnya menunjukkan bahwa informasi tidak bisa dipahami berdiri sendiri. Jelas bahwa konsepsi informasi adalah hasil interaksi antar muka yang tidak bisa disamakan dalam konteks pesan atau data yang sederhana seperti selama ini dipahami keliru oleh banyak pihak dalam dunia digital.

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Volume 24, No. 2 December 2025 Volume 24, No. 1 June 2025 Volume 23, No. 2 December 2024 Volume 23, No. 1 June 2024 Volume 22, No. 2 December 2023 Volume 22, No. 1 June 2023 Volume 21, No. 2 December 2022 Volume 21, No. 1 June 2022 Vol 20, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 20, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 20, No. 2 December 2021 Volume 20, No. 1 June 2021 Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 19, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 19, No. 2 December 2020 Volume 19, No. 1 June 2020 Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 18, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 18, No. 2 December 2019 Vol 18, No 1 (2019) Volume 18, No. 1 June 2019 Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 17, No. 2 December 2018 Vol 17, No 2 (2018) Volume 17, No. 1 June 2018 Vol 17, No 1 (2018) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 6, No 22 (2007) Vol 6, No 22 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2005) Vol 4, No 13 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 2 (2002) Vol 1, No 2 (2002) More Issue